NovelToon NovelToon
Luka Chelsea

Luka Chelsea

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta
Popularitas:29k
Nilai: 5
Nama Author: mama reni

Sejak bayi, Chelsea tumbuh dalam pelukan keluarga yang memberinya cinta tanpa batas.

Tanpa sadar ... Chelsea mencintai satu orang yang tak seharusnya ia cintai. Sampai sebuah rahasia menghancurkan semuanya.

Sayangnya, orang yang paling ia cintai memilih untuk mempercayai kebohongan. Chelsea pergi dengan hati yang hancur dan berjanji untuk kembali sebagai kebanggaan keluarga.

Dia bangkit dan membuktikan bahwa dirinya mampu berdiri sendiri. Saat semua kebenaran terungkap
El baru sadar bahwa dia telah kehilangan seseorang yang selalu mencintainya.

Namun di saat yang sama, seseorang datang membawa cinta yang selama ini diam-diam ia simpan, Al. Akankah Chelsea membuka hatinya kembali? Atau memilih meninggalkan semua luka di masa lalu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Dua Puluh Lima

Pria itu menyandarkan punggungnya ke kursi. Sorot matanya tetap tenang, tetapi senyum tipis di bibirnya belum juga menghilang.

"Jadi kamu membayangkan yang akan menjadi atasanmu adalah pria tua dan garang?"

Chelsea langsung menggeleng secepat mungkin. "Nggak ... eh, iya ... maksud saya bukan begitu. Aduh ...."

Ia menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan. "Maaf, Pak. Hari pertama saya sudah bikin malu diri sendiri."

Rina yang berdiri di sampingnya menggigit bibir agar tidak tertawa.

Pria itu justru menghela napas pelan. "Tenang."

Chelsea perlahan menurunkan tangannya.

"Saya belum pernah memecat orang karena mengira saya tua."

Rina akhirnya tidak sanggup lagi menahan tawa.

Chelsea ikut tertawa kaku. "Syukurlah ...."

Pria itu berdiri dari kursinya. Tubuhnya tinggi dengan pembawaan yang tenang. Ia berjalan mendekati Chelsea lalu mengulurkan tangan.

"Saya Noah."

Chelsea buru-buru menyambut uluran tangan itu. "C-Chelsea, Pak."

"Saya tahu."

Chelsea kembali salah tingkah. "Iya juga ya ...."

Rina sampai memegang perutnya karena menahan tawa.

Noah menatap Rina. "Sepertinya kamu sengaja membawa sekretaris yang lucu."

"Bukan saya yang lucu, Pak." Chelsea langsung menyela. "Saya cuma panik."

"Itu tadi namanya lucu."

Chelsea kembali menepuk dahinya pelan. "Hari pertama sudah habis harga diri saya."

Ruangan kembali dipenuhi tawa. Setelah suasana mencair, Noah kembali duduk. "Chelsea."

"Iya, Pak."

"Duduk."

Chelsea buru-buru duduk.

"Sebagai sekretaris, tugasmu cukup sederhana."

Chelsea mengangguk penuh semangat. "Saya siap apapun tugas yang Bapak berikan."

"Pertama mengatur jadwal saya."

"Siap, Pak."

"Mengingatkan rapat."

"Baik, Pak."

"Menjawab telepon."

"Iya, Pak."

"Menyeduhkan kopi kalau saya minta."

Chelsea langsung mengangguk. "Siap, Pak."

Noah mengangkat sebelah alis. "Bisa membuat kopi?"

Chelsea terdiam. Sepertinya gadis itu berpikir untuk menjawab pertanyaan sang atasan.

Rina menoleh. "Chelsea?"

Chelsea tersenyum kecil. "Kalau kopi saset bisa ...."

Rina kembali tertawa.

Noah mengusap pelipisnya. "Minimal tidak bikin dapur meledak?"

Chelsea mengangguk mantap. "Itu saya jamin."

"Oke."

Beberapa menit kemudian, meja kerja Chelsea sudah selesai disiapkan. Letak mejanya tepat di depan meja kerja CEO.

Chelsea memandang meja barunya. "Mulai sekarang ini markasku."

Ia mengusap pelan permukaan meja. Chelsea berjalan keluar untuk mengambil segelas air putih.

Tak lama seorang pria berkacamata menghampiri. "Halo."

Chelsea berdiri. "Halo." Gadis itu membalas sapaan Dion.

"Saya Dion."

"Chelsea."

"Saya di Divisi keuangan."

Chelsea tersenyum. "Salam kenal."

Dion tersenyum jahil. "Hati-hati ya."

Chelsea langsung tegang. "Kenapa?"

"Bos kalau marah ...."

Chelsea menelan ludah. Menunggu ucapan selanjutnya dari Dion.

