NovelToon NovelToon
BELENGGU DENDAM

BELENGGU DENDAM

Status: tamat
Genre:Lari Saat Hamil / Romansa / Dendam Kesumat / Cintapertama / Tamat
Popularitas:99.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: teteh lee

Joshep menyimpan dendam yang berkarat di hatinya akibat dugaan penghianatan Paula sang kekasih yang sudah di jalani selama hampir 5 tahun lamanya itu, sementara Paula juga sama-sama mempunyai alasan kuat untuk membenci Joshep dimana hal itu berkaitan dengan kecurigaan Paula atas keterlibatan ayah Joshep pada kematian ayahnya yang sebelumnya sakit jantung karena sebelum kematian ayahnya itu ayah Josheplah yang terakhir kali bertemu dengan ayahnya, sementara tanpa mereka sadari, ternyata saat perpisahan terjadi, rupanya Paula sedang mengandung anak Joshep, namun Paula sengaja menyembunyikannya, konflik terjadi saat Joshep bertemu dengan anak mereka tanpa di sengaja, selain itu satu persatu kesalah pahaman juga mulai terkuak, yuks,,,ikuti kisahnya di sini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon teteh lee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

7X24 jam

Joshep kini berada di lantai 6 rumah sakit Permata, lantai dimana tempat para pasien berkantong tebal mendapatkan pelayanan istimewa.

"Ruang anggrek, ruang anggrek, sebelah mana ruangan anggrek itu berada?" Gumam Joshep lirih, dengan kepala yang tidak hentinya menoleh ke setiap papan di lorong.

Joshep memang tidak teelalu familiar dengan bagian-bagian ruangan di rumah sakit itu, apalagi lantai 6 ini, se-ingatnya ini adalah pertama kali dia menginjakkan kaki di lantai tempat dimana tempat para pasien dengan uang tak berseri di rawat.

Joshep hanya pernah beberapa kali menyambangi rumah sakit ini, dan itu pun hanya ke ruangan ayahnya, dan aula tempat rapat para dokter ketika sedang mengadakan pertemuan jika ada hal yang perlu di diskusikan dengan rumah sakit- rumah sakit kecil di bawah naungan Permata.

Di ujung lorong Joshep melihat Paula keluar dari sebuah ruangan yang sepertinya itu adalah ruang anggrek yang sejak tadi dia cari-cari, tapi tunggu,,, Joshep mengernyitkan keningnya dan langsung menepi bersembunyi di balik tembok yang agak tertutup dari pandangan Paula, ketika dia melihat ternyata Paula sat itu tidak sendirian, ada seorang pria yang juga keluar dari ruangan itu, dan dia sangat kenal betul dengan pria yang saat ini sedang mengobrol serius dengan mantan istrinya itu.

"Willy?" gumam Joshep.

Sebenarnya Joshep tidak harus terkejut dengan keberadaan Willy di rumah sakit itu, seperti dirinya ketahui, jika Willy adalah salah satu dokter di rumah sakit Permata, terlebih Willy juga merupakan dokter anak, namun yang membuat Joshep kesal karena dia tahu jika dulu Willy sangat menyukai Paula, bahkan Willy pernah dengan beraninya terang-terangan memberi tahunya jika dia punya perasaan pada Paula, sementara saat itu Joshep masih berstatus kekasih Paula, sehingga saat itu kepalan tinjunya sempat mendarat di rahang kiri Willy, jiwa muda dan sifat posesif Joshep saat itu membuatnya melakukan tindakan kekerasan itu, beruntung sampai saat ini Paula tidak pernah tahu jika dirinya pernah meninju wajah Willy.

"Will, terimakasih atas bantuannya, kamar ini sangat nyaman, dan Kevin juga tidak akan mendengar gosip-gosip tidak jelas lagi," kata Paula tersenyum dengan manis.

"Tenang saja, apapun akan aku lakukan untuk mu dan Kevin, jangan pernah sungkan untuk meminta bantuan ku jika kamu ada masalah apapun, waktu ku akan selalu siap tujuh kali dua puluh empat jam untuk kalian." Jawab Willy membalas senyuman Paula dengan tidak kalah manisnya.

"Cih, pantas saja dia tidak terlihat bersedih setelah di hianati suaminya, rupanya sudah mendapatkan mangsa baru yang lebih baik, sialan, sia-sia aku menghawatirkannyaa, sekali penghianat tetap penghianat, sudah bawaan dia memang murahan dan pantas mendapatkan penghianatan dari suaminya!" maki Joshep yang segera membalikkan badan dan mengurungkan niatnya untuk menemui Paula.

