NovelToon NovelToon
Pesan Terakhir

Pesan Terakhir

Status: tamat
Genre:Spiritual / Iblis / Dunia Lain / Mata Batin / Horor / Tamat
Popularitas:420.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: dtyas

Yura Bestari, jatuh sakit bahkan berhari-hari tidak sadarkan diri. Setelah sadar dia bisa melihat makhluk tak kasat mata.

Bahkan ada arwah yang sengaja mendekati Yura, meminta tolong menyampaikan pesan terakhir untuk orang yang ditinggalkan. Parahnya lagi ada sosok yang mulai mengganggu kehidupan Yura.

Mendapatkan kelebihan yang cukup menakutkan membuatnya dekat dengan salah seorang senior di kampusnya yang dikenal sangat cuek dan ternyata seorang indigo.

Bagaimana kisah Yura menghadapi arwah yang mengganggunya juga arwah yang ingin Yura menjadi jembatan untuk pesan terakhir mereka?

Apakah Yura bisa menghilangkan kelebihannya ini atau menjalani sampai akhir waktu?

==== mampir ke ig : dtyas_dtyas

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dtyas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Yura VS Artasena

“Yura apa kabarmu sayang?” tanya Ibu Kaivan

“Tidak baik, Tante,” jawab Yura.

“Hei, bocah. Apa maksudmu tidak baik?” tanya pria tua itu sambil menghardik Yura.

“Memang aku sedang tidak baik, memang apa yang kalian harapkan dengan kondisiku. Ibu ku belum lama meninggal dan aku mendapati kenyataan kalau teman baik Ibuku ternyata sudah menikah dengan Ayahku, lalu aku harus bagaimana? Tertawa bahagia?” tutur Yura.

“Yura, sabar,” gumam Aldo sambil mengusap punggung istrinya.

Kaivan menyaksikan interaksi Aldo dengan Yura, sedangkan Bu Broto menundukkan wajahnya.

“Sayang, maafkan Ayah.”

Yura hanya menghela nafasnya.

“Lalu ada apa sampai aku harus dipertemukan dengan mereka?” tanya Yura pada ayahnya. “Karena aku juga butuh jawaban kenapa Ayah bisa melakukan hal ini? Mengkhianati Ibu, walaupun Ibu sudah tidak perlu alasan ini lagi tapi aku perlu penjelasan. Rasanya tetap mengganjal meskipun Ibu minta aku tidak menyalahkan Ayah dan kalian,” tutur Yura lagi.

“Hei, Hasan. Bagaimana kamu mendidik putrimu ini?” Artasena berteriak sambil menunjuk Yura.

“Bapak,” teriak Bu Broto kepada Artasena.

Ayah Yura terlihat memijat dahinya, dia tersudutkan dan merasa sangat besalah.

“Kenapa? Aku benar toh, dia akan menjadi putri sambungmu tapi tidak ada sopan-sopannya,” seru pria itu lagi.

“Sopan? Anda minta aku sopan, bagaimana dengan Anda datang ke rumah mencari Ayah bahkan berteriak seperti di hutan.” Yura berkata dengan intonasi nada biasa.

“Anak kurang ajar kamu.” Artasena berdiri dan menunjuk nunjuk wajah Yura.

“Kek, tenanglah. Apa yang dia katakan, semuanya benar,” seru Kaivan.

Bu Broto hanya menunduk dan meneteskan air mata.

“Yura, tenang sayang," ujar Ayah.

Yura sendiri hanya menarik nafasnya mendengar Kaivan memanggil Kakek pada pria tua itu. Makhluk yang berdiri di belakang Artasena terlihat marah, kedua matanya berwarna merah bahkan dia mengeram dan berjalan mendekat lalu memukul meja.

Yura dan Aldo terkejut bahkan sampai beristighfar, Bu Broto dan Ayah Yura tampak tidak mengerti dengan apa yang terjadi. Kaivan menoleh karena ekspresi Yura, dia ingat kalau Yura saat ini bisa melihat makhluk tak kasat mata. 

Aldo bergumam pelan membaca ayat suci dan makhluk yang sedang marah itu berteriak kencang membuat Artasena panik. 

"Apa yang kalian lakukan?" bentaknya.

"Aku hanya melindungi istriku," sahut Aldo karena Yura masih terlihat ketakutan. 

"Pak, ini ada apa?" tanya Ibu Broto pada Artasena. 

“Kamu diam saja, ini bukan urusanmu.” Artasena menjawab masih dengan menatap tajam pada Yura.

"Kenapa anda tidak jawab kalau peliharaan anda sudah mengganggu Yura," tutur Aldo. 

 "Cukup Bang, lo nggak berhak bicara di sini," ujar Kaivan. 

"Nggak berhak? Yura istriku dan sudah menjadi tanggung jawabku melindunginya." 

"Kaivan, masih banyak wanita yang lebih baik dari perempuan itu," ejek Artasena. 

“Cukup!" Anik Broto berteriak sambil berdiri.  “Kita berkumpul di sini untuk kekeluargaan karena bagaimanapun kita keluarga,” ujarnya. “Bukan saling hardik seperti ini.”

