NovelToon NovelToon
Muara Hati Azalea

Muara Hati Azalea

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Naik ranjang/turun ranjang / Pengasuh / Tamat
Popularitas:3.3M
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

🏆 JUARA 2 YAAW 2026 PERIODE 1 🏆

Seminggu kematian mertuanya, Azalea dijatuhi talak oleh Reza, dengan alasannya tidak bisa memberikan keturunan kepadanya. Padahal selama tiga tahun pernikahan, Reza tinggal di kota, sementara Azalea tinggal di kampung mengurus mertuanya yang sakit-sakitan.

Azalea memutuskan untuk merantau ke kota mencari pekerjaan. Ketika hendak menyebrang, Azalea melihat gadis kecil berlari ke tengah jalan, sementara banyak kendaraan berlalu lalang. Azalea pun berlari menyelamatkan gadis kecil itu.

Siapa sangka gadis kecil itu adalah Elora, putri dari mendiang kakaknya yang meninggal tiga tahun yang lalu.

Enzo, mantan kakak iparnya meminta Azalea menjadi pengasuh Erza dan Elora yang kekurangan kasih sayang.

Di kota Azalea menemukan banyak kebenaran tentang Reza, mantan suaminya. Lalu, tentang Jasmine, mendiang kakak kandungnya.

Ketika Azalea akan pergi, Enzo mengajaknya nikah. Bukan karena cinta, tetapi karena kedua anaknya agar tidak kehilangan kasih sayan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31

Untuk beberapa detik, dunia terasa sunyi. Mami Elsa terdiam. Jantungnya berdegup kencang. Tangannya gemetar.

“Elsa, kamu tidak apa-apa?” suara Bu Dewi terdengar bergetar.

Mami Elsa mencoba membuka mata, pandangannya buram. Kejujuran tubuhnya sakit, bahkan ada yang mati rasa dan tidak bisa digerakkan.

Di luar, orang-orang mulai berlari mendekat. Anak kecil yang tadi hampir tertabrak berdiri terpaku di trotoar, menangis ketakutan.

Napas Mami Elsa memburu. Baru saja tadi ia dipenuhi kebencian. Kini, ia nyaris kehilangan nyawa. Tangannya mencoba membuka sabuk pengaman, tetapi tidak bisa. Wanita itu tiba-tiba merasakan ketakutan.

Dan sebuah pertanyaan yang tiba-tiba muncul. Jika hari ini adalah hari terakhirnya, apakah ia sudah hidup dengan benar?

Suara sirene ambulans terdengar dari kejauhan.

Dan di tengah kepulan asap tipis itu, mata Mami Elsa menutup, dengan hati yang terasa rapuh.

Sementara itu di tempat lain, Timezone dipenuhi suara mesin permainan dan tawa anak-anak. Erza sedang serius memainkan permainan basket. Keningnya berkerut, lidahnya sedikit menjulur karena fokus.

“Ayo, Kak! Masuk lagi!” seru Elora sambil meloncat-loncat kecil di sampingnya.

Enzo berdiri tak jauh, tersenyum melihat semangat anak-anaknya. Untuk sesaat, ia lupa pada tumpukan pekerjaan dan lupa pada urusan bisnis. Hingga ponselnya bergetar. Di layar terdapat nomor tak dikenal.

Enzo hampir saja mengabaikannya. Namun, entah kenapa, hatinya tiba-tiba tidak tenang. Ia menjauh beberapa langkah dari keramaian.

“Halo?”

“Apakah benar ini Bapak Enzo putra dari Bu Elsa?” suara pria terdengar formal.

“Ya, benar.”

“Saya dari kepolisian. Kami ingin menginformasikan bahwa Ibu Elsa mengalami kecelakaan lalu lintas. Saat ini beliau berada di Rumah Sakit Medika Sejahtera dalam kondisi kritis.”

Dunia seperti berhenti berputar.

“Apa?” Suara Enzo tercekat. “Kritis?”

“Beliau kehilangan banyak darah dan mengalami cedera serius di bagian kaki. Kami mendapatkan nomor Anda dari korban lain yang mengaku sebagai temannya Bu Elsa.”

Napas Enzo memburu. “Baik. Saya ke sana sekarang.” Tangannya gemetar saat menutup telepon.

“Daddy, kenapa?” tanya Erza yang melihat wajah ayahnya berubah pucat.

Enzo berusaha menenangkan diri. “Kita harus ke rumah sakit sekarang.”

“Kenapa?” Elora mendekat.

“Oma kecelakaan.”

Wajah Erza langsung menegang. Elora memeluk kaki Enzo. “Oma kenapa?”

“Kita doakan saja dulu.”

Di parkiran mall, Azalea baru saja tiba dari supermarket ketika melihat Enzo berdiri dengan wajah panik.

“Ada apa, Mas?”

“Mami kecelakaan. Kondisinya kritis.”

Azalea menutup mulutnya spontan. “Ya Allah ....”

Mereka segera menitipkan anak-anak pada Bi Minah yang dipanggil tergesa-gesa, lalu meluncur ke rumah sakit.

