Berawal Dari sebuah kutukan. dari Hana yang mengutuk habis Tokoh kedua wanita bernama Elsa. Elsa (20thn) seorang gadis yang di jadikan jaminan hutang oleh orang tuanya. Elsa yang di dalam cerita di katakan terpaksa menikah menjadi istri kedua juragan Tama. pria tua. tak terima...pada akhirnya memilih berselingkuh pada bawahan Tama yang bernama Ardana. Nasib malang menimpa hana, gadis itu di tarik masuk oleh takdir, masuk kedalam buku Novel _The Jurag's Wife_ dan menjadi Tokoh Wanita yang sudah dia maki habis-habisan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tasya Chuky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Halaman 26
Elsa melenggang masuk ke dalam warung makan yang ramai itu dengan langkah anggun, meski kedua tangannya tampak penuh menenteng beberapa kantong belanjaan besar dari butik.
"Duh, ribet juga ternyata bawa-bawa belanjaan segini banyak sendirian," gumam Elsa lirih, menaruh kantong-kantong itu di atas kursi kosong di sebelahnya agar tidak kotor.
"Mbak, pesan!" panggil Elsa pada penjaga warung.
"Iya, Neng... mau pesan apa?" sahut si penjaga warung setengah berlari mendekat. Sikapnya mendadak menjadi sangat segan dan sedikit menunduk sopan saat matanya menangkap setelan baju one-set modis yang dikenakan Elsa, ditambah aroma wangi mahal dan kulit bersihnya yang tampak begitu kontras dengan suasana warung pinggir jalan.
"Mbak, saya pesan baksonya ya, satu porsi. Minumnya es teh manis aja," ucap Elsa ramah.
"Baik, ditunggu ya, Neng," ucap Mbak penjual dengan senyum semringah sebelum bergegas menyiapkan pesanan.
Elsa mengangguk, lalu dengan santai mendudukkan tubuhnya di bangku panjang, bersiap mengistirahatkan kakinya yang pegal setelah berjam-jam berkeliling kecamatan. Namun, ketenangannya tidak bertahan lama.
"Wih... siapa nih? Bening bener..." celetuk sebuah suara bariton seorang pria dari arah samping, sengaja melayangkan ucapan menggoda yang terdengar menyebalkan di telinga Elsa.
Elsa sontak menoleh dengan dahi berkerut. Pria itu melangkah mendekat dengan senyum cengiran yang lebar.
"Wah, ternyata Elsa...! Pangling gue! Udah berubah banget lu, sekarang jadi makin cantik aja adik gue yang satu ini," ucap pria itu blak-blakan.
Otak Elsa langsung berputar cepat meraba memori ingatan pemilik tubuh asli. Sontak, rahangnya mengeras saat mengenali wajah pria di depannya. Dialah Ramdan, kakak laki-laki kandung Elsa yang tidak tahu diri. Pria parasit yang karena kasus narkobanya, membuat orang tua mereka harus berutang seratus lima puluh juta rupiah ke Juragan Tama dan menumbalkan Elsa sebagai gantinya.
"Apaan sih, A'? Sana jauh-jauh... enggak usah dekat-dekat!" semprot Elsa ketus, tidak bisa menyembunyikan rasa muak yang tiba-tiba membubung di dadanya. Jiwa Hana- ikut merasa geram melihat kelakuan pria di depannya ini.
Ramdan terkekeh sinis, matanya melirik tas selempang Elsa dan kantong belanjaan mahal di kursi dengan pandangan lapar. "Wih, sombong banget lu sekarang semenjak jadi istri kedua. Enak ya hidup lu sekarang, tinggal ongkang-ongkang kaki. Dikasih duit berapa lu sebulan sama tu Juragan tua, hah?" tanya Ramdan tanpa tahu malu, nadanya terdengar sangat matre.
"Bukan urusan kamu! Sudah, sana pergi, gue lagi mau makan. Jangan bikin selera makan gue hilang," usir Elsa jengkel, menatap Ramdan dengan pandangan tajam menusuk.
"Santai dong, El. Ketemu kakak sendiri kok malah kayak ketemu musuh," ucap Ramdan santai, sama sekali tidak merasa bersalah atas penderitaan yang telah dia timpakan pada adiknya. Pria itu lantas menepuk meja makan Elsa sekilas. "Eh, lu lagi pegang banyak duit, kan? Tolong sekalian bayarin pesanan makan gue ya di depan. Cuma dua puluh ribu doang kok."
Tanpa menunggu persetujuan dari Elsa dan tanpa memedulikan raut wajah adiknya yang sudah merah padam menahan amarah, Ramdan melenggang pergi begitu saja keluar dari warung dengan watak egoisnya yang mendarah daging.
Elsa mengepalkan tangannya kuat-kuat di bawah meja, napasnya memburu. 'Buset ya, ini cowok bener-bener parasit tingkat dewa! Gara-gara dia, Elsa asli menderita, dan sekarang dengan gampangnya dia minta bayarin makan seolah-olah enggak terjadi apa-apa? Bener-bener minta ditimpuk!' batin Elsa (Hana) mengumpat habis-habisan dalam hati.