NovelToon NovelToon
Pemakan Manusia

Pemakan Manusia

Status: sedang berlangsung
Genre:Iblis / Misteri / Horor
Popularitas:58.1k
Nilai: 5
Nama Author: novita jungkook

"Jangan dekat rawa itu!"

semenjak banyak yang meninggal karena memasang jebakan ikan di malam hari, rawa kecil itu di jauhi oleh banyak orang karena sudah banyak yang meninggal dunia.

Apa yang sudah terjadi?
Siapa penghuni rawa kecil itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13. Jejak energi ular

''Apa ini?'' Purnama menatap tembakau basah yang ada di hadapan dia pemberian dari Bagaskara.

''Kau cium aroma yang keluar dari tembakau itu sekarang.'' Bagaskara menyuruh ratu ular tanpa ragu sama sekali.

''Apa apaan Kenapa mendadak saja kau menyuruh aku mencium tembakau basah seperti itu?!'' Purnama memang sedang mode emosi sehingga dia ada rasa jijik melihat tembakau tersebut.

Bagaskara Ingin mengeluh rasanya kalau Purnama sedang mode emosi seperti itu karena segala sesuatu tidak bisa diajak untuk kompromi sama sekali, padahal ini adalah hal yang sangat penting dan bersangkutan dengan sesuatu yang akan mereka selidiki di dalam Rawa itu tapi masih sempat saja ratu ular ini membangkang.

Purnama kaget ketika mendadak saja Bagaskara mengambil tembakau tersebut dan tanpa ragu menempelkan pada hidung dia, tentu saja perlakuan seperti itu langsung membuat emosi Purnama semakin membara di dalam diri dia, tidak biasa juga Bagaskara bisa emosi seperti itu terhadap dirinya dan sampai melakukan hal yang begitu lancang.

Sebab Panglima ular memiliki kesopanan yang begitu luar biasa sehingga dia tidak pernah melakukan tindakan gila sedemikian rupa, Baru kali ini dia bertingkah demikian sehingga membuat ratu ular semakin kaget dan dia langsung berdiri untuk memberi ajaran maut terhadap Panglima ular itu, namun belum sempat dia bertanya kini langsung menyadari ada sesuatu yang berbeda pada tembakau tersebut.

Purnama sesaat terdiam karena dia masih mencerna itu tadi aroma apa, Bagaskara tersenyum karena kini dia juga sudah mengetahui bahwa Purnama mencium aroma yang sama dari tembakau tersebut, Bukan hanya dia saja yang memiliki prasangka itu namun ratu ular juga mulai menyadari ada yang aneh.

''Kau mendapatkan air ini dari rawa sana?'' Purnama bertanya untuk memastikan terlebih dahulu.

''Ya, entah itu tadi sengaja atau tidak tapi saat aku datang ke sana air Rawa yang ada di sekitar kaki terasa berlendir dan aku mencium aroma tersebut.'' jelas Bagaskara.

''Mungkin dia tidak sengaja melepaskan karena saat aku datang ke sana air Rawa itu tidak ada yang berbeda, atau dia sengaja memancing dirimu?'' Purnama nampak berpikir keras.

''Satu hal yang pasti sekarang adalah, dia ada di dalam ras kita.'' ujar Panglima ular.

''Siluman ular kembali membuat masalah seperti ini dan menjadi lawan utama kita.'' ucap Purnama sambil menarik nafas panjang.

Lawan yang paling membuat Purnama merasa malas adalah lawan dari ras dia sendiri, karena iblis itu pasti segalanya telah mengetahui macam-macam gerak-gerik dari ratu ular itu sendiri sehingga mereka akan sulit sekali untuk kena tangkap dan membuktikan bahwa mereka adalah yang bersalah.

Para ras ular pasti sangat paham bagaimana Purnama akan menyelidiki kasus ini sampai selesai, jadi mereka pasti terlebih dahulu untuk mencari perlindungan yang lebih aman sehingga nanti ketika Purnama datang maka hanya akan menemukan kekosongan semata, entah ini ular mana yang telah mencari masalah dengan dirinya sehingga Purnama merasa pusing.

''Kalau ras ular maka sudah pasti mereka memakan ini dari jeroan terlebih dahulu.'' Bagaskara mulai menebak.

''Ya, sebab itu adalah bagian yang paling enak sehingga mereka akan memakan jeroan terlebih dahulu.'' Purnama setuju dengan hal itu.

''Aku justru takut nanti fitnah ini akan mengarah kepada dirimu, sebab Kau pernah memiliki skandal buruk seperti itu sehingga wajar nanti bila akan ada orang yang curiga.'' jelas Bagaskara.

''Hem, sudah pasti nanti akan ada yang curiga dan Melda itu adalah orang pertama yang akan mencari tahu.'' Purnama sudah bisa menebak ke arah sana.

''Namun dia tidak mengetahui bahwa kau adalah ratu ular yang pernah memiliki sifat jahat.'' bantah Bagaskara.

Purnama terdiam terlebih dahulu karena otak dia berpikir keras harus bagaimana untuk menyelesaikan masalah yang telah terjadi ini, permasalahan akan semakin rumit karena yang menjadi lawan adalah ras mereka sendiri dan itu nanti pasti akan memicu perdebatan yang begitu sengit di antara mereka semua.

