NovelToon NovelToon
Jalan Dewa Kehampaan

Jalan Dewa Kehampaan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Epik Petualangan / Mengubah Takdir
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Di Benua Timur, kekuatan mutlak adalah hukum tertinggi, dan mereka yang tidak bisa berkultivasi hanyalah debu yang pantas diinjak-injak. Lin Tian, Tuan Muda dari Klan Lin, harus menanggung kehinaan selama bertahun-tahun karena cacat bawaan pada meridiannya. Takdirnya mencapai titik terkelam ketika ia dikhianati, disergap oleh pembunuh bayaran suruhan sepupunya, dan dilemparkan ke dasar Jurang Hukuman yang mematikan.
​Namun, jurang itu bukanlah akhir, melainkan awal yang baru.
​Di ambang kematian, darah dan tekad Lin Tian yang pantang menyerah membangkitkan sebuah artefak kosmis yang bersemayam dalam dirinya—Mutiara Kehampaan. Tubuh fananya dihancurkan dan ditempa ulang, meridiannya disucikan, dan ia mewarisi Teknik Kultivasi Kehampaan Sembilan Langit, sebuah kekuatan tabu yang ditakuti oleh alam semesta

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15: Paviliun Kitab Suci

​Matahari baru saja terbit saat sesosok bayangan hitam melesat menembus gerbang utama Sekte Awan Ungu, kecepatannya meninggalkan pusaran angin yang menerbangkan daun-daun berguguran di jalan setapak.

​Para murid yang sedang menyapu pelataran hanya bisa mengucek mata mereka.

"Apakah itu tadi burung spiritual? Cepat sekali!"

"Bukan, itu manusia! Tapi siapa yang berani berlari secepat itu di area sekte luar?"

​Bayangan itu adalah Lin Tian.

​Setelah menerobos ke tahap Pondasi Bumi tingkat menengah dan menyempurnakan kekuatan fisiknya hingga ke puncak tahap Pondasi Bumi, kecepatan Tiga Langkah Hantu Kehampaan-nya kini telah mencapai batas yang mengerikan. Setiap langkahnya tidak lagi sekadar bergerak cepat, melainkan seolah melipat jarak spasial itu sendiri.

​Lin Tian tidak kembali ke guanya di Puncak Utama. Tujuannya hanya satu: Puncak Ketiga, tempat berdirinya Paviliun Kitab Suci.

​Paviliun Kitab Suci adalah bangunan berbentuk pagoda segi delapan kuno setinggi sembilan lantai. Tempat ini adalah fondasi sesungguhnya dari Sekte Awan Ungu, menyimpan puluhan ribu teknik bela diri, mantra spiritual, dan catatan sejarah sejak sekte itu didirikan ribuan tahun yang lalu.

​Di depan pintu masuk pagoda, seorang lelaki tua renta berpakaian compang-camping sedang menyapu dedaunan dengan sapu lidi yang sudah botak. Ia tampak tidak memiliki fluktuasi Qi sedikit pun, persis seperti kakek tua fana biasa.

​Namun, saat Lin Tian melangkah mendekat, pupil Lin Tian menyusut. Di mata kanannya yang memancarkan kilatan ungu tipis, ia bisa melihat pusaran energi yang sangat mengerikan bersembunyi di dalam tubuh kurus pria tua itu. Pusaran itu jauh lebih menakutkan daripada Utusan Zhao yang berada di tahap Inti Emas.

​Ini pasti Tetua Penjaga Paviliun, batin Lin Tian waspada. Ia segera menangkupkan kedua tangannya dan membungkuk hormat. "Murid memberikan salam kepada Tetua. Murid ingin memasuki Paviliun."

​Pria tua itu menghentikan sapu lidinya. Ia mendongak, menatap Lin Tian dengan mata keruhnya yang setengah tertutup. Tiba-tiba, sapuan pandangan itu terasa seperti pisau bedah tak kasat mata yang mencoba menguliti rahasia Lin Tian.

​Lin Tian tetap berdiri tenang, membiarkan Mutiara Kehampaan di Dantiannya menutupi lautan Qi-nya dengan selubung kabut gelap, hanya memperlihatkan fluktuasi Qi tahap Pondasi Bumi tingkat menengah yang normal.

​"Pondasi Bumi menengah di usia semuda ini. Fisikmu juga tertempa dengan baik... bau darah Kobra Api masih menempel tipis di bajumu," suara pria tua itu terdengar serak seperti gesekan kayu kering. "Kau pasti Lin Tian, murid baru yang direkomendasikan Zhao Wu."

​"Tetua terlalu memuji."

​"Aturannya sederhana. Murid Inti biasa hanya diizinkan mengakses lantai satu hingga tiga. Kau punya waktu dua jam. Masuklah." Pria tua itu kembali menyapu.

​Lin Tian tidak langsung masuk. Ia merogoh Cincin Penyimpanannya dan mengeluarkan token kayu giok ungu berukiran naga perak.

​"Maaf, Tetua. Saya ingin pergi ke lantai lima."

​Sapu lidi pria tua itu terhenti lagi. Matanya tiba-tiba terbuka lebar, memancarkan seberkas cahaya keemasan yang tajam. Ia mengulurkan tangannya yang keriput, dan token itu melayang dari tangan Lin Tian ke telapak tangannya.

​"Token Naga Perak milik Mu Qingxue," gumam pria tua itu, nadanya sedikit terkejut. Ia menatap Lin Tian dengan penuh minat. "Gadis es itu terkenal tidak pernah mau berurusan dengan pria, jangankan meminjamkan token khusus dari gurunya. Menarik. Sangat menarik."

