"Huaaaaaa kenapa kepala suami ku hilang? "
Jeritan melengking di sebuah rumah karena ia telah kehilangan sosok suami tercinta, kapan itu terjadi diri nya sama sekali tidak tau
Kampung menjadi heboh karena mereka sama sekali tidak menyangka bahwa kepala manusia bisa hilang dari tubuh nya dan tidak tau kemana.
Siapa pelaku itu?
kenapa ia mencuri kepala di setiap malam bulan purnama?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19. Kebun singkong
Ulya menceritakan apa yang telah dia alami malam itu kepada purnama dan dengan tegas ia mengatakan bahwa dia memang sama sekali tidak mendengar ada yang aneh di sebelah, sebab tidak ada suara walau hanya sedikit saja sehingga ketika menoleh dan membangunkan sang suami maka dia menjadi kaget Bukan main setelah mengetahui bahwa sudah tidak ada kepala..
Purnama yang mendengar hal itu tentu saja menjadi kaget bukan main dan dia berusaha mencerna sebenarnya apa yang telah mendatangi rumah ini dan kenapa dia bisa bergerak sehalus itu, Apa memang seorang setan yang sedang mencari mangsa karena mereka ingin mendapat kekuatan agar bisa merebut kerajaan Utara.
Bingung juga ratu ular karena sekarang belum ada barang bukti yang tepat untuk mendesak dan melihat Bagaimana bentuk dari iblis tersebut, Yasmin sendiri sudah mengatakan kalau itu memang ulah dari seorang iblis yang tidak memiliki kepala juga sehingga dia sengaja berburu kepala agar bisa mendapat teman.
Dewa iblis juga sedang menyelidiki kebenaran itu meski dia berbalut dendam karena tidak suka saat sang kekasih berbicara dengan genderuwo, namun tetap saja Dewa iblis berusaha untuk konsisten agar dia bisa mengetahui sebenarnya siapa pelaku kejahatan ini dan apa motif dia sehingga membunuh banyak orang dengan cara mengambil bagian kepala seperti itu.
''Pas Saya mau melihat keberadaan siluman itu maka saya juga melihat telapak kaki di dalam rumah.'' Bu Endang menjelaskan kepada Purnama.
''Cap kaki pada lantai?'' tanya Purnama untuk memastikan terlebih dahulu.
''Ya, cap kaki itu sangat besar dan juga lebar sehingga saya penasaran dan ketika mengintip di luar maka terlihat wujud mengerikan itu.'' angguk Bu Endang.
''Jadi dia ini manusia atau iblis? Bila memang iblis Kenapa memiliki cap kaki.'' Purnama membatin sendirian.
''Kan kalau setan Dia tidak memiliki cap kaki kan ya?'' Ulya bertanya memastikan kepada Purnama.
''Ah belum tentu juga seperti itu karena terkadang yang menginjak tanah maka mereka jauh lebih berbahaya.'' Purnama menggeleng pelan karena dia baru ingat sesuatu.
''Nah mungkin karena dia memiliki kekuatan besar sehingga Ulya sendiri sampai tidak mendengar pergerakan dia.'' Davin juga ikut berbicara.
''Saya sampai sekarang tidak bisa tidur karena terus terbayang bagaimana leher itu memunculkan Darah segar.'' Bu Endang berkata sembari mengusap lengan yang terasa begitu dingin sekali.
Memang Setelah dia melihat secara langsung maka sekarang dia sudah tidak memiliki nyali untuk berbagai macam perasaan karena dia sangat takut sekali, bahkan untuk meminjamkan mata di malam hari pun terasa begitu sulit karena takut bila nanti mendadak saja iblis itu akan datang dan menemui dia.
''Leher dia itu seperti habis kena potong namun tidak rata karena bagian yang sebelah kanan jauh lebih tinggi.'' Bu Endang menjelaskan.
''Mau rata atau tidak itu sama sekali tidak penting karena yang jelas dia telah membuat kejahatan.'' ujar Purnama.
''Jadi Apa memang sudah jelas kalau dia yang sudah membunuh suami saya ya?'' Ulya bertanya untuk memastikan terlebih dahulu kepada Purnama.