“Ayahnya Tante, menggangguku dengan itu,” tunjuk Yura pada makhluk yang berdiri di belakang Artasena. Entah apa yang dilakukan oleh pria itu, akhirnya Yura berteriak sambil menutup telinganya membuat semua panik kecuali Artasena.

“Sayang,” panggil Ayah.

“Yura, hei. Dengar aku, Ra,” tutur Aldo sambil membisikkan doa di telinga Yura membuat gadis itu menangis meraung. Aldo memindahkan Yura dan berbaring di lantai dengan kepalanya masih bersandar pada tubuhnya. Ayah Yura kelihatan bingung sambil mengusap tangan putrinya, begitupun dengan Ibunya Kaivan.

“Kek, hentikan. Ini hanya akan membuat dia semakin membenci kita,” ujar Kaivan.

“Halah, ayo kita pulang,” ajak Artasena. “Kaivan,” bentak Artasena lagi.

“Mas, kamu tetap di sini. Temani putrimu,” ujar Ibu Kaivan.

Tidak lama Yura pun tersadar, walau dengan tubuh yang begitu lemah.

“Bang Al, aku mau pulang,” rengek Yura.

“Yura sebaiknya kita ke rumah sakit, Ayah tidak ingin kamu terus-terusan begini.”

“Maaf Pak, Yura bukan sakit karena medis,” ujar Aldo. “Saya akan bawa dia pulang,” ujarnya lagi sambil membantu Yura beranjak berdiri.

“Kalau bukan medis, lalu apa?”

“Yura memiliki kemampuan bisa melihat makhluk lain termasuk berinteraksi dengannya dan tadi dia mendapat gangguan dari peliharaan Kakek Kaivan,” jelas Aldo yang membuat Ayah Yura semakin tidak mengerti.

“Ayah sebaiknya susul mereka,” titah Yura yang tidak ingin ayahnya malah dijahati oleh Artasena.

...***...

“Yura, besok pagi kita pulang. Kamu harus segera bertemu dengan Ayahku.”

Saat ini Yura sudah berbaring di bawah selimut, Aldo masih memastikan pintu balkon sudah terkunci.

“Iya,” sahut Yura. “Bang Al ngapain masih disitu?” tanya Yura melihat Aldo berdiri di menatap keluar dari jendela kamar.

“Kamu istirahat duluan ya,” ujarnya tanpa mengalihkan pandangan.

Yura merasa ada yang tidak beres dan itu berhubungan dengan kondisinya tadi siang. Dia pun memilih memejamkan mata dari pada ikut melihat atau menunggu apa yang akan datang karena tubuhnya sudah merasakan tidak nyaman tanda kehadiran makhluk pengganggu.

Aldo menoleh dan memastikan kalau Yura sudah terlelap. Dia mengeluarkan ponselnya menghubungi seseorang.

“Halo,” ujar seseorang diujung telepon.

“Kaivan, gue nggak tahu ini kiriman Kakek lo atau bukan tapi bentuknya sama dengan yang dia bawa tadi siang. Apa iya lo mau Yura berakhir seperti Ibunya juga?”

“Gila lo Bang, lo pikir gue sejahat itu dan Kakek ….”

Kaivan tidak melanjutkan ucapannya.

“Karena gue lihat sendiri ada makhluk yang sama seperti ini mengikuti Ibunya Yura sebelum dia meninggal.”

“Pastikan Yura aman. Kakek biar gue yang urus.”

Panggilan pun berakhir. Suasana semakin mencekam, karena ada beberapa sosok makhluk yang sudah berada di kamar Yura. Aldo berjalan mendekat pada ranjang dan duduk di samping Yura. Membaca segala macam ayat untuk mengusir gangguan makhluk halus agar makhluk-makhluk itu tidak mengganggu Yura.

1
Tutuk Isnawati
Luar biasa
Sri Wiludjeng
Cerita nya seru Bikin nagih .. pengen baca terus ...
Ajeng Sripungga
Luar biasa
Sri Widjiastuti
lhah kok enak???
Sri Widjiastuti
boro2... istrinya meregang nyawa g ditungguin
Sri Widjiastuti
kematian ibunya dibiarkan gitu aja ya??
Sri Widjiastuti
kok bisa adem wae ya, hub ayah, Yura & ibu anik??
Sri Widjiastuti
minta dibangunin. tp g bangun2
Sri Widjiastuti
diih ibu anik kok g paham punya bapak kaya begitu
Sri Widjiastuti
kaivan aja G berdaya dg si kakek gila
Sri Widjiastuti
tambeng e si Yura
Sri Widjiastuti
betul ni... ibunya meninggal jg karena guna2 pocong dr artasena
Sri Widjiastuti
ayah Yura selingkuh dg ibu kaivan ni. ketahuan. bertengkar deh. kaivan tahu & G nyaman dg si yura
Sri Widjiastuti
Yura G peka nihh... bener kaivan, G bisa dibilangi..
Sri Widjiastuti
ditunda lagiii
Sri Widjiastuti
Yura itu yg nyebelin
Sri Widjiastuti
emangbodo kan??
Sri Widjiastuti
trus G mikir ibunya kenapa yg merenung di taman gitu si Yura??
Sri Widjiastuti
ngapain jg G jujur dg ortu sendiri??? dituduh halusinasi, G suka.. trus gimana maunya??
Rinisa
best 👍🏻👍🏻👍🏻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!