"Dia ...."

Chelsea semakin mendekat. Penasaran dengan apa yang akan dikatakan Dion.

"Sangat tampan," ucap Dion.

Chelsea berkedip. "Hah, apa maksudnya?"

Dion tertawa. "Serius, Pak Bos kalau marah makin terlihat tampan. Sampai orang lupa dimarahin."

Chelsea menghela napas panjang.."Kak ...."

"Iya?"

"Jangan bikin jantung saya copot."

Mereka sama-sama tertawa. Tak lama muncul seorang wanita membawa map.

"Hai."

"Halo," balas Chelsea.

"Aku Siska."

"Chelsea." Gadis itu berucap sambil mengulurkan tangannya.

Siska langsung memegang kedua tangan Chelsea. "Syukurlah."

Chelsea bingung. "Kenapa?"

"Akhirnya ada perempuan seusia aku di lantai ini."

Chelsea tertawa.."Memangnya selama ini tak ada?"

"Isinya bapak-bapak semua."

Dari kejauhan terdengar protes. "Kami masih muda!"

Siska langsung menjawab. "Iya ... muda jiwanya saja!"

Seketika satu ruangan tertawa. Chelsea mulai merasa nyaman. Sekitar pukul sembilan Noah, sang atasan meminta Chelsea mendekati meja kerjanya.

"Ada apa Pak."

"Duduk."

Chelsea duduk. Noah mulai mendikte beberapa jadwal. Chelsea menulis dengan serius.

"Jam sepuluh besok meeting," ucap Noah. Chelsea menulis.

"Jam sebelas tanda tangan kontrak," ucap Noah selanjutnya. Gadis itu kembali menulis.

"Jam satu makan siang."

Chelsea spontan berkata, ."Jangan lupa sayurnya, Pak."

Noah berhenti bicara. Chelsea membeku. Tersadar dengan ucapannya tadi.

Astaga ... Kenapa aku ngomong begitu?

Noah menatapnya beberapa detik, lalu berkata dengan singkat, "Apa?"

Chelsea langsung panik. "Maaf, Pak. Saya cuma becanda ...."

"Maksud saya ... Saya kebiasaan mengingatkan Dad makan sayur."

Noah tersenyum kecil. "Baiklah, saya paham."

Chelsea berkedip. "Terima kasih atas pengertiannya, Pak."

"Nanti saya makan sayur. Ucapanmu benar. Aku harus banyak makan sayur."

Chelsea malah semakin malu. "Iya, Pak."

Menjelang siang. Noah bermaksud keluar dari ruangannya. Sebelum itu, ia menemui Chelsea.

"Chelsea."

"Iya, Pak ?"

"Aku mau makan siang."

Chelsea langsung berdiri. "Baik Pak."

Noah mengernyit. "Kamu ikut."

Chelsea menunjuk dirinya sendiri. "Saya?"

"Iya." Chelsea langsung panik.

"Pak ... Tapi saya bawa bekal."

"Tidak apa, buat nanti saja. Sekarang temani saya."

"Tapi ...."

"Tidak ada tapi-tapia, Chelsea. Kamu itu sekretaris saya. Kemana saya pergi, selama jam kerja kamu harus ikut."

"Baik, Pak."

Mereka keluar ruangan, berjalan menuju ke kantin perusahaan. Begitu Noah muncul, hampir semua karyawan langsung memberi salam.

"Siang, Pak."

"Siang."

Chelsea berjalan di belakang sambil menunduk. Ia masih belum terbiasa dengan suasana seperti saat ini.

Noah mengambil makanan dan diikuti Chelsea. Saat mengambil makanan, Chelsea memilih nasi, ayam, dan banyak sayur.

Noah melirik. "Kamu memang suka sayur?"

Chelsea mengangguk. "Iya, Pak."

"Pantas tadi mengingatkan saya."

Lima detik kemudian, Noah kembali ke meja prasmanan.

Chelsea heran. "Pak?"

Noah mengambil satu sendok brokoli. "Saya mau menurut apa yang sekretaris saya katakan."

Chelsea langsung tertawa sampai bahunya berguncang. Beberapa karyawan yang melihat hanya saling pandang.

"Bos lagi bercanda?"

"Iya."

"Keajaiban, biasanya kaku," ucap salah seorang karyawan.

Sore harinya Chelsea mulai belajar mengatur jadwal, menyusun dokumen, dan menerima tamu. Beberapa kali ia masih gugup. Bahkan sempat salah mengetik.

Tak terasa jam menunjukkan pukul lima sore. Sebagian besar karyawan mulai bersiap pulang. Chelsea merapikan meja kerjanya dengan hati-hati.

Ia memandang kartu identitas yang tergantung di lehernya. "Hari pertama ...." Ia tersenyum. "Aku berhasil."

