NovelToon NovelToon
Musuh Jadi Candu

Musuh Jadi Candu

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Balas Dendam / CEO
Popularitas:316.8k
Nilai: 5
Nama Author: DF_14

Sebuah pernikahan yang begitu megah, suatu hal yang selama ini diimpikan oleh Devina, tiba-tiba dihancur begitu saja oleh seseorang yang selama ini sangat dia benci.

Bukan hanya pernikahannya, tapi perusahaan keluarganya pun mengalami kehancuran.

"Aku sanggup membuat perusahaan ayahmu kembali berjalan, tapi dengan satu syarat, kamu harus menikah denganku!"

Itulah yang diucapkan oleh Abian Pratama, seorang CEO dingin dan kejam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DF_14, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25

Devina telah kalah taruhan. Dia mengigit bibir bawahnya. Akhirnya, dia terperangkap dalam permainan yang dia buat sendiri. Jantungnya berdebar kencang.

Itu artinya... malam ini dia harus dengan sesuka hati menyerahkan dirinya pada pria menyebalkan itu.

Abian pun berjalan perlahan mendekat, lalu memeluk pinggang gadis itu dari belakang, mendekapnya erat ke tubuhnya. "Kamu kalah, Devina. Karena itu kamu harus menepati janjimu untuk melakukannya dengan sesuka hati," bisiknya tepat di samping telinga gadis itu.

Setelah berkata begitu, Abian mengecup lembut kulit leher Devina yang putih dan halus, membuat sekujur tubuh gadis itu seketika meremang dan dipenuhi rasa geli.

Devina masih mencoba mencari cara agar malam pertamanya gagal.

"Emm... tapi aku belum memiliki lingerie. Sekarang sudah larut malam. Jadi kita harus menundanya untuk sementara waktu, Abian," ucapnya dengan cepat.

Lalu, dia segera melangkahkan kakinya berniat pergi dari ruangan itu, berharap bisa lolos dari Abian. Bagaimana pun caranya.

Tapi Abian malah menangkap tubuh Devina. Lalu dengan mudah mengangkat tubuh mungil itu dan meletakkannya di atas meja billiard, memaksa gadis itu duduk di sana.

"Abian!" seru Devina karena terkejut, matanya membelalak menatap pria itu.

"Tidak perlu. Karena pada akhirnya, apa pun yang kamu pakai, aku akan tetap melucutinya," ucap Abian dengan nafas berat.

Devina masih tidak menyerah. "Tapi..."

Abian tak ingin mendengarkan protes dari Devina, dia langsung menekan bibirnya ke bibir Devina, menyatukan keduanya dalam sebuah ciuman. Begitu dalam dan penuh gairah.

Bibir Devina sangat terasa candu, membuat ciuman Abian semakin liar dan menuntut. Dia tak puas hanya di sana, perlahan ciuman itu turun, menyusuri lekuk leher jenjangnya Devina.

Abian menghujani banyak kecupan pada leher gadis itu. Sesekali dia menyapu kulit halus itu dengan ujung lidahnya, lalu memberikan gigitan-gigitan kecil yang membuat napas Devina tercekat.

Rasa geli yang Devina rasakan, membuatnya kelimpungan. Tanpa dia sadari, dia mendongakkan lehernya, seakan memberikan akses, membuat kepala Abian semakin tenggelam pada ceruk lehernya.

Devina masih berusaha mempertahankan harga dirinya. Dia tidak boleh bereaksi dengan semua sentuhan yang Abian lakukan pada tubuhnya.

Tangan Abian bergerak membuka kancing kemeja Devina satu persatu, ciuman Abian turun ke belahan dada Devina, kemudian dia melepaskan bra berwarna hitam itu, hingga menyembul bagian payudaranya yang ranum itu.

Abian nampak tertegun saat melihat bulatan indah pada dada Devina. Begitu mulus, putih, dan padat.

Wajah Devina memerah karena malu, Dia buru-buru menyilangkan kedua tangannya, berusaha menutupi payu-daranya.Dia sudah kalah, karena itu dia harus menepati janjinya. Meskipun karena terpaksa.

Abian segera menyingkirkan tangan Devina. Dia langsung melahap payu-dara gadis itu.

"Mmhhh..."

Devina terjingkat, saat Abian memainkan lidahnya, meliuk-liuk menyapu put-ingnya, hingga put-ingnya itu mengeras. Kemudian Abian menghisapnya dengan kuat.

Sesapan itu membuat Devina semakin tak karuan. Tubuhnya begerak gelisah. Abian seperti bayi yang sedang kehausan.

Abian merasakan celananya sesak, seakan meronta-ronta ingin segera dipuaskan. Dia segera menggendong tubuh Devina, membuat Devina terkesiap, refleks melingkarkan kedua tangannya ke leher Abian.

Abian membawanya ke kamar, yang akan menjadi tempat pertempuran panas diantara mereka berdua.

Devina sangat deg-degan. Apakah itu artinya malam ini dia akan kehilangan kesuciannya oleh musuh bebuyutannya sendiri?

1
Ita rahmawati
Devina kmu cuma salah faham dn termakan omongannya eliano yg kosong alias bohong
Ari Atik
alah....
pasti elian cuma ngaku2 doang....😡
jumirah slavina
ya Abisan lh Dev... kan Kamu ngobrol sm Abisan., masa tiang bendera yang bantu Kamu., astagaaaaaaaa
jumirah slavina
halahhhh
dyah EkaPratiwi
eliano emang bener2 ya biang kerok dr dulu
🎀𝔸ᥣᥙᥒᥲ🎀
Devina ini polos apa munafikkk guys🤭 padahal aku yakin yang nolong devina waktu pingsan Bian bukan Eliano🤣
Syavira Vira
lanjut
Ipehmom Rianrafa
lnjuut💪💪💪
Quinsha Zelin
Pembohong kau Eliano, dia ngarang cerita supaya Devina makin benci sama Abian
Quinsha Zelin
Ya ampun jadi salting dehh, Abian sengaja itu mau nemenin kamu Devina 🤭
Quinsha Zelin
Pasti ada alasannya Abian ngelakuin itu Dev
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
pasti kesempatan si eliano KLO dia yg bilng nolong
Tuti Tyastuti
𝘦𝘭𝘪𝘦𝘯 𝘥𝘢𝘩 𝘭𝘪𝘤𝘪𝘬 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘢𝘸𝘢𝘭
RiriChiew🌺
aku curiga nya malah si El ini yg membual dev, gak mungkin juga Abian Setega itu pdhal sudah jelas dia menemani kamu dihukum rela² loh diaa . berarti otak semua kesalah fahaman nya emang ada di si El ini 🙈
Eka ELissa
knpa GK BCA buku apa tdi yg kmu tmuin Vina...🫣🫣
Eka ELissa
boong bgt ya Abian dong yg dkt msk Lio yg lari jauh 2 ya GK bkln ke kejer dong gaje bgt
Rita
tanya sama othor👍
Rita
licik dr awal
Rita
hadeuuhhhh jgn2 kmu pikir Elliano?
Rita
dihukum demi kamu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!