NovelToon NovelToon
Arkaholic

Arkaholic

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Dijodohkan Orang Tua / Perjodohan
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: siyunr

Satu sekolah tahu Lintang Gentariana adalah gadis paling gigih yang setiap hari memanggil nama Arka—atlet pencak silat kebanggaan sekolah yang sedingin es.

Dua tahun cintanya bertepuk sebelah tangan, sebuah wasiat tiba-tiba memaksa mereka menikah secara rahasia di bangku SMA.

Lintang mengira impiannya jadi nyata. Namun, ia keliru. Arka menikahinya tepat ketika dunia cowok itu di ambang runtuh.

Di sekolah Lintang adalah gadis yang selalu terlihat mengejar Arka, tapi di rumah, Lintang harus menghadapi kemarahan dan luka terdalam Arka.

Lantas, bagaimanakah kelanjutan kisah pernikahan rahasia mereka?

Sanggupkah Lintang bertahan, atau perpisahan justru menjadi jalan terbaik bagi keduanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon siyunr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Vodka vs Brotowali

Leon grasak-grusuk ke kamar mandi karena mual. Baru meneguk segelas, cowok itu sudah kelabakan seperti orang masuk angin.

Begitu dia kembali dari toilet, betapa terkejutnya dia saat melihat Arka sudah berganti meneguk botol yang lain. Dengan dua wanita pekerja di kiri dan kanan, cowok itu mau dicekoki minuman setan itu.

Leon yang sadar, langsung membelalak. "ANJIR! COY, JANGAN BEGO!"

Dia agak kelabakan melihat Arka segitu ganasnya meneguk minuman itu. Padahal dia pikir, Arka akan kuat iman. Ditambah lagi, dia jadi merasa bodoh karena membawa temannya yang masih berduka itu ke tempat seperti ini.

"Lagi..." Suara berat Arka menyuruh wanita di sebelahnya untuk kembali mencekoki mulutnya.

Leon langsung melempar botol itu ke sembarang arah. "Arka. Ayo pulang!" Leon menarik paksa Arka.

Arka menepis kasar dengan wajah yang sudah kobam. "Diam..."

"Gue rasa... Ini dunia gue... Hahahaha..." Arka mulai meracau tak jelas.

"Minggir," Leon mengusir dua wanita itu yang langsung takut dan berdiri. Lalu Leon menyeret Arka keluar dari bangunan itu.

"Wah... Gila. Gue pikir lu nggak bakal doyan sama minuman begitu. Ternyata dua botol kiri kanan langsung di trabas. Gue jadi merasa berdosa sama almarhumah Mak lu, tau nggak?!" omel Leon.

Begitu sampai di parkiran, masalah lain datang.

"Lah, Arka pulang gimana yak? Dia kan lagi mabok. Masa pesen grab? Terus motor gue sama dia gimana?" gerutu Leon. "Ah, bego nih si Arka. Segala minum banyak. Kan niatnya cuman nyicip doang."

Setelah menimbang-nimbang, Leon akhirnya memutuskan untuk memesan taksi online. Rencananya, dia akan menyetir motor Ninja milik Arka, sementara Arka sendiri dipaketkan ke dalam taksi.

Namun, karena sinyal di area parkir kelab malam itu sangat jelek, Leon terpaksa memapah tubuh bongsor Arka berjalan keluar menuju trotoar jalan raya yang agak sepi demi mencari titik jemput taksi yang pas.

"Aduh, man, lu berat banget asli! Diet napa!" keluh Leon sembari menahan beban tubuh Arka yang semakin lunglai.

Baru juga berjalan sekitar sepuluh meter di atas trotoar, tubuh Arka mendadak menegang. Perutnya bergejolak hebat akibat campuran dua botol minuman keras yang langsung menghantam lambung amatirnya.

"Hoek-- hueekkk!"

Tanpa aba-aba, Arka langsung tumbang berlutut di tepi trotoar dan memuntahkan seluruh isi perutnya ke arah selokan.

"Anjir, jorok banget lu, Ka! Punggung gue jangan dipegang pakai tangan bekas muntah dong!" teriak Leon panik, sibuk menjaga jarak agar sepatunya tidak terkena cipratan, tapi tangannya tetap terpaksa memijat tengkuk Arka demi rasa solidaritas persahabatan.

Arka terengah-engah, wajahnya yang tadi tampan kini pucat pasi dengan mata merah berair. Kepalanya terasa berputar seperti diguncang gempa bumi.

Kring... kring... kring...

Di tengah kehebohan dua anak SMA yang mengenaskan itu, suara bel sepeda terdengar mendekat. Seorang pria paruh baya yang mengayuh sepeda jengki dengan keranjang jamu di bagian belakangnya mendadak mengerem tepat di samping mereka.

"Wah, kenapa ini, Mas? Mabok kecubung opo mabok ciu?" tanya si Tukang Jamu dengan logat Jawa yang kental, menatap Arka penuh selidik.

