NovelToon NovelToon
Sistem Master Sekte

Sistem Master Sekte

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Ketika Jiang Chen terbangun di dunia kultivasi, ia mendapati dirinya mewarisi takhta Ketua Sekte Pedang Bintang—sebuah sekte yang dulunya agung namun kini berada di ambang kehancuran absolut. Pilar utama sekte, sang guru, telah tewas terbunuh. Para tetua berkhianat dan membawa lari seluruh harta benda, sementara musuh bebuyutan telah mendobrak gerbang depan untuk merampas wilayah mereka.
​Dengan tingkat kultivasi dasar yang sangat lemah dan hanya ditemani oleh satu adik seperguruan yang masih setia bertahan, ajal seolah sudah menanti Jiang Chen di depan mata.
​Namun, di saat maut dan keputusasaan memuncak, sebuah suara mekanis yang dingin bergema di benaknya: [Sistem Pembangunan Sekte Abadi berhasil diikat!]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28: Tiga Bulan Neraka Bintang

​Waktu di dunia kultivasi sering kali berlalu layaknya hembusan angin. Tiga bulan mengalir tanpa terasa di Puncak Bintang Jatuh.

​Bagi dunia luar, Sekte Pedang Bintang adalah misteri yang menakutkan setelah kehancuran armada Sekte Iblis Darah. Namun di dalam sekte, tiga bulan ini adalah periode pelatihan neraka yang mengubah sekumpulan pemuda fana dan kultivator liar menjadi pasukan pembunuh berdarah dingin.

​Di bawah Array Pengumpul Qi Tingkat Menengah, energi spiritual di Puncak Bintang Jatuh begitu pekat hingga membentuk kabut permanen. Di alun-alun utama, lima puluh murid luar sedang mengayunkan pedang mereka secara serempak.

​SYUUUT! TRANG!!

​Setiap ayunan dari kelima puluh pedang itu membelah udara dengan presisi mutlak. Tidak ada lagi sisa-sisa kelemahan atau keraguan di mata mereka. Kultivasi terendah di antara mereka kini berada di Pemadatan Qi Tingkat 5, sementara beberapa yang paling berbakat telah mencapai Tingkat 7!

​Peningkatan gila-gilaan ini adalah hasil dari pasokan sumber daya yang tidak masuk akal.

​Pilar Kemandirian Sekte

​Di sayap kiri sekte, dari dalam Tungku Penempaan Bumi, suara dentingan logam beresonansi. Han Feng, dengan tubuh bagian atas yang kini dipenuhi otot padat yang berkilau karena keringat, mencapit sebuah pedang yang memancarkan cahaya biru metalik.

​Cisssss!

​Ia mencelupkan pedang itu ke dalam air es spiritual. Uap mengepul, dan sebuah Pedang Tingkat Fana Kelas Puncak lahir. Dalam tiga bulan, berkat Akar Roh Logam Mutasi dan Seni Palu Seribu Tempa, Han Feng berhasil mempersenjatai kelima puluh murid luar dengan pedang seragam berkualitas tinggi.

​Di lembah belakang, situasinya tidak kalah menakjubkan. Meng Meng, si gadis kecil yang kini tampak lebih berisi dan sehat, membuka kuali tembaganya. Aroma harum semerbak memenuhi udara. Puluhan Pil Pemulih Darah dan Pil Kondensasi Qi berkualitas sempurna berguling keluar. Meng Meng telah menjadi mesin penyuplai obat sekte, memastikan kelima puluh murid bisa berlatih melampaui batas fisik mereka setiap hari tanpa takut cacat.

​Terobosan Sang Iblis Pedang

​Di puncak tebing, awan energi spiritual tiba-tiba berputar ganas.

​Lin Mo, yang sedang duduk bersila dengan Pedang Meteor Darah di pangkuannya, membuka matanya. Sepasang pupil hitamnya memancarkan seberkas cahaya perak yang menyilaukan.

​BOOOM!

​Aura yang jauh melampaui Pemadatan Qi meledak dari tubuh remajanya, menghempaskan kerikil di sekitarnya.

​Ranah Pembentukan Fondasi Tingkat 1!

​"Akhirnya..." Lin Mo mengepalkan tinjunya, merasakan kekuatan yang sepuluh kali lipat lebih mematikan dari sebelumnya. Di usianya yang masih sangat muda, ia telah mencapai ranah yang membuat banyak tokoh tua di Kota Awan Mengambang menghabiskan separuh umur mereka.

​Su Yue, yang berdiri tak jauh darinya, tersenyum bangga meski ia baru berada di Puncak Pemadatan Qi Tingkat 9. Akar Roh Es Surgawi miliknya membuatnya sangat kuat, namun Lin Mo memiliki insting bertarung dan kebrutalan Tubuh Pedang Kuno yang membantunya menembus batas lebih cepat.

​"Kerja bagus," sebuah suara tenang terdengar.

​Jiang Chen melangkah keluar dari kehampaan, tangannya bertaut di belakang punggung. Aura Inti Emas-nya tidak bocor sedikit pun, membuatnya terlihat seperti manusia fana yang elegan, namun Lin Mo dan Su Yue tahu bahwa guru mereka kini jauh lebih tak terukur dibandingkan tiga bulan lalu.

​"Hari ini adalah waktunya," ucap Jiang Chen santai. "Turnamen Bintang Baru di Ibukota Provinsi Awan akan dimulai minggu depan. Ini adalah panggung pertama kalian untuk menunjukkan pada dunia, siapa penguasa generasi muda yang sebenarnya."

