Pertemuan yang tak baik belum tentu menjadi akhir yang buruk, karna seiring berjalannya waktu perasaan itu pasti akan muncul, contohnya perasaan jatuh cinta dan suka.
seperti kisah Jovandra dan adelliana.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Annaaluvv, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapter 15
Liana berdecih, apa Joan baru sadar, Liana bahkan menunggu ucapan itu beberapa hari dan baru terucapkan sekarang " Bagus deh kalau sadar "
" Lah kenapa galak? " Tanya Joan.
Liana meletakkan tisunya pada paha Joan
" Lo tuh udah bikin gue kesel, mentang mentang balikan lagi sama mantan lo langsung lupa gitu aja sama gue, nyesel gue denger ucapan Lo yang janji kalau Lo ga akan lupa sama gue walaupun Lo punya cewe "
Joan sedikit terkejut mendengar respon dan jawaban Liana " iya tau sikap gue udah kelewatan, tapi respon lu,,,, " Joan mendekatkan wajahnya ke arah telinga Liana lalu berbisik " Lo kaya lagi cemburu Li "
Joan tadinya hanya ingin bercanda dan mengoda Liana, siapa tau ada sedikit petunjuk dari sikap Liana sekarang.
Joan memundurkan wajahnya saat Liana menunjuk wajahnya dan menatap dirinya tajam juga kesal
" Lo ya berani! Apa banget gue cemburu sama Lo " Balas Liana tak terima, lalu tangan Liana menunjuk ke arah jalanan
" Kalau bener gue cemburu gledek bakal muncul "
DUARRR!!!
" WAAAA!! "
Dan benar saja, setelah Liana mengucapkan itu ucapan Liana terkabulkan, Liana mengusap dadanya dan mengatur nafasnya karena terkejut setelah suara besar dan cahaya yang muncul dalam sekejap itu ada.
Di sisi lain Joan tak bisa menahan senyumnya melihat Liana, apa ini petunjuknya? Beri tahu agar joan tak terlalu percaya diri.
" Tadi itu jelas banget Li, abis Lo ngomong lagi " ujar Joan lalu mengigit bibir bawahnya.
Liana menatap sinis Joan " Gue tinggal ya! " ancam Liana.
" iya iya iya jangan jangan " Ujar Joan, Joan mendesis sakit saat tiba tiba rasa sakit kakinya terasa.
Liana menepuk pelan lengan Joan " Mangkanya jangan bercanda karma kan " Ujar Liana.
Mereka berdua pun menghabiskan waktu mengobrol di sana, di malam yang tengah hujan, sembari menunggu Dika menjemput mereka berdua dan membawa Jean ke klinik terdekat untuk di periksa.
Jean termenung, dia merasakan kehangatan walaupun ingat apa yang baru saja terjadi pada dirinya, kehadiran Liana merubah suasana, Joan nyaman dan merasa tenang di dekat Liana.
...----------------...
Keesokannya
16:19
Joan terpaksa harus izin sekolah selama 1 hari karna suruhan Yolla dan Liana, sebenarnya tak terlalu parah Joan bahkan masih bisa berjalan ke dapur, kembali ke kamar bermain game agar tak bosan.
Tapi saat Joan melihat jam Joan mendesah kecewa, ternyata masih jam 4 sore saat itu, kiranya sudah menjelang malam.
" Ck, udah lakuin banyak kegiatan lama juga anjir nunggu malem "
Joan meraih ponselnya buat periksa siapa tau ada chat penting masuk, tapi alih alih buka aplikasi chatting Joan justru buka fitur galeri dan langsung tertuju ke satu foto hasil jepretannya, itu Joan ambil 1 Minggu lalu sepertinya.
Joan senyum manis banget apalagi kalau bukan karna lihat foto yang ada di layar ponselnya " Kangen kan gue padahal baru semalem gue berdua sama dia "
Joan menggeleng gelengkan kepala heran sama dirinya sendiri kenapa, Joan tiba tiba menyimpan ponselnya dan segera berjalan ke arah pintu kamar, otaknya bisa di ajak kompromi juga akhirnya, idenya muncul secepat itu biasanya Joan terbilang cukup susah mencari cara, lebih tepatnya lemot.
