NovelToon NovelToon
Sistem Check-in Tiada Tanding

Sistem Check-in Tiada Tanding

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Mengubah Takdir
Popularitas:14.9k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Di dunia modern di mana kultivasi berjalan beriringan dengan teknologi, Chen Mo adalah siswa jenius dengan nilai teori sempurna yang bermimpi menjadi kultivator hebat.

Namun, kenyataan pahit menghantam di hari kelulusan saat Upacara Kebangkitan menunjukkan bahwa dia hanya memiliki Bakat Rank F—level terendah yang dicap sebagai "sampah".

Kekecewaannya bertambah ketika teman masa kecilnya, Su Mengqi, yang membangkitkan Bakat Rank S, langsung memutuskannya demi mengejar masa depan bersama para elit.

Meskipun diremehkan oleh semua orang dan masuk ke Akademi Naga Bintang yang bergengsi hanya karena jalur akademis, Chen Mo tidak putus asa, terutama setelah dia secara tak terduga membangkitkan "Sistem Check-in".

Melalui sistem ini, dia mendapatkan hadiah tak terbatas mulai dari pil langka, teknik kuno, hingga uang tunai hanya dengan melakukan check-in di berbagai lokasi akademi.

Diam-diam, di balik tembok akademi yang penuh cemoohan, Chen Mo mulai menumpuk kekuatan dan kekayaan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20

Ding!

[Check-in Khusus Lokasi Alun-Alun Kedisiplinan berhasil.]

[Mendapatkan: Skill Pasif - Tekanan Penakluk Jiwa (Level 1).]

[Mendapatkan: Poin Spiritual x20.]

Chen Mo merasakan hawa dingin yang aneh mengalir lurus ke pusat otaknya.

Pikirannya seketika menjadi sangat jernih dan tajam seperti pedang yang baru diasah.

Dia bisa merasakan energi mentalnya meluas dan menjadi sangat padat.

Dengan skill ini, dia mampu menekan kehendak orang-orang bermental lemah di sekitarnya hanya melalui tatapan mata.

"Skill ini sangat cocok untuk membungkam anjing-anjing elit yang suka menggonggong," batin Chen Mo puas.

Nilai spiritualnya kini telah menyentuh angka 65, jauh meninggalkan rata-rata murid di akademi ini.

Dia melangkah kembali ke asrama barat dengan langkah ringan, meninggalkan segala keributan di belakangnya.

Sesampainya di kamar, Wang Bo segera pamit untuk menyerahkan herbal mereka ke pusat misi.

"Saudara Chen, istirahatlah yang cukup. Aku yang akan mengurus semua administrasi kelulusan misi kita," ucap Wang Bo penuh semangat.

"Bagus. Bawa saja semua kredit akademiknya untukmu, aku tidak butuh angka-angka palsu itu," jawab Chen Mo datar.

Wang Bo mengangguk hormat dan segera berlari keluar kamar dengan tas ranselnya.

Chen Mo mengunci pintu kamar dan merebahkan tubuhnya di atas kasur.

Dia menatap langit-langit kamar sambil memutar-mutar Cincin Ruang di jarinya.

"Dua bangkai monster Rank A di dalam sini harus segera dijual sebelum nilai kesegarannya turun," gumam Chen Mo.

Meskipun Cincin Ruang bisa menghentikan pembusukan, aura monster akan perlahan memudar jika dibiarkan terlalu lama.

Chen Mo menutup matanya dan memutuskan untuk tidur sejenak, menunggu matahari tenggelam.

Malam harinya, Akademi Naga Bintang diselimuti kegelapan dan keheningan.

Jam malam telah diberlakukan, tidak ada murid yang diizinkan berkeliaran di luar asrama.

Krieet.

Chen Mo membuka jendela kamarnya dengan sangat pelan.

Dia mengenakan jubah hitam panjang lengkap dengan topeng polos yang menutupi seluruh wajahnya.

Wuuush!

Dengan menggunakan Langkah Hantu Asura, tubuhnya melesat menembus kegelapan malam bagaikan bayangan.

Dia mengaktifkan skill Penyamar Aura untuk merubah gelombang energinya.

Aura Rank F yang lemah kini disamarkan menjadi aura kultivator tingkat tinggi yang sangat misterius dan menekan.

Tujuannya malam ini sangat jelas, yaitu Paviliun Bulan Gelap.

Itu adalah pasar gelap terbesar dan paling rahasia yang beroperasi tepat di bawah ibu kota provinsi, tidak jauh dari akademi.

