NovelToon NovelToon
Labuhan Hati Sang Alpha

Labuhan Hati Sang Alpha

Status: tamat
Genre:Romansa Fantasi / Manusia Serigala / Ruang Ajaib / Tamat
Popularitas:109.6k
Nilai: 5
Nama Author: hofi03

"Jangan tertipu dengan kelembutan kelopak bunga, karena di balik keindahannya ada duri yang bisa menembus jantungmu tanpa suara."

Putri Arabella Costa adalah perpaduan keanggunan bangsawan dan ketangguhan jiwa modern. Terlahir kembali sebagai putri bungsu Kerajaan Costa, Bella menolak diam di istana mewahnya dan memilih hidup bebas menyamar sebagai gadis biasa. Dia memiliki ruang dimensi berisi air kehidupan yang mampu menyembuhkan segala penyakit.

Lucian Alistair sosok pria yang dingin, dominan, memiliki insting bertarung serta indra penciuman yang tajam, menguasai garis depan militer, dan memiliki harga diri setinggi langit yang tidak bisa disentuh oleh sembarang orang.

Dua karakter kuat pemilik rahasia besar ini mendadak terikat dalam pernikahan tak terencana. Siapa yang akan menyerah lebih dulu? Akankah kebuasan serigala bisa menaklukkan sang putri rahasia, atau justru sang Alpha yang akan bertekuk lutut di bawah kendali Arabella?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hofi03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SUAMI DADAKAN

"Apa maksudmu menikah?! Jangan mengada-ada ya!" bentak Ara, napasnya memburu menahan emosi yang sudah sampai ke ubun-ubun.

Mata bulatnya berkilat marah, menatap Kepala Desa seperti ingin menguliti pria tua itu hidup-hidup.

Kepala Desa tidak mau kalah, dia menghentakkan tongkat kayunya ke lantai tanah dengan keras.

BRAK

"Tidak ada bantahan, Ara! Pria itu sendiri yang mengaku kalau kamu adalah istrinya! Berani-beraninya kamu membawa laki-laki asing ke dalam rumah terpencil begini kalau bukan untuk berbuat mesum!" bentak nya, keras.

"Dia itu bukan-"

"Aku akan bertanggung jawab dan menikahinya malam ini juga," potong Lucian dengan tenang, suara beratnya yang penuh wibawa langsung memotong ucapan Ara, membuat seluruh ruangan mendadak hening.

Ara langsung menoleh cepat, menatap Lucian dengan tatapan maut nya.

Kamu sudah gila, ya?!

Lucian berjalan mendekat, berdiri tepat di samping Ara, meski tubuhnya dipenuhi perban dan hanya mengenakan celana panjang kain seadanya, tinggi badannya yang menjulang dan bahunya yang tegap membuat Kepala Desa serta lima warga yang membawa obor refleks mundur selangkah karena terintimidasi.

"Bagus kalau begitu! Berarti kamu sadar melanggar aturan desa kami!" seru Kepala Desa, mencoba menyembunyikan rasa takutnya di balik suara keras nya.

"Panggil tetua desa dan saksi sekarang juga! Kita nikahkan mereka di sini agar desa kita tidak sial karena perbuatan mereka!" perintah kepala desa itu, tegas.

Dua warga langsung bergerak cepat keluar rumah untuk memanggil sisa rombongan, sementara Bibi Zu hanya bisa meremas ujung bajunya di sudut ruangan sambil menatap Ara dengan penuh rasa bersalah.

Begitu Kepala Desa sibuk mengatur warga di ruang tamu, Ara langsung menarik lengan kekar Lucian dengan kasar, menyeret pria itu kembali ke dalam kamar lalu menutup pintunya dengan bantingan keras.

"Apa yang ada di dalam otakmu itu, hah?!" desis Ara setengah berbisik, wajah cantiknya memerah padam karena murka.

"Siapa istri yang kamu maksud? Sejak kapan aku jadi istrimu, Tuan Ian?!" ucap Ara, menunjuk dada Lucian dengan telunjuknya, geram.

Lucian menatap jemari Ara di dadanya, lalu beralih menatap wajah kesal gadis itu dengan ekspresi lempeng, seolah pernikahan paksa ini bukanlah hal besar bagi seorang Duke Muda seperti dirinya.

Entah apa yang akan terjadi kalau keluarga nya tahu bahwa pria itu diam-diam menikah memberi tahu mereka semua.

