NovelToon NovelToon
Diamnya Seorang Menantu

Diamnya Seorang Menantu

Status: tamat
Genre:Angst / Romansa / Penyesalan Suami / Ibu Mertua Kejam / Tamat
Popularitas:174.1k
Nilai: 5
Nama Author: Rita Tatha

Aku hanya akan bertahan sampai titik kesabaranku habis dan jika waktu itu sudah tiba maka jangan salahkan aku bila akhirnya memilih untuk menyerah. Aku tidak mau bertahan pada orang yang tidak bisa menghargai keberadaanku dan tidak peka pada perasaanku. Sudah cukup banyak yang aku korbankan untukmu dan jika kau hanya menganggap semua perjuanganku hanyalah hal sepele. Lantas, salahkah jika aku menyerah?

Menikah itu berjuang bersama. Bukan berjuang sendirian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rita Tatha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DSM-30

"Sial banget aku hari ini." 

Kulempar tas ke atas kasur lalu menghempaskan tubuhku di sana. Seharian ini keadaan membuatku benar-benar badmood.

Jatuh di atas tubuh Pak Danu seperti di sinetron, bertemu dengan Mas Ashraf dan Yuni. Belum lagi, Pak Danu yang mengomeliku karena melayani pelanggan kurang maksimal. Andai Pak Danu tahu kalau yang kulayani adalah mantan suamiku, pasti akan lain lagi perintah Pak Danu. 

Eh, tapi apa peduli Pak Danu? Bukankah hal itu tidak penting. Mau yang datang berhubungan apa denganku, sudah pasti pelayanan memuaskan yang harus dimaksimalkan. 

Jangan terlalu kepedean, Ira.

Aku ngegrundel dalam hati sendiri. Entah mengapa, sejak pertama kali melihat Pak Danu, seperti ada magnet kuat di hati yang membuatku selalu terbayang oleh lelaki itu. 

Tidak mau semakin larut pada pikiranku yang ngawur. Lebih baik kuambil handuk dan membersihkan diri sebelum makan malam dengan keluargaku. Aku bahkan lupa kalau malam ini kami akan makan di luar. Bapak yang baru gajian sengaja mengajak kami makan di warung lesehan. 

***

"Aku mau pesan kwetiau super pedas saja, Bu." 

Aku memesan makanan kesukaanku sejak dulu. Makanan apa pun yang sangat pedas selalu menjadi obat jika hatiku sedang tidak tentu. Itulah mengapa aku merasa beruntung sekarang ini. Di saat suasana hatiku sedang tidak baik-baik saja, keluargaku mengajak makan di luar. Tanpa pikir panjang, langsung kuiyakan saja.

"Jangan terlalu pedas, Ira. Sayangi lambungmu," nasehat ibuku. 

"Kalau tidak pedas tidak berasa, Bu. Kurang nampol," sahutku asal. Ya, padahal itu memang jawaban jujur dariku. Aku ini termasuk salah satu manusia pecinta pedas. 

Mereka pun tidak menjawab lagi, hanya saja saat memesan, Ibu meminta pesananku hanya pedas saja bukan super pedas. 

Ah, tidak apa. Setidaknya ada yang bisa mengembalikan mood baikku. 

Di saat sedang asyik menikmati makanan, tiba-tiba aku dikejutkan oleh kedatangan Pak Danu. Aku sampai mengucek mata karena tidak percaya. Mana mungkin Pak Danu makan di tempat lesehan seperti ini. Hal yang tidak pernah aku bayangkan sebelumnya. 

Em, tidak ada yang salah, sih. Semua bebas makan di mana pun, tapi untuk ukuran seorang pengusaha muda seperti Pak Danu, biasanya tempat makannya adalah restoran mewah dan tempat nongkrongnya adalah kafe-kafe ternama. 

Ah, masa bodoh. Kenapa jika berkaitan dengan Pak Danu, aku selalu memikirkan sampai jauh sekali. Jika diibaratkan seperti dari Sabang sampai Merauke. Eh, lebay juga ya. 