...****************...

Malam berlalu dengan tenang di desa Pandan Arum ini dan para penduduk tertidur lelap, hanya Bu Apri saja yang tertidur ayam karena dia tetap saja terpikir dengan Nasya yang saat ini entah ada di mana, berharap pagi akan segera datang agar dia bisa mendatangi Rawa tempat Nasya menghilang sejak tadi sore.

Namun meski dia tidak tertidur lelap seperti itu namun dia tetap saja tidak mendengar langkah kaki yang sudah memasuki di dalam rumah ini, sebab langkah itu hampir tidak ada suara sama sekali sehingga manusia biasa jelas tidak akan mampu mengetahui dan juga tidak bisa mendengar karena itu bukan langkah kaki manusia.

"Hahhhh Ya allah." dalam tidur Bu Apri masih saja merasa gelisah.

"Kau tidak perlu berharap anak yang kau sayangi itu akan kembali, Karena sekarang dia telah bersemayam di dalam perutku ini.'' siluman ular Berduri membelai kepala Bu Apri.

''Hah!'' Bu Apri tersentak bangun dan dia menatap sekitar karena tadi dia merasakan ada keberadaan orang di sini.

Dengan langkah yang sedikit ragu maka dia segera keluar dari dalam kamar untuk mencari orang tersebut, belum sempat dia keluar kamar namun sudah menemukan jejak berlendir yang ada di atas lantai itu sehingga wanita ini merasa heran kenapa mendadak saja ada jejak seperti itu.

''Nasyaaaaa! Nas udah pulang ya?'' Bu Apri justru berpikir bahwa itu adalah Putri dia yang pulang.

''Ran, itu Bu Apri berteriak di dalam rumah!'' Nilam tersentak dalam lamunan karena sejak tadi dia terus saja menangis.

''Ayo kita lihat juga untuk ke bagian dalam karena mungkin saja Nasya pulang ke rumah.'' Maharani juga semangat untuk masuk ke dalam rumah ini.

Sementara itu Bu Apri sedang kebingungan karena dia melihat ada jejak berlendir seperti ini dan berharap bahwa itu adalah anak dia sendiri, kamu sudah mencari di seluruh rumah namun tetap saja dia tidak menemukan keberadaan sang anak karena yang datang itu tentu saja bukan Nasya.

''Ada aroma amis ular di dalam rumah ini, apa tadi purnama dan Arya datang ke sini juga ya?'' Maharani juga mencium aroma tersebut.

''Paling lah, Arya paling yang datang karena Purnama tidak mungkin dia pergi dalam keadaan emosi seperti itu.'' jawab Maharani karena dia juga mencium aroma yang sama.

Jelas kedua member Purnama ini bisa mencium aroma energi ular di dalam rumah tersebut sehingga mereka berpikir yang datang itu mungkin saja Arya atau Purnama, mereka segera masuk ke dalam untuk mencari Nasya juga dan tentu saja hasil itu hanya nihil karena tidak ada keberadaan Nasya di dalam rumah.

Selamat siang, jangan lupa like dan komentar kalian semua buat cerita autor Novita Jungkook ya.

1
ismi
jiahhhh benerkan andini palsu ,,yg asli masih didalam rawa
Betri Betmawati
hebat sekali tipu muslihat nya, kmna lagi Andini disembunyikan
Betri Betmawati
Melda itu kenapa coba ngk suka aja SMA orang
aneh betul dia
Betri Betmawati
ketua nya sembunyi dimna belum keluar?
naferia curiga SMA siapa ya🤔🤔
Yeyet Rohaeti
semangat thor bikin cerita baru nya,aku selalu menunggu karya ² baru mu.
Betri Betmawati
bikin penasaran aja ketuanya siapa?
Nana jg kok bisa masuk lumpur bukan nya td menghajar melda🤔🤔
Yeyet Rohaeti
kasian Nana kecebur di rawa.
putri wahyu
ketipu lg🥺 iblisnya bener2 licik😒
Yeyet Rohaeti
penasaran sekali aku ini, siapa sih iblis nya, pinter kali bikin gaduh agensi nya mba pur 😄😄
Apriyanti
kata nya Melda memang sekutu nya iblis berduri,,terimakasih Thor Uda bikin cerita baru lg,semoga tambah suksest trus karya² kak author 🙏🙏🥰
Apriyanti
siang jg thor,,apa munkin yg Kiara lihat pun Bagaskara yg palsu biar Kiara membenci si panglima tersebut
neni nuraeni
hadeeh si Melda jgn" kamu nyugih lgi abisnya sombongnya minta ampun,,, 👌 Mak siap tak baca yg ngono😁
istrinya_kimseokjin
aisss melda dri awal aku dh curiga ma kmu, emng kmu lh y yg mmbwa iblis itu
putri wahyu
ok siaap meluncuurr...
Eli Rahma
wis lah pasti melda ada sangkut pautnya dgn iblis rawa...
Eli Rahma
mlipiirrr...ahhh
Nurr Tika
jangan" melda penyembah iblis berduri itu
Nurr Tika
lanjut thor
Tri Lestari
siap meluncurkan dan meramaikan
human
jadi inget purnama sebelum insaf suka makan jeroan orng
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!