NovelToon NovelToon
Jangan Menyesal Setelah Aku Pergi

Jangan Menyesal Setelah Aku Pergi

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Selingkuh / Penyesalan Suami
Popularitas:593.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Jalur Langit

Disa ingin memberi kejutan berupa kehamilan yang telah lama dinanti-nanti, tetapi dia malah mendapatkan kejutan lebih dulu dari Cakra. Cakra membawa pulang Risa yang sedang hamil anaknya.

Dari pada menerima Cakra, yang jelas-jelas sudah mengkhianatinya, dan harus menerima Risa sebagai madunya, Disa memilih pergi dengan membawa anak Cakra yang dia sembunyikan.

"Jangan menyesal setelah aku pergi."

***

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jalur Langit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19

"Dikasih sama siapa kalung itu? Aku harus tau," desak Cakra.

"Dikasih sama temen aku."

"Teman yang mana?"

"Temen kecil aku."

"Cewek? Cowok?"

"Cowok!"

Cakra tidak mungkin lupa bagaimana bentukan kalung yang ia belikan untuk Risa, karena kalung itu edisi terbatas. Kalung yang dipakai Disa itu sangat mirip dengan kalung Risa yang hilang. Itu sebabnya ia ingin tahu dari mana Disa mendapatkan kalung tersebut karena bisa jadi kalung itu adalah kalungnya Risa.

Okelah, tidak mungkin Disa mencuri kalung itu dari Risa, itu mustahil. Namun Cakra yakin ada seseorang yang sudah memberikan kalung itu kepada Disa. Pastinya orang memberikan itu mengenal Risa. Cakra harus cari tahu bagaimana kalung Risa bisa sampai ke tangan Disa.

Sekarang, tugas Cakra selanjutnya adalah mencari orang yang sudah memberikan kalung itu kepada Disa.

"Nah, ini sudah kelihatan jenis kelaminnya ya. Yang satu perempuan dan yang satunya lagi laki-laki. Selamat bapak, ibu, akan mendapatkan sepasang anak sekaligus."

Perkataan dari dokter yang sedang memeriksa Disa, menyadarkan Cakra dari lamunannya. Ia segera menoleh, memperhatikan layar monitor yang memperlihatkan kondisi kedua bayi kembarnya di dalam perut Disa.

"Mereka sehat, kan, dok?" Disa bertanya pelan sambil menampilkan senyum bahagianya.

"Alhamdulillah, berat kedua janinnya normal, detak jantungnya juga normal, gak ada yang perlu dikhawatirkan, Bu."

Disa lantas tersenyum setelah mendengarnya. Tidak sia-sia segala usahanya dalam memberikan yang terbaik selama ini untuk kedua buah hatinya. Semuanya terbayarkan dengan keadaan keduanya yang baik-baik saja.

Cakra pun ikut senang. Siapa sih yang tidak bahagia akan mendapatkan anak kembar perempuan dan laki-laki? Siapa yang tidak senang mendengar keadaan mereka sehat tanpa kurang suatu apa pun?

"Aku bantu, Dis," Cakra sigap mendekat ketika Disa hendak turun dari pembaringan.

"Gak usah!" tolak Disa ketua, sambil menepis kasar tangan Cakra.

Perlakuan tidak ramah Disa itu membuat Cakra menghela napas panjang. Semua niat baiknya Cakra tak ada artinya di mata Disa sekarang. Sikap Disa pun berubah seratus delapan puluh derajat dari pada yang dulu.

Tak ada lagi Disa yang ramah dan lemah lembut seperti yang Cakra kenal. Sekarang ini, sikap yang Disa tunjukkan terhadap Cakra selayaknya musuh. Wajahnya judes, lirikannya tajam.

Hingga sesi pemeriksaan selesai.

"Saya sudah resepkan obat dan vitaminnya ya, Bu, silakan bisa ditebus di bagian farmasi."

"Terima kasih, Dokter."

"Sama-sama, Ibu."

Disa sebal sekali karena ada Cakra yang menemaninya. Tahu akan begini, lebih baik Disa mengajak ibunya biar Cakra tidak berani mendekatinya.

Disa tidak mau berjalan beriringan dengan Cakra. Dia sengaja berjalan mendahuluinya.

"Dis."

"Disa...."

"Berisik banget sih!" gerutu Disa.

"Aku aja sini yang ke farmasi. Kamu duduk nunggu aja."

Disa mengabaikan semua omongannya Cakra. Menganggap tidak ada keberadaan pria itu di belakangnya.

Cakra tidak menyalahkan jika sikap Disa menjadi seperti ini. Memang Cakra yang salah. Masalahnya, Cakra jadi tidak bisa dekat dengan calon anak kembarnya. Belum apa-apa, Disa sudah membatasi interaksinya.

Bagaimana kalau nanti anak kembarnya sudah lahir? Bagaimana kalau Disa tidak memperbolehkan Cakra bertemu dengan kedua anaknya?

"Disa," Cakra meraih tangan Disa.

Disa memutar bola matanya. "Periksanya udah selesai, Mas. Mending sekarang kamu pergi, pulang, atau ke mana terserah! Jangan ngikutin aku terus!"

Tatapan Cakra penuh permohonan. Ia berkata dengan suara yang dalam, "Kamu akan tetap mengizinkan aku ketemu sama si kembar, kan, Dis? Aku minta maaf. Aku minta maaf."