Dengan terpaksa aku tersenyum kepada Pak Danu. Sepertinya lelaki itu juga kaget dengan keberadaanku. Lihat saja, wajahnya pun tampak terkejut, tapi memaksa senyumnya. Pak Danu tidak datang sendirian, tapi bersama dengan wanita paruh baya yang kuduga kalau itu adalah ibunya. Wajah mereka sangatlah mirip menurutku. 

Hanya sebatas saling melempar senyum saja sudah membuat suasana mendadak canggung apalagi kalau kita makan dalam satu meja yang sama. Aku tidak bisa membayangkan segrogi apa diriku nanti. 

Eh, tunggu dulu. Kenapa wanita itu meninggalkan Pak Danu dan datang ke mejaku. Perasaanku pun mendadak gugup. Tiba-tiba merasa cemas sampai membuatku seperti ingin buang air besar, tapi kutahan. 

"Sukini." 

Aku kian melongo, ketika mendengar wanita itu memanggil nama Ibuku. Jangan bilang kalau ....

"Ya ampun, Anjani. Apakah ini kau? Ya Tuhan, kau apa kabar?" 

Kedua wanita itu saling berpelukan erat, sedangkan aku hanya melempar tatapan ke arah Pak Danu. Sepertinya kami sama-sama bingung dengan tingkah dua wanita paruh baya yang saat ini masih berpelukan mesra. 

"Ya ampun, Sukini. Sudah lama sekali aku mencarimu. Akhirnya, kita bisa bertemu lagi." 

"Tentu saja. Sepertinya kita memang ditakdirkan untuk bersahabat sampai selamanya," sahut Ibuku tak kalah antusias. 

Tunggu dulu, ini sungguh sangat susah dicerna oleh otak. Bagaimana bisa Ibuku dan mamanya Pak Danu ternyata bersahabat dekat. 

Aku benar-benar tidak percaya ini.

1
Rita Juwita
luar biasa...
Violet
Tdk harus ratusan chapter, cukup baca karya ini sat set sat set merangkum smua drama kehidupan didunia nyata apa adanya. Cukup percaya saja jika kita berani utk move on pastinya akan ada kebahagiaan yg sbnarnya yaitu terbebas dr sgala toxic.
Terima kasih utk karyanya Kak 🙏🏻💐
Sehat2 slalu & semangat utk karya terbarunya 💪🏼🥰
Ran Aulia
Luar biasa
Yunerty Blessa
walaupun karya kak thor singkat tapi sungguh mantap sekali 👍👍..... teruslah berkarya dan sehat selalu 😘😘
Yunerty Blessa
akhirnya tamat juga.. senang nya Ira hidup bahagia bersama Danu dan anaknya.. makasih kak thor 👍👍
Yunerty Blessa
syukur lah Ira sudah melahirkan baby..dah tiada gelaran mandul untuk nya..
Yunerty Blessa
Ira hamil tu.. sungguh topcer sekali Danu
Yunerty Blessa
siap pak Danu....moga dengan pernikahan ini Ira cepat hamil..
Yunerty Blessa
balasan buat kamu bu Sumarni dan Ashraf..
Yunerty Blessa
beruntung ada seseorang yang membantu Ira dan pasti nya Pak Danu
Yunerty Blessa
jangan mau Ira kalo Ashraf minta rujuk..
Yunerty Blessa
apakah anak Yuni bukan anak Ashraf..mana tau hamil dulu baru nikah dengan Ashraf..
Yunerty Blessa
biarkan saja Ira.. yang penting kau senang
Yunerty Blessa
jangan mau ditindas saja Ira..lawan mereka kembali..
Yunerty Blessa
yes akhirnya Ira terlepas juga dari 2 manusia durjana..... Ashraf pasti menyesal..
Yunerty Blessa
menyerah dan pergi saja Ira..apa lagi mertua setan mu setuju kalo Ashraf menikah dengan Yuni pelakor..
Yunerty Blessa
seperti nya mertua mu Ira menyokong kalo Ashraf dekat dengan Yuni..hati² bisa jadi Yuni pelakor
Yunerty Blessa
takutnya. Ashraf makin dekat dengan Yuni..
Yunerty Blessa
benar apa yang dikatakan oleh Ira..tapi Ashraf saja yang mau.. tidak tau apa yang dialami oleh Ira
Yunerty Blessa
tinggalkan saja suami seperti itu Ira
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!