Aisha Aileen Nathania, gadis yang harus terpaksa hidup dengan kerasnya dunia. Aileen harus bekerja keras untuk menghidupi dirinya dan juga keponakan yang di tinggalkan oleh almarhumah kakaknya yang sudah pergi bersama kedua orang tuanya akibat kecelakaan yang menimpa keluarganya beberapa waktu lalu.
Kehidupan Aileen perlahan berubah setelah dia bertemu dengan orang gila yang dia tolongin saat orang gila itu tengah di kerjain oleh anak anak kecil.
~
Sagara Xavier Xu, CEO di perusahaan ternama yang kekayaannya berlimpah ruah.
Gara mengalami kecelakaan saat dia hendak pergi meninjau proyek yang ada di pinggiran kota.
Entah nasib s1al apa yang menimpa dirinya, hingga anak anak kecil itu bukannya menolong dirinya yang tengah kelaparan, mereka malah mengatakan dirinya orang gila.
Hingga akhirnya ada seorang gadis yang mau menolong Gara dan mengajak ke rumahnya.
~
Kejadian yang tak terduga pun terjadi, hingga membuat keduanya harus hidup dalam ikatan pernikahan......
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon adhilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KCG#04
Saat ini Aileen dan Gara sudah berada di rumah Aileen setelah melakukan pernikahan paksa tadi.
"Udah dong jangan nangis, kamu gak perlu takut, kalau kamu gak suka dengan pernikahan ini aku bisa talak kamu kok, toh buku nikahnya juga belum jadi." ucap Gara yang sedari tadi melihat Aileen menangis.
"Kamu pikir pernikahan ini sebuah permainan, aku hanya ingin menikah sekali dalam seumur hidupku, tapi kenapa aku harus menikah dengan kamu yang bahkan baru aku kenal tadi." balas Aileen menatap Gara dengan air mata yang terus menetes dari matanya.
"Ya sudah berarti kamu juga harus bisa menerima pernikahan ini." balas Gara enteng.
"Kenapa kamu tadi tidak berusaha mengelak, kenapa kamu malah berbohong mengikuti kemauan paman Joko Hah."
"Itu semua paman lakukan demi kebaikan kamu, paman percaya pada Gara, kalau dia bisa membahagiakan kamu dan Fatin." ucap paman Joko yang baru saja masuk ke dalam rumah sambil menggendong Fatin di punggungnya.
"Apa maksud paman, Aileen bisa mencari jodoh Aileen sendiri, kenapa paman malah memfitnah Aileen." tak habis pikir Aileen dengan sikap pamannya.
"Paman hanya khawatir sama kamu, nanti kalau paman sudah tidak ada siapa yang akan menjaga kamu sama Fatin, paman tahu banyak warga yang tidak suka dengan kamu, makanya paman melakukan hal itu." balas paman Joko menjelaskan.
"Tapi kenapa harus dengan Gara, dia orang gila paman, dia tidak waras." ucap Aileen yang membuat mata Gara melotot.
"Enak saja kamu bilang aku orang gila, aku masih waras, aku tidak gila." elak Gara tak terima dengan apa yang Aileen tuduhkan kepadanya.
"Kamu memang gila, tidak mungkin kalau kamu gak gila kamu sampai di ledek oleh anak anak kecil yang ada di kampung ini." balas Aileen.
"Itu mereka saja yang salah tebak, aku ini orang kaya, aku adalah CEO pemilik perusahaan besar." balas Gara.
"Tuh kan paman denger sendiri, diam terobsesi untuk menjadi orang kaya sehingga membuat dia gila seperti ini." ucap Aileen.
"Sudah sudah, kalian jangan bertengkar di sini, masih adakah Fatin yang mendengarkan pembicaraan kalian." lerai paman Joko.
Sedangkan Fatin yang di sebut sebut namanya hanya diam saja memerhatikan orang orang dewasa yang ada di hadapannya.
Mereka berdua pun akhirnya diam, tapi mata mereka berdua sesekali melirik satu sama lain.
"Fatin akan paman ajak menginap di rumah karena bibimu ingin tidur dengan Fatin." ucap paman Joko.
"Loh kok gak bilang bilang dulu sama Aileen." balas Aileen.
"Lah ini paman bilang sama kamu." balasan paman Joko.
"Sudah paman sama Fatin pergi dulu, Fatin ayo pamit dulu sama Buna kamu." ucap paman Joko meminta agar Fatin pamit kepada Aileen.
"Buna Fatin pergi dulu ya sama paman, besok Fatin pulang lagi kok." pamit Fatin pada Aileen.
"Ya sudah, kamu hati hati ya di sana, jangan berbuat kesalahan." pesan Aileen seolah Fatin mau pergi jauh saja, padahal rumah Paman Joko berada di samping rumah Aileen juga.
"Iya Buna." balas Fatin.
"Om Fatin titip Buna ya, jangan buat Buna nangis lagi." ucap Fatin pada Gara.
"Iya Om gak bakal buat Buna nangis kok, Om kan baik sama seperti Fatin." balas Gara.
"Makasih Om, kalau gitu Fatin pergi dulu sama paman." balas Fatin pamit.
"Iya, kalian hati hati." balas Gara.
"Ingat, jangan berantem lagi." ucap paman Joko sebelum pergi dari sana.
Paman Joko pun pergi bersama Fatin menuju rumahnya meninggalkan kedua mempelai pengantin baru di sana.
...***...
saking seruhnya thor
maaff yaa🙏🙏😁😁😁😁
thankyuu.. thor...
💪💪💪💪
salken dariqu...
lanjuut yaah..