NovelToon NovelToon
Suami Salah Tuduh: Fitnah Berujung Pernikahan

Suami Salah Tuduh: Fitnah Berujung Pernikahan

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir
Popularitas:641
Nilai: 5
Nama Author: Oceanluv_

Zakia tak pernah membayangkan hidupnya bisa berubah total karena fitnah yang ia dapatkan. Di usia yang masih muda yakni 22 tahun, Zakia terpaksa melewati jalan hidupnya dengan cara bekerja tanpa kenal lelah, semua itu ia lakukan demi membantu keluarganya. Bahkan, keinginannya untuk melanjutkan kuliah terpaksa ia urungkan demi membantu keluarga untuk mencicil motor.

Zakia selalu menatap langit dan berharap bisa mendapatkan setitik kebahagiaan di sela-sela kesengsaraan yang ia Terima. Namun siapa sangka, harapan kecil itu terpaksa runtuh dalam satu hari. Sebuah fitnah yang tidak pernah ia bayangkan menghancurkan nama baiknya, mulut manusia lebih cepat menyebarkan fitnah dari pada fakta, hal itu membuat hidup penuh dengan penenakan.

Akhirnya, demi menyelamatkan kehormatan kedua mempelai keluarga, Zakia dan pria itu terpaksa menjalan pernikahan. Akankah mereka akan menjadi pasangan yang penuh cinta? Atau hanya menjadi pasangan suami istri di atas kertas?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Oceanluv_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10

"Rega, mama kasian sama kakakmu tapi apa yang dilakukan Daren memang harus dipertimbangkan, nama mereka mereka terlanjur buruk dan satu-satunya cara buat nyelametin mereka yaitu mengikhlaskan mereka menikah," kata Sinta.

Rega menatap ke luar jendela, kakaknya sedari tadi berkurung di kamar, berulang kali dipanggil sang ibu tetap tidak mau ke luar, ketika dipanggil maka suara isakanlah yang menjadi jawabannya.

"Dengan cara dia mau menikahi kakakmu padahal bukan kesalahannya sudah menunjukkan bahwa anak itu memang orang yang bertanggung jawab," lanjut Sinta.

"Mama bukan berarti membela Daren atau memuji dia, tapi keputusan Daren bisa dipertimbangkan dan dibicarakan baik-baik dengan kakakmu."

"Kak Zakia bakalan mau?" tanya Rega. Sinta diam dan menggeleng, tanpa bertanya pun Sinta tahu bahwa Zakia akan menolak keras, tapi melihat putrinya selalu direndahkan dia juga sakit hati.

"Biar mama yang ngomong sama kak Zakia, kamu jangan terlalu banyak pikiran, kamu masih sekolah, fokus sama pendidikan kamu aja, urusan kakakmu biar jadi urusan mama," nasehat Sinta dan memukul bahu anaknya pelan.

Mata Rega bergetar melihat itu, tanpa mengatakan apapun ia memeluk ibunya dan menghela nafas keras, memikirkan tentang masalah kakaknya membuatnya lupa bahwa dia seorang remaja yang masih sekolah.

"Jangan pendam sendiri ya ma, kita di rumah ini sekarang bertiga, kalau ada masalah saling bantu ya, kita cuman punya mama, tolong baik-baik aja sampai nanti keadaannya udah mulai bagus," pinta Rega yang terdengar sangat-sangat memohon.

Sudah cukup kehilangan ayah jangan lagi sampai kehilangan ibu, mereka hanya punya satu orang tua dan jika satu ini saja tidak bisa dijaga dengan baik, Rega rasa dirinya terlalu lemah untuk menjadi seorang anak.

Beberapa hari sudah berlalu dan keadaan Zakia belum ada perkembangan, kakinya semakin sakit dan bahkan susah untuk dibawa berjalan, tubuhnya semakin kurus, matanya semakin satu dan raut wajahnya semakin lesu.

Tak ada yang dilakukan Zakia selain terdiam, makan dan kembali masuk ke dalam kamar, bahkan untuk mengisi perutpun Zakia harus melihat situasi, ketika tidak ada Rega barulah dia ke dapur untuk mengambil makanan dan berlari cepat masuk ke dalam kamarnya.

Bahkan ada kalanya Rega juga ingin ke dapur terpaksa menahan diri, ia kembali masuk ke kamarnya dan ke luar ketika sudah merasa kakaknya tidak lagi berasa di dapur, bahkan di dalam rumah sekalipun Zakia tetap merasa tidak aman.

"Zakia, mama mau ngomong."

Zakia yang mendengar namanya disebut menoleh ke arah ibunya, kebiasaan Zakia akhir-akhir ini selalu duduk di sudut kasur kamarnya dan bersandar ke dinding sambil melamun.

Sinta tersenyum melihat tingkah anaknya, pelan-pelan ia berjalan menuju kasur Zakia dan duduk di hadapannya. Tangan yang sudah terlihat menua itu membelai pip Zakia dan mengusap rambutnya sayang.

