NovelToon NovelToon
Menepis Dekapan Tuan Dewangga

Menepis Dekapan Tuan Dewangga

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Ibu Tiri / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:154.5k
Nilai: 5
Nama Author: Mommy Ghina

"Aku tidak akan bersaing dengan masa lalumu. Sebelum kamu mendepakku, aku yang akan berjalan keluar."

Nayara tahu posisinya di kediaman Dewangga hanya sebatas hitam di atas putih. Melalui pernikahan kontrak dua tahun, ia menjadi tameng bagi Arkananta Dewangga untuk mempertahankan hak asuh anaknya, Kenzie, dari kejaran mantan istrinya, Saskia. Naya menjalani perannya dengan profesionalitas tinggi, sembari mengunci rapat hatinya di balik dinding es yang tebal.

Namun, situasi memanas saat Gisella—cinta pertama Arka—kembali dalam kondisi hancur. Dalih tanggung jawab membuat Arka kerap berpaling, memicu kelicikan Clarissa (saudara Saskia) untuk menjebak Arka hingga skandal kemesraannya dengan Gisella viral di media sosial. Foto viral ini menjadi senjata maut Saskia untuk merebut Kenzie kembali di sidang banding. Di depan mertua yang murka, Naya tampil anggun membela Arka demi menuntaskan tugas kontraknya.

Namun di balik layar, Naya menampar ego suaminya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy Ghina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2. Senyum Palsu Untuk Dunia

"Kedua," lanjut Naya, matanya menatap tajam dokumen di atas meja. "Meskipun ini pernikahan kontrak, selama dua tahun ini saya adalah ibu dari Kenzie. Saya minta kebebasan penuh untuk mendidik dan merawat Kenzie tanpa ada intervensi atau kekangan dari kamu atau asisten rumah tangga lain yang merasa lebih berkuasa. Jika Kenzie berada di bawah pengawasan saya, maka sayalah yang memegang kendali atas dirinya."

Arka terdiam beberapa saat, menimbang-nimbang permintaan wanita di hadapannya. Ia tidak menyangka wanita sederhana yang awalnya terlihat lugu ini bisa bersikap sekeras dan setegas ini ketika berbicara tentang prinsip.

"Baik," sahut Arka akhirnya. "Selama keputusanmu tidak membahayakan Kenzie, aku tidak akan ikut campur."

"Dan yang terakhir," Naya mengambil pulpen yang tergeletak di dalam map. "Jangan pernah membawa wanita lain ke dalam rumah ini selama status saya masih menjadi istri sahmu secara hukum. Saya punya keluarga yang harus saya jaga nama baiknya. Saya tidak ingin ibu saya mendengar desas-desus buruk tentang menantunya."

Arka terkekeh pelan, sebuah kekehan sinis yang terdengar dingin. "Kamu tidak perlu khawatir soal itu. Aku terlalu sibuk dengan urusan perusahaan untuk memikirkan wanita lain. Lagipula, privasiku jauh lebih mahal daripada apa yang kamu bayangkan."

Arka menggeser dokumen itu lebih dekat ke arah Naya. "Jika semua sudah jelas, tanda tangani sekarang."

Naya memandang ujung pulpennya. Tangannya sempat ragu selama satu detik, sebelum akhirnya ia menorehkan tanda tangan di atas meterai yang telah disediakan. Dua tahun. Ia hanya perlu bertahan selama dua tahun dalam sandiwara dingin ini.

Setelah Naya selesai, Arka menarik dokumen itu kembali dan membubuhkan tanda tangannya sendiri dengan gerakan cepat dan tegas.

Sret. Sret.

"Selesai," ucap Arka sambil menutup map tersebut. Ia berdiri, membawa map itu menuju brankas pribadinya di sudut kamar.

Naya ikut berdiri, merapikan gaun pengantinnya yang terasa makin mencekik. "Kalau begitu, saya permisi ke kamar saya."

Arka tidak berbalik, ia sibuk menekan digit kode brankasnya. "Kamar tidurmu ada di balik pintu putih di sebelah sana. Kamar Kenzie ada di balik pintu penghubungnya. Dia sudah tidur sejak jam sembilan tadi karena kelelahan."

Naya melangkah menuju pintu yang ditunjuk Arka. Namun sebelum ia memutar knop pintu, suara dingin Arka kembali terdengar, menghentikan langkahnya.

"Ingat batasanmu mulai malam ini, Nayara. Jangan pernah berharap aku akan luluh hanya karena kamu bersikap baik pada anakku. Di rumah ini, kamu adalah pekerja, dan aku adalah tuanmu."

Naya tidak berbalik. Ia hanya memejamkan mata rapat-rapat, menguatkan hatinya yang terasa remuk di malam pertamanya.

"Saya tidak pernah lupa, Tuan Arka," jawab Naya lirih namun penuh penekanan, sebelum akhirnya membuka pintu dan menghilang di balik kegelapan kamar barunya.