Setelah berlari selama dua puluh menit, Chen Mo tiba di sebuah gang buntu yang kumuh di pinggiran kota.

Dua orang penjaga bertubuh raksasa berdiri menyilang di depan sebuah pintu besi berkarat.

"Berhenti. Tunjukkan tanda pengenal atau sebutkan kata sandi," cegat salah satu penjaga dengan suara serak.

Chen Mo tidak menjawab sama sekali.

Dia hanya melangkah maju dan melepaskan sedikit Tekanan Penakluk Jiwa miliknya.

Syuuut!

Hawa dingin yang sangat mengerikan langsung mencekik leher kedua penjaga raksasa itu.

Mata mereka membelalak ngeri, merasakan tekanan mental dari seorang ahli yang bisa membunuh mereka dalam sekejap.

"M-maafkan kelancangan kami, Tuan! Silakan masuk!"

Penjaga itu langsung membungkuk sembilan puluh derajat dan membukakan pintu besi tersebut dengan gemetar.

Di pasar gelap, kekuatan adalah satu-satunya tanda pengenal yang paling sah.

Chen Mo melangkah masuk melewati lorong bawah tanah yang panjang dan diterangi obor.

Begitu sampai di ujung lorong, pemandangan kota bawah tanah yang sangat megah dan ramai menyambut matanya.

Berbagai macam stan penjual barang ilegal, artefak curian, hingga obat-obatan terlarang berjajar rapi.

Namun Chen Mo tidak tertarik pada pedagang kaki lima itu.

Dia berjalan lurus menuju sebuah gedung mewah berlantai tiga di tengah pasar yang bertuliskan Balai Lelang Bulan Gelap.

Saat dia masuk, seorang resepsionis wanita yang berpakaian sangat minim langsung menghampirinya.

"Selamat datang di Balai Lelang, Tuan. Ada yang bisa saya bantu malam ini?" sapa wanita itu dengan nada menggoda.

"Aku mencari penilai barang tingkat atas. Aku punya barang yang tidak bisa dibeli oleh pedagang biasa," jawab Chen Mo dengan suara yang disamarkan menjadi lebih berat.

Wanita itu tersenyum profesional dan menunduk hormat.

"Mari ikut saya, Tuan. Saya akan mengantar Anda ke ruangan Penatua Wu."

Chen Mo dibawa menuju sebuah ruangan tertutup di lantai dua yang dijaga ketat.

Di dalam ruangan itu, seorang pria tua berkacamata sedang menyesap teh panasnya dengan tenang.

"Silakan duduk, Tuan. Saya Penatua Wu, kepala penilai di cabang ini," sapa pria tua itu dengan sopan.

Chen Mo duduk di kursi berlapis beludru di seberang meja.

"Aku tidak suka membuang waktu. Aku butuh uang tunai secepatnya untuk barang ini," ucap Chen Mo langsung pada intinya.

Penatua Wu tersenyum maklum, sudah terbiasa dengan tamu-tamu aneh dan terburu-buru.

"Tentu saja. Keluarkan barang Anda, dan saya akan memberikan harga yang paling pantas," ucap Penatua Wu yakin.

Chen Mo mengangkat tangan kanannya, mengaktifkan Cincin Ruang yang dia pakai.

Sring!

Sebuah bangkai Beruang Es Berbaju Besi yang sangat besar tiba-tiba muncul dan memenuhi hampir separuh ruangan tersebut.

Hawa dingin ekstrem langsung menyebar, membekukan cangkir teh yang ada di atas meja.

Prang!

Cangkir teh di tangan Penatua Wu jatuh dan pecah berkeping-keping di lantai.

1
Naga Hitam
Chen Mo kaleee...
Yui: nama marganya sama soalnya/Facepalm//Facepalm/
total 5 replies
Hadi Hadi
bantai💪
Hadi Hadi
bantai💪💪💪
Hadi Hadi
is good💪💪
Hadi Hadi
bantai💪💪
$umb@k
mantap👍👍👍💪💪💪
pecinta karya orang
lanjutkan karyamu thor💪💪💪👍
Hadi Hadi
lanjut💪💪😍
Hadi Hadi
mantap💪💪
Hadi Hadi
bantai💪💪
Hadi Hadi
up😍
Hadi Hadi
bantai💪💪
Hadi Hadi
lanjutkan😍😍💪
Hadi Hadi
bantai💪
Hadi Hadi
lanjut😍
Hadi Hadi
is good😍😍💪
Hadi Hadi
kenapa lembek banget menjekelkan
Hadi Hadi
siy💪💪
Hadi Hadi
bantai💪
Hadi Hadi
selamat😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!