Sepanjang perjalanan, Enzo tidak banyak bicara. Tangannya mencengkeram setir kuat-kuat. Azalea hanya bisa membaca doa dalam hati.

Di IGD, aroma obat-obatan menyengat. Seorang dokter menghampiri mereka.

“Keluarga Ibu Elsa?”

“Saya anaknya,” jawab Enzo cepat.

“Pasien kehilangan banyak darah. Kami sudah melakukan tindakan awal, tapi beliau membutuhkan transfusi segera. Golongan darahnya O negatif. Stok kami terbatas.”

Enzo membeku. Golongan darah dia berbeda dengan ibunya.

“Saya O negatif,” suara Azalea terdengar mantap.

Enzo menoleh cepat. “Kamu yakin?”

Azalea mengangguk. “Cek saja.”

Beberapa menit kemudian, hasil tes cepat menunjukkan kecocokan. “Baik, kita lakukan transfusi sekarang,” kata perawat.

Enzo menatap istrinya dengan campuran rasa terharu dan bersalah. “Kamu tidak perlu—”

“Dia ibu kamu, Mas,” potong Azalea lembut. “Berarti ibuku juga sekarang. Sudah selayaknya aku melakukan yang terbaik demi keselamatan Mami.”

Azalea dibawa ke ruang donor. Jarum menembus kulitnya. Kantong darah perlahan terisi. Wajahnya sedikit pucat, tetapi ia tidak mengeluh. Dalam hatinya hanya satu doa, “Semoga Nyonya selamat.”

Sehari semalam Mami Elsa tidak sadarkan diri. Enzo duduk di kursi lorong ICU dengan mata sembab. Ia jarang tidur. Setiap kali pintu ICU terbuka, jantungnya berdebar.

Azalea setia di sampingnya. “Mas, pulanglah sebentar. Anak-anak pasti mencari,” bisik Azalea pelan.

Enzo menggeleng. “Aku tidak bisa.”

Namun sore itu, Bi Minah menelepon. “Elora menangis terus, Tuan. Dia mau ke rumah sakit.”

Enzo mengusap wajahnya frustasi. “Anak kecil tidak boleh ke rumah sakit,” katanya lirih.

Azalea memegang tangannya. “Pulanglah sebentar. Aku di sini jaga Mami.”

Enzo ragu.

“Percayalah,” lanjut Azalea.

Akhirnya Enzo pulang sebentar, menenangkan Elora yang merajuk tak mau diam.

Malam mulai turun ketika jari Mami Elsa bergerak.

Kelopak matanya perlahan terbuka. Pandangan pertama yang ia lihat adalah Azalea.

Sang menantu duduk di kursi, wajah pucat karena kurang tidur. Beberapa detik, mereka saling menatap.

Mami Elsa mengernyit. “Kamu ....” Suaranya serak.

Azalea langsung berdiri. “Nyonya sudah sadar. Alhamdulillah.”

Rasa lega memenuhi dada Azalea.

Namun, wajah Mami Elsa justru berubah tegang. “Di mana Enzo?”

“Mas pulang sebentar. Elora menangis tidak mau diam,” jawab Azalea lembut.

“Kenapa malah kamu yang di sini?” Nada suaranya masih menyimpan ketus.

Azalea terdiam sesaat. “Biar Mas Enzo bisa istirahat dan perasaannya lebih tenang.”

Sebelum Mami Elsa sempat membalas, dokter dan dua perawat masuk. “Kita cek kondisi Ibu, ya.”

Beberapa alat diperiksa. Tekanan darah, denyut jantung. “Ibu mengalami cedera serius di kaki kiri,” jelas dokter hati-hati. “Bagian panggul, paha, dan betis terhimpit saat kecelakaan. Untuk sementara Ibu tidak bisa berjalan.”

Kalimat itu seperti petir. “Apa?” suara Mami Elsa meninggi. “Tidak bisa berjalan?”

“Perlu terapi panjang. Kita lihat perkembangan beberapa bulan ke depan.”

Wajah Mami Elsa memucat. “Tidak! Tidak mungkin!” ia mencoba menggerakkan kaki kirinya, namun rasa sakit luar biasa membuatnya menjerit. “Aaaah!”

Monitor jantung berbunyi lebih cepat. “Sabar, Bu, jangan dipaksakan,” kata perawat menenangkan.

Air mata mengalir di pipi Mami Elsa. “Aku tidak bisa jalan? Bagaimana dengan kegiatanku? Dengan acaraku? Dengan hidupku?!” Suaranya berubah histeris.

Azalea berdiri terpaku. Untuk pertama kalinya ia melihat Mami Elsa begitu rapuh.

“Siapa yang harus bertanggung jawab?!” teriak Mami Elsa. “Siapa?!”

Dokter menenangkan. “Kita fokus pemulihan dulu, Bu.”

Mami Elsa memalingkan wajahnya, napasnya tersengal. Tangannya meremas selimut kuat-kuat.

Azalea mendekat pelan. “Nyonya ....” Suaranya lembut.

