NovelToon NovelToon
Maaf.. Kukira Ini Taksi

Maaf.. Kukira Ini Taksi

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta
Popularitas:11.7k
Nilai: 5
Nama Author: arrasy

Di tengah guyuran hujan deras yang membasahi jalanan Jakarta, Rima masuk ke mobil mewah yang baru saja ia buka dengan tergesa-gesa. Wajahnya memancarkan kaget luar biasa. Mata terbelalak lebar, mulut terbuka melongo. Saat baru menyadari bahwa ia salah masuk kendaraan, bukan taksi yang sudah dipesannya. Pantulan di kaca spion memperlihatkan Andre yang duduk di kursi pengemudi dengan wajah dingin kaku, tatapan tajam tanpa senyum, seolah tak percaya ada kejadian seaneh ini. Butiran air menetes di kaca jendela dan bodi mobil hitam mengkilap, memperkuat suasana yang canggung sekaligus kocak di pertemuan pertama mereka. Kontras jelas antara ekspresi Rima yang panik lucu dan sikap Andre yang tenang kaku langsung menyiratkan kisah pertemuan tak terduga yang penuh kekacauan manis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon arrasy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4: Berkas yang Tertukar

Pagi itu, ruang arsip di lantai dua terasa sunyi dan sejuk. Rak-rak besi setinggi langit-langit berjejer rapi, dipenuhi kotak berlabel warna-warni yang berisi dokumen perusahaan selama lima tahun terakhir.

Rima duduk di tengah ruangan, dikelilingi tumpukan map berwarna biru dan kuning setinggi pinggang. Tugas pertamanya di tim khusus.

Menyusun ulang arsip proyek lama agar sesuai dengan sistem pengkodean baru yang ditetapkan Pak Andre.

"Baiklah Rima, jangan salah nomor, jangan tertukar tahun, jangan sampai ada halaman yang hilang," gumamnya pelan sambil memegang pulpen dan buku catatan kecil.

Ia sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak melakukan kesalahan sedikit pun hari ini. "Kalau selesai rapi, Pak Andre pasti nggak akan marah. Pasti."

Ia bekerja dengan tekun. Setiap map dibuka, jumlah halaman dihitung satu per satu, lalu dicatat nomornya sebelum dimasukkan ke kotak yang tepat.

Saking fokusnya menghitung, Rima lupa waktu. Keringat dingin menetes di pelipisnya, dan karena tangannya terasa pegal, ia mengambil buku sketsa kecil yang selalu ia bawa.

Tempatnya mencoret-coret ide atau sekadar membuat gambar sederhana saat istirahat. Lalu meletakkannya di tumpukan map kosong di sebelahnya.

Saat sedang memeriksa laporan keuangan proyek tahun lalu, ia teringat ide gambar kucing yang lucu yang baru saja terlintas di pikirannya.

Dengan gerakan cepat, ia menyobek satu lembar kertas dari buku sketsa, menggambar kucing berbulu tebal dengan kacamata baca yang sedang memegang kalkulator, lalu tersenyum puas.

"Lucu banget," bisiknya sendiri sambil menaruh kertas gambar itu di samping tumpukan berkas yang sudah selesai diperiksa. "Cocok buat logo proyek kedepan kali ya?"

Tanpa sadar, saat ia mengangkat tumpukan berkas untuk diserahkan ke meja administrasi, kertas gambar itu ikut terselip di antara lembaran laporan keuangan setebal lima puluh halaman.

Rima tidak menyadarinya sama sekali. Ia menyerahkan tumpukan itu pada petugas administrasi, lalu kembali melanjutkan tugasnya dengan perasaan lega.

Siang harinya, di ruangan kerja lantai atas, suasana hening seketika. Andre sedang duduk di meja kerjanya, menatap layar komputer dengan serius.

Di sebelahnya ada tumpukan berkas laporan yang baru saja dikirim dari bagian arsip. Ia mengambil laporan keuangan itu, membuka halaman pertama, dan mulai membaca satu per satu dengan teliti.

Namun saat sampai di halaman ketiga puluh, matanya berhenti berkedip.

Di antara lembaran tabel angka dan grafik keuangan yang serius, terselip selembar kertas gambar kasar.

