NovelToon NovelToon
Secangkir Kopi Tanpa Gula

Secangkir Kopi Tanpa Gula

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Perjodohan
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Atik's

Raka harus menikah mendadak dengan Laras setelah calon istrinya, Rara, kabur. Demi menjaga masa depan putrinya, ayah Laras mewajibkan surat perjanjian pranikah yang membuat Raka merasa tertekan dan membenci pernikahan ini. Meski Laras sangat mencintainya dan berharap membina rumah tangga, Raka tetap dingin, kasar, dan tak bisa melupakan Rara. Namun, Laras bertekad meluluhkan hati suaminya dan mengubah pernikahan yang bermula dari keterpaksaan ini menjadi penuh kasih sayang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Atik's, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Draft

“Nasi goreng saja. Sudah, Kakak mandi dulu sana. Nanti telat, jangan di biasakan masuk kantor sesuka hati mentang-mentang kakak bos nya,” suruhnya sambil tersenyum kecil.

“Iya‑iya, istriku semakin galak saja,” canda Raka sambil mencubit pipinya sedikit, lalu berjalan cepat keluar dari dapur.

“Kakak jahat tahu!” seru Laras sambil tertawa kecil.

Setelah sarapan siap, Laras segera menyiapkan pakaian suaminya. Gerakannya sudah luwes dan cepat sekali. Gadis yang dulu selalu dimanja dan tak tahu apa‑apa itu kini berubah sepenuhnya. Ia sudah pandai mengurus rumah dan memasak, bahkan tak perlu sering lagi ke rumah mertua untuk belajar hal‑hal dasar itu. Raka makin bangga melihat perubahan itu. Kini ia yakin akan menjalani hidup bersama Laras.

Sering kali Laras diam‑diam berharap segera ada anak yang melengkapi rumah tangga mereka. Kuliah Laras juga tinggal menunggu wisuda saja, jadi waktunya cukup luang. Kadang ia merasa sepi saat Raka berangkat kerja, dan kehadiran anak pasti akan membuat hari‑harinya lebih berwarna.

Pintu kamar terbuka. Raka baru saja selesai mandi dan langsung tersenyum melihat pakaian yang sudah rapi di atas tempat tidur. Ia langsung memakai apa yang dipilihkan istrinya.

“Selera kamu memang tak pernah salah, sayang. Terima kasih,” katanya lembut.

Ia lalu memberi isyarat agar Laras membantu mengancingkan kemeja bagian belakang. Semakin hari, Raka semakin sering mencari perhatian kecil darinya. Dulu ia suka mengejek Laras sebagai gadis manja, tapi sekarang justru dialah yang jadi lebih manja di dekatnya.

Laras langsung menuruti permintaan itu dengan senang hati, lalu tak lupa membalas sedikit.

“Dasar manja,” bisiknya sambil tersenyum.

Raka tak marah sama sekali. Ia malah berbalik dan mencium bibirnya sekilas namun hangat.

“Tak apa. Manja sama istri sendiri, siapa yang melarang?” jawabnya santai.

Laras sudah selesai menyiapkan segala hal, dan Raka pun siap berangkat kerja. Sejak tadi, ia tak lelah menggoda istrinya dengan senyum yang tak pernah hilang.

“Sudah selesai, suamiku sudah rapi dan tampan. Ayo kita sarapan dulu,” ajak Laras lembut.

Raka tersenyum lalu mengecup pipinya sebentar. “Terima kasih istriku. Ayo, aku sudah lapar sekali,” jawabnya sambil menggandeng tangan Laras ke meja makan.

Perlahan hati Raka mulai terbuka. Ingatan tentang Rara yang dulu sangat berarti kini mulai pudar. Meski sesekali masih terlintas, tak lagi membuat dadanya sesak seperti dulu. Ia merasa nyaman di dekat Laras, meski belum bisa mengatakan dengan pasti apakah hatinya sudah sepenuhnya jatuh cinta.

“Cukup tidak, Kak?” tanya Laras sambil menaruh piring nasi goreng di depannya.

“Sudah cukup. Terima kasih, gadis manja,” canda Raka, membuat bibir Laras sedikit mengerucut.

“Aku bukan lagi gadis manja, Kak. Lihat saja, sekarang aku sudah bisa mengurus semuanya sendiri,” ujarnya sedikit bangga.

“Baiklah, wanita mandiri maksudku. Sekarang bukan lagi gadis kecil, setelah malam panas itu statusmu sudah bukan gadis lagi,” goda Raka lagi hingga pipi Laras memerah padam.

“Kakak iihhh… jangan bahas itu, aku malu tahu. Sudah, ayo makan nanti terlambat,” potongnya cepat sambil menunduk.

Raka pun menurut dan mulai makan. Setelah selesai, ia segera bersiap berangkat. Laras mengantarnya sampai ke pintu.

“Aku berangkat dulu ya. Jaga diri baik-baik di rumah. Kalau ada apa-apa, segera hubungi aku. Nanti siang kita makan bersama di luar. Ada rekan bisnis dari luar kota yang datang, dan dia membawa istrinya juga. Aku ingin mengenalkan kamu kepada mereka,” pesan Raka.

“Baik, sayang. Aku akan berpakaian rapi dan sopan supaya kamu tak malu memperkenalkanku,” jawab Laras sambil tersenyum menggoda.

“Ingat ya, jangan pakai pakaian yang terlalu terbuka atau berlebihan. Aku lebih suka yang sederhana dan elegan saja,” ingatkan Raka tegas tapi lembut.

“Siap, pak CEO!” jawab Laras ceria.

Raka tersenyum geli lalu mengacak acak rambut halus istrinya. Aneh rasanya, dulu ia justru menyukai wanita yang tampil berani dan terbuka seperti Rara. Namun kini, bagi Laras ia tak ingin hal itu dilihat orang lain. Semua keindahan yang dimiliki istrinya hanya miliknya sendiri.

Sebelum melangkah keluar, ia mengecup kening istrinya. Laras juga mencium punggung tangan suaminya dengan hormat dan kasih sayang.

“Aku berangkat ya. Assalamualaikum.”

“Waalaikumsalam. Hati hati di jalan ya,” jawabnya pelan.

Setelah Raka pergi, Laras segera membersihkan ruangan. Hari ini ia berniat pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan kondisinya. Belakangan ini dadanya sering terasa nyeri dan sesak napas.

Di depan cermin, ia menatap pantulan dirinya sendiri. Berpakaian rapi dan sederhana sesuai pesan suaminya, senyum tipis terukir di bibirnya.

“Cantik. Ayo kita mulai hari ini dengan semangat,” bisiknya pada diri sendiri untuk menguatkan hati.

Jujur saja, ia merasa sedikit gugup. Firasatnya mengatakan pemeriksaan ini penting, meski ia berusaha menenangkan diri.

Ia sempat merasa ada firasat buruk, seolah tubuhnya memberi isyarat kondisi belum pulih sepenuhnya. Namun Laras berusaha menepisnya dan meyakinkan diri bahwa dirinya sehat. Bukankah saat pemeriksaan terakhir, Dokter sudah bilang fungsi paru‑parunya sudah jauh lebih baik dan tak perlu terlalu dikhawatirkan?

Rencananya, ia akan ke rumah sakit terlebih dulu, baru kemudian ke kantor suaminya.

1
helena
lanjuttt thor😍
Atik's: baik kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!