Leon mendongak pasrah. "Bukan Pak, ini temen saya mabok club malam. Sok-sokan minum dua botol, langsung tepar deh"

Tukang Jamu itu turun dari sepedanya, lalu menggeleng-gelengkan kepala penuh prihatin. "Halah, gaya-gayaan cah enom saiki. Wis, tenang, Mas. Biar luntur itu racun setannya. Ini tak racikin Jamu Sehat Setia, tambah madu sama telur bebek biar langsung melek. Dijamin top cer!"

Tanpa persetujuan Leon, si bapak dengan cekatan langsung menuangkan cairan berwarna cokelat pekat bin hitam dari salah satu botol besarnya ke dalam gelas kaca kecil. Aroma pahit menyengat khas rempah-rempah langsung menguar, beradu dengan bau alkohol di sekitar mereka.

"Nih, minum! Habiskan!" Tukang Jamu itu menyodorkan gelasnya langsung ke depan hidung Arka.

Arka yang kesadarannya tinggal lima persen hanya bisa mengerjap kaku. Bau jamu itu luar biasa busuk di indra penciumannya yang sedang sensitif. Dia mencoba menepis, tapi Leon dengan tega langsung menahan kedua tangan Arka dari belakang.

"Ka, demi kebaikan lu dan demi sofa taksi online yang nggak mau lu ganti rugi kalau lu muntah lagi, MINUM!" perintah Leon khilaf.

"Ngg--nggakk mauu... pait..." racau Arka lemah, mencoba mempertahankan sisa-sisa harga dirinya yang sudah runtuh ke dasar bumi.

"Udah, minuuuum!"

Leon memegang rahang Arka, dan si Tukang Jamu dengan tega langsung mencekokkan cairan hitam pekat itu ke dalam mulut si cowok Ninja.

"Ugh--HUEKKK! UHUK UHUK!"

Begitu cairan hitam pekat bin pahit itu lolos ke kerongkongannya, mata Arka langsung melotot sempurna. Rasa pahit yang luar biasa menyengat seolah membakar lidahnya, sukses mengembalikan 50 persen kesadarannya yang sempat hilang akibat alkohol.

Arka terbatuk-batuk hebat sampai wajahnya merah padam. Dia menatap Leon dan tukang jamu itu bergantian dengan pandangan membunuh.

"Lu... kasih gue racun apa, bangsat?!" umpat Arka parau, suaranya serak dan napasnya memburu menahan rasa pahit yang tertinggal di pangkal tenggorokan.

"Heh, lambemu! Itu jamu penawar racun!" semprot si Tukang Jamu tidak terima dibilang jualan racun.

Leon yang melihat Arka bisa mengumpat langsung bernapas lega. "Nah, bener kan kata si Bapak. Lu langsung melek, Ka! Nih, Pak, kembaliannya ambil aja. Makasih banyak, Pak!" Leon buru-buru menyerahkan selembar uang dua puluh ribuan tanpa meminta kembalian.

Tepat saat itu, sebuah mobil Avanza putih berhenti di pinggir trotoar dengan lampu hazard yang berkedip. Itu taksi online pesanan Leon.

Tanpa membuang waktu, Leon langsung membuka pintu belakang mobil dan menyeret Arka yang masih sibuk meludahi trotoar karena sisa rasa pahit jamu.

"Masuk lu! Jangan sampai muntah di dalam mobil orang, gue nggak ada duit buat bayar denda laundry!" Leon mendorong paksa tubuh bongsor Arka ke kursi belakang, lalu menutup pintunya rapat-rapat. Dia memberikan alamat rumah Arka kepada si driver.

"Pak, tolong anterin temen saya sampai depan rumahnya ya. Jangan diturunin di tengah jalan, dia agak kurang waras malam ini," pesan Leon pada sang sopir taksi yang hanya bisa mengangguk pasrah melihat penumpangnya yang bau alkohol campur jamu.

Mobil taksi itu pun melaju, meninggalkan Leon yang kini terduduk lemas sendirian di atas trotoar. Cowok itu menepuk jidatnya sendiri sambil menatap ke arah kelab malam di kejauhan.

"Lah... terus sekarang gue kudu balik jalan kaki ke parkiran dalam buat ambil motor gue? Mana motor si Arka juga masih ditinggal di sana lagi. Ah, elah... repot bener punya temen lagi hilang arah!" gerutu Leon meratapi nasibnya yang mendadak jadi asisten pribadi tanpa digaji.

...----------------...

Sementara itu, di dalam taksi, Arka menyandarkan kepalanya yang terasa pening ke kaca jendela mobil. Efek alkohol bercampur jamu Brotowali membuat perutnya mual, tapi otaknya justru mulai memutar kembali rekaman kejadian beberapa jam lalu di dapur rumahnya.

Bayangan Lintang yang menangis...

Pecahan gelas kaca yang berserakan...

Dada Arka mendadak terasa sesak, lebih sesak daripada saat dia mencekik leher Lintang tadi siang. "Anjir..." umpat Arka lirih, menutup kedua matanya dengan sebelah tangan. Entah kenapa, rasa bersalah mulai merayap pelan di hatinya yang keras.

1
siyuu nr
🩷
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!