NovelToon NovelToon
Dibuang Sang Pangeran, Bertahta Di Hati Kaisar

Dibuang Sang Pangeran, Bertahta Di Hati Kaisar

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Balas Dendam / Time Travel
Popularitas:25.1k
Nilai: 5
Nama Author: hofi03

Aura Luminar bukan lagi gadis naif yang bisa dibodohi. Bangkit dari kematian akibat pengkhianatan tunangan nya dan selingkuhannya, dia datang dengan jiwa yang baru, membawa dendam untuk menghancurkan orang-orang yang sudah membunuhnya.

Kaisar Zane Caliber, dingin, dominan, dan tidak tersentuh. Pria kejam yang tidak pernah memberi ampun pada musuhnya, gila kerja, dan tidak pernah tertarik dengan wanita mana pun, membuat takhta Permaisuri kosong tanpa pendamping.

Sebuah permainan berbahaya dimulai saat Aura sengaja memancing perhatian sang Kaisar, untuk belas dendam dengan mantan tunangan nya, sang Pangeran yang telah mencampakkan nya.

Akankah Zane tetap berdiri kokoh sebagai penguasa yang tak tersentuh, atau justru terjerat dalam pesona dan perangkap yang diciptakan Aura?

_____________

"Lahirkan keturunan untuk ku, akan kuberikan kekuasaan di bawah kaki mu."~ Kaisar Zane Caliber

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hofi03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KESEPAKATAN

Aura tetap mempertahankan posisi duduknya yang tegak, tidak sedikit pun gentar mendengar kata-kata penuh makna dari sang penguasa kekaisaran.

"Gratis?" ulang Aura sembari menyunggingkan senyum tipis yang amat tenang.

"Tentu saja saya tahu hal itu, Yang Mulia, di dunia ini, segala sesuatu selalu ada harganya," lanjut Aura dengan nada tegas.

Tak

Kaisar Zane meletakkan kembali cangkir tehnya ke atas meja, tatapan mata hitamnya yang tajam seolah sedang menelanjangi setiap isi pikiran gadis di hadapannya.

"Kalau begitu, katakan padaku, apa yang bisa kamu tawarkan padaku sebagai gantinya?" tanya Kaisar Zane dingin, suaranya terdengar sangat berat dan menekan.

"Aku sudah membantumu menyingkirkan pertunangan sampah itu dan memberimu panggung untuk membalas dendam semalam," lanjut sang Kaisar tanpa basa-basi.

Aura tertawa kecil, suara tawanya terdengar begitu renyah dan elegan di tengah suasana balkon yang tegang.

"Yang Mulia, bukankah Anda sendiri yang memang ingin menyingkirkan Luis dari posisi pangeran mahkota?" tebak Aura tajam, langsung menembak tepat pada sasaran.

"Saya hanya menjadi alasan sempurna yang datang di waktu yang tepat agar Anda punya alasan untuk mencopot statusnya di depan seluruh bangsawan, yang seharusnya memang tidak pernah di berikan pada pria bajingan itu," lanjut Aura tersenyum miring penuh kemenangan.

Mendengar tebakan yang begitu tepat itu, sudut bibir Kaisar Zane terangkat sedikit, sebuah senyuman yang sangat tipis, nyaris tak terlihat, namun memancarkan aura bahaya.

"Pintar," ucap Kaisar Zane singkat.

"Ternyata otakmu jauh lebih berguna daripada yang kuduga," lanjut sang Kaisar datar.

"Terima kasih atas pujiannya, Yang Mulia," jawab Aura santai, sedikit pun tidak merasa terintimidasi.

"Jadi? Apa sebenarnya alasan utama Anda memanggil saya ke sini pagi-pagi begini?" tanya Aura menatap Kaisar Zane, datar.

Kaisar Zane menyandarkan punggungnya kembali ke kursi kebesarannya, menatap balik Aura dengan pandangan yang sulit diartikan.

"Posisi pangeran mahkota sekarang kosong," ucap Kaisar Zane membuka suara, suaranya terdengar begitu dingin dan penuh perhitungan.

"Para bangsawan di istana pasti akan mulai bertindak liar untuk merebut posisi itu, atau menekan keluarga kerajaan," lanjut sang Kaisar penuh penekanan.

Aura menaikkan sebelah alisnya, mulai menangkap arah pembicaraan pria di depannya ini.

"Dan hubungan antara keluarga Kaisar dengan Duke Luminar adalah sekutu terkuat untuk membungkam mulut mereka, bukan?" ucap Aura cepat.

