NovelToon NovelToon
PENYANGKALAN

PENYANGKALAN

Status: tamat
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Single Mom / Cerai / Cintapertama / Tamat
Popularitas:638
Nilai: 5
Nama Author: Emie_lia

Jika memang nanti semesta hanya mengizinkan mu singgah kepadaku, maka aku akan membiarkan mu pergi mencari tempat pulang sesungguhnya. Tapi paling tidak aku sudah menjadi bagian cerita yang akan selalu kamu ingat. Meski kamu berusaha untuk melupakannya, akan ku suruh takdir mengikatmu dengan belenggu kenangan. Aku egois bukan?

Benar, kemarilah, akan aku ajari kau arti menunggu.

Kapan terakhir kali kamu dapat tertidur lelap?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Emie_lia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 4 kehidupan: Mengais fatamorgana

17 Agustus 2022

Hidup kadang diatas, kadang diatas banget.

...----------------...

Bagaimana geloramu ketika memasuki gerbang SMA? dunia asing yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya, namun aku berhasil masuk dan keluar hidup-hidup meski sempat berkecamuk dengan ego beserta opini. Sekedar bersyukur aku menemukan tasik untuk melepas penat dan dahaga, diantara hasrat ingin pergi mulai menguasai raga.

"Pia, mana SK anggota OSIS?"

"sebentar lagi, Pak. Tinggal buat anggota keagamaan."

"hari ini wajib selesai ya."

"tapi, Pak..."

"gak tau bapak. Pokoknya harus selesai"

"baik"

Di tempat ini, aku selalu dituntut untuk bekerja dengan lincah, berlomba mengejar deadline yang teramat singkat. Tapi aneh, aku malah menyukainya. Tidak pernah sekalipun aku merasa terbebani, apalagi terzolimi. Aku mencintai pekerjaannya, pembimbingnya, bahkan suasana yang disuguhkan. Bertahan di SMA ini pun salah satunya karena sebuah organisasi bernama OSIS itu.

"Pia sini, Ibu tadi beli martabak, makanlah. Ambil yang banyak."

Sejujurnya harus kuakui, pembimbingku memang galak. Kadang jarang berpikir panjang saat sudah meminta berkas OSIS. Namun di balik itu semua, dia sangat baik. Tanpa diminta, aku langsung memberikan setumpuk cinta, tanpa mengharap balasan atau harga. Baik untuk dirinya maupun istrinya.

"wihhh, tumben Pak"

"duduklah sini dulu"

"Pia mau belajar, Pak. Nanti jam kimia"

"alah, ngapain belajar?"

"astagfirullah, Pak. Ajaran Bapak sangat sesat, dan layak didengarkan"

Dalam pencarianku yang terasa seperti mengejar fatamorgana, hadir seorang guru dengan kehangatan yang persis seperti harapanku. Telah lama aku mencari, bahkan sampai mengais setiap sudut takdir ini. Siapa sangka, di sini, di tempat yang tak sempurna, tak indah, dan tak unggul pula, aku dicintai… bahkan melebihi ayahku sendiri.

"bapak tersayang"

"ada apa anakku tersayang?"

Setiap pagi, semangatku adalah beliau. Sapa hangatnya sudah lebih dari cukup untuk membawaku menjalani hari-hari yang penuh pilu.

"selamat pagi ibu"

"selamat pagi, sayang"

Selama mereka ada, aku akan baik-baik saja. Dunia tak akan pernah berhenti berputar, meski begitu banyak kekejian terus mengejar.

Oh iya, aku belum memperkenalkan mereka. Pembina OSIS itu bernama Pak Santo, sedangkan istrinya bernama Bu Rini. Mereka adalah keluargaku selama Tiga tahun.

"besok malam minggu kemana?"

"dirumah aja pak. Mau kemana lagi, saya jomblo abadi"

"kasihan, cari pacar sana"

"lelah pak. Mending saya ikut sama bapak"

"bapak sama ibu mau pacaran kok, kamu mau jadi obat nyamuk?"

"apalah bapak" candaan kecil sering terlontar diantara kami.

"alah, pasti banyak pacarnya, sekarang udah muncul jerawat"

“astaghfirullah, Pak. Fitnah mana lagi itu? Jerawat muncul karena hormon atau debu yang menyumbat pori-pori wajah. Nggak ada hubungannya sama pacar. Itu mitos dari mana lagi, Pak?”

“ngapain betah jadi jomblo?”

Begitulah Pak Santo. Selalu memberi nasihat agar aku punya pacar, entah itu sungguhan atau sekadar guyonan. Jika ditanya alasannya, aku memang terlalu kaku menghadapi urusan percintaan. Ditambah orang-orang tahu kalau Mama melarangku berpacaran. Jadi mana ada lelaki yang datang.

"hari ini kita kunjungan kemana Sophia?"

"kerumah orang tua wali murid yang semalam meninggal"

"aku nggak punya kereta, boleh gak ikut?" bibirku merapat, bingun menyampaikan pendapat.

"naik anjing aja, naik anjing, naik anjing juga enak kok!"

Suara familiar itu terdengar dari arah belakang. Sesuai dugaan, itu Ana. Temanku yang sedikit gila, dan selebihnya sangat cocok dijadikan pasien tetap RSJ.

