NovelToon NovelToon
Nenekku Pahlawanku

Nenekku Pahlawanku

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Cinta Istana/Kuno / Mengubah Takdir
Popularitas:508
Nilai: 5
Nama Author: Mirage Ink

Shen Yu dikenal sebagai tuan muda paling bermasalah di Kota Qinghe. Ia gemar menghamburkan uang, membuat keributan, dan menghabiskan waktunya di rumah hiburan. Anehnya, setiap kali ia membuat masalah, sang nenek selalu berada di belakangnya.

Nyonya Lin bukanlah wanita tua biasa. Ia adalah legenda dunia persilatan, pendiri Aliansi Seratus Perguruan, dan sosok yang pernah menjaga kedamaian Dunia.

Namun ketika bayang-bayang perang kembali muncul dan musuh-musuh lama mulai bergerak, Shen Yu harus menghadapi kenyataan bahwa perlindungan neneknya tidak akan ada selamanya. Demi menjaga warisan orang yang paling ia cintai, ia perlahan berubah dari seorang tuan muda manja menjadi pendekar yang akan menentukan masa depan Kekaisaran dan dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mirage Ink, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4

Suasana di halaman keluarga Mu masih dipenuhi keheningan. Tak seorang pun berani mengangkat kepala. Yan Luo berdiri tenang di belakang Shen Yu, sementara pecahan pusaka keluarga Mu masih berserakan di atas tanah. Shen Yu menutup kipasnya lalu tersenyum.

"Kalau begitu, Nona Mu. Ayo pulang."

Mu Xueyi mengepalkan kedua tangannya. Tatapannya dipenuhi amarah dan rasa tidak rela. Namun sebelum ia sempat berbicara...

Terdengar suara seseorang dari luar gerbang.

"Tunggu!!"

Semua orang menoleh.

Seorang pemuda berjubah biru berjalan masuk dengan langkah cepat. Di belakangnya mengikuti seorang pria paruh baya, beberapa pengawal, serta seorang lelaki tua berjubah putih yang memancarkan aura seorang master.

Saat melihat pemuda itu, wajah Mu Xueyi yang sejak tadi dingin langsung berubah.

"Kak Qin..."

Pemuda itu menghampirinya.

"Xueyi. Aku datang."

Shen Yu memperhatikan mereka berdua sambil mengangkat alis.

"Oho...Jadi ada pria lain."

Mu Zheng yang semula putus asa juga tampak sedikit lega.

"Keponakan Qin. Kau akhirnya datang."

Pemuda itu membungkukkan badan.

"Maaf Patriark Mu. Perjalanan kami sedikit terlambat."

Ia lalu menoleh ke arah Shen Yu. Tatapannya langsung berubah tajam.

"Jadi kau Shen Yu?"

Shen Yu tersenyum.

"Kalau kau mencari orang paling tampan di sini, ya benar, itu aku."

Ucapan itu membuat beberapa warga menahan tawa. Namun Qin Feng sama sekali tidak tersenyum.

"Aku dengar kau memaksa Xueyi menikah denganmu."

Shen Yu mengangkat bahu.

"Bukan memaksa. Dia memang tunanganku."

Qin Feng melangkah maju.

"Di hatinya tidak pernah ada dirimu. Orang yang akan menjadi suaminya adalah aku."

Kalimat itu membuat seluruh halaman kembali gaduh. Mu Xueyi menundukkan kepala, tetapi tidak membantah. Sikapnya sudah menjadi jawaban.

Shen Yu melirik Yan Luo sebentar.

"Pak Tua. Jadi aku ini datang terlambat?"

Yan Luo menjawab datar.

"Sepertinya begitu, Tuan Muda."

Shen Yu menghela napas.

"Sayang sekali. Padahal maharku mahal."

Beberapa orang hampir tertawa mendengar jawabannya. Namun lelaki tua berjubah putih yang sedari tadi diam akhirnya membuka mata. Aura yang jauh lebih berat daripada Mu Zheng langsung memenuhi halaman. Semua orang yang berdiri di dekatnya tanpa sadar mundur.

"Aura yang kuat..."

"Siapa orang tua itu?"

Salah seorang tetua keluarga Mu berbisik dengan wajah terkejut.

"Itu Guru Besar Liu..."

"Tetua dari Perguruan Pedang Awan."

Mendengar nama itu, para warga langsung gempar.

Perguruan Pedang Awan adalah salah satu perguruan terbesar di wilayah itu. Status seorang guru besar jauh melampaui kepala keluarga Mu. Guru Besar Liu memandang Yan Luo sesaat.

Kemudian...

Ia mengalihkan pandangannya kepada Shen Yu.