Berat rasanya ingin mengatakan hal ini, tapi jika dipendam maka mental Zakia yang akan menjadi korbannya, anaknya terlihat berubah total dari yang ia besarkan dulu. Susah payah dia membesarkan anaknya dan semuanya hilang karena perbuatan satu orang.

Sebelum mengatakan hal yang berat, Sinta menarik nafas dan terisak sedikit lalu berdehem. "Mama dapat cerita dari Rega."

Zakia melirik sedangkan Sinta masih terdiam, ia ragu mengatakannya, tapi sejenak ia kembali menarik nafas, kali ini dia bersungguh-sungguh akan mengungkapkan hal yang sudah mengganggu pikirannya berhari-hari.

"Daren ingin menikahi kamu," ujar bu Sinta. Usai mengatakan itu ia menghembuskan nafas lega dan membuka matanya.

Gigitan jari Zakia terlepas, tidak menjawab tidak juga berpaling, netranya hanya berpaku ke wajah ibunya yang kini sudah terlihat gugup.

"Nak dengerin mama dulu," kata Sinta sambil menggenggam tangannya.

"Ini demi kebaikan kamu juga, warga sudah menuntut kalian untuk menikah, mama memang tau kalau ini bukan kesalahan kalian berdua, tapi fitnah dari orang-orang tak bisa kita bungkam satu persatu Nak, ibu juga ga setega itu menyuruh kamu untuk membuang semua mimpi kamu, tapi ini juga demi kesehatan emosional kamu."

"Daren ngomong ke Rega kalau dia juga dapat penekanan yang sama dari orang sekitarnya, begitu juga dengan kamu, mama tau ini ga semudah yang kita bayangkan, tapi mama mohon, kali ini terima permintaan mama, maka semua fitnah itu akan menghilang pelan-pelan dan kamu bisa kembali seperti dulu."

Sinta tak sadar, ketika dia mulai menasehati Zakia maka saat itu jugalah air matanya mengalir deras. Sulit rasanya ingin melepaskan putri tunggalnya ini ke tangan orang lain, tapi mau bagaimana lagi? Keadaan sudah terdesak, mau tak mau keinginan warga pun harus mereka lakukan.

"Zakia, Nak, kalau memang kamu nanti akhirnya jadi istri Daren mama harap kamu bahagia selalu, tapi kalau kamu rasa udah ga tahan, kembali lagi ke rumah ini ya, mama sama Rega nerima kamu dan mama bakal bantu kamu buat gapai semua impian kamu," kata Sinta.

Terdengar hembusan nafas dari bibir Zakia, kini netranya tak lagi menatap sang ibu melainkan kembali melamun dan bersender ke dinding.

"Mama mohon, pikirkan semuanya untuk diri kamu."

Terakhir, Sinta mengusap kembali rambut Zakia dan langsung beranjak pergi dari sana. Kepergian sang ibu diperhatikan oleh Zakia sampai pintu tertutup, Zakia diam tapi kepalanya berisik, haruskah dia melaksanakan apa yang dikatakan oleh sang ibu dan berubah status menjadi istri seorang Daren?

***

"Widih enak bener masa mie, buatin gue satu dong."

Daren menggeser tubuh sang kakak dari depan kompor, tak lama kemudian tangannya mengambil satu bungkus mie instan dan memberikan barang tersebut kepada sang kakak.

Wanita yang tua tiga tahun di atasnya itu mendelik, anak ini, selalu saja menyuruh-nyuruh, pikirnya.

"Bikin sendiri sana! Jangan nyusahin gue elah, bentar lagi punya bini padahal!" tegur Hana. Hana mematikan kompor dan mengangkat panci berisi mie yang sudah matang.

Mie tersebut dituang kedalam kompor, asap yang mengepul membuat perutnya semakin lapar, apalagi dalam keadaan hujan di luar, makan mie instan memang pilihan paling tepat.

"Kak, gue mau cerita bentar," celetuk Daren.

Hana yang sedang membuka bumbu mie instan menatap ke arah adiknya, namun tangannya tak lepas dari bumbu mie instan tersebut, perutnya sudah lapar, ucapan Daren memang penting tapi perutnya lebih penting.

Hana duduk di meja makan dan mulai meniup mie instan yang dia masak, tak lama kemudian satu krusi di tarik ke belakang dan Daren pun duduk di atasnya.

"Cerita apaan? Lama. bener lo!" tegur Hana.

"Gue ... gue bakal nikahin Zakia," ucapnya tenang tapi tegas.

"Gue bakal ngelamar dia dan bawa keluarga kita ke rumah dia, gue bakal ngelamar dia dengan cara baik-baik, bukan karena paksaan tapi emang rasa tanggung jawab gue."

Sumpit b si ditangannya ia letakkan, matanya menatap Daren.

"Lo ... yakin?"

Halo semua, duh kira-kira gimana ga kelanjutan hubungan mereka, pantau terus ya, jangan lupa vote juga ya semuanya, makasih.

1
Oceanluv_
Hehehe
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!