***

Sinar matahari pagi menerobos masuk melalui celah gorden sutra di kamar baru Nayara. Naya sudah terbangun sejak jam lima subuh. Jiwa mandirinya tidak mengizinkan ia bermalas-malas, meskipun kini ia tinggal di rumah yang luasnya berkali-kali lipat dari rumah kontrakannya dulu. Setelah membersihkan diri dan mengganti gaun pengantinnya dengan setelan blus tunik pastel yang rapi, Naya melangkah ke kamar sebelah melalui pintu penghubung.

Di atas ranjang kecil berbentuk mobil balap, Kenzie masih meringkuk di balik selimut tebalnya. Bocah berusia empat tahun itu terlihat begitu polos dan menggemaskan. Naya tersenyum tulus—satu-satunya senyuman nyata yang ia miliki sejak menginjakkan kaki di rumah ini. Dengan gerakan lembut, ia mengusap rambut halus Kenzie.

"Kenzie ... Sayang, bangun yuk. Sudah pagi," bisik Naya lembut.

Kenzie melenguh pelan, mengucek matanya yang bulat. Ketika melihat wajah Naya, mata bocah itu langsung berbinar. "Mama ...?"

Kata itu membuat dada Naya berdesir aneh. Ada rasa hangat sekaligus tanggung jawab besar yang tiba-tiba mengalir di nadinya. "Iya, ini Mama. Kita mandi dan sarapan yuk?"

Kenzie langsung bangkit dan memeluk leher Naya erat. "Mama wangi. Kenzie suka Mama."

Naya terkekeh pelan, menggendong tubuh mungil itu dengan mantap menuju kamar mandi. Sifat tenang dan keibuan Naya membuat Kenzie yang biasanya rewel dengan pengasuh baru, pagi ini justru sangat penurut.

Satu jam kemudian, Naya menuntun Kenzie yang sudah rapi dengan pakaian bermainnya turun ke lantai bawah. Di meja makan marmer yang panjang, Arka sudah duduk dengan kemeja kerja abu-abu yang terpasang rapi tanpa cela. Pria itu sedang fokus membaca tablet di tangannya, sementara secangkir kopi hitam mengepul di dekatnya.

Mendengar suara langkah kaki, Arka mendongak. Tatapannya yang sedingin es langsung mengunci Naya, seolah sedang menilai apakah wanita itu melakukan tugasnya dengan benar.

"Papa!" Kenzie langsung berlari dan memeluk kaki Arka.

Ekspresi kaku di wajah Arka seketika melunak saat menatap putranya. Ia mengangkat Kenzie ke pangkuannya. "Pagi, Jagoan. Sudah mandi?"

"Sudah dong, dimandiin Mama!" sahut Kenzie riang sambil menunjuk Naya.

Arka melirik Naya sekejap, lalu kembali menatap anaknya. "Bagus. Duduk di kursimu, kita sarapan."

Naya melangkah dengan tenang, mengambil posisi duduk di sebelah Kenzie untuk membantu bocah itu mengambil makanan. Suasana di meja makan begitu sunyi, hanya terdengar denting sendok dan garpu yang beradu dengan piring porselen. Arka memperlakukan Naya layaknya angin lalu, dan Naya pun tidak berniat membuka suara. Baginya, ketenangan ini jauh lebih baik daripada perdebatan.

Namun, ketenangan itu tidak bertahan lama.

*Tok! Tok! Tok!*

Suara ketukan pintu utama yang tergesa-gesa disusul oleh langkah kaki anggun yang terdengar nyaring di atas lantai marmer. Seorang wanita paruh baya dengan setelan blazer mahal dan tas Hermes di lengannya masuk ke ruang makan dengan tergesa-gesa.

"Arka! Naya!"

Arka langsung meletakkan garpunya, wajahnya menegang. "Mama? Kenapa mendadak sekali?"

Ibu Ambar Dewangga berdiri di ujung meja makan, menatap menantu barunya dengan pandangan menyelidik dari ujung kepala hingga ujung kaki. Naya segera bangkit dari duduknya, menampilkan senyum paling ramah dan tenang yang ia miliki. Ia melangkah mendekat, lalu mencium punggung tangan Ibu Ambar dengan takzim.

"Pagi, Mama. Mari silakan duduk, kita sarapan bersama," ucap Naya, suaranya terdengar sangat tenang, lembut, dan penuh hormat. Tidak ada kepanikan sama sekali di wajahnya.

Ibu Ambar menghela napas, menyerahkan tasnya pada pelayan yang mendekat. "Mama sengaja datang pagi-pagi. Mama mau lihat, apa istri pilihanmu ini benar-benar bisa mengurus rumah dan anak dengan becus, Arka. Mama masih tidak habis pikir kenapa kamu terburu-buru menikah dengan wanita yang ... ya, kamu tahu sendiri latar belakangnya."

Bersambung...