“Jangan sentuh aku!” bentak Mami Elsa refleks.

Azalea berhenti. Namun, ia tidak pergi.

Beberapa menit kemudian, ketika tangis Mami Elsa berubah menjadi isakan pelan, Azalea berkata lirih, “Yang penting Nyonya masih hidup.”

Kalimat itu sederhana, tetapi penuh makna. Nyawanya nyaris hilang kemarin.

Pintu kamar terbuka. Enzo masuk tergesa-gesa. “Mami, katanya sudah sadar?”

Melihat ibunya terbaring lemah, kaki terbalut dan terpasang alat penyangga, mata Enzo langsung berkaca-kaca.

Mami Elsa menoleh. Dia merasa tidak berdaya. Dan di samping ranjangnya, berdiri perempuan yang selama ini ia tolak. Perempuan yang darahnya kini mengalir dalam tubuhnya. Tapi malam itu, takdir telah mengikat mereka dengan cara yang tak pernah dibayangkan siapa pun.

1
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
nah inilah kenapa jangan makan uang haram, atau ngambil suami orang, jadi nggak berkah kan idup nya 🙏☺️
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
lah setidaknya lea dr keluarga baik2 bukan hasil anak gundik yg ngerebut kebahagiaan keluarga orang kayak yg ngatain 🙏🙂
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
bayangin aja udah sejahat apa dia sm lea tp suami nya lea mutasi dia aja masih baik banget di boyong se-nadia & nadin nya 😊
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
udah kalah di duit kalah juga dr dia ngetreat lea di masalalu, kok bisa semantep itu ngajak rujuknya wkwk
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
kenapa ada manusia manusia modelan begini di muka bumi ini sih wkwk suka banget ngasih kesimpulan dr apa yg di liat trus di omong2in ke orang2 😩 capek2 di buat dr debu sm Tuhan masa fungsi nya cuma ghibah 😌
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ih makasih lho mbak nad udah ngambil cowo medhit nan kikir ini wkwk kalo bisa jangan di lepas ya biar jd ladang pahala mbak nad seumur hidup biayain laki medhit ini 🤣
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
sumpah ini kalo enzo ketemu sm reza pasti otak dia bayangin sekecil apa punya reza 🤣😂
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
random sih tp lucu banget "berdiri mami elsa yg duduk di kursi roda" 😅 bayangin berdiri sambil duduk 🤣
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ternyata oma elsa kalo waras bijak banget, bangga deh oma 😊
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
paham sih enzo ngalamin kayak birthday blue karena ngingetin dia sama hr kematin mendiang isteri, tapi di sisi nya si anak dia juga berhak di rayakan walapun hr lahir nya juga harus membersamai hr meninggal nya ibu nya, toh ga ada manusia di dunia ini yg pengen hr lahirnya juga jd hari kematian orang yg di sayang 🙂🙏
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
Aah i see, dia jd trauma sama orang2 dr kampung atau di anggap miskin karena di anggap selalu jadiin "nikah sm orang kaya" sebagai jalan pintas bahkan sampe jd simpenan. Tapi semoga di bisa liat ketulusannya lea sama keluarga dia ☺️
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
yeee bilang aja situ medhit, orang isteri sendiri masa di bilang numpang hidup 😒 lah ibu mu juga numpang idup dong dr bapak mu 😏
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
oalah pantesan, akhirnya terjawab sudah pertanyaan ku wkwk
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
lah jd beneran mertua nya jasmine sm adek nya jasmine ga kenal? 😅 penasaran banget pas nikahan dulu emang si jasmine ga ngenalin keluarga nya apa gimana
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
kok kenalan lagi sih emang pas kakak lu dilamar sampe nikahan ni keluarga ga saling kenalan kah? 🤔
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
hah gimana sih bukannya ini mama mertua nya jasmine kakak nya lea kan? emang dia pas nikahan jasmine sm enzo ga ketemu sama keluarga menantu nya sampe adek dr menantu nya ga ngenalin? 🤔
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
kalo emang si reza sama nadia selingkuh ya udahlah ya tapi masalahnya ini dia pake jabatan nya dia buat bikin orang yg ga ada masalah personal sm dia jd ga bisa kerja, bener2 ya 😒
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
biarin aja bude, coba dia ganti isteri pengen tau rejeki nya masih sama apa enggak 😏 kata orang kan beda pasangan beda rejeki, nah kalo habis ini dia kere brati bener doa isteri nya yg bikin rejeki dia deres 😏
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
e paijo satu muka bumi juga tau kalo cari yang susah, kalo gampang ga ada yg ga bisa sekolah, penggangguran juga ga bakal banyak lagian ngatain diam di rumah lu pikir ibu lu yg sakit itu yang ngurusin siapa? lelembut kah, jelas2 isteri nya ngurusin orangtua ni laki gemblung 😒
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
baru juga bab awal udah pengen ngata2in sja 🙂 si kocak alasannya karena isteri nya ga hamil padahal dia sendiri sadar kalo ldm, gua kalo jd tetangga nya gua yg maki2 ni orang, si tolil emang 😏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!