Pesona Majikan'ku adalah Sequel dari Novel sebelumnya ya itu "Pesona Pengasuh'ku"
Cerita ini mengisahkan tentang bagaimana Rehaan menjalani hidupnya setelah kematian pengasuhnya,
pengasuh sekaligus istri yang begitu ia cintai harus meninggal dengan tragis akibat dendam masa lalu.
"Bagaimana Rehaan bangkit dari keterpurukannya?"
ikuti terus "Pesona Majikan'Ku" untuk mengikuti kisah selengkapnya 🤗
📝 Author : Noor Hidayati 🕊️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noor Hidayati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sebuah Petunjuk
"Baiklah, bisa kita pulang sekarang?" tanya Ravi mengagetkan Rehaan dan Mayura yang masih saling menatap.
"Ee, ya... Kemari lah sayang," ucap Rehaan yang langsung menggendong Pari.
Mereka pun meninggalkan ruang rawat dan pergi ke mobil masing-masing.
"Baiklah, sampai jumpa dirumah," ucap Ravi yang menghentikan langkah di depan mobilnya.
Rehaan mengangguk dan membukakan pintu untuk Mayura.
"Sayang, duduk dengan Bibi." ucap Rehaan.
Pari mengangguk senang.
"Awass hati-hati," ucap Rehaan meletakkan Pari di pangkuan Mayura.
Rehaan pun masuk ke mobil dan meninggalkan rumah sakit.
*****
Malam Hari.
"Akhirnya masa buruk sudah berlalu," ucap Ravi memeluk Isyana dari belakang.
Isyana membalikkan badan menatap Ravi.
"Ravi, Aku takut sekali melihat kemarahan Rehaan, Apa lagi gara-gara Aku kau jadi tidak bekerja,"
"Ssstttt," Ravi menempelkan telunjuknya di bibir Isyana.
"Lupakan itu, Rehaan memang mudah marah, Tapi kemarahannya akan cepat mereda," ucap Ravi memeluk Isyana.
Isyana menyandarkan kepalanya di dada Ravi, Memejamkan matanya dan menikmati setiap detakan jantung yang terdengar seperti irama musik baginya.
Semakin lama semakin nyaman, Kini jari jemari Ravi mulai bermain di pinggul Isyana. Sontak Isyana membuka matanya dan menatap Ravi dengan melotot.
Ravi tersenyum nakal melihat ekspresi wajah Isyana.
"Ravi... Kau," Isyana menepis tangan Ravi dari pinggulnya.
"Kenapa, Bukankan hal ini yang membuatmu melarangmu bekerja?" goda Ravi.
"Ravi..." Isyana merasa malu mendengar ucapan Ravi.
Tanpa mengatakan apapun lagi, Ravi menggendong tubuh Isyana dan membaringkannya di ranjang.
Mereka pun kembali menikmati malam pengantin baru Mereka.
*****
"Tidurlah Sayang," ucap Rehaan mengusap lembut kepala Pari yang masih di perban.
"Daddy," lirih Pari.
"Ada apa Sayang," tanya Rehaan.
"Bibi," Pari menarik tangan Mayura.
"Aku ingin tidur bersama kalian, Kumohon jangan marah Daddy," ucap Pari memelas.
Rehaan menarik nafas dalam-dalam dan melirik ke Mayura.
"Baiklah," ucap Rehaan mengalah.
"Benarkah Daddy?" tanya Pari bahagia.
"Ya, Tapi hanya malam ini, Kamu tidak bisa meminta ini lagi dilain waktu," tegas Rehaan.
"Baiklah Daddy" ucap Pari memegang tangan keduanya.
"Sekarang minumlah obatmu, Agar kamu cepat sembuh," ucap Mayura menyodorkan obat ke mulutnya.
Pari langsung membuka mulutnya dan meminum obat yang Mayura supkan padanya.
Rehaan menatap Mayura dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.
"Anak pintar," ucap Mayura sembari membersihkan sisa air diatas Bibir Pari.
