NovelToon NovelToon
Galeri Rasa Suka

Galeri Rasa Suka

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cintapertama / Idola sekolah
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: suziehloranda

Celine selalu menyukai Ares. Dia mengabadikan seluruh momen laki-laki itu di sebuah buku kecil. Ratusan foto. Lalu kini buku itu hilang, menyisakan perasaan khawatir yang menghantui Celine setiap malam.

Celine hanya tidak tahu, buku itu berada di tangan Ares. Di simpan baik-baik, menunggu waktu yang tepat untuk membuka kedok Celine.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon suziehloranda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku juga Suka Kamu

Celine mengamati penampilannya di depan kaca besar ruang tamu, ia mengenakan kardigan dan bawahan jeans.

"Udah cantik kok anak mama, daritadi nempelin kaca mulu. Udah sana pergi, mama baru dari luar. Kayaknya jemputan kamu udah datang," cetusnya.

Celine lekas membuka ponselnya, benar saja Ares telah mengiriminya pesan bahwasanya dia ada di depan rumah gadis itu. Celine meraih tas bahunya lalu melambaikan tangan ke arah ibunya.

"Pergi dulu, ya Ma." pamitnya.

Hal pertama yang Celine lihat ketika ia membuka pintu adalah motor Ares yang terparkir di halaman rumah. Laki-laki itu duduk anteng sebelum kemudian menoleh ke arahnya.

Celine mengambil langkah pelan, sorot matanya tak berani menatap langsung ke arah Ares. Baru ketika ia sampai di depan motor, laki-laki di depannya memanggil, "Ayo naik!"

"Ah, iya." Celine naik ke atas motor, ia merasa jarak mereka begitu dekat. Napasnya tertahan ketika bau sabun menguar dari punggung Ares, tampaknya laki-laki itu baru saja selesai mandi. Ia mundur perlahan hingga mentok ke jok belakang, ada bahaya terselubung jika dia terlalu dekat dengan Ares.

Sial, gimana caranya mau marah.

Udara dingin menusuk kulit ketika motor membelah jalanan malam. Celine mengeratkan kardigannya, mulutnya terbuka kemudian terkatup lagi karena tidak mampu mengutarakan isi kepalanya. Semua jadi buntu.

Nanti aja deh, waktu udah nyampe.

Akan tetapi ketika mereka akhirnya sampai di pasar malam, Celine menelan bulat-bulat perkataannya. Jelas sekarang yang dia lakukan hanya memandangi sepasang sepatu di bawah, saat berjalan berdampingan dengan Ares. Semua kalimat yang sudah disusun di kepalanya mendadak kabur.

Kalo aku bilang, mana penjelasan yang kamu bilang tadi? Kesannya kayak ngebet banget pengen dia gak sih.

Setelah memikirkan matang-matang, Celine membuka mulutnya. "Sekarang kita ngapain?"

"Kamu mau nyoba gulali?"

Mereka mengucapkannya secara bersamaan, saling bertatapan yang menciptakan ritme aneh. Udara di sekitar Celine seolah membeku, dia baru menyadari satu hal, malam ini Ares jauh lebih tampan dari biasanya. Sorot mata laki-laki itu membiusnya untuk mengulas senyum.

"Eh, iya kenapa?" Celine tersadar begitu Ares berdehem.

"Mau gulali enggak?"

Celine meringis malu, ia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Berusaha menetralkan ekspresinya. Gadis itu mengangguk menanggapi Ares.

Ares pergi sebentar untuk memesan permen gulali. Bentuknya lucu kalau menurut Celine, warnanya juga membuatnya jatuh hati. Memang benar jika ke pasar malam tidak lengkap rasanya tanpa permen ini.

"Kamu nggak mau?" tanya Celine menawarkan, pasalnya Ares hanya membeli satu. Laki-laki itu menggeleng, ia menuntun Celine ke wahana tujuan mereka selanjutnya.

Mata Celine berbinar begitu melihat hadiah utama, sebuah boneka beruang besar. Ia menitipkan gulalinya pada Ares yang terdiam sesaat, gadis di depannya maju lebih dulu, bersiap menantang peluang.

"Paman aku akan mencoba!" kata Celine percaya diri. Ia menyodorkan tangannya meminta peluru.

Ares mengulas senyum tipis, ia berdiri tak jauh dari perempuan itu, mengamati bagaimana Celine mulai membidik balon di depan sana. Namun sayang, hanya dua peluru yang mengenai sasaran.

"Payah!" kecam Celine, ia melipat kedua tangannya di dada. Gadis itu hendak mencoba lagi, tapi tangannya sudah terlebih dahulu dicekal oleh Ares. Laki-laki itu menyerahkan gulali kepada Celine, memintanya untuk berdiri diam.

Ares yang akan mencoba kali ini.

Pelurunya meluncur tepat sasaran, begitu presisi. Ia menipiskan bibir kala penjaga wahana melotot, sedikit tidak terima karena Ares mendapatkan hadiah utama.

"Eh," Celine menerima boneka besar yang diberikan. "Ini untukku?"

"Iya, bukannya kamu mau?"

"Mm, makasih banyak," tukasnya, ia peluk boneka itu erat. Celine menenggelamkan wajahnya ke pundak boneka untuk menyembunyikan rona samar di pipinya. Dia tidak menduga Ares akan memenangkan game ini demi dirinya.

