Gimana sih rasanya, tiba - tiba nikah?
em... pasti campur aduk rasanya. Begitupun dengan yang di rasakan Rindi.
Ia seorang siswa yang masih duduk di kelas 2 SMA harus nikah dadakan dengan orang yang tiba - tiba ia kenal tanpa sengaja.
Apalagi orang tersebut sangat membuatnya emosi. Di satukan dalam sebuah ikatan pastinya akan membuat mereka sulit untuk akur.
Apalagi menikah dengan cara dadakan seperti ini.
Yuk, yang penasaran langsung baca aja ya. ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alrumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30 Bawel Banget
"Ibu nih ya bawel banget sih bu, tapi bawel - bawel kaya gini juga ayah tetep suka sama ibu apalagi sayang, itu udah yang paling utama buat ayah." Kata ayah yang malah sempet - sempetnya menggoda ibu yang sedang tak sabar menunggu ayah segera memberitahukan dirinya.
"Stop yah, jangan terus - terusan kaya gini deh. Ibu tuh lagi serius gak mau di bercandain. Jadi, stop bercanda nya." Kata
Ibu yang langsung meminta ayah untuk berhenti menggoda dirinya.
"Lah bu memangnya ayah lagi bercanda gitu. Ayah kan serius bu, bilang kaya barusan ke ibu. Jadi jangan bilang bercanda." Kata ayah yang tak menerima jawaban ibu atas ucapannya itu.
"Pokok nya ibu gak mau tau yah, ayah jangan bilang kaya gitu. Ini tuh lagi bahas tentang hal serius jadi gak boleh ada bercandanya." Kata ibu membalas ucapan ayah.
"Terserah ibu aja deh. Kalau ibu anggap nya bercanda, ya udah itu terserah ibu. Tapi yang jelas ucapan ayah itu beneran bu, bukan bercanda." Kata ayah membalas ucapan ibu.
Kemudian mereka berdua pun malah sama - sama terdiam untuk beberapa detik lamanya. Sampai dimana ibu mulai mengeluarkan suaranya lagi.
"Hem... ya udah, sekarang kasih tau ibu coba. Ucapan ayah yang mana yang belum ibu jawab. Dari tadi ibu tanya malah lama gak di jawab - jawab. Ayah tuh sebenernya denger gak sih ucapan ibu yang ini atau malah gak denger makannya lama kasih tau ke ibu nya." Kata ibu yang mengeluarkan suaranya dengan mengomel pada ayah.
"Denger dong bu, ibu nya aja yang gak sabar. Ayah juga mau ko kasih tau ibu. Jadi sabar bu." Kata ayah membalas ucapan ibu.
"Hem... kalau gitu cepet kasih tau nya. Ibu gak ada waktu lagi buat nunggu." Kata ibu membalas ucapan ayah.
"Iya deh iya, ibu yang sibuk. Sekarang ayah kasih tau ke ibu." Kata ayah membalas ucapan ibu.
"Ya udah, ayo lama bener sih." Kata ibu membalas ucapan ayah.
"Sabar dong bu, ini juga ayah mau kasih tau ibu. Jadi gini bu, tadi kan ayah tanya ibu kenapa malah berhenti tiba - tiba jalannya dan jawaban yang itu belum ibu jawab sama sekali. Makannya sekarang ayah mau tau jawabannya dari ibu." Kata ayah yang akhirnya memberitahukan juga pada ibu mengenai jawaban atas ucapannya yang belum di jawab oleh ibu.
"Oh, jadi pertanyaan yang itu, kalau yang itu mah ayah gak perlu tau jawabannya. Udah yuk langsung jalan lagi aja." Kata ibu membalas ucapan ayah dan langsung mengalihkan pembicaraan dengan mengajak ayah untuk kembali melanjutkan perjalanannya.
"Ko gitu sih bu, ayah kan pengen tau. Masa gak boleh tau." Kata ayah yang tak puas dengan jawaban ibu atas ucapannya itu. Sehingga Ia pun kemudian berkata seperti itu pada ibu.
"Bukan gak boleh tau yah, tapi..." Kata ibu yang baru saja akan melanjutkan ucapannya malah ia mendengar suara ayah yang secara tiba - tiba memotong ucapan nya itu.
"Memang ibu gak mau kasih tau ayah kan. Ibu ko gitu sih." Inilah kata ayah yang memotong ucapan ibu.
"Apa sih yah, ibu gak kasih tau ayah. Bukan gak mau, tapi karena ibu takut pembahasan mengenai pertanyaan ayah itu malah panjang. Jadi, ntar malah lama lagi berdiri disini. Terus ntar bisa pengel kaki ibu kalau kelamaan berdiri. Jadi jangan berpikiran kaya gitu deh yah. Gak baik tau yah." Kata ibu membalas ucapan ayah dengna cukup panjang.
