NovelToon NovelToon
Kembalinya Dewa Kematian

Kembalinya Dewa Kematian

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Fantasi / Anak Genius
Popularitas:147.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Boqin Changing

Ini adalah cerita tentang seseorang yang kembali ke masa lalunya. Seorang pendekar kuat yang berhasil mendapatkan pusaka untuk mengulang waktu.

Sembilan tahun telah berlalu semenjak kembalinya dia ke masa lalu. Banyak hal yang telah ia ubah. Kekuatannya juga perlahan mendekat ke puncak kekuatannya di kehidupan pertama.

Namun ancaman lain akhirnya muncul. Sejarah telah berubah karena campur tangannya. Kini ia harus bersiap menghadapi musuh lain yang rumit.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Boqin Changing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penguasa Elemen Logam yang Sebenarnya

Qiu Han menggertakkan giginya. Tatapannya dipenuhi amarah sekaligus rasa tidak percaya.

"Kalau begitu... coba hadapi ini!"

“Tombak Kematian!”

Swusss!

Kedua tangannya kembali bergerak. Ribuan benang putih yang memenuhi udara berubah arah secara bersamaan. Benang-benang itu saling bertaut, berpilin, lalu membentuk puluhan tombak raksasa yang langsung melesat ke arah Boqin Changing.

Boom!

Setiap tombak benang menghantam tanah, memecahkan bebatuan dan meninggalkan kawah besar.

Namun Boqin Changing hanya melangkah setengah langkah ke samping. Seluruh serangan meleset.

Booom!

Ledakan demi ledakan mengguncang kawasan itu. Qiu Han tidak berhenti menyerang.

"Kau hanya pandai menghindar? Rasakan yang ini!"

Swusss!

Puluhan tombak benang tiba-tiba terurai kembali menjadi jutaan helai tipis. Benang-benang itu bergerak memutar dari segala arah, membentuk sangkar raksasa yang hendak mengurung Boqin Changing.

Setiap helainya berkilau dingin. Siapa pun yang menyentuhnya bisa langsung terpotong. Namun Boqin Changing hanya mengangkat satu jarinya.

Tap.

Benang-benang yang hampir menyentuh tubuhnya mendadak berhenti beberapa senti di depannya. Seolah terdapat dinding tak kasatmata yang mustahil ditembus.

Qiu Han membelalakkan mata.

"Apa...?"

Belum sempat ia berpikir lebih jauh, Boqin Changing menjentikkan jarinya pelan.

Ting!

Seluruh benang itu langsung terpental ke segala arah.

Swusss!

Brak! Brak!

Pepohonan yang masih tersisa langsung terpotong. Bangunan-bangunan kayu yang belum selesai dibangun hancur berkeping-keping. Tanah kembali dipenuhi retakan.

Boqin Changing tetap berdiri di tempat semula. Jubahnya bahkan tidak tersentuh sedikit pun.

Qiu Han terus menyerang tanpa memberi kesempatan bernapas.

"Badai Benang Pemisah Langit!"

"Jaring Seratus Kematian!"

"Tarian Benang Pembelah Gunung!"

Satu demi satu jurus dikeluarkan. Benang-benang kini memenuhi langit. Sebagian berubah menjadi hujan jarum. Sebagian lagi menjadi cambuk raksasa. Ada pula yang berubah menjadi naga putih yang mengaum sambil menerjang.

Ledakan demi ledakan terus menggema.

Boom! Boom! Booom!

Dalam waktu singkat, kawasan markas yang sebelumnya sudah rusak kini benar-benar berubah menjadi puing-puing.

Rumah-rumah kayu hancur. Menara pengawas roboh. Batu-batu besar pecah menjadi serpihan. Bahkan sebagian tanah amblas akibat dahsyatnya benturan energi.

Melihat kehancuran itu, Tetua Agung Peng langsung berseru,

"Mundur lagi!"

"Jangan terlalu dekat!"

Seluruh rombongan Kekaisaran Qin kembali bergerak menjauh. Tidak ada seorang pun yang ingin terkena dampak pertarungan dua monster itu.

