NovelToon NovelToon
Seporsi Kekalahan Dari Kehidupan, Aku Bangkit!

Seporsi Kekalahan Dari Kehidupan, Aku Bangkit!

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Penyesalan Keluarga / Mandul
Popularitas:12.9k
Nilai: 5
Nama Author: Rere ernie

Selama tujuh tahun, Zahira Narapati mengorbankan karier dan mimpinya demi mendampingi Deris Adikara membangun usaha. Namun, saat kesuksesan akhirnya diraih, Deris justru menceraikannya karena menganggap Zahira tak lagi sejalan dengan kehidupannya dan memilih wanita lain.

Semua orang mengira perceraian itu akan menghancurkan Zahira. Nyatanya, ia bangkit dari nol, membangun kembali kariernya hingga menjadi perempuan sukses yang berdiri di atas kakinya sendiri.

Dalam perjalanan itu, Zahira bertemu Revan Wiranata, pria yang menghargai kesetiaan dan memberinya kebahagiaan baru. Ketika Deris menyesali keputusannya dan ingin kembali, Zahira memilih melangkah bersama seseorang yang benar-benar menghargainya. Sebab, setiap luka bukanlah akhir, melainkan awal dari kebangkitan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode — 28.

Pintu lift kembali menutup, angka digital di atas pintu mulai bergerak perlahan.

Lantai tiga...

Lantai empat...

Tak seorang pun bersuara.

Keheningan di dalam ruang sempit itu terasa lebih menekan, daripada hiruk-pikuk lobi hotel beberapa saat sebelumnya.

Deris berdiri di sisi paling belakang, sesekali tatapannya beralih ke arah Zahira. Wanita itu berdiri dengan tenang di samping Revan, memandang lurus ke depan tanpa sedikit pun mencari keberadaannya. Sikap itu jauh lebih menyakitkan daripada amarah.

Dulu, Zahira selalu menjadi orang pertama yang menyambutnya dengan senyum setiap kali mereka berada di tempat yang sama. Kini... mantan istrinya itu bahkan tak lagi menganggapnya sebagai seseorang yang perlu diperhatikan.

Ding! Lift berhenti di lantai delapan.

Beberapa peserta konferensi keluar, membuat suasana di dalam lift sedikit lebih lengang. Tak lama kemudian, lift kembali bergerak menuju lantai dua puluh, tempat rombongan Wiranata Corp menginap.

Deris menarik napas panjang sebelum akhirnya memberanikan diri membuka suara.

"Selamat atas semua pencapaianmu, Ra. Aku dengar presentasimu di forum investor beberapa waktu lalu mendapat banyak apresiasi."

Zahira menoleh sekilas. "Terima kasih."

Jawabannya tidak terdengar dingin, tetapi juga tak menyisakan kehangatan.

Deris menunduk sesaat sebelum melanjutkan. "Aku juga mendengar Wiranata Corp berkembang pesat setelah strategi operasional yang kamu susun diterapkan. Aku... ikut senang mendengarnya."

Zahira menganggukkan kepala pelan.

Tak ada percakapan yang berlanjut.

Deris tersenyum tipis, tetapi senyum itu dipenuhi kepahitan. "Aku baru sadar... selama ini aku terlalu sering meragukan kemampuanmu. Padahal, sejak dulu kamu memang selalu mampu melakukan hal-hal besar."

Akhirnya, Zahira menatap mantan suaminya itu sedikit lebih lama. "Aku tidak sedang berusaha membuktikan apa pun kepada siapa pun, Mas. Aku hanya ingin melakukan pekerjaanku sebaik mungkin."

Kata-kata Zahira membuat Deris memahami satu hal, semua keberhasilan wanita itu hari ini bukan lahir karena ingin membuatnya menyesal. Melainkan karena wanita itu akhirnya berada di tempat yang menghargai kemampuan dan kerja kerasnya.

Di samping Zahira, Revan tetap memilih diam. Ia sengaja tidak menyela sedikit pun, memberi kesempatan agar percakapan itu berakhir dengan sendirinya.

Ding...

Lift berhenti di lantai dua puluh, pintu terbuka perlahan. Rombongan Wiranata Corp mulai melangkah keluar, saat Zahira hendak mengikuti yang lain suara Deris kembali terdengar.

"Ra..."