Melihat wajah Paula yang tidak tampak seperti sedang menderita karena penghianatan suaminya dan malah masih sempat melemparkan senyuman pada Willy yang dia artikan sebagai rayuan yang di lakukan Paula, membuatnya merasa menyesal telah menghawatirkannya.

Joshep kembali ke bagian informasi, kali ini dia menanyakan perihal kepindahan ruang rawat Kevin, dia ingin memastikan kecurigaannya.

"Untuk pasien bernama kevin, sudah di bayarkan sampai satu bulan ke depan sambil menunggu jadwal operasi."

"Sudah di bayar satu bulan ke depan? Tapi apa bisa semudah itu? Biasanya hanya pasien tertentu dan yang khusus punya kartu member gold rumah sakit yang bisa menempati lantai 6?" tanya Joshep heran.

"Iya, kebetulan pasien atas nama Kevin menggunakan kartu fasilitas dokter, sehingga kepindahannya di permudah."

"Apa itu dokter Willy Poulter?" tebak Joshep.

"Iya betul," angguk petugas informasi itu.

Joshep mengangguk paham, rupanya Willy gerak cepat menggunakan kesempatan dengan baik, dia masuk ke dalam kehidupan Paula saat sedikit celah terbuka.

"Hah, sudah ku duga, baguslah. Aku juga tidak ingin peduli lagi dengan urusan wanita jal-lang itu, penghianat!" kesqal Joshep.

Entah mengapa mengetahui hal itu bara api amarah untuk Paula yang tadinya mulai meredup, tiba-tiba kini menyala dan berkobar kembali, namun Joshep menolak untuk mengakui jika yang dia rasakan saat ini adalah perasaan cemburunya pada Willy.

"Tidak, aku tidak sedang cemburu, ambilah! Ambil bekas ku Will, bukankah kau menginginkannya sejak dulu bahkan sejak dia masih menjadi milik ku, kau bukan seseorang yang pantas aku cemburui, kau selalu menjadi pecundang dan tidak pernah lebih baik di banding aku, ambilah,,, dan lihat apa yang akan aku lakukan pada mu sebentar lagi!" geram Joshep terlihat begitu kesal dan marah saat meninggalkan loket informasi, bahkan dia lupa mengucapkan terima kasih pada petugas yang telah memberinya informasi yang terbilang cukup penting untuk dirinya.

Joshep melangkah dengan tergesa ke ruang kerja ayahnya, dadanya terasa panas, jantungnya berdetak sangat cepat dan nafasnya terasa berburu, gumpalan emosi itu semakin membengkak di dadanya, membuatnya melupakan janjinya untuk melupakan masa lalu dan memulai hidup baru bersama Bella.

Kali ini justru rasa benci dan kemarahannya semakin menjadi bola liar di dada dan kepalanya membuatnya hanya berpikir untuk bagaimana cara membalas semua kesakitan yang pernah dia terima dulu.

"Pih, aku terima tawaran Tuan Mark untuk menggantikan posisi mu di sini." ujar Joshep tiba-tiba sesaat setelah dia masuk ke dalam ruangan ayahnya.

"Uhuk,,,uhukkkl!" ayahnya yang saat itu sedang menikmati tehnya, sampai tersedak dan menyemburkan teh yang baru saja hampir di minumnya itu.

"Josh,,, apa kau baik-baik saja? Apa ada yang salah dengan mu hari ini? Kau tidak sedang panik atau srtes karena akan menghadapi pertunangan mu, bukan?" ayah Joshep mendekati putranya, dan menempelkan punggung tangannya di kening Joshep, untuk memastikan jika putranya dalam keadaan baik-baik saja dan tidak sedang demam atau sebagainya.

"Pih, aku baik-baik saja, bukankah ini yang di inginkan kalian? Bukankah kalian selalu memaksakan ini pada ku? Lantas giliran aku mau menuruti permintaan kalian, kenapa seperti tidak percaya seperti ini?" Joshep menjauhkan kepalanya dari tangan ayahnya dengan wajah yang tyerlihat masih sangat kesal.

"Bukan seperti itu, tapi sebelumnya kamu selalu menolaknya dengan tegas, ini terlalu aneh dan tiba-tiba, coba bayangkankan,,, tiba-tiba kamu ingin bertunangan dengan Bella, padahal untuk sekedar membahas hal itu saja kamu tidak pernah mau, lantas hari ini tiba-tiba kamu meminta ikut ke Permata, dan berakhir seperti ini, kamu tiba-tiba menyetujui untuk menggantikan posisi ku, andai aku mempunyai riwayat penyakit jantung, mungkin aku sudah mati karena kaget dengan kejutan-kejutan yang kamu berikan ini!" omel ayahnya Joshep.

