Dominic Kazarov.
Seorang pria tampan, dingin, dan berbahaya. Pemimpin kelompok mafia paling ditakuti, sekaligus pemilik perusahaan raksasa DK Company. Semua orang mengenalnya sebagai monster yang tak memiliki belas kasihan.
Namun semuanya berubah setelah pertemuan keduanya dengan seorang gadis muda yang pernah menolongnya saat ia terluka.
Awalnya hanya rasa penasaran. Lalu berubah menjadi ketertarikan. Hingga perlahan menjelma menjadi obsesi yang memabukkan.
Dominic tidak hanya menginginkan gadis itu berada di sisinya.
Ia menginginkan senyumnya, waktunya, hidupnya... bahkan kebebasannya. Dominic memilih cara yang paling kejam untuk mendapatkannya. Sebuah ancaman berdarah ia berikan dengan melukai salah satu teman gadis itu, memaksa sang gadis untuk menyerahkan dirinya kepada pria yang tak ia kenal.
terjebak dalam dunia mafia yang gelap dan berbahaya, sang gadis harus memilih.
Melawan pria yang terobsesi padanya atau menyerah pada cinta seorang monster kejam itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kiandra_Reinn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
wanitaku
"Nah sudah sampai, ayo turun" Ucap naya sambil turun dari motor.
"Nay,lo yakin?" Beri Sedikit ragu melihat tempatnya, warung ini bahkan lebih kecil dari perkiraan nya. Tempat nya memang terlihat sedikit lebih bersih tapi entah kenapa dia merasa ragu.
"Gue yakin bara, ayo buruan" Naya kembali mendorong tubuh bara masuk ke dalam warung.
"Pak seperti biasa, tapi dua porsi" Naya memesan makanan yang biasa dia makan, itu adalah sate kambing dengan bumbu kacang.
"Siap neng" Tidak lama pesanan mereka siap.
"Alah,Eleh-eleh meni ganteng pisan euy.pacar neng naya,ya? "
Naya terkekeh mendengarnya "dia memang ganteng pak namanya bara, tapi dia bukan pacar saya pak, cuman temen kok"
"Oh kirain atuh, mari dimakan satenya"
"Terima kasih pak"
"Sami-sami neng"
"Ayo dimakan, ini sate kambing paling enak yang pernah gue coba, lo pasti suka."
Bara awalnya ragu melihat bagaimana tempat ini ,dan ini adalah pertama kalinya bara makan di warung kecil seperti ini.
"Cobain dulu" Nayara menyodorkan satu tusuk sate kambing ke depan mulut pemuda itu.
Bara membuka mulutnya perlahan,mulai menggigit potongan kecil sate kambing tersebut.saat pertama menggigitnya, wajah bara terlihat aneh. namun ketika dia mulai mengunyah sate kambing dengan dipadukan bumbu kacang tersebut,membuatnya terkejut dengan rasanya, bara kembali mengambil satu tusuk lagi karena penasaran.merasa makanan ini sangat enak,ia kembali menyantapnya hingga habis.
Melihat bara yang begitu lahap memakan sate kambing tersebut, membuat nayara tertawa.
"Laper apa doyan pak?” Tanya naya sambil tertawa kecil.
"Naya,gue nggak tau kalau makanan seenak ini bisa ada disini, ini sih kalau dijual di restoran bintang lima gue yakin pasti bakal banyak yang suka"
"Kan apa gue bilang, lo pasti suka"
Bara mengangguk membenarkan ucapan kyna.
"Pak tambah satu porsi lagi ya"
Nayara kembali tertawa,ternyata seorang bara bisa juga menyukai makanan pinggir jalan.
Setelah selesai makan,bara mengajak naya berkeliling sebentar, tepat pukul satu siang mereka akhirnya kembali ke rumah naya. Gadis itu turun dari motor lalu menyerahkan helm ke tangan bara.
"Makasih ya udah bawa gue jalan-jalan dan terima kasih untuk makanan tadi"
"Gue yang harusnya bilang Terima kasih, karena lo udah mau nemenin gue, oh ya malam nanti keluar lagi mau nggak? Kita keliling kota"
"Um..keknya gue nggak bisa deh, gue ada urusan malam nanti"
"Urusan apa? "
"Ada deh, intinya gue nggak bisa. Maaf ya, lain kali aja ya"
Bara hanya bisa mengangguk pasrah, ia tak mungkin memaksa naya untuk memberitahu apa yang dilakukan gadis itu.
"Oke,gue ngerti. Kalau gitu gue pulang dulu,Bye" Bara kembali memasang helm fullface nya dan pergi dari sana.
Naya melambaikan tangannya, dia masuk kedalam rumah dan merebahkan tubuhnya ke kasur.hari ini cukup melelahkan,jadi ia butuh waktu sebentar untuk tidur sebelum nanti malam menyelesaikan urusannya.
****
"Tuan" Victor menunduk kecil
"nona naya baru saja pulang setelah tadi pergi bersama teman laki-lakinya kemarin" Victor memberitahu tuannya tentang kegiatan nayara hari ini,informasi itu tentu ia dapat dari pengawal bayangan yang berada di sekitar rumah gadis itu.
Urat leher menonjol, terdengar suara gemeretak gigi dari mulutnya.
"Brengsek! Berani beraninya dia mendekati wanitaku" Dominic murka, ia sudah menganggap kalau naya adalah wanitanya, ia sudah meyakinkan dirinya, kalau dia mulai menaruh perasaan pada gadis itu dan bersumpah akan membuat nayara menjadi miliknya.
"Lalu apa perintah selanjutnya,tuan"
"Tetap awasi, besok aku sendiri yang akan menangkapnya" Dominic berjalan menuju balkon, berdiri didepan pembatas. Rahangnya mengeras, tangannya mengepal kuat hingga buku buku jarinya memutih, seolah menahan amarah yang siap meledak.
Hening.
"Nikmatilah hari terakhirmu ,sayang! Karena besok, aku akan membuatmu menjadi milikku sepenuhnya dan aku akan mengikatmu dengan cara yang tidak pernah kau bayangkan" Ia Melipat kedua tangannya,amarah nya mulai mereda tergantikan dengan seringai mengerikan yang terukir di wajah tampannya.
"kau milikku, dan selamanya akan selalu menjadi milikku. Aku akan membuatmu tahu siapa orang yang berhak atas hidupmu,nafasmu bahkan nyawa mu sekalipun."