Di sana tergambar seekor kucing gemuk dengan kacamata, sedang duduk di atas tumpukan uang kertas sambil memegang kalkulator.

Andre menatap gambar itu lama sekali. Dahinya berkerut samar. Ia membalikkan kertas itu, tidak ada tulisan nama, hanya coretan warna biru dan hitam.

"Dino!" panggilnya dengan suara tenang namun tegas.

Tak lama kemudian pintu terbuka. "Ada yang bisa saya bantu, Pak?"

Andre menyodorkan kertas gambar itu. "Cari tahu siapa yang mengerjakan penyusunan arsip laporan ini. Dan panggil staf administrasi ke sini."

"Baik Pak."

Beberapa menit kemudian, Bu Tia datang bersama Rima yang dipanggil karena namanya tercatat sebagai yang terakhir memegang berkas tersebut.

Rima berjalan dengan langkah gemetar, tangannya meremas ujung seragam. Jantungnya berdegup kencang seolah mau meledak.

Kenapa dipanggil ke ruangan Pak Andre? Padahal tadi pagi aku sudah berusaha hati-hati banget!

"Silakan masuk," ucap Dino pelan sambil menahan senyum melihat wajah pucat Rima.

Rima melangkah masuk dengan hati-hati. Ruangan itu sangat luas, sangat rapi, dan berbau wangi buku serta kopi hitam.

Andre duduk tegak di kursi besarnya, tatapannya tajam menatap kertas di atas meja.

"Siapa yang bertugas menyusun arsip laporan keuangan proyek Q2 tahun lalu?" tanyanya tanpa melihat ke arah mereka.

"Saya, Pak," jawab Rima pelan sambil menunduk dalam.

Andre mengangkat kertas gambar itu dan menunjuknya dengan ujung pulpen. "Lalu siapa yang taruh gambar kucing ini di tengah laporan keuangan resmi perusahaan?"

Wajah Rima seketika berubah merah padam. Rima sangat terkejut. Ia mengenali gambar itu. Kucing gemuk dengan kacamata buatannya tadi pagi! Ia bingung bagaimana bisa kertas itu sampai di sana.

"Saya... saya yang buat gambar itu Pak," akuinya dengan suara gemetar, lalu mulai berbicara panjang lebar tanpa sadar.

"Tapi saya nggak sengaja Pak! Tadi pagi saya sedang menghitung halaman, mata saya capek, jadi saya gambar sebentar buat melepas lelah.''

''Saya taruh di meja sebelah, saya pikir sudah saya simpan lagi di buku sketsa. Saya nggak tahu kok bisa ikut masuk ke dalam berkas laporan.''

''Maaf banget Pak, saya nggak bermaksud bercanda di dokumen resmi, saya cuma terbiasa coret-coret kalau sedang berpikir, dan tangan saya kadang bergerak sendiri sebelum otak saya bilang berhenti..."

Rima berhenti sebentar untuk menarik napas, lalu kembali menjelaskan dengan antusias berlebihan karena gugup.

"Sebenarnya gambar ini saya buat karena tadi saya lihat grafik keuangannya banyak angka kecil, jadi saya bayangkan ada kucing yang sedang menghitung uang dengan teliti supaya nggak salah hitung Pak! Maksudnya bagus kok Pak, biar pekerjaannya teliti kayak kucing yang sabar mengintai sarang tikus..."

Baru setelah itu ia sadar sudah bicara terlalu banyak. Mulutnya tertutup tangan, matanya melotot kaget. "Aduh... maaf Pak! Saya ngomong sembarangan lagi..."

Bu Tia di sebelahnya menunduk menahan tawa, sementara Dino yang berdiri di dekat pintu hampir saja tertawa keras.

Andre menatap Rima tanpa berkedip. Tidak ada kemarahan yang meledak-ledak, tidak ada teriakan. Hanya diam yang cukup lama, membuat suasana ruangan makin canggung.

"Kamu pikir dokumen perusahaan ini buku catatan pribadimu?" tanyanya akhirnya dengan nada datar dan dingin. "Kamu pikir ini tempat untuk meletakkan coretan sembarangan?"