Kaisar Zane tidak membantah, pria itu justru memajukan sedikit tubuhnya, menatap lurus ke dalam manik mata Aura dari jarak yang cukup dekat.

"Keluarga Luminar memegang kendali atas separuh prajurit kekaisaran," ucap Kaisar Zane rendah.

"Aku butuh kesetiaan penuh dari ayahmu, dan ayahmu butuh perlindungan dariku agar tidak ada lagi bangsawan licik yang berani menyentuh keluargamu," lanjut sang Kaisar menjelaskan situasinya secara lugas.

Aura tertawa pelan, mengerti betul kemana arah alur politik ini berjalan.

"Jadi... Anda ingin membuat kesepakatan baru dengan keluarga kami?" tanya Aura memastikan.

"Bukan hanya dengan keluargamu," ralat Kaisar Zane dingin.

"Tapi denganmu, Lady Aura," lanjut sang Kaisar menatap Aura tanpa berkedip.

Aura tertegun sejenak, namun dengan cepat menguasai raut wajahnya kembali.

"Dengan saya?" ulang Aura menyunggingkan senyum penuh arti.

"Apa yang Anda inginkan dari saya, Yang Mulia?" tanya Aura santai.

Kaisar Zane menopang dagunya dengan satu tangan, menatap gadis di depannya dengan kilatan misterius yang sulit ditebak.

"Tetaplah berada di pihakku," ucap Kaisar Zane singkat namun mengintimidasi.

"Jadilah mataku dan sekutuku di antara para bangsawan, dan sebagai gantinya... seluruh kekuasaan kekaisaran ini akan berada di belakangmu, tidak akan ada satu orang pun yang berani menyentuhmu lagi," lanjut sang Kaisar memberi tawaran yang sangat menggiurkan.

Aura menyandarkan punggungnya di kursi, menatap pria paling berkuasa di kekaisaran itu dengan senyuman miring yang begitu elegan.

"Tawaran yang sangat menarik, Yang Mulia Kaisar," ucap Aura dengan nada suara yang tenang.

"Tapi saya bukan tipe orang yang mau menurut begitu saja tanpa jaminan yang jelas," lanjut Aura menantang balik tatapan dingin Kaisar Zane.

Kaisar Zane menaikkan sebelah alisnya, tidak menyangka gadis di depannya ini berani menawar titah seorang Kaisar.

"Jaminan apa yang kamu mau?" tanya Kaisar Zane dingin.

Aura tersenyum manis, memajukan tubuhnya sedikit ke depan meja.

"Sederhana saja, Yang Mulia..." bisik Aura dengan mata berkilat tajam.

"Jangan pernah mencampuri urusanku saat aku sedang membereskan musuh-musuhku. Biarkan aku menanganinya dengan caraku sendiri," lanjut Aura penuh penekanan.

Kaisar Zane menatap Aura beberapa saat dalam keheningan yang cukup panjang. Suasana di balkon terasa makin membeku, namun Aura sama sekali tidak gentar.

Hingga akhirnya, Kaisar Zane mengangguk pelan.

"Kabulkan," ucap Kaisar Zane singkat.

"Asal caramu tidak merugikan kekaisaran ku," lanjut sang Kaisar penuh peringatan.

Aura tersenyum puas, berdiri dari kursinya lalu membungkuk hormat dengan sangat anggun.

"Kesepakatan terjalin, Yang Mulia," ucap Aura manis.

"Kalau begitu, saya permisi dulu, teh pagi ini sangat menyenangkan," lanjut Aura dengan gaya angkuhnya yang khas.

Kaisar Zane hanya menatap punggung Aura yang berjalan menjauh meninggalkan balkon tanpa mengucapkan sepatah kata pun.

Begitu langkah kaki Aura menghilang di balik pintu, Nico melangkah mendekat dan membungkuk di samping Kaisar Zane.

"Yang Mulia... apakah Anda benar-benar percaya pada Lady Aura?" tanya Nico berbisik pelan.

Kaisar Zane menyesap tehnya yang sudah mulai dingin, matanya menatap lurus ke arah taman istana di bawah sana.

"Wanita itu berbahaya, Nico," ucap Kaisar Zane datar tanpa emosi.

"Bersekutu bersamanya... jauh lebih menguntungkan daripada menjadikannya musuh," lanjut sang Kaisar dengan senyum tipis yang amat dingin di bibirnya.

Nico mengangguk kan kepala nya paham, tidak berani berkomentar lagi.

"Para petinggi Kekaisaran meminta bertemu dengan Anda Yang Mulia, mereka semua sekarang ada di ruang rapat, untuk membahas tentang posisi pewaris tahta, Yang Mulia," lapor Nico, sopan.