Noah yang memperhatikan Chelsea dari tadi memanggil namanya. "Chelsea."

"Iya, Pak."

"Hari pertama bagaimana?"

Chelsea tersenyum lebar. "Menyenangkan."

"Masih mengira saya tua?"

Chelsea langsung tertawa malu. "Nggak lagi, Pak."

"Bagus."

Noah menatapnya dan berkata, "Besok jangan terlalu gugup."

Chelsea mengangguk mantap. "Siap, Pak."

"Dan ...."

"Iya, Pak?"

"Terima kasih sudah mengingatkan saya makan sayur."

Chelsea sampai menahan tawa karena teringat kelancangannya tadi, "Sama-sama, Pak."

"Besok jangan lupa diingatkan lagi."

Chelsea memberi hormat kecil sambil tersenyum jahil. "Siap laksanakan."

Noah menggeleng pelan sambil tersenyum tipis. "Selamat pulang, Chelsea."

"Selamat sore, Pak."

Chelsea melangkah keluar dari gedung perusahaan dengan hati yang jauh lebih ringan. Langit mulai berubah jingga. Angin sore berembus lembut menerpa wajahnya. Ia menghela napas panjang, lalu tersenyum sendiri.

"Hari pertama ternyata nggak semenakutkan yang kubayangkan."

Ia menatap gedung tinggi di belakangnya sekali lagi. "Semoga besok ... aku nggak bikin malu lagi."

Baru saja selesai berkata begitu, ia teringat kalimatnya pagi tadi. "Saya kira Bapak pria tua."

Chelsea langsung menepuk dahinya sendiri. "Ya ampun ...."

Wajahnya kembali memerah. "Besok semoga aku bisa jadi sekretaris yang normal, tidak melakukan kesalahan kecil yang memalukan."

Dengan langkah ringan dan senyum yang tak lagi dipaksakan, Chelsea berjalan menuju halte, siap menyambut hari-hari baru yang perlahan mulai mengubah hidupnya.

1
Manis
di sinopsis orang barunya Al,
tapi sama Noah jg gak papa🤭
Patrick Khan
celsi noah cie cie💃💃💃
vj'z tri
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ Farhan sial betul nasib lu dapet istri sama anak tiri modelan beginian ... emak nya chelsea gak gini amat bro /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
vj'z tri
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ kata keramat sudah di keluarkan siap siap langsung berubah pikiran
vj'z tri
/CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy/ Daddy beraksi
vj'z tri
wokeh tangan kanan Dady beraksi /CoolGuy//CoolGuy/
Ida Nur Hidayati
ibu sama anak ternyata sama saja.
semoga Arsaka lebih ngek dengan tujuan mereka
ken darsihk
Yah ternyata mama sama anak sebelas dua belas sami mawon , sama 2 brengsekkkk 😠😠😠
guest1053527528
wadduuh mama dan anak sama Doong gawat ini Thor lanjut thor
Nandi Ni
oooohh..ternyata mama Dina seorang pemain rupanya,dia ngeh kalau ini sebuah jebakan.
Rarik Srihastuty
Farhan kenapa kamu selalu salah memilih istri setelah pisah dari Hana...
Enny Suhartini
Bagus Arsaka👍
Lela Angraini
peeehhh mau main" sama arsaka ya. ooohhh tidak bisa fulgosooooooooo,,kamu blm tahu saja si arsaka. sekali jentik habis kamu
Teh Yen
ank sama ibu sama" matre ternyata ,,kenapa.sih Farhan kurang beruntung yah dapet istri baik dulu kamu buang Hana yg tulus mencintaimu d sia sia kan,,.dapet Chika yg mencintaimu tanpa batas .... skrng malah dapet istri yah yg begitu huuh
Oma Gavin
dina kepedean banget rencananya berhasil sebelum saatnya tiba el sudah tau duluan kebohongan zoya dan berbalik membenci zoya
Patrick Khan
ow tidak bisa skenario bukan di emak km zoya..tp di tangan mam othor😏😏
Mama Reni: 🤣🤣🤣🫣🫣🫣
total 1 replies
Eka ELissa
gila ni anak emak sama 2 gak tau diri......
Eka ELissa
TPI jgn lupa kbusukn yg di simpan lama 2 juga bkln kbongkar juga .....🫣🫣🫣🫣
Eka ELissa
Farhan......kmu slalu pilih orang yang slah....udh ilang Hana ktmu Chika yg yaa... lumayan udh mau tobat kmu buang eh....nmu lagi gundik baru...yg sama GK bner juga ..🤣🤣🤣🤣ksian bgt kmu Farhan 🤣🤣🫣
Apriyanti
dasar emak SM anak SM nya,, lanjut thor 🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!