NovelToon NovelToon
Masa Berlaku Cintaku Sudah Habis

Masa Berlaku Cintaku Sudah Habis

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Mengubah Takdir
Popularitas:14.7k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Selama sua tahun, Kiara menjalin hubungan dengan Vino, hubungan mereka berjalan dengan sangat baik, bahkan sampai bertunangan. Namun tiga bulan terakhir semua perhatian Vino beralih kepada wanita bernama Shela. Wanita yang katanya adalah keponakan Vino yang baru datang. Kiara meredam cemburu, menelan kekecewaan, dan terus percaya bahwa cinta bisa mengalahkan segalanya.

Namun, pengorbanan ada batasnya. Kebohongan yang terus dikemas rapi akhirnya terkuak saat Kiara menemukan fakta bahwa kedekatan Vino dan Sheila melampaui ikatan keluarga yang selama ini digembar-gemborkan. Di titik itulah Kiaramenyadari, dia bukan sekadar dikhianati, melainkan tak pernah benar-benar dijadikan yang utama.

Tanpa amarah yang meledak-ledak, Kiara memilih meletakkan kembali seluruh perasaannya. Dia mengembalikan semua kenangan dan melangkah pergi. Saat Vino akhirnya tersadar dan mencoba mengejar, Kiara hanya menyisakan satu kenyataan dingin. Masa berlaku cintanya telah habis, dan tidak ada kesempatan kedua

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kiara 6

Di dalam kamar perawatan yang tenang, Vino duduk kaku di kursi sebelah ranjang Kiara. Tangannya menggenggam erat jemari Kiara yang bebas dari selang infus, seolah takut jika melepaskannya sedetik saja, wanita itu akan lenyap dari hidupnya. Keadaan Kiara yang demam tinggi dan juga lemah mengharuskannya mendapatkan cairan dan obat melalui cairan infus, baru setelahnya boleh pulang.

"Maafkan aku, Ra..." bisik Vino pelan, menempelkan jemari Kiara ke dahinya.

"Aku bener-bener tunangan yang menyedihkan. Aku janji, demi Tuhan, ini terakhir kalinya aku bikin kamu menderita. Aku nggak akan pernah biarin Shela atau siapa pun merusak hubungan kita lagi."

Kiara yang masih membuka matanya sedikit, menatap Vino yang menunduk terisak di tepi ranjangnya. Luka dan rasa kecewa di hatinya memang belum sirnah sepenuhnya, namun melihat penyesalan nyata dan ketegasan Vino hari ini, Kiara tahu bahwa pria di hadapannya sedang berjuang keras untuk membayar kesalahannya.

Tiba di depan rumah Kiara, Vino mematikan mesin mobil dan dengan sigap membukakan pintu untuk Kiara. Kedua orang Kiara juga sempat kaget anaknya pulang dalam keadaan sakit.

"Aku papah sampai dalam ya, Ra. Sampai kamu bener-bener rebahan di kasur," ucap Vino dengan nada tegas yang lembut, tidak memberi ruang untuk Kiara membantah.

Kiara yang terlalu lemas untuk berdebat hanya mengangguk pelan. Langkah mereka pelan menembus dinginnya udara malam menuju kamar Kiara. Setelah memastikan Kiara berbaring nyaman di bawah selimut hangat dan meminum obatnya, Vino berlutut di samping tempat tidur.

Dia mengambil tangan Kiara yang berbekas balutan plester infus, lalu menciumnya lama dengan penuh penghormatan dan penyesalan.

"Malam ini kamu istirahat ya, Ra," bisik Vino dengan mata berbinar basah.

"Aku janji, besok pagi aku kesini lagi. Mulai malam ini dan seterusnya cuma kamu kembali menjadi prioritas aku. Nggak ada yang lain."

Kiara menatap Vino lewat remang cahaya lampu kamar. Di balik bekas rasa sakit yang masih tersisa di dadanya, ada ketegasan dan kepedulian tulus yang akhirnya ia lihat kembali dari mata tunangannya. Kiara menepis pelan air mata yang menetes di pipinya sendiri, lalu memejamkan mata tanpa mengusir Vino keluar. Sebuah sinyal kecil bahwa peluang itu masih ada, walau Vino harus berjuang keras untuk menyembuhkan lukanya.

Keesokan harinya di rumah Vino, suasana pagi yang tenang mendadak pecah. Suara ketukan pintu yang keras berulang kali terdengar, disusul suara langkah kaki yang terburu-buru.

Begitu pintu dibuka oleh ibu Vino, Tante Reni, adik tiri ibunya langsung menerobos masuk dengan wajah merah padam karena emosi. Di belakangnya, Shela mengekor dengan mata sembab dan wajah sok teraniaya.