"alah, bilang aja karena panas jadi kau mau tinggal"

"ga boleh berprasangka buruk" timpalku.

"aku betulan gak bawa motor"

"yaudah naik an-" aku cut dialok tak beradap itu.

"aku cari anak laki-laki yang mau berboncengan dengan kamu nanti, ya"

"terima kasih, Pia"

"oke, sip"

Setelah dia pergi, aku memberi Ana sedikit hukuman.

"aduh, sakit coy!"

"mulutmu itu, Ana. Kebiasaan"

"dia selalu gitu, mau enak doang. Masuk OSIS biar terkenal, untuk kerja selalu lari"

"sampai sekarang aku bingung kenapa kita bisa jadi teman'

"karena kamu sedikit gila, sedangkan aku memang gila. Cocok deh" aku memutar bola mata dengan malas.

Satu tahun berlalu begitu saja. Tanpa beban, tanpa kejanggalan. Kini saatnya kami menyandang gelar kakak master dan kakak gugus. Benar, tanpa disadari kami akan purna, lalu anak-anak baru akan menggantikan. Namun sebelum jabatan ini berpindah tangan, mereka harus ditatar sedemikian rupa.

Diruangan OSIS...

"rapat terakhir, cek"

Tawa kami pecah, berselimutkan sedih yang perlahan merengkuh. Kami saling memandang, ada begitu banyak kenangan bersama anggota OSIS.

Di bulan pertama, mungkin kami bahkan tidak menyadari keberadaan satu sama lain. Memasuki bulan kedua, kami dimarahi setengah mati karena acara yang kami selenggarakan gagal total. Tidak ada kekompakan, semua mementingkan diri sendiri. Tapi, ketika memasuki bulan ketiga. Organisasi bernama OSIS itu mulai terasa seperti taman bermain. Menyenangkan, mengasyikkan dan kenangan indahpun mulai tercipta.

Saat bulan keempat datang, sudah tidak ada lagi rasa canggung, malu, atau jarak antara senior dan junior. Kami menjadi keluarga seutuhnya. Saling membantu, memberi semangat, merangkul, bercanda, dan saling melindungi. Apa yang ditanamkan Pak Santo berhasil membentuk ikatan tak terlihat di antara kami.

"sedih" ujar salah satu diantara kami.

"terimakasih untuk kerja keras kalian. Sudah menjadi keluarga dikeanggotaan OSIS selama satu tahun. Kalian juga banyak membantu bapak. Satu tahun kita memang sangat singkat, tapi bapak harap bisa menjadi kenangan untuk kalian"

"Ibu juga minta maaf kalau selama ini sering marah. Terima kasih satu tahunnya, anak-anak. Ke depannya, jangan pernah lupakan keluarga kalian di sini. Sampai kapan pun kalian adalah keluarga OSIS angkatan 2022/2023. Kami tetap orang tua kalian, mereka adik dan juga kakak kalian. Ibu rasa sumpah pada awal pengangkatan OSIS sudah terjalankan dengan sangat baik. Semua acara sukses. Kurang sedikit itu hal biasa. Ibu bangga pada kalian. Tetap semangat, anak-anak Ibu.”

Tiba-tiba, air bening terjun bebas dari mata kami. Kalimat terakhir Bapak dan Ibu terasa begitu dalam dan sarat akan makna. Entah karena cuaca mendung atau emosi yang tak stabil, semuanya pecah begitu saja.

"bisa nggak kita jangan naik kelas biar jadi OSIS terus? atau waktu berhenti aja gapapa"

"kau aja lah tinggal kelas, kami gak ikut" dalam isak tangis kami berusaha mencairkan suasana.

"oalah diluar hujan, didalam hujan"

"banjir nanti, woy!"

"DIAMLAH!"

Dasar anak laki-laki tidak berperasaan. Diam sebentar saja susah sekali.

"jangan berisik nanti petir datang"

"diam nggak kalian? kalau nggak, ku masukin papan tulis itu ke tenggorokan kalian satu-satu!"

Begitulah akhir dari kejahilan anak laki-laki. Kekuasaan Ana the Queen di OSIS kami sudah tak terbantahkan. Sebelum jenglot benar-benar merasuki Ana, para lelaki memilih diam. Bentuk penyelamatan diri paling berkelas.

"berbunyi kalian, mati!" anggukan menjadi kode rahasia sore itu.

Dengan beban tugas masing-masing, kami melangkah pulang menuju rumah. Besok, untuk pertama kalinya, aku akan menjadi kakak master.

"aku tidak sabar."

1
Nunu
mantap kak
NOname 💝
El itu cocoknya di buang aja, masukkan ke got
Wolfmoon
Hai kak, ceritanya baguss
Remi: thank you
total 1 replies
❦L͙o͙t͙u͙s͙ E͙m͙a͙s͙❦
ceitanya bagus, walau aku nggak terlalu paham sih
❦L͙o͙t͙u͙s͙ E͙m͙a͙s͙❦: sama²,
selamat berkarya
total 2 replies
Helen
Menggugah perasaan
Poplar Taneshima
Adem ayem baca cerita ini sampe hiatus menuju mesra sama buyer.
Remi: haloww nantikan terus ya chapter selanjutnya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!