"Anak muda. Kalau kau masih tahu malu batalkan pertunangan ini."

Shen Yu menatap pria tua itu beberapa detik.

Lalu...

Ia tertawa pelan.

"Hahaha..."

Semua orang bingung melihat reaksinya.

Shen Yu membuka kipasnya.

Guru Besar Liu sedikit mengernyit.

"Apa yang lucu?"

Shen Yu tersenyum tipis. Ia melangkah satu langkah ke depan. Tatapannya yang biasanya santai perlahan berubah tajam.

"Kalau memang pria bernama Qin Feng itu ingin merebut tunanganku..."

"Suruh dia bicara sendiri. Bukan bersembunyi di belakang gurunya."

Begitu kalimat itu selesai...

Seluruh halaman langsung sunyi. Qin Feng mengepalkan tinjunya. Untuk pertama kalinya...

Shen Yu tidak lagi terlihat seperti tuan muda manja yang hanya pandai bercanda.

Qin Feng mengepalkan tinjunya. Wajahnya memerah menahan amarah.

"Shen Yu!, Jangan mengira hanya karena kau membawa seorang master, kau bisa bertindak semau mu!"

Shen Yu memiringkan kepalanya.

"Lalu?"

Qin Feng menunjuk Mu Xueyi.

"Xueyi mencintaiku. Sedangkan kau hanya mengandalkan perjanjian pertunangan yang dibuat orang tua. Kalau kau benar-benar laki-laki, lepaskan dia!"

Suasana kembali riuh. Banyak warga mengangguk pelan. Menurut mereka, ucapan Qin Feng memang masuk akal.

Namun...

Shen Yu justru tersenyum.

"Lepaskan? Baik."

Semua orang tertegun. Bahkan Mu Xueyi ikut mengangkat kepala. Qin Feng tidak menyangka Shen Yu akan menjawab semudah itu. Shen Yu mengibaskan kipasnya.

"Tapi sebelum itu, aku ingin bertanya."

Ia menatap langsung ke arah Qin Feng.

"Kau bilang mencintainya?"

Qin Feng mengangguk mantap.

"Tentu saja."

Jawab Qin Feng dengan percaya diri.

"Kalau begitu, apa yang sudah kau bawa hari ini?"

Qin Feng mengernyit.

"Maksudmu?"

Shen Yu menunjuk belasan kereta di belakangnya.

"Aku datang membawa mahar. Membawa hadiah. Membawa penghormatan kepada keluarga Mu. Lalu kau? Kau datang membawa apa?"

Qin Feng terdiam. Shen Yu kembali melangkah.

"Saat aku datang, aku mengetuk pintu keluarga Mu sesuai adat. Sedangkan kau datang setelah semuanya selesai, lalu menyuruhku membatalkan pertunangan. Menurutmu siapa yang sebenarnya tidak menghormati keluarga Mu?"

Kalimat itu membuat semua orang saling berpandangan. Beberapa warga mulai berbisik.

"Iya juga..."

"Dia datang tanpa membawa apa-apa."

"Yang dibawa cuma guru besarnya."

Wajah Qin Feng langsung berubah.

"Aku..."

Belum sempat ia berbicara...

Shen Yu kembali memotong.

"Kau berkata mencintainya. Lalu kenapa selama ini kau tidak pernah datang melamarnya? Kenapa baru muncul hari ini? Setelah aku datang membawa mahar."

Qin Feng menggertakkan giginya.

"Itu..."

Shen Yu tersenyum tipis.

"Kalau memang cinta seharusnya kau datang lebih dulu dariku. Bukan datang terlambat lalu meminta hasil yang sudah disiapkan orang lain."

Suasana mendadak hening. Bahkan Mu Zheng tidak mampu membantah. Karena semua yang dikatakan Shen Yu adalah kenyataan.

Guru Besar Liu akhirnya membuka suara.

"Anak muda. Kata-katamu memang tajam. Tetapi dunia ini tetap ditentukan oleh kekuatan."

Shen Yu menoleh perlahan. Senyumnya kembali muncul.

"Nah, Akhirnya ada yang berbicara jujur."

Ia menutup kipasnya.

"Kalau memang semuanya ditentukan oleh kekuatan untuk apa dari tadi kita membahas cinta?"

Tatapan Shen Yu bertemu dengan tatapan Guru Besar Liu. Untuk pertama kalinya...

Suasana di halaman keluarga Mu berubah menjadi tegang. Semua orang menyadari...

Percakapan ini tampaknya akan berakhir dengan pertarungan.

1
anggita
like👍iklan☝, Shen Yu.
Mirage Ink: 🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!