NovelToon NovelToon
Cerita Cinta Nisa

Cerita Cinta Nisa

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Tamat
Popularitas:7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Qinan

Harap bijak dalam memilih bacaan, sebagian konten ini berunsur dewasa 21+

Jangankan memilikinya membayangkan saja aku tidak pernah...Bagaimana mungkin gadis miskin sepertiku bisa bersanding dengan pangeran. ___Nisa___


Jatuh cinta tidak pernah salah...Dimana dan dengan siapa...hanya saja keadaan yang membuatnya jadi rumit antara cinta dan bakti pada orang tua.
___Austin__

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Qinan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Austin bersandiwara

Sejak kejadian yang kurang mengenakan di restoran itu, hampir sebulan Nisa tidak pernah melihat Austin dan teman temannya nongkrong di cafe lagi.

Nisa juga sudah melupakan kejadian itu, dia bersyukur tidak bertemu pelanggan seperti Austin yang menyebalkan.

"Nis besok kamu libur juga kan, ke Alun-alun yuk aku pengen main sepeda, kita sewa sepeda disana." ajak Mita teman kerjanya di Cafe.

"Malas Mit besok aku mau bangun siang, kalau bisa sampai sore baru bangun." jawab Nisa dengan malas.

"Emang kamu nggak bosan apa kerja terus, sekali-sekali refreshing kek." ucap Mita memaksa.

"Oke aku ikut, tapi kamu yang jemput kerumah ya." pinta Nisa.

"Ashiaap boss." Mita mengangkat jempol ke arahnya.

Di tempat lain Austin baru saja keluar dari bandara, sudah hampir sebulan ini dia melakukan perjalanan bisnis ke luar negeri.

Sampai di rumah dia disambut oleh mamanya dan juga Felicya, dari dulu Felicya memang sering bermain bahkan menginap di rumah Austin. Oleh sebab itu Austin sudah menganggap Felicya seperti adiknya sendiri.

"Selamat datang dirumah sayang, gimana perjalanannya apa kamu capek ?" tanya nyonya Celine, Ibunya Austin ketika melihat anak semata wayangnya itu baru memasuki rumah.

"Mama sangat merindukanmu apalagi Felicya." ucapnya lagi sembari memeluk anaknya itu.

"Aku juga sangat merindukan Mama, tapi aku istirahat dulu ya Ma capek banget." sahut Austin, kemudian ia berlalu pergi ke kamarnya di lantai atas setelah pamitan kepada Ibunya dan Felicya.

Sampai dikamar Austin langsung merebahkan diri di kasur, perjalanan yang cukup jauh membuatnya sangat lelah.

tokk

tokk

"Austin Mama boleh masuk sayang ?" tanya nyonya Celine dan tak lama kemudian beliau membuka pintu kamar tersebut.

"Boleh mama bicara sebentar ?" ucapnya lagi sembari mendekati anaknya yang sedang berbaring di ranjangnya.

"Hmmm." jawab Austin malas, ia sudah sangat tahu apa yang akan mamanya bicarakan.

"Nanti malam kamu ajak Felicya makan malam ya, kasihan loh dia sudah tungguin kamu sebulan ini." pinta nyonya Celine.

"Ma, lain kali saja ya. Aku capek banget mau istirahat sampai besok pagi." jawab Austin lalu memunggungi mamanya dan memejamkan matanya.

"Baiklah, kalau begitu mama keluar dulu ya Nak." ujar nyonya Celine, kemudian ia berlalu pergi meninggalkan kamar anaknya itu.

Disaat Austin sedang memejamkan matanya tiba-tiba sekelebat bayangan Nisa ada di pikirannya, entah kenapa sejak kejadian malam itu dan di cafe waktu itu Austin jadi sering teringat padanya.

Padahal kejadiannya sudah sebulan yang lalu, kalau mengingat wajah Nisa yang sedang marah-marah dan jengkel sangat menggemaskan menurutnya. Ia ingin sekali mencubit pipinya yang merah merona itu.

Nisa memang gadis yang lumayan cantik kulitnya seputih susu, bermata bulat dan teduh, bagi siapa saja yang melihatnya pasti tidak ingin cepat berpaling.

☆☆

Pagi ini Nisa di jemput oleh Mita untuk pergi ke alun-alun kota, karena setiap hari minggu ada Car Free Day disana.

"Nis, ini sepedamu sudah ku sewakan." ujar Mita sambil membawa sepeda ke arah Nisa yang lagi duduk santai dipinggir trotoar.

"Terima kasih ya." sahut Nisa dengan senyum simpulnya.

Kemudian mereka mulai bersepeda memutari beberapa taman yang ada di alun-alun tersebut. Suasana disana sangat rame, karena Alun-alun berada di pusat kota maka ketika hari libur begini banyak warga yang datang hanya sekedar berlibur untuk melepas penat.

Mita bersepeda lebih dulu meninggalkan Nisa, karena Nisa sengaja mau bersepeda dengan santai. Setelah itu mereka janjian bertemu lagi di taman paling ujung dekat alun-alun yang memang agak sepi pengunjungnya.

Nisa sampai duluan di taman tempat mereka janjian, karena sebenarnya dia lagi malas bersepeda. Jadi dia buru-buru ke taman tersebut sambil menunggu Mita menyusulnya.

Sampai di taman, ia tidak sengaja melihat seorang laki-laki berpakaian olah raga tampak berkelahi dengan laki-laki berpakaian jas lengkap dan berkacamata.