"Tapi kan bisa ibu persingkat, apa susah nya sih bu." Kata ayah membalas ucapan ibu dengan cepat.
"Memang bisa yah kaya gitu. Tapi ibu nya males kalau harus ngerangkum dulu ucapan ibu nya. Jadi ya lebih baik gak di bahas aja." Kata ibu membalas simple ucapan ayah.
"Ya udah deh, pusing lama - lama bicara sama ibu tapi gak mau ngalah." Kata ayah yang akhirnya menyerah, tak mau lagi melanjutkan ucapannya dengan ibu.
"Dari tadi coba yah bilang kaya gini nya. Gak akan lama kan. Ya udah yuk lanjut lagi jalannya dan satu lagi wajahnya ayah jangan cemberut gitu dong. Mana coba senyumnya." Kata ibu membalas ucapan ayah dan meminta ayah untuk menunjukkan senyumnya karena ketika ayah menjawab ucapan ibu wajah ayah menjadi cemberut.
"Gak ada, ayah lagi males." Kata ayah membalas jutek ucapan ibu.
"Hem... sayang banget padahal kalau ayah mau senyum ntar ibu kasih hadiah. Tapi berhubung ayah gak mau, jadi hadiahnya gak akan jadi deh. Sayang banget ayahnya gak mau." Kata ibu membalas ucapan ayah.
Ayah yang mendengar kata hadiah keluar dari bibir ibu pun langsung bertanya mengenai hadiah yang di maksud ibu tersebut.
"Hadiah, maksud ibu kalau ayah kasih senyum, ibu akan kasih ayah hadiah. Gitu maksud ibu?" Kata ayah yang bertanya pada ibu.
"Hem... iya" kata ibu membalas ucapan ayah smabil mengagukkan kepalanya.
"Memangnya hadiah nya apa?" Kata ayah bertanya lagi pada ibu.
"Kenapa gitu yah? bukannya ayah udah gak mau ya. Kenapa ayah harus tanya tentang hadiah nya. Jangan bilang kalau ayah mulai tertarik untuk senyum saat ibu bilang akan ada hadiah." Kata ibu membalas ucapan ayah dengan sedikit curiga tentang ucapan ayah tersebut.
"Gak ko, ayah cuman pengen tau aja." Kata ayah membalas ucapan ibu.
"Oh, jadi ayah lagi penasaran." Kata ibu membalas ucapan ayah.
"Gak juga, ayah cuman pengen tau aja bukan penasaran." Kata ayah yang tak setuju dengan ucapan ibu.
"Tapi sama aja yah, ujung - ujungnya juga Pasti penasaran. Ayah nih giman sih." Kata ibu membalas ucapan ayah.
"Beda dong bu, dari kata - kata nya aja beda Darimananya bisa di samain." Kata ayah yang tak mau di salahkan oleh ibu atas ucapannya tersebut.
"Sama yah sama, makna nya juga sama pengen tau. Jadi ya sama aja." Kata ibu membalas ucapan ayah.
"Terserah ibu aja deh, ayo coba hadiah yang akan di kasih ke ayah apa kalau ayah setuju dengan ucapan permintaan ibu tadi." Kata ayah membalas ucapan ibu.
"Bener nih, ayah pengen tau." Kata ibu membalas ucapan ayah sambil memastikan ucapan yang ayah minta tersebut benar adanya.
"Iya beneran dong bu. Masa nggak." Kata ayah membalas ucapan ibu.
"Ya udah deh kalau ayah beneran pengen tau. Sini ibu bisikin di telinga ayah. Soalnya hadiah yang akan ibu kasih itu bersifat privasi jadi harus di bisikin." Kata ibu membalas ucapan ayah dan meminta ayah untuk mendekatkan dirinya agar ibu bisa membisikan sesuatu pada ayah.
"Memangnya gak bisa langsung bu kasih tau nya, terus apa sih bu hadiah privasi nya itu." Kata ayah membalas ucapan ibu.
"Kalau ayah pengen tau, ayah gak perlu banyak tanya lagi, cukup dengerin ucapan ibu yang akan ibu bisikan di telinga nya ayah. Gimana ayah setuju gak?" Kata ibu membalas ucapan ayah.
Sebelum menjawab ucapan ibu, ayah pun sempat terdiam beberapa saat. Entah ayah sedang mempertimbangkan ucapan ibu atau karena ayah lagi pengen terdiam. Dan yang tau hal itu hanya ayah lah sendiri orangnya.
Tak lama setelah terdiam ayah kemudian mulai mengeluarkan suaranya lagi untuk menjawab ucapan ibu.
Bersambung...
udah ku kasih bunga tadi 💐