Beberapa murid bahkan sudah berada jauh dari medan pertempuran. Meski begitu, mereka masih bisa merasakan hembusan angin dari setiap benturan jurus.

Sementara itu Qiu Han mulai terengah-engah. Dadanya naik turun. Keringat mulai membasahi dahinya. Ia jelas telah menghabiskan qi dalam jumlah besar.

Namun orang yang berada di depannya masih sama. Boqin Changing hanya sesekali melangkah. Sesekali mengangkat satu tangan. Kadang hanya mengibaskan lengan bajunya.

Seluruh jurus mematikan Qiu Han selalu berhasil dipatahkan dengan cara yang begitu sederhana. Serangannya yang bahkan ditakuti banyak orang di Kekaisaran Ming dimentahkan begitu saja.

Bahkan ekspresinya tidak berubah sedikit pun. Masih santai dan masih tenang. Seolah semua serangan itu hanyalah permainan anak-anak.

Melihat pemandangan itu, rasa kesal dalam hati Qiu Han semakin memuncak.

"Aaargh!"

Ia menghentakkan kakinya ke tanah. Seluruh benang yang masih melayang di udara perlahan kembali ke sekeliling tubuhnya. Untuk pertama kalinya sejak pertarungan dimulai ia berhenti menyerang.

Suasana mendadak menjadi sunyi. Debu perlahan turun. Kedua pria itu kembali saling berhadapan.

Qiu Han menatap Boqin Changing dengan sorot mata yang jauh berbeda dibandingkan sebelumnya. Kini tidak ada lagi rasa meremehkan. Yang tersisa hanyalah kewaspadaan.

Ia menarik napas panjang sebelum berkata,

"Siapa... sebenarnya dirimu?"

"Kau bukan murid biasa. Bahkan kau jelas bukan pendekar biasa."

“Di Kekaisaran Qin tidak mungkin ada orang sepertimu tanpa namamu terdengar ke mana-mana."

Tatapannya semakin tajam.

"Katakan. Siapa dirimu?"

Boqin Changing justru tertawa kecil.

"Hehehe... Ternyata akhirnya kau mulai bertanya juga."

Ia menatap Qiu Han dengan senyum tipis.

"Sebelum aku memberitahukan identitasku... aku ingin mengetahui satu hal terlebih dahulu."

Tatapan keduanya saling bertemu. Suasana kembali menjadi hening.

Boqin Changing kemudian bertanya dengan nada santai,

"Kalian... dikirim oleh Keluarga Pei?"

Qiu Han tampak terkejut mendengar pertanyaan itu.

"Keluarga... Pei?"

Sorot matanya bergetar tipis. Untuk sesaat ia hanya terdiam, seolah sedang mempertimbangkan sesuatu.

Keheningan itu berlangsung beberapa detik. Kemudian ia menggeleng pelan.

"Aku tidak mengerti apa yang kau bicarakan."

Nada suaranya terdengar datar, tetapi tidak lagi setegas sebelumnya.

"Kelompok kami tidak mengenal Keluarga Pei dan tidak memiliki hubungan apa pun dengan mereka."

Ucapan itu terdengar cukup meyakinkan bagi orang lain. Namun tidak bagi Boqin Changing.

Tatapannya tetap tertuju lurus ke arah Qiu Han. Ia memperhatikan setiap perubahan ekspresi pria itu. Keraguan yang muncul sebelum menjawab, sorot mata yang sempat bergoyang, hingga nada suara yang sedikit berbeda. Semuanya tertangkap jelas.

Perlahan senyum tipis kembali muncul di wajah Boqin Changing.

"Begitu ya..."

Ia menganggukkan kepala beberapa kali.

"Lalu?"

Qiu Han mengernyit.

"Lalu apa?"

Boqin Changing terkekeh pelan.

"Hehehe..."

"Reaksimu barusan... lebih dari cukup sebagai jawaban."

Seketika wajah Qiu Han berubah.

"Kau...!"

Boqin Changing mengangkat satu tangan, menghentikan ucapan lawannya.

"Baiklah. Kini giliranku memperkenalkan diri."

Ia berdiri tegak dengan kedua tangan berada di belakang punggungnya. Tatapannya tenang.