Joan berjalan ke arah kamar Yolla, saat sampai joan berdiri di ambang pintu kamar Yolla " Laaaaa "
" Apasih kak! Yolla lagi ngelukis " Balas Yolla yang kini masih sibuk melukis di dekat jendela.
" Bantuin Kaka sesuatu "
...----------------...
Berjalan bersama bareng cowo yang lebih dari 1 tahun Liana sukai, Ahh Liana gak percaya kalau ini terjadi di kehidupannya, apalagi yang mengajak langsung Jeffran bukan dirinya sendiri.
Mereka berdua sekarang lagi ada di mall, Jeffran bilang sih mau beli sesuatu dan minta tolong Liana, Jeffran kebingungan katanya jadi minta bantuan Liana.
" Thanks ya Li udah bantu gue, ini buat Lo "
Ujar Jeffran, Jeffran kasih satu kotak berisikan jam tangan cantik pada liana.
Liana malu malu meong buat nerima pemberian Jeffran, Liana pun terima dan langsung pakai jam tangannya saat itu juga.
" Bagus Jeff, makasi ya " Ujar Liana dengan senyuman lebarnya yang amat manis, Liana kembali melepaskan jamnya dan memasukkan jam tangannya kedalam kotaknya lagi.
Jeffran menggeleng " Gue dong yang seharusnya terima kasih, berkat Lo gue gak kebingungan mau kasih kado apa buat Rayna "
Liana terdiam, mendengar itu buat Liana terkejut bukan main " Ra- Rayna? " Tanya Liana masih tak percaya.
Jeffran tersenyum dengan santainya jeffran mengangguk " Iya Rayna lusa ultah, dan gue juga bakal ungkapin perasaan gue sama dia di hari ulang tahunnya " Balasnya.
" Jadi Lo ajak gue kesini,,, " Liana benar benar tak percaya dengan apa yang ada di pikiran Jeffran.
Jadi Jeffran Hanya memanfaat Liana, membantu Jeffran membelikan Hadiah untuk perempuan lain.
Dan bodohnya Liana merasa Jeffran sedang mendekatinya, berharap jika dengan Jeffran mengajaknya adalah sebuah jalan agar Liana tak merasa rasa sukanya hanya sepihak, tapi nyatanya hal itu tak berubah dan malah berujung dan berakhir lebih sakit.
Rasanya Liana ingin menertawai dirinya sendiri yang cukup bodoh ini, perhatian Jeffran selama beberapa hari belakangan hanya untuk hari ini.
Entah kenapa Liana yakin, setelah hari ini Jeffran pasti akan menjauhinya dan seakan tak mengenal Liana.
Drrrtttt!
Liana tersentak dari lamunannya, sesaat setelah ponsel yang Liana pegang berdering, Liana segera menerima telponnya.
Liana mendekatkan ponselnya ke telinga
" Halo la, kenapa? " Tanya Liana langsung, karna tahu yang menelpon Yolla.
" Ka, bisa kerumah gak demam ka Joan gak turun turun, panasnya tinggi banget, Yolla bingung mau ngapain " Ujar Yolla di sana memohon.
Liana mendadak khawatir, pasti karna kecelakaan kemarin malam dan hujan yang cukup deras membasahi tubuh Joan, itu kenapa Joan bisa demam.
" Ah oke Kaka kesana sekarang, tunggu ya "
Ujar liana lalu menurunkan ponselnya yang sambungannya belum terputus " Jeff gue ada urusan, sorry ya " Entah karena panik atau hal lain Liana memberikan kotak pemberian Jeffran kepada Jeffran kembali dan beranjak pergi begitu saja tanpa memberi tahu Jeffran apa yang membuat Liana terburu buru.
" Li, Liana kotaknya! " Pekik Jeffran berusaha menghentikan Liana, namun Liana tak mendengar suaranya, juga jarak Liana dan Jeffran yang semakin menjauh.
Jeffran memperhatikan kotaknya, mengapa dirinya menjadi merasa bersalah saat bersamaan dengan perginya Liana.
...TO BE CONTINUED ...
Mohon bantuannya yaa beb, di tandain aja kalo ada yang perlu di revisi