​Jiang Chen membalikkan badan dan berjalan menuju alun-alun. "Lin Mo, Su Yue, Han Feng, dan tujuh murid luar terbaik. Bersiaplah. Kita berangkat."

​Gesekan di Ibukota Provinsi

​Sehari kemudian, Perahu Terbang raksasa berbendera Sekte Pedang Bintang membelah lautan awan dan tiba di langit Ibukota Provinsi Awan.

​Ini adalah kota metropolitan kultivator yang ukurannya sepuluh kali lipat lebih besar dari Kota Awan Mengambang. Formasi pelindung raksasa menyelimuti kota, dan ratusan kereta terbang serta burung spiritual berlalu-lalang di pelabuhan udara luar kota.

​Turnamen Bintang Baru adalah acara dekaden yang memperebutkan hak eksploitasi tambang Batu Spiritual, menarik jenius dari puluhan sekte tingkat atas dan klan kekaisaran.

​Saat Perahu Terbang Jiang Chen hendak berlabuh di salah satu landasan VVIP yang telah dipesan oleh Paviliun Bulan Perak, sebuah bayangan elang emas raksasa (Binatang Iblis Tingkat 3) tiba-tiba melesat dari arah samping, mencoba memotong jalur mereka dan merebut tempat berlabuh tersebut secara paksa.

​Di atas kepala elang emas itu, berdiri sekelompok pemuda berpakaian sutra ungu yang sangat mewah. Di dada mereka terukir lambang matahari ungu.

​"Itu adalah jenius dari Sekte Langit Ungu! Sekte nomor satu di ibu kota!" bisik salah satu pengawal pelabuhan yang ketakutan di bawah sana.

​Seorang pemuda arogan dengan kipas lipat di tangannya berteriak dari atas elang, auranya berada di Pembentukan Fondasi Tingkat 1.

​"Singkirkan perahu rongsokan kalian dari landasanku! Sekte dari kampung mana kalian berani menghalangi jalan Tuan Muda ini?!"

​Di geladak Perahu Terbang, sepuluh murid luar Sekte Pedang Bintang berdiri kaku, tangan mereka serempak memegang gagang pedang. Han Feng mendengus dingin, sementara Su Yue menatap dengan pandangan membekukan.

​Jiang Chen, yang sedang duduk di kursi santainya di haluan kapal, bahkan tidak mengangkat pandangannya dari buku kuno yang sedang dibacanya. Dia hanya membalik halaman berikutnya dengan tenang.

​"Lin Mo. Berisik sekali. Potong sayap burung itu."

​Perintah itu diucapkan dengan nada datar, seolah menyuruh muridnya membersihkan debu di meja.

​"Sesuai perintah Guru!"

​Mata Lin Mo menyala. Remaja itu tidak mengeluarkan qi, ia murni menggunakan kekuatan fisiknya yang meledak. Ia melompat dari geladak Perahu Terbang, melesat di udara bagaikan peluru meriam langsung ke arah elang emas raksasa tersebut.

​"Bocah cari mati!" Pemuda arogan dari Sekte Langit Ungu itu mencibir, mengayunkan kipas lipatnya untuk melepaskan bilah angin beracun.

​Namun, di udara, Lin Mo menghunus Pedang Meteor Darah-nya. Energi qi Pembentukan Fondasi bercampur dengan niat pedang perak yang mendominasi meledak.

​"Pedang Penakluk Bintang!"

​SYUUT!! CRAAAST!!

​Bilah angin musuh hancur seketika. Tanpa melambat sedikit pun, pedang Lin Mo membelah udara dan mengiris salah satu sayap elang emas raksasa itu hingga putus sebersih potongan pisau panas pada mentega!

​Darah iblis menyembur di langit pelabuhan. Elang Tingkat 3 itu menjerit kesakitan, kehilangan keseimbangan, dan jatuh menukik ke bawah bersama para jenius Sekte Langit Ungu yang berteriak panik kehilangan pijakan.

​Lin Mo memutar tubuhnya di udara dan mendarat kembali di geladak Perahu Terbang dengan mulus, menyarungkan pedangnya dengan bunyi klik yang renyah.

​Di bawah pelabuhan, ribuan pasang mata terbelalak ngeri melihat kejadian instan itu. Binatang peliharaan Tuan Muda Sekte Langit Ungu diamputasi dalam satu serangan oleh seorang remaja?!

​Perahu Terbang Sekte Pedang Bintang akhirnya berlabuh dengan tenang. Jiang Chen menutup bukunya, bangkit berdiri, dan tersenyum melihat ke bawah pada rombongan Sekte Langit Ungu yang jatuh merangkak di aspal landasan.

​"Selamat datang di Ibukota," gumam Jiang Chen santai.

1
R.A.N
💪👍
R.A.N
perasaan blum -1.000 lebih udh VVIP?? harusnya pas beli bsar
R.A.N
hoow💪👍
R.A.N
semangat🔛🔥💪
R.A.N
episode 4,pertama💪🙏👍
R.A.N
semangat ⚡🔨Thor, lanjutkan
R.A.N
novel bagus ini baru ketemu💪👍
Arinto Ario Triharyanto
yoooiiiii
Hadi Hadi
semangat💪💪
Hadi Hadi
by💪💪
Hadi Hadi
up up up😄
Hadi Hadi
mantap🤭🤭
Hadi Hadi
is good💪💪💪
Hadi Hadi
sikat💪💪💪
Hadi Hadi
bantai💪💪
Hadi Hadi
semangat💪💪💪
Arinto Ario Triharyanto
mantaapppp
Arinto Ario Triharyanto
yoyoi😎
Arinto Ario Triharyanto
mantap betul dah😎
dewa pedang
wkwkwk mampus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!