Bagi dunia, Hades Sterling adalah pengusaha kejam yang tak tersentuh. Namun bagi Persephone Sinclair, dia adalah suami posesif yang memanggilnya "Ma chérie". Percy suka petualangan dan kegilaan keliling dunia, sementara Hades suka membiarkannya bebas, dalam pengawasan ratusan pengawal bayangan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon you see me, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 14
Jam dinding antik di sudut kamar utama mansion Sterling menunjukkan pukul dua siang. Suasana di dalam ruangan terasa begitu lengang dan suram. Setelah kepergian Hades, Percy beranjak dari ranjang dengan langkah pelan dan lesu. Tubuhnya masih terasa lelah, sisa-sisa air mata mengering di pipinya, dan rasa sakit akibat cengkeraman semalam masih meninggalkan memar tipis di rahang serta leher jenjangnya.
Percy melangkah masuk ke dalam kamar mandi. Ia membiarkan air hangat dari shower mengguyur tubuhnya, mencuci bersih debu perjalanan dari Yunani sekaligus rasa hancur di dalam hatinya.
Begitu selesai mengenakan piyama katun longgar berwarna putih, Percy tidak turun ke lantai bawah atau mencari makanan. Ia langsung merebahkan kembali tubuh mungilnya di atas hamparan seprai king size, menarik selimut tebal hingga menutupi sebagian wajahnya, dan memilih untuk menutup mata. Ia hanya ingin tidur seharian, memutus segala bentuk kesadaran, dan berharap saat ia membuka mata nanti, ia bisa menghindar dari sosok suami yang telah mematahkan sayapnya. Percy menolak untuk menemui Hades malam ini hatinya terlalu lelah untuk berdebat ataupun berpura-pura patuh.
Di belahan dunia lain, jauh dari kemewahan Manhattan, sebuah tempat rahasia bernuansa gelap dan penuh asap rokok menjadi saksi atas sebuah persekutuan baru yang berbahaya.
Iris Montgomery, yang seharusnya sudah berada di dalam tahanan internasional akibat operasi senyap Sterling Global, duduk dengan napas memburu di atas sofa kulit hitam. Penampilannya kusut, riasannya luntur, dan matanya memancarkan amarah serta keputusasaan yang luar biasa setelah seluruh karier dan asetnya dihancurkan dalam sekejap.
Namun, nasib buruknya terhenti ketika sebuah mobil limosin hitam mencegat mobil tahanan bayaran yang membawanya, melarikannya ke tempat perlindungan milik salah satu musuh terbesar imperium Sterling.
Seorang pria paruh baya dengan tatapan tajam dan senyuman penuh perhitungan melangkah keluar dari bayangan ruangan. Ia adalah Viktor, magnet energi asal Eropa timur yang sejak lama memendam kebencian mendalam dan ambisi untuk meruntuhkan dominasi bisnis Hades Sterling.
Viktor melempar sebatang cerutu ke atas meja, lalu menatap Iris lekat-lekat dengan seringai dingin.
"Kau benar-benar ceroboh, Nona Montgomery," ucap Viktor dengan suara berat beraksen asing. "Melawan singa sebesar Hades Sterling secara terang-terangan di media sosial adalah tindakan bunuh diri yang kekanak-kanakan."
Iris mendongak, menggigit bibir bawahnya dengan penuh dendam. "Aku tidak peduli! Aku ingin menghancurkannya! Aku ingin mengambil semua yang ia miliki, termasuk istri rahasia yang selama ini ia sembunyikan!"
Viktor tertawa kecil, suara tawa yang terdengar mengerikan di dalam ruangan sunyi itu. Ia berjalan mendekat, meletakkan sebuah map berisi dokumen akses keuangan baru dan identitas palsu di hadapan Iris.
"Bagus. Aku menyukai wanita yang dikuasai oleh dendam," bisik Viktor tajam. "Hades boleh saja mengira ia telah memenangkan permainan ini dan mengurung istrinya di sangkar emas. Tetapi singa itu tidak tahu... kita akan menyerang dari dalam, melalui kelemahan terbesar yang paling ia jaga di dunia istrinya sendiri."
Matahari berganti dengan kelambu malam yang pekat menaungi kota Manhattan. Di dalam mansion Sterling yang megah, suasana terasa jauh lebih sunyi dari biasanya. Percy masih terbaring di atas tempat tidur di kamar utama, tenggelam dalam tidur panjangnya sebagai bentuk pelarian diri dari kenyataan pahit yang baru saja menimpanya.
Pintu kamar terbuka perlahan tanpa suara. Hades melangkah masuk dengan setelan jas kerja yang masih melekat, dasinya sedikit dilonggarkan untuk mengurangi rasa penat setelah seharian penuh menyelesaikan sisa urusan korporat dan memastikan seluruh jaringan keamanan internasional berada dalam status siaga penuh.