''Belum jelas selagi aku belum berbicara langsung dengan dia dan melihat Bagaimana keadaan iblis itu.'' jawab Purnama.
''Tapi Apa memang dia selalu gentayangan dan kemungkinan setiap malam bulan purnama mencari mangsa ya?'' Davin menoleh kepada Purnama yang ada di sebelah.
Purnama menggeleng pelan karena kemungkinan memang seperti itu tapi belum jelas saja Apakah memang hanya setiap malam bulan purnama atau dia akan beraksi ketika sedang membutuhkan kepala lagi, namun dugaan keras mengatakan kalau malam bulan purnama dia akan muncul karena di malam bulan itu semua energi Kejahatan akan terserap habis.
Dalam dunia iblis maka malam bulan purnama adalah malam yang sangat keramat dan terlebih lagi itu jatuh pada malam Jumat, semua akan terasa mencekam untuk para manusia dan untuk para iblis terasa sangat menyenangkan sekali sehingga mereka akan berlomba-lomba untuk mencari apa saja yang akan bisa menambah kekuatan di dalam diri.
''Ini, dia duduk di sini dan seolah sedang menunggu sesuatu.'' Bu Endang menunjukkan kepada Purnama pada lokasi yang telah menjadi tempat munculnya iblis tersebut.
''Esok pagi kau tolong bakar saja rumpun pisang ini karena dia bisa mengundang para iblis lain.'' Purnama menatap rumpun pohon pisang yang ada di belakang rumah Bu.
''Oh sekarang saja tidak masalah, kan Ini juga masih siang.'' Bu Endang penuh semangat kalau sudah mendengar soal ini.
''Untuk sekarang Hanya sia-sia saja karena besok hari selasa maka itu akan jauh lebih mempan.'' Purnama menatap rumpun pohon pisang itu.
''Ada hari yang harus dipilih dan tidak boleh bila hanya sembarangan saja.'' Davin memberitahu Bu Endang.
''Oh Aku bahkan tidak tahu kalau ada hari seperti itu, Sebab aku kira semakin cepat maka semakin baik saja membakar rumpun pisang.'' Bu Endang tersenyum kecil.
Purnama tidak lagi menanggapi Karena dia sudah berjalan mengelilingi tempat itu untuk memastikan lebih jauh dan mencari energi dari iblis tersebut, bila iblis itu sering muncul pada kawasan ini maka pasti dia saat siang hari begini maka akan menunggu tempat itu juga, meski Purnama tidak melihat secara langsung namun setidaknya dia pasti bisa merasakan energi dari iblis itu dan nanti akan membantai bila sudah berhasil menemukan.
''Aku sudah keliling sampai belakang sana dan tidak ada energi dari iblis.'' Maharani datang memberitahu.
''Ada apa saja di bagian belakang yang sana?'' tanya Purnama kepada Ratu burung hantu itu.
''Hanya ada sungai kecil yang terhubung langsung pada sungai besar, tapi tidak ada yang aneh dengan sungai itu sehingga aku merasa ini tidak ada sangkut paut dengan hulu sungai.'' jelas Maharani.
Purnama mengangguk paham dan dia juga menyadari bahwa iblis mengambil kepala itu tidak mungkin berhubungan langsung dengan sungai yang ada di sekitar sana, melihat dari jenis dia maka tidak mungkin terhubung langsung dengan air.
''Aku tidak tau pasti namun yang jelas di bagian kebun singkong agak jauh itu ada sesuatu.'' Maharani berkata serius.
''Yang mana?'' Purnama cepat mendekat karena sejak tadi dia belum melihat kebun singkong.
''Itu, bahkan dari sini aku merasakan sebuah energi namun itu seperti bayang-bayang yang tidak jelas saja.'' ujar Maharani kembali.
Mata Purnama menatap lurus pada kebun Singkong itu dan dia penasaran Apakah ada sesuatu pada kebun singkong tersebut, maka dengan langkah yakin mereka segera mendatangi kebun singkong milik Pak Muh untuk memastikan Apakah ada sesuatu yang berasal dari sana dan kemungkinan besar itu adalah iblis yang sedang mencari masalah ini.
Selamat pagi besti, jangan lupa like dan komentar nya ya.