"Vino mana, Mbak?! Panggil anakmu itu keluar!" seru Tante Reni tanpa basa-basi, suaranya melengking memenuhi ruang tamu. Ibu Vino yang kaget hanya bisa mengerutkan dahi.

"Ada apa ini, Reni? Pagi-pagi sudah teriak-teriak begini?"

Tak lama kemudian, Vino keluar dari kamarnya. Dia sudah rapi dengan pakaian santai, berencana hendak memasak bubur dan berangkat ke rumah Kiara, apalagi ini hari libur dan dia berencana menghabiskan hari dengan Kiara dan kembali mendapatkan kepercayaan wanita yang di cintainya. Melihat kedatangan Tante Reni dan Shela, raut wajah Vino yang semula tenang mendadak berubah menjadi dingin dan keras.

"Vino! Apa-apaan kamu ini?!" semprot Tante Reni begitu melihat keponakannya.

"Kemarin siang Shela menelepon tante sambil menangis sesenggukan! Kamu juga bahkan menyeret dia dari ruangan kamu? Bahkan kamu minta HRD memindahkan divisinya di kantor?! Kamu ini kejam banget sama sepupu sendiri, Vin!"

Vino tidak mundur semeter pun. Dia berdiri tegak, menatap Tante Reni dan Shela bergantian dengan tatapan tanpa rasa iba sedikit pun, sebuah pemandangan yang belum pernah dilihat Tante Reni sebelumnya. Biasanya Vino akan selalu menurut dan juga tak pernah menatap seperti itu, benar seperti yang di katakan anaknya kalau Vino beruah karena tunangannya, Kiara.

"Memang itu yang aku lakukan, Tante," jawab Vino singkat, suaranya tenang namun begitu menekan.

"Kamu gila, ya?!" bentak Tante Reni makin menjadi.

"Shela ini sepupu kamu! Dia masih baru di kota ini, cuma punya kamu sebagai tempat bersandar! Cuma gara-gara dia minta ditemani karena takut petir, kamu tega memperlakukan dia seperti penjahat? Lagipula Kiara itu cuma pacar, bahkan baru tunangan, belum tentu jadi istri kamu! Kenapa kamu malah lebih ngebela Kiara dibanding saudara sendiri?!"

Shela yang berdiri di belakang ibunya mulai mengeluarkan air mata buaya.

"Mas Vino... Shela salah apa? Shela kan cuma mau dekat sama Mas Vino..."

Ibu Vino yang mulai menangkap benang merahnya menatap Vino dengan bingung, lalu beralih menatap Tante Reni dan Vino bergantian.

"Tunggu, Reni... Maksudmu kemarin malam Vino mengabaikan Kiara demi menemani Shela?"

"Maafkan Vino, Ma!"

"Vin, kemarin malam itu hujan deras, dan kami semua dengar kalau Kiara menghubungi kamu untuk di jemput. Mama dan Papa kira kamu pergi menjemput Kiara! Tapi ternyata kamu malah menemani Shela di kostnya? Astagfirullah Vino apa kamu sadar dengan yang kamu lakukan?"

"Maafkan Vino, Ma... Dan Vino menyesal karena pilihan Vino kemarin. Karena Shela merengek dan bahkan menjerit dan bilang ketakutan, sehinga Vino lebih memilih pergi ke kost Shela. Tapi ternyata Shela malah minta pergi beli es krim. Dan... Dan ternyata Kiara melihat kami di dalam mobil dalam keadaan kedinginan di halte menunggu mobil derek dan juga taxi online..." Jujur Vino.

"Astagfirullah, Vino..." Kecewa Bu Indah kepada anaknya.

"Maafkan Vino, Mah... Dan semalam bahkan Kiara demam dan harus d bawa ke UDG lalu di infus,"

"Jangan minta maaf kepada Mama. Tapi minta maaf kepada Kiara! Dia pasti sangat sakit hati dengan kelakuan kamu!" Ketus ibu Indah kesal.

Tante Reni sempat tertegun mendengar kata UGD, namun egonya dengan cepat menguasai keadaan.

"Ya... ya kan kamu nggak tahu kalau Kiara bakal sakit! Lagipula Kiara kan bisa pesan taksi atau panggil derek sendiri! Kenapa harus kamu yang direpotkan? Shela ini lebih butuh kamu!"

"Cukup, Tante!" potong Vino dengan nada tinggi yang membuat ruang tamu seketika hening.

"Shela sudah dewasa! Takut petir dan ingin beli es krim itu bukan keadaan darurat! Tapi karena manja dan keegoisan Shela dan kedunguan aku yang terlalu kasihan sama dia aku hampir kehilangan wanita yang paling aku cintai!" Vino menatap Shela dengan tajam hingga gadis itu tersentak mundur.