"Sekarang tidurlah," ucap Rehaan menyelimuti Pari
Secara bersamaan Mayura juga menyelimuti Pari dari sisi lainnya.
Keduanya saling menatap dengan pikirannya masing-masing.
"Daddy," ucapan Pari mengagetkan Rehaan.
Rehaan pun siap tidur di sisi kiri Pari dan memeluknya.
Dengan perasaan yang sangat canggung Mayura tidur di sisi kanan Pari.
Pari tersenyum bahagia, menggenggam tangan Rehaan dan Mayura di sisi kanan kirinya.
Perasaan Mayura semakin canggung saat Pari menempatkan tangan keduanya di atas perutnya hingga membuat tangan keduanya saling bersentuhan.
Untuk mengalihkan kecanggungannya Mayura mencoba memejamkan matanya agar Ia tidak terus menatap tangan Rehaan yang ada di depannya.
Rehaan terus gelisah dengan keadaan ini, Ia juga berusaha memaksakan matanya agar terpejam.
Hingga malam semakin larut, Secara perlahan Rehaan berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Pari yang terlihat sudah tertidur pulas.
Pandangannya beralih ke Mayura, Di pandanginya wajah Mayura yang juga sudah tidur dengan mata yang masih sembab.
Rehaan menatapnya dengan lekat, Semakin lama semakin lekat,
Tanpa Rehaan sadari, Rehaan menyingkirkan helaian rambut yang menutupi wajah cantiknya dan kembali menatapnya, Entah tatapan apa itu, Bahkan Rehaan pun tidak bisa mengartikannya.
Rehaan menyadari tatapannya dan segera mengalihkan pandangannya ke arah lain, Ia begitu terkejut melihat Nayla yang tengah berdiri menatapnya.
"Nay..." ucap Rehaan yang menjadi salah tingkah.
"Kau menyukainya?" tanya Nayla tersenyum.
"Apa yang Kamu katakan Sayang, Seumur hidup Aku hanya mencintaimu, dan Aku akan terus mencintaimu,"
"Kamu bisa tetap mencintai ku dalam kenanganmu, Tapi Kau bebas mencintainya di masa depanmu,"
"Tidak! Itu tidak mungkin, Dia masih terlalu muda untuk ku, Aku tidak mungkin mencintainya,"
"Apa yang tidak mungkin Rehaan? Jika Kamu bisa mencintaiku yang usianya jauh diatasmu, Kenapa Kamu tidak bisa mencintainya yang jauh lebih muda darimu? Bukankah cinta bukanlah aturan?" Nayla tersenyum menjeda ucapannya.
Rehaan terdiam mendengarkan ucapan Nayla.
"Kedewasaan seseorang bukan terletak dari usianya, Kamu jauh lebih muda dariku tapi Kamu melindungiku dan menyayangi ku seperti Aku yang lebih muda darimu, Begitupun dengan Dia, meskipun usianya masih sangat muda, Tapi Dia mampu menjaga Pari dengan sangat baik dan yang lebih penting lagi adalah Putri kita sangat menyayanginya," lanjut Nayla.
Rehaan terdiam dan menoleh ke arah Mayura.
"Kebahagiaan mu dan Pari adalah kebahagiaan ku, Jangan jadikan Aku penghalang kebahagiaan kalian, Aku sudah tiada, lihatlah yang ada di depanmu, Jangan menghindar lagi dari perasaan mu," Nayla tersenyum menyatukan tangan Rehaan dan Mayura.
Rehaan kembali menoleh ke arah Nayla namun tidak lagi menemukannya.
"Nayla... Nayla... Naylaaa..." Rehaan terbangun dengan nafas yang memburu.
"Jadi itu hanya mimpi?" gumam Rehaan Kemudian menoleh ke arah Mayura dan melihat tangannya yang menggenggam tangan Mayura di atas perut Pari.
Bersambung....
YOK AHH LEBIH SEMANGAT LAGI, BIAR LAMBAT ASAL PASTI,
DI TUNGGU TERUS LIKE KOMEN SUPPORTNYA 🤗❤️