Kaisar Zane mengembuskan napas panjang nya, dan mengeraskan rahangnya.

"Para petinggi itu bahkan belum genap sehari tahu kalau Luis dicopot dari posisinya, tapi mereka sudah berani mendesak ku?" tanya Kaisar Zane dengan suara berat yang menahan amarah.

Nico menunduk semakin dalam, merapatkan kedua tangannya di depan dada.

"Benar, Yang Mulia, mereka berkumpul di ruang rapat utama sejak pagi tadi, mendesak agar Anda segera menunjuk pewaris baru demi stabilitas politik kekaisaran," lapor Nico jujur.

Kaisar Zane mendengus sinis, sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman dingin yang mengerikan.

"Stabilitas politik, katamu? Cih! Yang mereka incar sebenarnya adalah kursi di dekat takhta agar bisa menaruh boneka baru di sana," cibir Kaisar Zane tajam.

Pria itu berdiri dari kursi kebesarannya, merapikan lengan bajunya dengan gerakan acuh tak acuh tapi penuh dominasi.

"Ayo kita temui sekumpulan orang tua bangka yang hobi mencampuri urusan istanaku itu," perintah Kaisar Zane dingin.

1
Mutiara Nisak
awa lho aura,ada si penguntit,siap2 kena hukuman yg aneh yg bikin kesel mu makin menjadi2....kira2 gmn y si kaisar klo cemburu liat calon permaisurinya jln sm jendral muda ...😄😄
Tiara Bella
kaisar gimana reaksinya pas Aura pasangan sm jendral Ethan....
Septi Wijaya
nanti kaisar cemburu loh...
Mutiara Nisak
naaahhh,....yg model begitu yg d sukai sm aura,meskipun dirimu pemimpin ,tp... ndak gengsi buat jadi rakyat kecil,sekali2 gpp,apalagi aura d ajak makan d pinggir jln,pasti bkln melongo liat dirimu yg gmn gitu.....😄😄😄
Septi Wijaya
ayo Pepet terus kaisar... sampai dapat 😃😃
mery harwati
Zane ini kopi bwt mu agar kau tidak kelepasan bicara dalam penyamaranmu di depan rakyatmu Zane 🤣💪
mery harwati
Zane siapkan jawaban cerdasmu dalam penyamaran saat Aura menjelek jelekan Kaisar di kios kue di depan rakyatnya sendiri 😀
mery harwati
🤣🤣 ternyata Zane gak kalah ide dengan Aura, coba Zane ajak Aura makan & kalian beradu argumentasi tentang hukum pemerintahan Kaisar Zane karena sang Kaisar kan lagi menyamar jadi Aura bisa jelek²in Kaisar di depannya langsung, berani gak Zane membalas ejekan Aura di depan rakyatnya sendiri, pasti kuatir kebongkar Kaisar Zane 🤣
Mutiara Nisak
kyk nya si aura kean ajian sirep nya sang kaisar,makanya kening nya di curi sm bibir nya kaisar aja g terganggu sama sekali....so sweet pisan sang kaisar....😍😍😍
Septi Wijaya
widdiihhh... kaisar nyamar jd rakyat biasa buat ambil hati Aura yaaa...
effort nya ga main-main loo
🥰🥰🥰
good luck kaisar💪
Tiara Bella
kaisar Zane sampe nyamar jd rakyat biasa demi deket² dngn lady Aura....wkwkkwkw....
Tiara Bella
Aura pules bngt tidurnya....dikecup aja smpe gk bangun....
miss blue 💙💙💙
pepet terus zane 🤣🤣🤣
miss blue 💙💙💙
coba kalo berani kecup tuh jidat pas orangnya bangun 🤣🤣
miss blue 💙💙💙
akhirnya terbongkar juga. kita kira bukti itu mau di tukar sama apa ya yg diminta aura sama zane🤔🤔🤔🤣🤣🤣
miss blue 💙💙💙
kaisar gak akan marah, paling dia ketawa liat kelakuan aura 🤣🤣
Maria Lina
kebelet ya zane kebelet kawan wkwk
guest1053527528
wah..wah .makin seru niih Thor lanjut thor
IG : hofi03_skrniii: stay tuned yaaa bebbb🫶🏻
total 1 replies
mery harwati
Pria tua yang tak tau trik untuk membuat wanita kepala batu jatuh hati🫢
Coba ajak makan, klo jawabannya terserah, brati tambah runyam urusan menahklukan hatinya 😛
IG : hofi03_skrniii: ahahaha 😅
total 1 replies
miss blue 💙💙💙
mantap 👍👍👍🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!