"Namaku... Boqin Changing."

Ia berhenti sejenak. Kemudian senyum di wajahnya perlahan melebar.

"Orang-orang juga mengenalku dengan satu julukan."

"...Dewa Kematian."

Suasana langsung sunyi. Qiu Han yang semula masih menyimpan amarah mendadak membeku. Matanya membelalak lebar.

"Apa...? Boqin... Changing?"

Untuk beberapa saat ia benar-benar tidak mampu berkata apa-apa.

Nama itu bukan nama yang asing. Justru sebaliknya. Nama itu telah tersebar ke berbagai kekaisaran dalam beberapa bulan terakhir.

Pendekar terkuat Kekaisaran Qin. Monster yang dikabarkan mampu membantai para ahli beladiri dengan mudah. Pria itu terkenal dan dijuluki Dewa Kematian.

Namun tatapannya kembali menelusuri sosok pemuda di depannya. Wajah yang masih begitu muda. Penampilan yang bahkan terlihat seperti seorang murid biasa.

Di benaknya, sosok yang menyandang nama sebesar itu seharusnya adalah seorang pria paruh baya atau setidaknya seorang pendekar senior dengan aura yang agung. Bukan pemuda yang usianya bahkan belum terlihat mencapai dua puluh tahun.

Qiu Han menggeleng pelan.

"Tidak... Ini tidak mungkin."

"Mustahil."

Boqin Changing hanya tersenyum santai.

"Percaya atau tidak... itu urusanmu."

Ia lalu melangkah perlahan ke depan.

"Kau tadi berkata... aku hanya menghindar."

Ia menganggukkan kepala pelan.

"Baiklah. Kali ini... aku yang akan menyerang."

Seketika aura di sekitar Boqin Changing berubah. Bukan ledakan aura melainkan sesuatu yang jauh lebih aneh.

Swusss...

Dari balik lengan jubahnya, helai demi helai benang putih mulai keluar. Mula-mula hanya beberapa. Lalu puluhan, ratusan. Dalam hitungan napas, ribuan benang telah memenuhi udara di sekeliling tubuhnya.

Pemandangan itu membuat mata Qiu Han membelalak.

"Itu...!"

Namun perubahan belum berhenti. Benang-benang putih tersebut perlahan berubah warna. Putih pucat menjadi kelabu lalu menjadi hitam pekat.

Warnanya begitu gelap hingga seolah mampu menyerap cahaya di sekitarnya. Jumlahnya pun terus bertambah, memenuhi sekitarnya seperti lautan benang hitam yang bergelombang.

Boqin Changing menatap lurus ke arah Qiu Han. Senyumnya tetap tenang.

"Jangan berpikir... kau satu-satunya orang yang menguasai elemen logam."

1
Raju
hadeeeeech.....
ta apalah !!
biar alurnya lambat asal selamat
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Mantap 👍👍
Nanik S
Baru kejutan si Tuan muda menyerah 👍👍👍
Nanik S
Wkwkwkwkwk Tuan besar kalah sama Boqin Feng...🤣🤣🤣🤣
yayat
diracunin ayahnya untuk mancing n dpt ijin dr ibunya boqin ga berkutik
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
hehehehe ayoooo mancing mania 👍🤣
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Hiburan 🌽🔥
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Wu Xing tepat untuk tetap diSekte, karena dia Ketua Sekte yang ikut Boqin Changing ke Kaisaran Qin. selain menjaga Sekte bisa juga melatih orang diSekte.
Zainal Arifin
libur ???
Joedhi Ghenitz
sangat bagus, keren
Akhmad Baihaki
🤭🤭🤭🤭🤭
Blue Manusia Biasa
kacian Wu Xing🤣🤣
Nurhasnah Yolanda
mana kelanjutanya
bogel
top markotop
A 170 RI
menjaga kedua orang tuaku🤣🤣🤭
Xiao Shuxiang
VOTE MELUNCUR
Mamat Stone
/Shhh/
Mamat Stone
/Bye-Bye/
Mamat Stone
/Casual/
Mamat Stone
/CoolGuy/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!