"Itu cara tercepat agar mereka tidak berisik di depan rumahmu," jawab Lucian pendek.

"Caramu itu konyol!" ucap Ara, mendengus jengkel sambil mengacak rambutnya frustrasi.

"Aku bisa saja mengusir mereka semua atau pindah dari desa ini sekarang juga! Aku tidak butuh menikah dengan pria asing yang baru ku tolong dari kematian!" lanjut Ara, menatap Lucian, tajam.

"Pindah? Lalu bagaimana dengan kebun kubis kesayanganmu yang tanahnya luar biasa subur itu? Kamu rela meninggalkannya begitu saja?" tanya Lucian menyipitkan mata nya.

Ara langsung bungkam, kata-katanya tertahan.

Sialan, pria ini sengaja memanfaatkan kebunnya sebagai kelemahan nya.

Ara memang bisa pindah kapan saja berkat ruang dimensinya, tapi membangun ulang kebun rahasia di tempat baru tanpa memicu kecurigaan orang lain tentu membutuhkan waktu dan tenaga lagi.

"Lagipula, aku sedang terluka dan butuh tempat bersembunyi untuk beberapa waktu," lanjut Lucian, melangkah satu langkah lebih dekat hingga Ara terpaksa mendongak untuk menatapnya.

"Anggap saja ini kesepakatan bisnis, kamu memberiku tempat tinggal, dan aku akan menjadi pelindung mu dari gangguan warga desa bodoh ini," lanjut Lucian, menatap Ara, dalam.

Ara menyipitkan matanya, otak cerdasnya langsung menimbang-nimbang keuntungan dari tawaran pria kasar ini.

"Hanya sandiwara? Sampai lukamu sembuh?" tanya Ara, memicingkan mata nya.

"Ya, hanya sandiwara sampai aku menyelesaikan urusanku," jawab Lucian, bohong.

Tentu saja, seorang Alistair tidak akan pernah melepaskan apa yang sudah menjadi milik nya, dan insting serigalanya sebenarnya sangat puas dengan ikatan pernikahan ini karena aroma tubuh Ara yang terus mengikatnya.

"Baik, tapi jangan harap kamu bisa menyentuhku atau mengatur hidupku setelah kita sah nanti," ancam Ara dengan senyum miringnya yang terlihat mengerikan, membuat Lucian sedikit tertegun melihat keberanian gadis desa buatan ini.

"Aku tidak tertarik pada gadis sekecil kamu, Nona kubis," ucap Lucian, memalingkan wajahnya agar Ara tidak melihat kilatan matanya yang sempat berubah warna.

"Apa kamu bilang!?" ucap Ara, melotot kan mata nya.

Tok

Tok

Tok

"Ara! Keluar sekarang! Tetua desa sudah datang, cepat selesaikan pernikahan ini!" teriak kepala Desa dari luar.

Ara menghela napas panjang, merapikan pakaiannya yang agak kusut, lalu melirik Lucian dengan tatapan malas.

"Ayo keluar, mari kita selesaikan drama konyol ini," ucap Ara, malas.

Lucian tersenyum miring, entah apa yang ada di pikiran serigala Alistair itu.

Di ruang tamu yang sempit dan diterangi cahaya obor, Ara dan Lucian akhirnya duduk berdampingan di hadapan tetua desa.

Dengan prosesi yang sangat sederhana, tanpa gaun mewah istana maupun pesta meriah layaknya seorang putri kerajaan atau seorang Duke Muda, keduanya mengucapkan sumpah pernikahan di bawah saksi warga desa perbatasan.

"Dengan ini, kalian berdua resmi menjadi suami istri!" seru Kepala Desa dengan puas setelah upacara kilat itu selesai.

"Ingat ya, anak muda! Karena kamu sudah sah jadi suami Ara, jaga dia baik-baik, jangan sampai kalian berdua membuat sial desa ini lagi dengan tingkah laku kalian!" seru Kepala Desa sambil menunjuk-nunjuk Lucian dengan tongkat kayunya.

Lucian tidak menjawab, dia hanya memberikan tatapan dingin yang begitu menusuk, membuat Kepala Desa langsung berdeham canggung dan buru-buru memalingkan wajahnya.

Bibi Zu maju, menaruh sebuah roti gandum besar di meja sebagai hadiah pernikahan darinya.