Pria berdarah Yunani-Italia itu mendekati sisi tempat tidur. Sepasang mata kelabunya menatap lekat ke arah Percy yang tidur membelakanginya, dengan selimut tebal menutupi sebagian besar tubuh mungilnya. Hades bisa melihat sisa-sisa air mata kering di pipi istrinya serta sisa memar tipis di rahang yang ia tinggalkan semalam. Rasa bersalah yang teramat tipis sempat melintas di balik tatapan dingin sang penguasa, namun segera ditepis oleh prinsip mutlaknya ini demi keselamatan Percy sendiri.
Hades tidak membangunkan istrinya. Ia hanya mengecup puncak kepala Percy sekilas dengan lembut, lalu berbalik dan melangkah keluar kamar menuju ruang kerjanya di lantai bawah.
Namun, ketenangan di dalam mansion Sterling berbanding terbalik dengan apa yang sedang dirajut di belahan dunia lain.
Di sebuah ruangan bawah tanah yang tersembunyi di pinggiran kota Eropa Timur, Viktor Vance berdiri di hadapan layar monitor besar yang menampilkan peta jaringan keamanan Sterling Global. Di sampingnya, Iris Montgomery yang kini telah diberikan identitas baru dan akses finansial tersembunyi menatap layar tersebut dengan senyuman penuh racun.
"Hades mengira ia telah mengamankan bentengnya dengan mengurung Persephone di dalam mansion," ucap Viktor tajam, menyilangkan kedua tangannya di dada. "Tetapi ia lupa satu hal seorang wanita yang merasa terkekang, terluka, dan dikhianati oleh suaminya sendiri akan jauh lebih mudah untuk dipengaruhi dari dalam."
Iris mengangguk pelan, seringai sinis terukir di bibirnya. Dendam kesumat yang membakar jiwanya membuatnya tidak lagi peduli pada risiko apa pun. "Aku tahu betul bagaimana sifat manja dan keras kepala wanita itu. Begitu ia merasa sangkar emasnya berubah menjadi penjara yang mencekam, ia akan mencari celah untuk keluar."
"Tepat," sambung Viktor dingin. "Kita tidak perlu menyerang pertahanan Hades secara langsung. Kita hanya perlu mengirimkan sebuah 'undangan kecil' kepada sang ratu yang sedang bersedih... dan membiarkan rasa penasarannya menghancurkan benteng suaminya sendiri."
Di markas rahasia Eropa Timur, Viktor dan Iris Montgomery tertawa dalam kemenangan semu, merasa rencana licik mereka untuk menyusupkan racun perpecahan ke dalam pernikahan Hades dan Percy akan berjalan mulus. Mereka lupa satu hal mendasar yang tidak tertulis dalam dokumen intelijen mana pun mereka tidak mengenal siapa sebenarnya Persephone Sinclair.
Bagi Percy, pernikahan bukanlah sesuatu yang bisa dipermainkan atau disusupi dengan mudah oleh orang asing. Baginya, pernikahan adalah ikatan sekali seumur hidup. Mau seburuk apa pun, sekasar apa pun, atau sebengis apa pun cara Hades memperlakukannya, termasuk insiden mengerikan malam sebelumnya, Percy tetaplah wanita yang memegang prinsip mutlak pada kesetiaan internal.
Selama Hades masih menjadi suaminya dan belum melepaskannya dengan tangan sendiri, Percy tidak akan pernah membiarkan orang lain merendahkan, memanfaatkan, atau menghancurkan suaminya dari luar. Musuh Hades adalah musuhnya juga, dan musuh keluarga Sterling tidak akan pernah mendapat tempat di hatinya.
Sementara itu, di ruang kerja pribadinya di mansion Manhattan, Hades Sterling sama sekali tidak terkejut. Layar tablet di hadapannya menampilkan laporan intelijen real time yang dikirimkan oleh Dionisos Volkov. Setiap gerak-gerik persembunyian Viktor dan keterlibatan Iris Montgomery telah berada di dalam genggaman mata-mata Sterling Global sejak awal.
Hades mendengus dingin, menyesap sisa bourbon di dalam gelasnya.
"Biarkan mereka bermimpi," gumam Hades pelan pada dirinya sendiri. Ia tahu persis bahwa rencana murahan Viktor tidak akan pernah berhasil menembus benteng istrinya.
Hades melirik jam dinding yang menunjukkan pukul tujuh malam. Ia bangkit dari kursi kerjanya, berniat kembali ke kamar utama untuk melihat keadaan istrinya. Namun, sebelum kakinya menapaki anak tangga pertama, seorang pelayan senior mendekatinya dengan kepala menunduk hormat dan ekspresi cemas.
"Tuan besar..." cicit pelayan tersebut pelan. "Maaf mengganggu waktu Anda. Saya hanya ingin melaporkan... Nyonya sama sekali belum menyentuh makanan atau minuman apa pun sejak siang. Beliau terus tidur dan mengurung diri di kamar."
Langkah Hades terhenti seketika. Sorot mata kelabunya melembut sejenak, menyadari bahwa di balik sikap keras kepala dan pemberontakan istrinya, trauma akibat kejadian semalam membuat Percy menutup diri dari dunia luar. Tanpa berkata apa-apa, Hades memberi gestur agar pelayan itu pergi, lalu ia sendiri yang melangkah naik menuju kamar utama untuk menemui ratunya.