"Astaga itu bukannya laki-laki menyebalkan yang ada di cafe waktu itu." ujar Nisa, lalu ia mendekati dua orang yang terlihat saling baku hantam tersebut.

Austin terjatuh setelah Wira menendangnya, Wira berjongkok ingin menolong Austin tapi mereka kaget setelah mendengar suara perempuan yang tertawa nyaring.

Sebenarnya Austin tidak betul-betul berkelahi dengan Wira, saat itu Austin lagi jogging di taman dekat kompleks perumahannya yang terletak paling ujung alun-alun, taman itu ada di sebelah perumahan elit milik keluarga Austin.

Karena ada suatu dokumen yang perlu Austin tanda tangani maka Wira menghampirinya di taman. Setelah selesai dengan dokumennya Austin mengajak Wira untuk latihan taekwondo sebentar, meski Wira masih berpakaian jas dia tetap meladeni Austin.

Tapi siapa sangka saat Wira menendang Austin dan terjatuh, Nisa melihatnya dan berfikiran kalau mereka sedang berkelahi.

"Tuan anda hebat sekali." ujar Nisa kagum, lalu ia menghampiri Wira.

"Memang pantas laki-laki menyebalkan ini anda hajar, anda pasti bossnya kan dan dia anak buah anda karena tidak pecus kerja terus anda hukum." ujar Nisa dengan kesimpulannya sendiri, karena ia melihat Wira berpakaian lengkap dengan jas seperti seorang boss.

Austin dan Wira nampak saling berpandangan mendengar ucapan Nisa. Kemudian Austin memberi kode pada Wira dengan mengedipkan sebelah matanya, agar wira mengiyakan apa yang dikatakan oleh Nisa barusan.

"Apa yang sebenarnya anda rencanakan tuan." guman Wira dalam hati.

Setelah pura-pura mengaku sebagai bossnya Austin kepada Nisa, Wira langsung pergi meninggalkan mereka berdua ditaman.

"Hei gadis bodoh, apa yang kamu lihat ?" teriak Austin karena dari tadi Nisa melotot ke arahnya.

Nisa yang merasa jengkel karena mengingat kejadian di cafe waktu itu, ia langsung melabrak Austin.

"Hei tuan songong jangan pura-pura lupa ya, kejadian di cafe waktu itu. kamu berlagak seperti boss untuk mengerjai saya, padahal kamu seorang karyawan juga. Bahkan boss kamu lebih rendah memperlakukan kamu barusan."

"Kamu panggil aku apa barusan ?" tanya Austin sambil terus mendekat ke arah Nisa hingga menyisakan jarak beberapa senti saja, sampai hembusan napas mereka saling menyapa.

"Tuan so-ngong." ledek Nisa seraya menatap Austin.

"Kenapa aku jadi berdebar-debar seperti ini, dan itu kenapa bibirnya kelihatan manis sekali." batin Austin dalam hati.

Setelah beberapa detik mereka diam dengan tatapan masing-masing, Austin langsung berpaling ke sembarangan arah lalu menjauh karena dia merasa jantungnya berdetak sangat kencang.

"Awas kamu ya." teriak Austin, kemudian ia berlalu pergi meninggalkan Nisa sendirian ditaman.

Austin merasa tidak aman dekat-dekat dengan Nisa, karena selain mengganggu kesehatan jantungnya, ia juga merasakan hasrat kelelakiannya ketika melihat bibir ranum itu yang terlihat sangat menggoda. Baru kali ini ia merasakan perasaan seperti itu pada seorang wanita

Begitupun juga dengan Nisa, ini pertama kalinya dia sedekat ini dengan laki-laki selain adiknya. Ada perasaan aneh yang belum pernah dia rasakan, tapi cepat-cepat dia menghapus perasaan itu dan mengingat kejengkelannya karena sudah dikerjain Austin di cafe waktu itu.

1
Arsyad Algifari.
selalu suka sama karya mu thor🥰🥰
Arsyad Algifari.
aku belum baca karya mu ini Lo bang . padahal THN itu barengan sama cerita Ameera ya thor🙏
putrie_07
aq suka bgt SM karyamu Thor😘😘
74 Jameela
Obgyn
74 Jameela
opa opo..jgn melihara dendam..ntar bs menikam dirimu sndri opaa
74 Jameela
apik..bagus..baik..ceritanya kak👍👍
yah
king 😭😭😭🤧
yah
obygin
pipi gemoy
👍🏼👏🏼☕🙏🏼
✌🏼
pipi gemoy
proses Wira mau nikah secepat kilat, sat set sat set😆👍🏼🌹
pipi gemoy
baru ngeh ini lapak nya Aline sang pewaris
keduluan baca lapak anaknya 😂👻
pipi gemoy
😂😂😂😂😂😂😂
Wira ini tipe lelaki robot 👻
pipi gemoy
seru...👻
pipi gemoy
Luar biasa
pipi gemoy
ini Dia penyebab kanker hati, gegara gaya hidup yang suka mengkonsumsi alkohol
pipi gemoy
hadir Thor ☝🏼
Ipah Sumiati
Luar biasa
Hariyanti
aku suka karyamu ga bertele-tele.pokoknya asik 👍👍👍
Hariyanti
😭😭😭😭😭
Hariyanti
banyak banget pengganggu disekitar kalian🤦
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!