Baru kali ini Cakra meminta maaf sambil mengecup dalam telapak tangan Disa. Tak sampai dua detik, Disa segera menarik tangannya dan bergegas pergi.

*

"Kamu masih butuh uang?"

Risa seperti menjilat ludahnya sendiri. Belum lama ia menyuruh Andre untuk menjauh pergi dari hidupnya, kini ia malah menghubungi Andre lebih dulu.

"Kamu mau sukarela ngasih aku uang?" balas Andre dari seberang sana.

Risa mendengkus. "Aku ada kerjaan buat kamu kalau kamu butuh uang. Aku akan bayar kamu kalau kamu bisa berhasil melakukan pekerjaan yang aku suruh."

"Wahhh, sombong amat. Mentang-mentang sekarang suamimu kaya, gaya bicaramu sekarang tinggi banget ya."

"Mau apa enggak? Kalau nggak mau aku bisa kok cari orang lain," Risa mendesah kasar.

"Oke oke. Apa yang harus aku lakukan?" sahut Andre cepat.

"Aku kasih instruksinya lewat chat."

"Okay."

Risa menurunkan ponselnya dari telinga. Ia mencari fotonya dengan Disa yang masih tersisa kemudian mengirimkannya kepada Andre. Beberapa foto-fotonya dengan Disa sudah ia hapus. Mungkin hanya tersisa satu ini saja.

"Aku mau kamu pantau cewek itu," tulisnya.

Andre membalas, "Yang kanan? Kan aku udah kenal. Pernah tidur bareng malah."

Risa mendengkus. "Yang kiri bodoh! Bukan aku!"

"Haha, oke-oke. Terus, kenapa dengan cewek itu?"

"Pantau cewek itu. Namanya Disa, dia mantan istrinya suami aku. Kalau ada kesempatan, celakakan dia. Dorong kek, tabrak kek, atau apakan lah terserah. Yang penting aku mau dia celaka sampai keguguran."

Risa mantap mengirim pesan itu kepada Andre. Jantungnya sangat deg-degan, karena ini untuk pertama kalinya ia akan melakukan tindakan yang berbahaya. Tapi, mau bagaimana lagi? Ia terpaksa melakukan ini kalau ingin Cakra seutuhnya menjadi miliknya.

"Kamu nyuruh aku jadi pembunuh?" balas Andre.

"Aku bayar berapa pun uang kamu mau. Sebutkan aja berapa uangnya."

Cukup lama Risa menunggu balasan selanjutnya dari Andre. Mengapa Andre tidak kunjung membalas? Mungkinkah ia sedang memikirkan jumlah nominal setinggi-tingginya yang akan ia sebutkan kepada Disa?

"Aku udah nggak butuh uang lagi, tapi okelah. Kamu bisa bayar dengan upah yang lain, Ris, gak harus uang."

Kening Risa mengernyit, tidak mampu mencerna apa yang dimaksud Andre.

"Maksud kamu? Bayar pakai apa kalau nggak mau dibayar pakai duit?"

Andre langsung membalas tak sampai sepuluh detik, "Tidur sama aku."

"Andre sialan!"

"Aku udah punya suami, Ndre. Aku nggak mungkin melakukan itu. Kalau suami aku tau, gimana? Aku kasih duit aja," Risa mencoba bernegosiasi.

Risa mungkin sudah terbiasa gonta-ganti pasangan, bahkan memiliki dua pasangan di waktu yang bersamaan. Tapi terhadap Cakra, ia tidak berani melakukan itu.

"Ya udah. Gak jadi kalau gitu."

"Oke, kapan? Atur waktunya."

...****************...

1
Else
lanjut
Else
bagys ceritanya
Else
semoga cepat sembuh
Else
semakin penasaran
eneng Heryani
tuh kan dugaan kubener
jangan sampai nanti Rayan yg jadi tersangka oleh pikiran suami istri sampah itu
eneng Heryani
takut aja kalung yg punya Risa terus di jual sama selingkuhan Risa dan dibeli sama Rayan
Wirly Pena
karya yang bagus thor 👍

halo kakak2, jangan lupa mampir di karya pertamaku.
judul : aku istrimu bukan babu mu

terimakasih 🙏
Maseni Maseni
disa cerdas😍
echa purin
👍
Partini Minok Nur Maesa
cakra klo iklas nanti jg dpt jodohnya jg masih untung dia gx sengsara ato dibuat bangkrut sama authornya
panggilan nya masih ray aja nih, ga ada embel2 yank atw suami ku gitu🤭
Partini Minok Nur Maesa
cakra jht
Partini Minok Nur Maesa
pasti cakra yg nyuruh
Partini Minok Nur Maesa
buka warung kelontong aja ris depan rumah.biar bisa jaga zara
Partini Minok Nur Maesa
yuni curiga sama disa kok gx curiga sama risa
eneng Heryani
kalou aku jadi Disa sekalian aja Poto yg di kirim Risa di publikasikan biar langsung hancur
tamat kan 😄
eneng Heryani
bodoh kamu Disa
ngapain pula menyimpan no si risa
Sayekti 0519
keren banget ceritanya thooor
Sayekti 0519
chat trs dengan kata cinta romantis
sampai seratus atw lebih.entrkan kebaca
Piyah
cakra jodoh nya sm Vina aja biar seru
lanjut g pake lama
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!