Andini Putri Azalia, seorang gadis cantik dan lucu yang baru saja tamat SMP dan akan segera masuk ke SMA. Dia memilih Sekolah berbasis agama di luar kota dan di terima di sana.
Beberapa hari menjalani kegiatan sekolahnya, dia mulai bisa beradaptasi dengan lingkungannya. Disitu pula dia berkenalan dengan seorang kakak kelas yang bernama Aidan. Awalnya mereka hanya berteman biasa, sampai akhirnya Andin menganggap Aidan sebagai kakak angkatnya, karena dia tak punya saudara di sana. tapi seiring berjalannya waktu, tumbuh cinta diantara keduanya.
Namun cinta mereka tak bisa bersatu begitu saja setelah kehadiran Nita sahabat Andin. Tak hanya Nita yang akan muncul, tapi akan banyak cowok dan cewek yang akan hadir meracoki hubungan percintaan mereka.
Bagaimana kelanjutan kisah mereka ke depannya yah?? apakah akan tetap menjadi saudara angkat atau malah jadi sepasang kekasih yang bahagia?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahmatul Yulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30
Andin kembali membuka hatinya untuk Aidan. Dia berjuang kembali untuk memperbaiki hubungan mereka. Tanpa di sadari sebenarnya Aidan sekarang masih sama dengan Aidan yang dulu. Aidan masih mempunyai hubungan dengan gadis lain di belakang Andin.
Seperti dulu-dulu, Aidan selalu menunggu Andin di parkiran setelah pulang sekolah. Ini memang awal yang agak rumit bagi Andin untuk bertemu dengan Aidan. Terlebih dengan ketidak beranian Aidan mengutarakan hubungan mereka ke teman-teman Andin.
Yang lebih parahnya lagi, Aidan dan Andin tak memiliki status yang jelas dalam hubungan mereka. Apakah hanya sebatas kakak adik seperti dulu atau mereka sudah berpacaran. Tak ada yang tau untuk hal ini selain mereka berdua.
Hari demi hari mereka terlihat berkomunikasi lancar kembali meskipun Andin harus pandai mencari dan mencuri waktu agar tak menimbulkan kecurigaan dari teman kos nya.
Tak kehabisan akal, Andin pun mencari berbagai cara agar tak ketahuan. Semisal dia mengganti nama Aidan di kontak nya menjadi nama orang lain. Dan ternyata hal demikian bisa mengelabui teman-temannya. Kini ia tak khawatir lagi apabila ponselnya berbunyi di dekat teman-temannya.
Hal ini berlangsung sekitar empat bulan. Andin sudah tak malu-malu lagi menelfon dengan mesra bersama Aidan di dekat temannya.
"Hallo, Assalamu'alaikum sayang," sapa Aidan dari seberang sana.
"Iya, wa'alaikumussalam abang," balas Andin.
"Lagi ngapain nih yang?" tanya Aidan.
"Gak lagi ngapa-ngapain bang, cuma lagi duduk-duduk aja sama Anya," jawab Andin.
Anya yang tadinya sempat melihat ponsel Andin tak menghiraukan Andin menelfon dengan siapa, karena dia melihat tadi kontak panggilan masuk itu dari Bang Doni. Anya berfikir mungkin itu pacar baru nya Andin. Lagian selama ini Anya juga bisa di bilang tidak pernah berkomunikasi lewat ponsel dengan Aidan, jadi tentu saja Anya tak mengenali nomor tersebut.
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
Andin, Nita dan yang lainnya, masih menjalani kehidupan mereka layaknya anak SMA. Mereka masih menyibukkan diri dengan kegiatan masing-masing maupun bermain bersama. Sampai pada suatu hari, entah pertanda apa yang akan terjadi. Seperti biasa Nita memang sering keluar masuk kamar Andin dengan bebas. Suatu ketika Andin sedang shalat maghrib, tiba-tiba ponselnya berdering pertanda ada panggilan masuk. Karena melihat Andin masih belum selesai shalat, Nita berinisiatif untuk membantu menjawab panggilan masuk tersebut.
Bang Doni 📞
Tanpa melihat nomor yang tertera di bawah nama si pemanggil, Nita langsung menjawab,
"Hallo, Assalamu'alaikum," sapa Nita.
Aidan langsung terperanjat mendengar suara yang tak asing lagi terdengar oleh telinganya. Dengan cepat panggilan tersebut terputus saja secara sepihak. Namun Nita masih saja tak menyadari kejadian aneh yang barusan di alaminya. Kemudian meletakkan kembali ponsel Andin di kasur sebelahnya.
Setelah selesai shalat, Andin segera meraih ponselnya. Dia melihat panggilan masuk dari siapa. Dengan sedikit kaget, Andin memperhatikan ponsel nya yang masih memperlihatkan kotak panggilan masuk. Namun untung saja, Nita sibuk pula dengan ponselnya.
