NovelToon NovelToon
Godaan Sang Mantan

Godaan Sang Mantan

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Romansa / Cinta pada Pandangan Pertama / Tamat
Popularitas:484.9k
Nilai: 4.8
Nama Author: alya aziz

Sebuah pertemuan yang kembali menyajikan kisah cinta antara dua anak manusia yang dulu pernah mengikat janji.

Akankah cinta itu bersemi kembali, ataukah hanya akan menyajikan luka lama yang belum usai?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon alya aziz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.31

Johan sedang dalam perjalanan menuju tempat perkemahan, bersama Jihan dan Raksa. Johan melirik ke arah samping dimana Jihan berada. Terlihat Jihan yang kembali memejamkan matanya.

"Pasti kamu sangat kelelahan," gumam Johan.

"Apa tuan?" tanya Raksa, saat mendengar Johan mengucapkan sesuatu.

"Ah tidak ada apa-apa ... kamu tolong buatkan aku minuman hangat nanti " ucap Johan pada Malik.

"Baik tuan ... tuan tenang saja, saya ini serba bisa," ucap Raksa lugas.

"Bagus," ucap Johan.

~~

Mobil yang di kemudikan raksa memasuki area perkemahan, terlihat Jenny dan Cika yang sudah menunggu kedatangan Jihan.

Johan membangunkan Jihan saat mereka sudah sampai di lokasi. Jihan mulai membuka mata dan meregangkan tubuhnya sebentar.

"Sudah sampai ya," ucap Jihan.

"Iya, kita sudah sampai," ucap Johan.

Jihan melirik kearah kaca, ia langsung mengembangkan senyumnya saat mendapati Jenny dan Cika yang sedang menunggu kedatangannya.

Jihan langsung turun lalu di ikuti Johan dan juga Raksa.

"Jihan!" ucap Jenny yang langsung berhambur memeluk Jihan, begitu pula dengan Cika.

"Kamu baik-baik saja kan?" tanya Cika yang sedang memeriksa badan Jihan.

"Iya aku baik-baik saja, ayo kita kembali ke tenda," ucap Jihan.

"Tuan Johan, sekertaris Raksa, terimakasih untuk tumpangannya ... permisi," ucap Jihan lalu beranjak pergi bersama dengan Cika dan Jenny.

Johan tidak menjawab, dan hanya mengangguk dan tersenyum kepada Jihan. Johan terus saja memandangi kepergian Jihan, hingga jarak yang cukup jauh. Raksa memperhatikan bosnya itu yang kini sedang tersenyum-senyum sendiri.

"Tuan menyukai Jihan ya?" tanya Raksa pada akhirnya.

Johan beralih menatap Raksa dengan tajam, "Sok tahu kamu ... ayo pergi."

~~

Sesampainya di tenda Jihan langsung di interogasi oleh Jenny dan juga Cika, mereka kini sedang menatap Jihan dengan tatapan menyelidik.

"Jihan, sekarang coba ceritakan kepada kami, apa saja yang terjadi malam tadi?" tanya jenny.

"Apa yang terjadi ... memangnya apa yang aku lakukan," ucap Jihan bingung.

"Ih kamu ini, maksud jenny apa yang terjadi antara kamu dan tuan Johan malam tadi. Kalian kan terjebak di tengah hutan dan hanya berdua saja," ujar Cika.

"Memangnya apa yang kalian harapkan ... aku tertidur sampai pagi dan tidak terjadi apapun.

Dasar kalian ini fikiranya selalu mengarah kepada hal seperti itu," ucap Jihan sambil menggelengkan kepalanya.

"Yang benar ... aku kecewa, harusnya kamu memanfaatkan kesempatan ini untuk mendapatkan tuan Johan," ucap Jenny.

"Memangnya aku perempuan apaan," oceh Jihan.

"Sudahlah jangan bertanya hal-hal aneh lagi, aku tidak akan bermalam di mobil bersamanya jika bukan karena keadaan. dan aku berani bersumpah tidak terjadi apapun antara aku dan dia," ucap Jihan kesal.

"Hehe iya-iya kami percaya, jangan marah dong Jihan, nanti cantiknya hilang," ucap Cika.

"Sebagai gantinya, kalian harus memijat ku, jenny di sisi kiri, Cika di sisi kanan, bagaimana," ucap Jihan sambil tersenyum penuh arti.

"Ye enak saja, tidak mau," ucap Jenny.

"Mending aku cari makan, lapar," ucap Cika.

"Aku ikut," ucap Jenny.

Cika dan Jenny pergi meninggalkan Jihan sendirian di tenda, Jihan keluar dari tenda untuk menghentikan Jeny dan Cika. Namun saat Jihan berteriak, Jenny dan Cika malah berlari sambil tertawa-tawa, terus berlari menajauhi dari Jihan.

"Wah dasar kalian ya, tega sekali meninggalkan ku!" teriak Jihan.

Jihan masih berdiri di depan pintu tenda, tak sengaja ia melihat Malik dan rendy sedang berjalan. Buru-buru Jihan menghapiri mereka.

"Malik!" seru Jihan.

Malik dan rendy yang sedang berjalan sambil mengobrol, langsung berbalik ke belakang karena mendengar suara panggilan dari Jihan.