"Selama tiga bulan ini, Shela sengaja memanipulasi rasa kasihan aku. Dia memanfaatkan status 'sepupu' buat merusak hubungan aku dan Kiara. Dan aku cukup bodoh karena baru sadar semalam!" lanjut Vino, napasnya naik turun menahan emosi.

"Vino! Jaga bicaramu! Dia sepupumu!" teriak Tante Reni membela anaknya.

"Sepupu atau bukan, batasannya sudah lewat, Tante," balas Vino dingin.

"Aku tidak akan membiarkan siapa pun termasuk keluarga merusak masa depan aku dengan Kiara. Pemindahan divisi Shela itu keputusan final. Kalau Shela tidak terima, dia bisa mengajukan surat pengunduran diri hari ini juga."

"Kamu... kamu berani ngancam Shela?!" wajah Tante Reni makin merah padam, tak menyangka keponakannya yang biasa penurut dan pasif kini berubah menjadi begitu keras.

"Aku tidak mengancam, aku menegaskan," jawab Vino tegas.

1
gaby
Selang seling dong thor banyak, jgn Kiara mlulu. Kan aq penasaran sm kehancuran Vino & shela. Gmn kabar Shela, bisa kluar dr RS ga?? Dah 3bab dr kmrn isinya Kiara mlulu, krg greget jadinya
falea sezi
🤣🤣Vino cocok ma sella playing victim cwek menye menye kn yg di butuhkan Vino laki kayak prett
Masha 235
mkanya vino bisa kejebak ma Shela, vino emang butuh cwek kyak Shela, ya apa2 ngadu,ngeluh,curhat ini itu,selalu brgantung pmberian&kasihan org, biar si vino mrasa superior,mrasa dibutuhkan, beda dgn Kiara yg apa2 bisa sndiri,mandiri,jarang ngeluh..
Fri5
ini sebenarnya Kiara ada di JKT / mo ke JKT ya?
Ambu Rinddiany Thea
semoga atasannya baik ya kiara yg bisa melindungi kamu , da semoga temen temennya ga ada yg kaya siluman
sunaryati jarum
Selamat bekerja di kantor baru, sepertinya
atasan dan rekan kerja well come dengan kedatangan kamu, Kiara.Semoga kesuksesan kamu ada di sini dan menemukan jodoh yang setia.
sunaryati jarum
Kenapa marah pada Shela yang tidak tegas itu kamu sendiri, memang itu tujuan Shela memutuskan hubungan kamu dengan Kiara,lalu menjeratmu.Kamu saja yang tidak setia
nely_48
selamat bertugas d kantor jakarta kiara
lingkungan baru n suasana baru, org² baru
falea sezi
🤣🤣putus hubungan berarti elo, pcrn aya ma sella. 🤣🤣 alahh. munafik
Heni Setiyaningsih
👍👍👍👍👍 Rania pintar kamu
ryuka
jadikan lah ini pelajaran vino.. pelajaran yg sangat mahal
Ambu Rinddiany Thea
maakk oh emaaaak , ari s shela teh jelema apa siluman sih ko bebal amat ya mak ga bisa d bilangin baik2 emang stres gt ya orang nya , ambu ampe gemeretek sendiri nih mak kesel campur sari we lah 😩😩
Ambu Rinddiany Thea: oh pantesan ath , boro rek d bawa k gunung kawi, ah te jd ath 🤭😩
total 2 replies
Muft Smoker
betul Ra jgn mau d sentuh ,,
nanti km ketularan rabies ,,
Yam_zhie: astaga rabies 🤣🤣🤣
total 1 replies
mama
satu kata buat km vin,KAPOOOOKKKK..skrg mkn tu yg namanya kasihan sm shela🤣
Juvie Ja
pernyataanmu salah.kau putus tunangan dgn Kiara lebih dulu sblm memutus hbgn sma sheila hahaha rasain
Juvie Ja
mungkin kau ada rasa yg special trhdpnya sbb tau dia hati busuk apa dia ckp kau tetap telan bulat2..cinta buta
Siti M Akil
shela itu pemalas
Juvie Ja
Kiara pemilik jiwa,Sheila pemilik raga
nely_48
s dugong Shela msh menjual air mata sedih n seolah jd org tersakiti trs,, kop tah ambil s vino yg udh miskin
sunaryati jarum
Ayo Vino tolong Shela , bukankah kamu bangga dibutuhkan Shela , hingga bohong.Kalian sama- sama suka mengarang kebohongan.Untuk Kiara semoga kau segera sembuh dari luka yang ditorehkan Vino , sukses dalam pekerjaan serta mendapatkan jodoh yang menghargai pasangan
Siti M Akil: kn udh kere g bisa bayar rumah sakit 🤣🤣
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!