Untuk membuka pembicaraan, Andin kemudian segera bertanya pada Nita.
"Siapa yang nelfon gue Nit?" tanya Andin.
"Gak tau tuh, gak jelas tu orang, hahaha," ucap Nita.
"Gak jelas gimana maksud lo Nit? kan lo yang jawab telfonnya tadi," kata Andin
"Iya, kan lo bisa cek sendiri telfon masuk dari siapa, jangan suka ****-begoin diri sendiri Ndin," ledek Nita.
"Hahaha iya ya, kok gue jadi pikun gini ya?" ucap Andin mengalihkan pembicaraan.
Huffftt selamat, untung aja dia gak sadar kalau ini nomor bang Aidan, kata Andin sambil mengelus dada.
Kemudian dengan cepat, Andin mengirim sebuah pesan singkat kepada Aidan.
Andin💌:
Assalamu'alaikum Bang, maaf ya kayaknya sekarang kita gak bisa telfonan deh, soalnya Nita lagi sama aku. Tadi yang jawab telfon abang pun dia. Untung aja dia gak begitu peduli."
Aidan💌:
Wa'alaikumussalam dek, iya gak apa-apa sayang :) Abang tau kok tadi yang jawab telfon Nita. Makanya abang langsung matiin telfonnya. Yaudah temani abang lewat SMS aja ya yang :)
Andin:
Oke abang ku sayang :) dedek siap menemani mu babang :)
🌸🌸🌸🌸🌸🌸
Akhirnya mereka berdua hanya bisa saling melepaskan kerinduan melalui balasan pesan singkat. Dalam situasi itu pun Nita dan Andin tetap bercengkrama seperti biasanya. Karena memang semenjak kepergian Aidan dalam kehidupan mereka, mereka pun sudah semakin dekat kembali dan hampir lupa semua kenangan dengan Aidan.
Kini Nita sudah mempunyai tambatan hati yang baru, namanya Tomi. Tomi ini merupakan teman pramuka nya Andin. Nita dan Tomi berkenalan melalui perantara Andin, sebab Andin juga dekat dengan Tomi dan sering ngobrol di sekolah.
Usut demi usut, ternyata Nita dan Tomi sudah sering berkomunikasi, tapi Kali ini Nita selalu memberitahu Andin tentang apa yang mereka bahas. Untuk kali ini, Nita yakin sama Andin kalau dia gak suka sama Tomi, karena terlihat dari pergaulan mereka sehari-hari di sekolah dan bahkan bisa di katakan kalau Tomi dan Andin sangat jarang berkomuniksi lewat ponsel kecuali hal-hal yang berkenaan dengan pramuka.
🌸🌸🌸🌸
Hari ini hari Jum'at, itu tanda nya selepas shalat jum'at Andin harus pergi ke Sekolah kembali untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler favoritnya yaitu pramuka. Andin merupakan gadis yang suka berpetualang dan berbaur dengan alam. Oleh sebab itu dia memilih pramuka. Dengan penuh semangat, dia bersiap-siap menggunakan seragam kebanggaannya itu. Meskipun sebenarnya dia tak begitu pandai dalam semua hal yang berkaitan yang ada di pramuka. Namun semangat nya mengalahkan semua ketidakpandaian nya itu. Dia semangat untuk mempelajari hal-hal baru. Kalau tak paham saat di latihan, dia akan belajar kembali di saat jam istirahat pada hari-hari lain bersama temannya. Dia mempunyai sahabat sesama anggota pramuka, namanya Fifi.
Andin dan Fifi termasuk siswa yang aktif dalam organisasi. Mereka juga ikut organisasi Drum Band di sekolah nya bahkan mereka sudah sering tampil di balai kota setiap kali ada acara. Fifi juga seorang yang aktif di pramuka, memang keahlian Fifi jauh di bandingkan dengan Andin, karena Fifi sudah semenjak duduk di bangku SMP menggeluti dunia kepramukaan. Namun, dia tak pelit akan ilmu yang dia punya. Dia selalu sabar dalam mengajarkan satu demi satu hal yang belum bisa dilakukan Andin.
🌸🌸🌸🌸
Selain kecintaan Andin pada kegiatan yang melibatkan alam, Aidan adalah salah satu motivasinya untuk bertahan di pramuka. Karena di saat itu lah mereka bisa menghabiskan banyak waktu bersama. Tapi satu kesalahan Aidan, dia terlalu mengistimewakan Andin meskipun tak memperlihatkan secara langsung kepada yang lainnya. Aidan terlalu memanjakan Andin dan hampir tak pernah marah padanya meskipun Andin melakukan sebuah kesalahan. Hal ini yang menjadikan Andin banyak tidak mampu melakukan hal-hal baru di pramuka.
Bersambung....
aku sudah boom like ya, mampir yuk keceritaku
Dia Untukku. Terimah Kasih.