NovelToon NovelToon
Ranjang Panas Preman Kampus

Ranjang Panas Preman Kampus

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Bad Boy
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: El khiyori

Bara Adikara, tumbuh dengan kebencian setelah perselingkuhan ayahnya. Ibunya meninggal dan hidupnya hancur. Ia akan terus disiksa jika tak mau menurut pada peraturan sang ayah. Begitu dewasa, Bara pun menjelma menjadi sosok yang keras dan dingin. Ia berpura-pura menjadi pecundang bodoh yang tak peduli pada semuanya. Tanpa seorangpun tahu kalau sebenarnya Bara sedang merencanakan sebuah balas dendam. Ia akan merebut semua milik ibunya, rumah dan perusahaan. Selain itu, ia juga akan menghancurkan wanita yang sudah membuat keluarganya hancur, dengan memanfaatkan anaknya. Andrea Willona, gadis itu akan Bara hancurkan, tapi disaat hati mulai ikut campur, benarkah semua akan tetap pada alurnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon El khiyori, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

Mobil sport hitam milik Bara membelah jalanan kota dengan kecepatan tinggi, raungan mesinnya memecah kebisingan lalu lintas saat ia menyalip kendaraan lain secara agresif. Pandangannya lurus dan tajam ke depan. Fokusnya telah beralih seutuhnya, dari seorang pria yang baru saja memberikan kelembutan manis pada Andrea, menjadi sosok dingin yang siap menghancurkan siapa saja yang menghalangi jalannya.

Hanya butuh waktu lima belas menit bagi Bara untuk sampai di basecamp privatnya. Tanpa mematikan mesin mobil sepenuhnya, ia melompat keluar, mendobrak pintu utama, dan melangkah lebar menuju ruangan server rahasia di bagian belakang gedung.

Di dalam ruangan yang remang oleh pendar cahaya biru dari puluhan layar monitor, atmosfer terasa begitu mencekam. Mike berdiri mengepalkan tangan dengan peluh membasahi dahi, sementara dua teknisi kepercayaan mereka dan juga Angel tampak mengetik panik di atas papan ketik.

"Bagaimana statusnya?!" seru Bara dengan suara rendah yang mengintimidasi, melepas jaket kulitnya dan melemparkannya sembarangan ke sofa.

"Kritis, Bar!" seru Mike seraya menunjuk layar utama yang menampilkan grafik batang berwarna merah yang terus melonjak naik. "Tim ITE bentukan Papa kamu bukan sembarangan. Mereka pakai sistem tracing tingkat tinggi. Garis pelacakannya tinggal dua node lagi untuk menembus firewall utama kita dan mengidentifikasi IP server di ruangan ini!"

Bara melangkah mendekat, matanya memindai ribuan baris kode yang berjalan cepat di layar dengan kecerdasan yang luar biasa. Rahangnya mengeras rapat. Tanpa membuang waktu satu detik pun, Bara mendorong salah satu teknisi dari kursinya dan mengambil alih papan ketik secara langsung.

Jemari kokoh Bara bergerak di atas keyboard dengan cepat. Suara ketukan tombol yang konstan dan ritmis menggema memenuhi ruangan, menciptakan irama yang menegangkan.

"Mereka pikir mereka bisa menjebakku dengan honeypot murahan ini?" desis Bara dingin, sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman miring yang meremehkan.

Dengan manuver yang sangat cerdik, Bara tidak mencoba menghentikan atau memblokir serangan tim ITE ayahnya secara langsung. Ia tahu, memblokir serangan secara mendadak hanya akan mengonfirmasi bahwa ada aktivitas ilegal di server ini. Alih-alih bertahan, Bara melakukan serangan balik taktis (spoofing).

Ia mengidentifikasi protokol pelacak yang dikirim oleh tim ITE pusat, lalu dengan cepat menyuntikkan skrip loophole khusus buatan dirinya sendiri. Jemarinya terus menari tanpa henti, memetakan ulang lalu lintas data dan membelokkan sinyal pelacak tersebut secara real-time.