"Bukan Pak! Saya minta maaf sekali lagi," Rima membungkuk dalam-dalam. "Saya janji tidak akan mengulanginya lagi."

"Di sini, ketelitian adalah hal utama," ucap Andre sambil menaruh gambar itu di sudut meja.

"Satu lembar kertas yang tidak pada tempatnya bisa membingungkan tim audit. Bukan soal lucu atau tidak, bukan soal maksud baik atau tidak. Ini soal tanggung jawab."

Ia menatap Rima tajam. "Karena kesalahan ini, kamu harus menyusun ulang seluruh arsip tahun lalu dari awal.''

''Periksa satu per satu, pastikan urutannya benar, tidak ada yang tertukar, tidak ada yang terselip barang lain. Kerjakan di ruang arsip sampai selesai."

Rima terkejut sebentar, tapi segera mengangguk patuh. "Siap Pak. Saya kerjakan sekarang juga."

"Dan satu lagi," tambah Andre singkat. "Simpan buku sketsamu di tas. Jangan dibawa ke meja kerja saat sedang mengurus dokumen penting."

"Baik Pak! Terima kasih sudah memberi tahu," jawab Rima sopan, lalu berjalan mundur perlahan sebelum berbalik keluar ruangan.

Setelah pintu tertutup, Dino akhirnya tidak tahan lagi. "Pak, kucingnya lucu lho Pak. Kelihatannya teliti sekali."

Andre melirik gambar itu sekilas, lalu tersenyum tipis yang hampir tak terlihat. "Anak itu punya imajinasi berlebihan. Harus dilatih fokus dulu."

Sementara itu, Rima kembali ke ruang arsip dengan semangat yang tak surut. Meski harus mengerjakan ulang, ia justru merasa lega karena tidak dimarahi dengan keras.

"Oke Rima, mulai sekarang fokus!" ucapnya sambil merapikan tumpukan berkas. "Nggak ada gambar kucing dulu. Nanti kalau sudah selesai semua, baru boleh menggambar lagi. Semangat!"

Ia mulai menyusun ulang berkas dengan lebih teliti, sesekali bergumam sendiri sambil menghitung halaman, berjanji dalam hati untuk tidak lagi membiarkan coretan kecilnya mengganggu pekerjaan serius.

1
🌺⃟ SasMaya
dihhh pak dino ngintipin ya.. 😂
🌺⃟ SasMaya
ckckck... Andre sudah tidak tertolong .. udah terpesona akut dia
🌺⃟ SasMaya
ya .. iya pak, sendirian.. emng kamu mau temenin ... udah makin bucin ya, Andre
🌺⃟ SasMaya
modus doank kah ini Andre 🤭
Europa.
selotip penutup itu dalam kata medis namanya plester gulung ya kak/Slight//Slight/
Europa.
jangan ditutup woi. jadi tambah nyama—ehm—pengap disini suasananya 😡😡
𝓘𝓷𝓭𝓪𝓱 𝓻𝓪𝓶𝓪𝓭𝓱𝓪𝓷𝓲
Dino begitu peka ya
Europa.
cuma segores luka, eh atasan malah nyuruh ambil sekotak²nya. woo atasan sableng 😡😡😡
Europa.
woy. lu ngintilin gue ya? dimana² ada elu, Ndre😂😂
Europa.
bentar. jendela diperbaiki... bukannya malah di bongkar ya bingkainya? kok ini malah pengap thor?🤔
🔵 🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
meleleh aku bang
🔵 🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
jelas lah pak
🔵 🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
malah jujur gimana sih pak🤣🤣🤣
🔵 🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
aku kok puas banget ya. jahat enggak sih aku🤣🤣
🔵 🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
bagus lah Rima, cukup aku saja yang patah hati 🤧
🔵 🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
Rimaaa🤧🤧🤧🤧
🔵 🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
hu hu hu aku patah hati tor🤧🤧🤧
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy: 😄😄 jangaaan
total 1 replies
🔵 🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
wah berpotensi tinggi jadi antagonis ini🤭🤭🤭
RahmaYesi
Akhirnya bisa melihat pasangan ini date di Malioboro. Langgeng ya kalian sampai nikah 🥰
Alia Chans
Walaupun Rima ceroboh, jiwa Hero nya gk main" ya🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!