"Maafkan Bibi ya, Ara, Bibi tidak bermaksud membuatmu jadi begini," bisik Bibi Zu dengan mata berkaca-kaca.

Ara hanya tersenyum manis, senyuman polos andalannya yang selalu berhasil menipu semua orang

"Tidak apa-apa, Bibi Zu, ini sudah jalannya," jawab Ara lembut, padahal di dalam hatinya dia sedang merencanakan bagaimana cara membuat Kepala Desa menderita diare selama seminggu penuh esok hari.

"Sudah malam, ayo kita bubar dan biarkan pengantin baru ini beristirahat!" perintah Kepala Desa, memimpin warga untuk keluar dari rumah Ara satu per satu.

Begitu pintu depan yang rusak itu ditutup rapat kembali, suasana rumah mendadak menjadi sangat sunyi.

Ara berdiri, berbalik badan, lalu menatap pria yang sudah menjadi suaminya itu, yang sekarang sedang bersandar di tiang kayu ruang tamu sambil bersedekap dada.

"Nah, Ian. Selamat datang di kehidupan barumu sebagai suami miskin dari seorang gadis kebun," ucap Ara dengan nada mengejek, berjalan melewati Lucian menuju kamarnya sendiri tanpa niat berbagi tempat tidur dengan pria itu.

"Setidaknya beri aku selimut, Nona kubis. Aku ini orang sakit yang baru kamu tolong dari kematian," ucap Lucian, dingin.

Ara memutar bola matanya malas, merasa mual mendengar keluhan pria berbadan besar seperti beruang itu.

1
Wahyuningsih
akhirnya tamat jga thor dtnggu krya brunya thor hrd lebih bagus dri yg ini 💪💪💪💪 thor dlm berkarya
Kezia ayumi
emang harus gitu ya aura alpha ya di sebut2 terus
"bertanya dengan nada selembut sutera /Grin/
Kezia ayumi
kasih mata dong Thor jangan bolanya doang 🤭
Deasy Megaputri
thank you thor buat bonchap nya
Maria Lina
thor cerita kembar 5 kok gk nongol"thor hehe
kaylla salsabella
wuhaaaaaa kok udah tamat thor🤔🤔🤔 tapi terimakasih ya thor untuk setiap karya mu.... bisa temani hari" ku di perantauan😍😍😍😍. tetep semangat berkarya thor dan di tunggu karya terbarunya☺☺☺☺
Sang
terima kasih atas karyanya kak othor 🙏🙏🙏
yumin kwan
lah... uda tamat, gitu aja? jasmine blm tau kl menantunya jg dr masa depan.
cowettttttt
raja yg payah dengan iming2 kasih syg seorang ayah secara halus menekan anak ny untuk ke egoisan nya snediri
cowettttttt
dih bikin males ternyta hanya cowok lemah si lucian ..knp ga langsung d bunuh aja kemarin malah cm d tampar doank....ktnya banyak kekuasaan dan bahkan dari istana tp ternyata bodoh semua bisa d tipu oleh seorang wanita..aneh sekali Thor ...Disni aku ragu lanjut baca atau ga ?? cerita si lyra dan Xavier dan yg lain bagus
Deasy Megaputri
kok cepet banget habisnya Thor?
tolong ksi bonchap dong
Sinta Dewi
ceritanya bagus Thor, 😀😀 tetap semangat 💪💪 berkarya ya Thor 🥰❤️❤️🔥🔥🔥🌹
Maria Lina
gk di lanjut kn thor kan mau lihat anak ara n lucian thor kaya leo sampai liat dia punya anak thora lanjut ya ya thor plisss🙏🙏🙏🙏
miss blue 💙💙💙
laaahh kok udah tamat sih kak 😭😭😭
muhammad ibnuarfan
jangan seneng dulu...musuh keluargamu masih bertebaran noh...mintak di bom nuklir....😤😤🤭🤭
Maria Lina
kok 2 thor lgi donk ya ya
Masha 235: othornya masih mikir kk😁😁
total 1 replies
lili Permatasari
/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
Maria Lina
makasih thor walau kurang sih n penasaran thor hehe
Siti Nurhalimah
klo lucas kan sdh bisa mengendalikan kecuali lucian... dia kan bakal calon alfa
Inez Putri
mending jujur sja dr pd denger dr org luar. mlh memicu perang thour..
Restu: betul tuhh....👍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!