"Sudahlah, aku serius. Papih urus saja semuanya, aku terima beres pokonya!" ujar Joshep sambil memutar badannya dan bergegas keluar dari ruang kerja ayahnya.

"Joshep, kamu mau kemana?" teriak ayahnya.

"Bersenang-senang!" jawab Joshep melambaikan tangannya tanpa membalikkan tubuhnya lagi dan hanya memberi punggung pada ayahnya yang hanya bisa melongo dengan keanehan-keanehan yang di suguhkan putranya beberapa hari belakangan ini.

1
Isranjono Jono
novel yang bagus penempatan tulisan nya sangat bagus
Isranjono Jono
novel yang bagus kenapa rating nya gak naik2 padahal aku udah dua kali bacanya
Pasikah CwElosbes
suka critanya
Lita: terimakasih sudah berkenan mampir, semoga kakak sehat dan bahagia selalu /Heart/
total 1 replies
angel
aku suka alurnya ...tanpa membawa agama dan ras dlm ceritanya ..novel yg recommended utk di baca /Good//Good//Good//Good//Good/
Lita: terimakasih sudah berkenan mampir kakak,semoga sehat dan bahagia selalu❤
total 1 replies
Sugiarti
Luar biasa
Lita: terimakasih kakak ❤️
total 1 replies
dreamy
👍👍👍😘😘😘😍😍😍😍.
exra part nya thor.
Lita: siaap kak, terimakasih sudah berkenan mampir 🙏🥰❤️
total 1 replies
Rif
cerita bagus dan mengandung bawang
Lita: terimakasih sudah berkenan mampir,,, semoga kakak sehat dan bahagia selalu,,,🙏❤️
total 1 replies
gaby
Lebay bgt Joshep, menanggung sendirian apanya?? Jelas2 Paula mau mendampingi dlm keadaan apapun. Harusnya Paula yg pantas ngomong gitu. 5thn lalu ortunya meninggal setelah dia di talak atas fitnah slingkuh. Bahkan yg paling parah, mertuanyalah dalang dibalik penderitaannya
gaby
Lawan ayahmu bkn semata melindungi kluarga Josh. Ingatlah ayahmu menjalankan bisnis haram yg merusak mental masyarakat. Tindakan Frans kriminal & ga bisa di selesaikan secara kekeluargaan
gaby
Critanya bnr2 penuh misteri. Pgn lompat2 baca bab nya jadi takut, karena critanya penuh teka teki
gaby
Pantesan mati2an memperebutkan Kevin, pdhl kalo cm pgn cucu, kan bisa dr Cucu baru bila Josh & Bella nikah. Ternyata Kevin cm di jadiin alat kampanye politik.
gaby
Oalah blg aja pengen di rayu sm Paula, gitu aja ko repot. Sampe2 org ga bersalah di mutasi😅😅
gaby
Sumpah, crita yg sangat bagus. Walau terkesan bertele2 tp ga bikin bosan. Malah bikin makin penasaran. Aq marathon baca dr td siang neh, untung aq berlangganan Vip, jd gass terooos😅😅
Lita: terimakasih sudah berkenan mampir,, semoga kakak sehat dan bahagia selalu,,, 🙏❤️
total 1 replies
gaby
Ciyee yg kesel karena kalah star sm Willy🤣🤣
gaby
Hadeh Joseph ini, kalo ga di suapin ga makan2, ujung2nya sakit lambung. Giliran di suapin, malah mendadak jantungan dia. Dokter ko penyakitan🤣🤣
Soeharti Rifangi
sangat bagus ceritanya
Lita: terimakasih sudah berkenan mampir, semoga kakak sehat dan bahagia selalu 🙏❤️🥰
total 1 replies
Soeharti Rifangi
jahat bener ibu mertuanya,ternyata kebaikannya hanyalah palsu
octa❤️
terima kasih utk ceritanya teh...😘
Lita: sama-sama,,, terimakasih sudah mengikuti sampai selesai kak 🙏❤️
total 1 replies
Azizah az
bye Abang Kevin semoga bahagia selalu
Lita: aamiin,,, kakak juga semoga sehat dan bahagia selalu,,, 🙏❤️🥰
total 1 replies
Putu Suciptawati
yah kok digantung sih kak thor?
Lita: cus sudah di lanjut, nunggu review nih..
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!