Langkah Zahira terhenti, Ia menoleh seperlunya. "Ada lagi yang ingin kamu sampaikan?"

"Semoga... kamu selalu bahagia." Ucap Deris seraya tersenyum.

Tak ada lagi yang perlu dipertahankan, semua telah mencapai akhirnya. Yang tertinggal hanyalah doa yang lahir dari ketulusan.

Zahira menatap mantan suaminya beberapa saat sebelum akhirnya dia menghela napasnya. "Terima kasih, Mas. Aku juga berharap, kamu bisa menemukan jalan hidupmu sendiri."

Setelah mengucapkan itu, Zahira berbalik dan melangkah keluar dari lift bersama Revan tanpa menoleh lagi.

Pintu lift perlahan menutup kembali.

Deris tetap berdiri di dalam dengan tatapan kosong, memperhatikan bayangan Zahira yang semakin menjauh hingga akhirnya menghilang di balik koridor hotel.

Pintu lift menutup sempurna, Deris masih berdiri mematung di dalamnya. Tatapannya kosong menatap angka digital yang terus bergerak naik.

"Pak... kita sudah sampai."

Suara sekretarisnya membuat Deris tersadar. Pria itu mengangguk pelan, lalu melangkah keluar menuju kamarnya.

Di sisi lain koridor, seorang bellboy berhenti di depan kamar bernomor 2020.

"Selamat datang, Bu."

"Terima kasih."

Zahira menerima kartu akses, lalu membuka pintu kamarnya. Ruangan itu luas dengan jendela kaca besar yang langsung menghadap cakrawala Singapura. Cahaya senja mulai memantul di antara gedung-gedung pencakar langit, menciptakan pemandangan yang begitu indah.

Zahira meletakkan koper di dekat tempat tidur, Ia berjalan mendekati jendela. Untuk beberapa saat, ia hanya berdiri diam menikmati pemandangan di depannya. Tak pernah terbayang sebelumnya, perempuan yang dulu dianggap tak berharga oleh keluarga suaminya, kini berdiri di salah satu hotel terbaik di Singapura sebagai perwakilan perusahaan besar.

Ponselnya bergetar, nama yang muncul membuat sudut bibirnya terangkat.

"Halo."

"Gimana? Sudah sampai?"

"Baru saja masuk kamar."

"Hotelnya bagus?"

Zahira tertawa kecil. "Bagus banget, bahkan ini pertama kalinya aku menginap di hotel semewah ini."

"Tuh, kan." Nina terdengar ikut senang. "Makanya jangan pernah bilang hidupmu sudah selesai hanya karena satu laki-laki."

Zahira tersenyum sambil memandang langit di balik kaca. "Iya... sekarang aku percaya."

"Besok semangat, ya. Bikin bangga Indonesia."

Keduanya kembali bercerita dan sesekali tertawa sebelum akhirnya panggilan berakhir.

Tok...

Tok...

Tok...

Baru beberapa saat Zahira merapikan barang-barangnya, suara ketukan terdengar dari balik pintu.

Ia mengernyit.

Siapa?

Melalui layar kecil di samping pintu, ia melihat Revan berdiri di luar.

Zahira segera membuka pintu.

"Revan?"

"Aku mengganggumu?"

"Enggak."

Revan mengangkat sebuah map biru yang ada di tangannya. "Tadi panitia baru mengirim perubahan jadwal."

"Oh."

"Mereka memajukan sesi networking malam ini menjadi pukul tujuh. Jadi kita tidak hanya makan malam, setelah itu langsung menghadiri welcome gathering."

"Oke." Zahira menerima map tersebut.

Revan tidak langsung pergi, tatapannya justru memperhatikan wajah Zahira dengan intens.

"Masih memikirkan kejadian di lift?"

"Lumayan."

"Apa kamu baik-baik saja?"

Zahira mengangguk pelan. "Aku hanya tidak menyangka bisa bertemu dengannya secepat ini."

"Kalau tidak nyaman, selama acara nanti kamu tidak perlu berada sendirian."

"Maksudmu?"

"Kamu tetap bersama rombongan Wiranata Corp." Nada suara Revan tetap tenang. "Aku gak ingin ada orang yang memanfaatkan situasi untuk mengganggumu."

“Kamu terlalu mengkhawatirkanku.” Zahira menghela napas pelan.