"Bar, apa yang kamu lakukan?! Pelacak mereka makin dekat!" teriak Mike dan Angel panik saat melihat persentase indikator pelacakan menyentuh angka 92%.

"Diam dan perhatikan," potong Bara tegas, suara dinginnya memancarkan kendali yang membuat semua orang di ruangan itu menahan napas.

Di detik-detik paling kritis saat indikator pelacakan menyentuh angka 98% dan tinggal selangkah lagi membuka lokasi fisik basecamp, Bara menekan tombol Enter dengan hantaman yang mantap.

CLICK!

Seketika itu juga, alur data di layar monitor berubah warna menjadi hijau secara drastis.

Bara berhasil mengecoh seluruh sistem keamanan dan tim ITE perusahaan ayahnya. Ia membelokkan sinyal pelacak tersebut dan memantulkannya ke ribuan IP ghost server palsu yang tersebar di luar negeri, sebelum akhirnya mengarahkan muatan sinyal berbahaya itu tepat ke server anak perusahaan saingan bisnis Pak Danu di Singapura.

Di layar utama, grafik merah pelacakan langsung runtuh dan menampilkan pesan TRACING DIVERTED & DESTROYED. IP LOCATION: SINGAPORE (DUMMY NODE).

Bara tidak berhenti sampai di situ. Untuk mengunci kemenangannya secara total, ia meluncurkan perintah self-encrypting worm yang menghapus seluruh jejak digital, log aktivitas, hingga riwayat perintah peretasan di server utama proyek tersebut, meninggalkan sistem ITE perusahaan ayahnya dalam keadaan blind spot alias buta total.

Keheningan melingkupi ruangan privat itu selama beberapa detik yang panjang, sebelum akhirnya Mike menghembuskan napas lega yang amat berat, hampir merosot di atas sofa.

"Gila ... kamu benar-benar gila, Bar," gumam Mike, menatap sahabatnya dengan tatapan takjub bercampur tidak percaya. "Tim ITE senior Papamu dibuat berputar-putar mengejar bayangan di Singapura."

Bara menyandarkan punggungnya di kursi putar, mengusap rahang tegasnya dengan santai. Aura tegang dan berbahaya yang tadinya melingkupi dirinya perlahan mengendur. Ia mengambil rokok dari saku celananya, menyulutnya, dan menyesapnya dalam-dalam sebelum menghembuskan asap tipis ke udara.

"Mereka terlalu mengandalkan teori formal. Mereka tidak tahu siapa lawan mereka yang sebenarnya," ujar Bara datar, sorot matanya kembali tajam dan tenang.

Rencana peretasan untuk menghancurkan proyek besar Selina dan ayahnya kini kembali aman di bawah kendalinya, tanpa ada satu orang pun yang mengetahui bahwa sang dalang berada tepat di dalam rumah mereka sendiri.

Namun, di tengah kemenangannya yang gemilang atas tim ITE perusahaan sang ayah, pikiran Bara tidak bertahan lama di ruangan server itu. Tatapannya bergeser pada layar ponsel di atas meja yang mendadak menyala, menampilkan sebuah pesan masuk dari nama yang sangat ia kenal:

[Kak Bara, aku sudah sampai di rumah dengan selamat. Terima kasih ya ... Kakak jangan lupa makan siang.]

Melihat pesan singkat dan tulus itu, senyuman miring yang dingin di wajah Bara perlahan memudar, digantikan oleh gurat kehangatan tipis yang tak disadari oleh Mike maupun orang-orang di ruangan tersebut. Sang predator handal yang baru saja memenangkan pertempuran teknologi tingkat tinggi itu kini mengusap layar ponselnya, siap kembali pada peran terbarunya. Menjadi pelindung bagi gadis yang tanpa sadar telah menguasai hatinya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!