1
Fa Yun
tuh keluar aslinya wanita rubah gak tau maluu,Uda lihat arka sifat wanita yg kamu tolong 😕
Fa Yun
terlambat sudah penyesalanmu Arka, paling kasian sama Kenzie kalo Naya pergi 😕
Yayang Coedil
minta d ulek tuh wanita jadijadian🤭
Mulaini
Arka sifat asli Gisella sudah kelihatan dan kamu mau membelanya dan memilih dia atau memilih mempertahankan Naya yang sudah berkali² membela mu.
Mulaini
Arka kamu sudah tahu tapi tetap kamu lakukan jadi ya memang kamunya gak bisa mempertahankan Naya.
Lia Rahmawati
greget banget sama ceritanya,hayo lah Thor bikin si Naya pergi jauh sejauh mungkin sama ibunya,biar si arka menyesal 😡
Wiek Soen
arka buka matamu klo yg kamu tolong itu ulaaaarrrr😡😡😡
Wiek Soen
Giselle perempuan sampah berhati tamak serakah, menjijikan sekali
Rarik Srihastuty
dasar wanita ular, gimana arka orang yg katanya cuma minta perlindungan nekat secara terang2an mau jd pelakor rumah tanggamu. apa tindakan tegasmu arka? para pembaca sedang menunggu
Wiek Soen
makanya arka jangan bodoh ,nolong boleh tp lihat dulu yg di tolong,yg di tolong gigit kok ko GK rasa ,dasar dongoook,kok esmosi aq...sama arka
Ummee
dasar Gisella... kita lihat apa Arka terbuai tipu daya Gisella
Bagong
demi Alloh segala,,,,,,tahu g kambing bertelur aja lebih masuk akal
Zalmah Adiwi
perempuan 'GILA'..sampe segitux dia pny otak..🤦‍♀️🤣🤣🤣🤣
Zalmah Adiwi
mmng wajar klo naya terluka..
Eni Istiarsi
ayolah Arkaaa... mikiiiir!.. pake logikamu, jangan cuma kedepankan perasaan bersalah dan kasihan pada Giselle yang nyatanya cuma memanfaatkan mu
Kar Genjreng
ihhh wanita menjijikan dan laki laki bodohhhhh padahall sudah di nasehatin orang tua nya dan di kasih tau siapa gisel ahh tapi memang CEO ceroboh nanti kalau sudah di kuasai barulah menyesal sampai ujung dunia,,,lihat harusnya dari kelicikan nya jadi apa bedanya siska satu sama kan bedanya siska bisa memberikan Kenzie walaupun saat ini sedang di perebutkan,,,, kalau Ak jadi Arka berusaha mati Matian buat mempertahankan Nayara Kenapa sudah terlihat wanita itu tidak ambisius tidak tamak tidak jahat terhadap putranya dan bisa membela dan m memberikan ide agar tidak kehilangan proyek trilyunan tidak membuang uang untuk shopping,,,tapi terserah biar tersesat kembali apabila tidak bisa mengusir Gisele,,salam waras gemes mommy sama arka jadi laki laki ko lihat mana wibawanya sebagai pemimpin kalah sama wanita abal abal,,👍🤭🤭
Rahmawati
jijik bgt sm gisel😡
Mamah Nisa
tuuh arka....buka matamu...buka otak dan pikiranmu....sdh tau blm liciknya mantanmu itu...pantesan bu ambar ga suka sm mantanmu itu...karena ibumu sdh tau yg sebenarnya siapa gisela ...wanita rubah....
arkaaaa....masih blm ke buka juga pikiranmu...
sorry mom....esmosi jd nya ...belain mantan sampe segitunya...guwwedek sy mom....
lanjut mom...makin seru....
Kar Genjreng
perasaan dan hati Naya sudah kadung terluka terlalu dalam,,,luka pisau mungkin bisa di obati tetapi luka dalam siapa yang
tau seberapa dalam dan sakitnya Naya,,,,Ku pikir akan bahagia ketika main layangan di luar dan ketawa bersama itu
ternyata kesempatan Arka yang di berikan Naya tetapi di sia siakan ,,, ketika kesekolahan bersama bergandengan tangan,,,kini tinggal kenangan tak mungkin terulang kembali,,,arka lupa jalan pulang atau memang ceroboh ahirnya lewat jalur yang salah,,,karena harusnya jalan kerumah Naya dan Kenzie,,,ini ketempat gisele Yo uwis piye maneh,,,biar pelajaran buat arka yang mengabaikan perasaan Naya seolah tidak penting,,,dan sekarang barulah menyesali sudah tertutup rapat hati Naya,,, ahirnya Kenzie lah yang jadi korban nya lagi,trim mommy sudah update,,,besok kalau mommy sibuk balap karung update nya malam ga apa apa 🤩🤭hua hua
Deasy Suryandari
ini kalau matanya Arka masih belom melek tentang Gisela wah wah wah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!