“Aku hanya menjaga... apa yang menurutku berharga.” Ucap Revan dengan arti yang dalam.

Tatapan mereka bertemu, Zahira terdiam seolah menangkap makna di balik kalimat itu. Namun Revan hanya tersenyum tipis, seakan tidak berniat menjelaskan lebih jauh.

“Baiklah, Pak Direktur.” Zahira tersenyum kecil.

Revan mengangkat sebelah alis. “Baru tadi kita bicara akrab, sekarang sudah memanggilku Pak Direktur lagi? Sepertinya aku harus berusaha lebih keras supaya kamu terbiasa memanggilku seperti dulu.”

Pipi Zahira sedikit menghangat. “Baik... Revan.”

Senyum Revan semakin jelas. “Oke, bersiaplah. Tiga puluh menit lagi kita bertemu di lobi.”

“Siap.”

Revan mengangguk pelan, lalu berbalik meninggalkan kamar. Namun sebelum pintu tertutup, senyum tipis di wajahnya belum juga memudar. Setidaknya, hari ini ia berhasil membuat satu langkah kecil untuk kembali mendekati Zahira.

1
Muft Smoker
tenang aj almira Kayla ,, harus ny km bersyukur masuk penjara ,, kalian gx perlu repot2 mikirin makan tiap hari ,, semua udh dtanggung pihak penjara ,, Selamat menempuh hidup baruuuu ,, duo kuntiii ,, 😏😏😏😏
Muft Smoker
nah kan ,, anda bermain dg org yg slah almira😏😏😏😏
Muft Smoker
untung pak bos peka yx ,,
Mundri Astuti
jangan sampai ada jaminan dari keluarganya, Revan jaga tetu jangan kasih kendor
Aditya hp/ bunda Lia
rasain ... merasa diri pintar padahal Revan lebih jenius .. selamat bobo cantik di hotel prodeo 👍
Aditya hp/ bunda Lia
mampus kalian lampiiirrr . gerandong
Muft Smoker: sabar bunda ,, mereka emnk turunan makhluk astral ,, tp jgn di perjelas juga ,,
🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
gina altira
Hayo loh Almira
gina altira
untung ada revan
Uba Maoludin
Almira, Kayla kamu sebentar lagi mendapatkan kehancuran arena kamu berdua biangnya kerusuhan karena hati busukmu
Muft Smoker
orang panik biasa ny akan melakukan kesalahan ,, 😒😒😒
Dan kesalahan tu yg bikin mereka gx ingin melihat Dunia luar lgii ,, 😏😏😏😏😏😏
Muft Smoker
orang sirik tanda tak mampu ,,
dsnii bakal keliatan ,,
mana yg berdiri dg kaki ny ,,
Dan mana yg berdiri msh menggunakan kaki orang tuany ,, 😒😒😒😒🤭🤭🤭🤭
Aditya hp/ bunda Lia
duh gantung udah pinisirin bingit padahal ... gak sabar
Rita Rita
makin seru dan makin ingin tau aksi brutal 2 Mak Lampir.🤔🤭 yg udah sebenarnya udah kalah talak dengan Zahira,,
Mundri Astuti
gitu dong Revan, itu baru laki" keren
Rita Rita
gimana Kayla,,, dapet merebut pria mandul 🤭🤔🤣🤣🤣
Rere🌠: ngetawainnya puas banget kayaknya 🤣🤭
total 1 replies
Rita Rita
merebut dan akhirnya kena tampar ditengah perkumpulan orang banyak betapa rendahnya nilai harga diri. Kayla,,, Kayla wkwkwk,,,
Rita Rita
nyesel ya RIS,,,? makanya jangan tergiur dengan batu kali
Rita Rita
yang merebut milik orang hidup nya tak tenang ia akan selalu dibayangi rasa takut khawatir dan tak percaya
Rita Rita
lah,, ngapain juga Zahira noleh loe lagi Daris,,,? sesuatu yang udah loe buang ga bakalan balik lagi,dan Zahira pasti nganggap loe sampah yg tidak perlu dipungut.
Aditya hp/ bunda Lia
buat senjata makan tuan Thor kayaknya dia mau kasih Zahira obat setan terus ... ya gitu lah tapi buat si Almira yang kena sama si kayla
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!