Ekspresi Malik kali ini berbeda dari biasanya jika sedang berhadapan dengan Jihan, tak ada senyum yang mengembang dari wajahnya, hanya ekspresi datar yang terlihat mendominasi.

"Malik, bisa kita bicara sebentar?" tanya Jihan yang saat ini sudah berdiri di hadapan Malik.

Malik, beralih melihat Rendy yang sedang berdiri di sampingnya, "Kamu duluan saja sepertinya ke tenda, nanti aku menyusul."

"Oh baiklah, sampai jumpa lagi Jihan," ucap Rendy.

"Iya, sampai jumpa," ucap Jihan pada rendy.

Setelah Rendy pergi, kini malik kembali menatap Jihan dengan malas, "Kamu mau bicara apa?" tanya Malik.

"Aku mau minta maaf, karena malam tadi tidak datang menemui mu, malam tadi aku ikut tuan johan untuk mencari Raksa, dia yang memaksa ku untuk ikut, aku pun tak bisa menolak karena ini darurat, sekali lagi aku minta maaf ya," ujar Jihan.

"Sudahlah, tidak apa-apa," ucap Malik.

"Benar tidak apa-apa, tapi kenapa wajahmu tidak tersenyum seperti biasanya," ucap Jihan.

"Aku mau kembali ke tenda, sampai jumpa," ucap Malik lalu kembali melangkahkan kakinya pergi menjauh dari Jihan.

Jihan menatap kepergian Malik dengan bingung, ia masih tidak mengerti kenapa Malik menjadi cuek padanya. apa dia sudah melakukan kesalahan yang begitu besar, pikir Jihan.

Malik terus berjalan tanpa menoleh lagi kepada Jihan, ia tidak marah, tapi ia kecewa. Untuk saat ini ia masih belum siap untuk kembali bersikap seperti biasanya. Ia butuh waktu untuk menata hati, karena cinta yang belum terucap namun seperti sudah mendapatkan penolakan.

Tapi bukan berarti dia akan menyerah, baginya Jihan adalah cinta pertamanya, dulu Malik pernah jatuh cinta di masa SMP namun itu masih cinta monyet. Ini pertama kalinya ia jatuh cinta pada pandangan pertama, saat kali pertama Malik melihat Jihan di ruang interview.

~

Malam harinya, acara penutupan camping tahunan perusahaan di selenggarakan, semua kini sudah berkumpul mengelilingi api unggun.

Lain dari saat pembukaan, kali ini acara penutupan adalah mendengarkan pidato dari CEO baru king grup.

Sebagai pemimpin baru, Johan belum pernah memperkenalkan dirinya secara resmi di hadapan seluruh karyawan king grup.

Api unggun mulai di nyalakan suasana hangat mulai terasa, sebelum acara di mulai, semuanya sedang sibuk dengan kelompok mereka masing-masing, ada yang bersenda gurau, dan ada yang memainkan permainan.

Saat Raksa datang, semua kembali ke posisi masing-masing, namun mereka heran karena hanya ada Raksa tanpa adanya Johan yang akan berpidato malam ini.

Raksa berjalan ketengah, di dekat api unggun. Raksa masih menormalkan nafasnya karena habis berlari tadi, Setelah merasa mulai tenang, barulah Raksa mulai membuka suara.

"Maaf untuk semuanya, tuan Johan tidak bisa menghadiri acara malam ini, di karenakan, beliau sedang mengalami demam tinggi, dan sekarang sedang di rawat di tenda petugas kesehatan.

Mendengar pernyataan Raksa, semua orang yang ada di area api unggun malam ini, mendadak heboh. Termaksud dengan Jihan, Jihan mengingat malam tadi, kondisi cukup dingin dan Johan malah memberikan jaketnya pada Jihan.

Jihan langsung pergi meninggalkan area api unggun. Jihan berjalan dengan cepat menuju tenda petugas kesehatan.

Bersambung 💕

1
Gusti Duka
calon mama mantu cepat akrab👍👍
Gusti Duka
seru boomnya meledak
Gusti Duka
🤭🤭🤭👍👍👍😍😍😍
Emily
🤣🤣🤣🤣
Yuni Martopo
/Rose//Rose//Rose/terimakasih
Deswita
🙏
ayu cantik
suka
Dewi Yanti
cb km terima ja pergi ke malaysia, biar johan merasa kehilagan
RithaMartinE
luar biasa
ione
Luar biasa
Indah Alifah
jeng.....jeng....jenggggg.......
Siti sara Binti Abdul majid
ada tpon knepa x msg saja ape yg Jadi
Soraya
permisi numpang duduk dl ya kak
Akun Vivo
Thor kan Jihan UD pernah masak bersama mama Johan dan Johan UD pernah masakan Jihan 😁
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu wajib searchnya pakek tanda kurung dan satu novel lagi judulnya Caraku Menemukanmu
Baiq Fitriana Agustini
terlalu singkat, endingx g memuaskn
Yeti Budiawati
ceritanya bagus banget, di tungg extra part nya👍👍👍😘😘😘
ibeth wati
saya baca loncat ternyata kebahagiaanya cuma sakuprit setelah masalah yg begitu panjang
Neni Marlina
bagus ceritanya
Anie Jung
Yakin lha kalian akan berjodoh 🤣😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!