Mereka kemudian lanjut menjelajahi berbagai wahana, sejenak Celine lupa kekesalannya pada Ares. Sepanjang jalan dia tidak berhenti tersenyum dan Ares melihat itu, ia juga ikut menipiskan bibir. Ada sesuatu yang bergejolak bak api membara di dalam hatinya, kali ini dia benar-benar gugup.

"Aku harus bilang, udah pikirin matang-matang, kan?" batinnya berusaha menyakinkan.

Kini mereka berdua berdiri di depan wahana yang menjadi tujuan akhir mereka, bianglala. Celine berkacak pinggang, ia mengedipkan kedua matanya yang mulai memerah, sepertinya agak mengantuk.

"Aku belum pernah mencoba ini," tuturnya. "kita naik, ya?" Celine mendongak ke arah Ares yang lantas mengangguk. Mereka memesan tiket kemudian masuk ke dalam wahana.

Bianglala mulai bergerak, Celine menarik napas panjang merasakan debaran di dadanya. Namun matanya tak bisa berbohong berbinar takjub melihat pemandangan di bawah, kerlap kerlip yang menarik hati.

"Bagus banget!" Celine berdecak kagum.

Mereka berputar di titik atas, kaki Celine sedikit gemetar ketika melihat ke bawah. Ia menelan ludahnya kasar, menutup mata erat. Secara tiba-tiba bianglala berguncang kemudian berhenti, membuat jantung Celine mencelos. Ia mengeratkan pegangannya pada penyangga, tidak mau tampak lemah di dahadapan Ares.

Tepukan di pundaknya membuat Celine mendongak, pipinya telah basah oleh air mata. Wajahnya tak bisa berbohong bagaimana takutnya ia sekarang. Hal yang tidak Celine duga adalah, laki-laki itu menariknya ke dalam pelukan.

"Bentar lagi bianglalanya jalan lagi kok," katanya, ia usap pelan rambut gadis itu. Detak jantungnya seolah beradu dengan Celine, hangat napas perempuan itu menerpa kulitnya yang hanya terbalut kaos tipis.

"Iya ..." Celine makin menenggelamkan wajahnya.

"Celine," panggilnya setelah banyak pertimbangan. "sebenarnya ada yang ingin aku katakan."

"Em?"

Ares menarik napas panjang kemudian menghembuskannya. "Sejak awal kamu bilang suka aku waktu itu," Ia melirik ke arah Celine yang mulai merespon, gadis itu menatap ke arahnya.

"Aku nggak bisa tenang, banyak cara yang kulakukan untuk mengalihkan pikiranku." Celine menautkan alisnya lantaran bingung dengan perkataan Ares.

"Apa yang kamu bilang dichat itu benar. Aku udah bisa tebak kalau sebenarnya hadiah itu memang dari kamu," katanya. "Aku mau nanya waktu itu, tapi nggak jadi soalnya Gabriel kayaknya dekat banget sama kamu."

Bola mata Celine membulat sempurna, ia dengan cepat kembali duduk di tempatnya. Kepalanya tertunduk ke bawah, samar dia dengar tawa Ares.

"Aku nggak bisa bohong, sejak awal memang suka kamu."

Celine mengigit bibir bawahnya, ia melirik sebentar ke arah Ares yang seolah menunggu sesuatu. Jemarinya tidak bisa diam, terus memilin ujung kardigannya.

"Daripada terus overthinking, kamu mau nggak jadi pacarku?" Pertanyaan itu sukses membuat Celine tergelak, bertepatan dengan bianglala yang kembali berputar.

"Celine," panggil Ares kala Celine mengatupkan bibirnya rapat-rapat. "kamu nggak mau?"

Bukannya nggak mau, tapi ini bukan situasi yang aku perhitungkan! Kok tiba-tiba banget gitu. Tolong siapa pun bawa aku pergi.

1
yolan
lanjut thor
yolan
fitnah
yolan
akhirnya jadian🥳
yolan
jomblo nyimak bae
yolan
cemburu? ngakak
yolan
author jadi ini sama anak tetangga atau my crush nih
Suzie: 🤭 itu rahasia negara
total 3 replies
yolan
semangat author, ditunggu bab berikutnya /Tongue/
yolan
lama-lama kesel sama ares
yolan
gila ceritanya penuh emosi banget, absolut sinema banget sih ini
yolan
yah gambar Celine lah /Proud/
yolan
antara orang lama atau orang baru/Doge/
yolan: orang baru sih/Applaud/
total 2 replies
yolan
ah sepertinya sama-sama pengagum rahasia nih
yolan
bian ikut campur bangett /Curse/
yolan
sengaja berarti,bangsut/Curse/
Suzie: 🤣 aduhh jangan gituu
🤭
total 1 replies
yolan
Bagus banget author cocok nih yang suka gendre percintaan+komedi anak sekolahan.🥰

Salut banget sih author lucu gemes
Suzie: 🤭 senang dehh, kalo sukaa😍
total 1 replies
yolan
lucu banget pliss, sampe lupa waktu gua baca perbab kemudian perbab lagi /Facepalm//Facepalm/
yolan
dipegang nih/Slight/
yolan
kalo aku malu kepikiran tujuh turunan itu 🗿
yolan
hm, senyum "sendiri gw/Facepalm//Facepalm/
yolan
jangan bilang kita Ares itu pemberian Jasmine /Determined//Determined/
yolan: *itu bukan kita,typo thor 🗿
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!