Lin Yuan hanyalah seorang satpam biasa yang ingin menikmati hidup tenang setelah meninggalkan gelarnya sebagai Raja Tentara Bayaran paling mematikan.
Namun, hari-harinya berubah menjadi kacau ketika ia terjebak kesepakatan menjadi pacar palsu seorang CEO wanita sedingin es bernama Shen Yuxuan demi menggagalkan pertunangannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32
Malam semakin larut di kediaman keluarga Shen.
Cahaya rembulan menembus pepohonan, menciptakan bayangan panjang di atas rumput taman belakang.
Lin Yuan berjalan dalam diam menyusuri perimeter rumah untuk memastikan keamanan malam ini.
Tugasnya sebagai pelindung rahasia yang diangkat oleh Jenderal Shen tidak pernah dia anggap remeh.
Langkahnya terhenti saat dia mendongak ke arah lantai dua bangunan utama.
Di balkon kamar Shen Yuxuan, sosok wanita itu berdiri mematung menatap langit malam.
Dia sudah mengganti bajunya dengan piyama sutra berwarna putih gading yang tipis.
Angin malam yang dingin meniup rambut panjangnya, membuat sosok CEO es itu terlihat rapuh dan kesepian.
Lin Yuan tersenyum tipis dan memutuskan untuk menghampirinya, kali ini bukan lewat tangga dalam.
Dia mundur beberapa langkah dan berlari pelan menuju dinding rumah.
Dengan kelincahan seekor macan tutul, Lin Yuan melompat dan menggunakan pipa air untuk memanjat ke lantai dua.
Hanya butuh tiga detik baginya untuk mencapai pinggiran balkon dan mendarat tanpa mengeluarkan suara sekecil apa pun.
Shen Yuxuan masih melamun, memikirkan detak jantungnya yang berdebar gila saat berada di pelukan Lin Yuan tadi saat makan malam.
Dia tidak menyadari kehadiran pria itu hingga sebuah jaket tebal disampirkan menutupi bahunya.
"Angin malam sangat jahat untuk kesehatanmu, Bos."
Suara berat Lin Yuan mengagetkan Shen Yuxuan hingga wanita itu sedikit melompat mundur.
"D-dari mana kau muncul? Pintu kamarku kan terkunci rapat."
Shen Yuxuan menatap Lin Yuan dengan mata membelalak, lalu menoleh ke arah pinggiran balkon.
"Kau memanjat dinding? Dasar berandalan gila."
Shen Yuxuan memarahi Lin Yuan, namun tangannya refleks merapatkan jaket pria itu di tubuhnya.
Aroma tembakau dan parfum maskulin yang menempel di jaket itu entah kenapa memberikan rasa nyaman.
Lin Yuan bersandar di pagar balkon dan menyalakan sebatang rokok.
"Aku kan sedang berpatroli, Nona. Melihat pacarku kedinginan termasuk dalam keadaan darurat juga."
Lin Yuan menghembuskan asap rokoknya ke udara dengan santai.
"Dan pacarmu ini tidak bisa tidur karena terus memikirkan wajah merahmu tadi di ruang makan."
Wajah Shen Yuxuan kembali memanas mendengar godaan langsung tersebut.
"Aku tidak begitu, aku hanya... kepanasan karena makanannya terlalu pedas."
Alasan yang klasik itu langsung keluar dari mulutnya, padahal mereka makan bistik yang sama sekali tidak pedas.
Lin Yuan hanya tertawa pelan dan tidak membantah kebohongan manis tersebut.
Mereka berdua terdiam sejenak, menikmati keheningan malam dan hembusan angin.
Shen Yuxuan menatap profil samping wajah Lin Yuan yang diterangi cahaya rembulan.
Pria ini selalu bersikap santai, malas, dan bermulut kotor.
Tapi entah kenapa, tatapan matanya selalu menyimpan kedalaman yang sangat gelap, seperti jurang yang tidak berdasar.
"Lin Yuan, siapa sebenarnya kau ini?"
Pertanyaan itu akhirnya meluncur dari bibir Shen Yuxuan dengan nada yang sangat serius.
"Kau jelas bukan satpam biasa. Gerakanmu saat memanjat tadi, saat berkelahi... kau seperti hantu."
Shen Yuxuan mengumpulkan keberaniannya untuk menanyakan hal yang selama ini mengganjal di hatinya.
"Dan kenapa keluarga Zhao tiba tiba begitu ketakutan padamu?"
Lin Yuan berhenti menghisap rokoknya dan menatap lurus ke arah taman yang gelap.
Dia tidak bisa menceritakan identitas aslinya sebagai Raja Tentara Bayaran.
Itu hanya akan membawa bahaya yang jauh lebih besar ke dalam kehidupan wanita ini.
"Aku hanya seorang pria biasa yang pernah melakukan banyak kesalahan di masa lalu, Yuxuan."
Lin Yuan menjawab dengan suara yang sangat rendah, hampir seperti bisikan.
"Masa lalu di mana darah lebih murah daripada air, dan nyawa manusia tidak lebih berharga dari sebutir peluru."
Kata kata itu terdengar sangat puitis, namun kengerian di baliknya sangat nyata.
Shen Yuxuan bisa merasakan hawa dingin merayap di tengkuknya mendengar kalimat tersebut.
"Aku datang ke kota ini hanya untuk mencari ketenangan, menjadi satpam, dan hidup sebagai orang normal."
Lin Yuan menoleh dan menatap langsung ke dalam mata indah Shen Yuxuan.
"Tapi ternyata, nasib membawaku bertemu dengan CEO es yang selalu mencari masalah."
Lin Yuan tersenyum lembut, senyum yang berbeda dari godaan nakalnya selama ini.
"Dan sekarang, tugasku adalah memastikan kau bisa tidur nyenyak tanpa perlu mengkhawatirkan monster dari masa lalumu."
Shen Yuxuan tertegun, hatinya bergetar mendengar pengakuan tersirat tersebut.
Pria ini, dengan segala beban masa lalunya yang kelam, rela mempertaruhkan nyawanya lagi hanya untuk melindunginya.
"Kau tidak perlu melakukan semua ini, Lin Yuan."
Shen Yuxuan menundukkan kepalanya, menyembunyikan matanya yang mulai berkaca kaca.
"Kontrak kita hanya... hanya sebatas pacar palsu. Kau tidak dibayar untuk membahayakan nyawamu."