​Pria tua itu melemparkan kembali token itu kepada Lin Tian. "Baiklah. Token ini memberimu akses ke lantai lima selama tiga hari. Tapi aku peringatkan kau, Nak. Lantai lima menyimpan teknik spiritual tingkat tinggi yang hanya diperuntukkan bagi mereka di tahap Inti Emas. Tekanan spiritual dari gulungan-gulungan di sana bisa meremukkan jiwa kultivator Pondasi Bumi jika dipaksakan. Jangan memaksakan diri."

​"Terima kasih atas peringatannya, Tetua," Lin Tian menunduk sekali lagi, lalu melangkah masuk ke dalam pagoda raksasa itu.

​Begitu melewati ambang pintu, suasana berubah drastis. Deru angin di luar lenyap, digantikan oleh keheningan mutlak dan wangi kertas tua. Rak-rak kayu gaharu yang menjulang tinggi dipenuhi oleh gulungan bambu dan buku kuno.

​Lin Tian tidak membuang waktu di lantai-lantai bawah. Ia berjalan menaiki tangga spiral dari batu giok, melewati lantai dua, tiga, dan empat.

​Setiap kali ia naik satu lantai, kepadatan Qi di udara semakin berat, dan tekanan spiritual dari teknik-teknik bela diri yang tersegel mulai menekan pikirannya. Namun, kekuatan mental Lin Tian telah ditempa oleh kebangkitannya dari ambang kematian dan kehadiran Mutiara Kehampaan di dalam jiwanya. Tekanan ini tidak berarti apa-apa baginya.

​Ia akhirnya tiba di depan gerbang perunggu berat yang menuju lantai lima. Terdapat formasi segel yang memancarkan kilat ungu di sekeliling gerbang. Lin Tian menempelkan Token Naga Perak ke celah di tengah gerbang.

​Bzzzt... KRAK.

​Segel itu terbuka. Pintu perunggu bergeser perlahan.

​Lantai lima tidak memiliki rak buku. Ruangan ini menyerupai galaksi mini. Kegelapan menyelimuti ruangan, namun ada sekitar lima puluh keping Giok Perekam (Jade Slips) yang melayang-layang di udara, memancarkan cahaya dengan warna berbeda-beda seperti bintang di langit malam.

​Tekanan Qi di lantai ini begitu dahsyat, setara dengan berdiri di bawah air terjun raksasa. Jika kultivator Pondasi Bumi biasa masuk ke sini, organ dalam mereka pasti sudah hancur. Namun bagi Lin Tian yang memiliki fisik Pondasi Bumi Puncak, ia hanya merasa seperti sedang menggunakan selimut yang sedikit berat.

​"Teknik bela diri dan metode kultivasi tingkat tinggi," mata Lin Tian berbinar. "Mari kita lihat apa yang disembunyikan sekte ini."

​Lin Tian berjalan mendekati salah satu Giok Perekam berwarna merah menyala dan menempelkan jarinya. Sebuah aliran informasi masuk ke dalam benaknya.

​[Pedang Naga Api Langit] - Teknik Pedang Tingkat Bumi Menengah. Mengubah Qi menjadi naga api, mampu membakar gunung.

​"Terlalu mencolok, dan tidak cocok dengan elemen kehampaanku," gumam Lin Tian, lalu melepaskan jarinya.

​Ia berjalan ke giok lain berwarna biru.

[Langkah Air Mata Bulan] - Teknik Gerak Tingkat Bumi Rendah. Lembut seperti air, tidak meninggalkan jejak.

"Terlalu lambat untuk pertarungan hidup dan mati."

​Lin Tian menghabiskan waktu dua jam memeriksa hampir semua giok perekam di ruangan itu. Ada teknik telapak tangan pemecah bintang, teknik tombak halilintar, hingga perisai cahaya emas. Semuanya hebat, namun tidak ada satu pun yang menarik minat Lautan Qi Kehampaan-nya. Teknik-teknik ini terlalu "normal". Lin Tian membutuhkan sesuatu yang mematikan, meledak-ledak, dan mampu melampaui batas kecepatan musuh.

​Saat ia hampir menyerah dan berencana mengambil teknik pedang kilat biasa, mata Lin Tian menangkap sebuah sudut ruangan yang paling gelap.

​Di sana, tidak ada Giok Perekam yang melayang, melainkan sebuah lempengan besi hitam berkarat yang tergeletak begitu saja di lantai batu, seolah-olah sengaja dibuang.

​Tiba-tiba, Mutiara Kehampaan di Dantiannya bergetar pelan, memancarkan gelombang ketertarikan.

​Lin Tian mendekati lempengan besi itu. Ia berjongkok dan mengusap debu tebal yang menutupinya. Saat jarinya menyentuh permukaan besi dingin itu, sebuah sengatan energi kelam menyambar ujung jarinya, mencoba menolak Qi-nya.

​"Menolakku?" Lin Tian menyeringai dingin. Ia melepaskan sedikit Qi Kehampaan dari Dantiannya dan menekannya ke lempengan tersebut. "Tunduk!"

​Wuuung!

​Besi berkarat itu seketika bergetar hebat. Karat di permukaannya mengelupas menjadi debu, memancarkan cahaya abu-abu keperakan yang suram. Sebuah aliran memori kuno meledak dan langsung menembus pikiran Lin Tian.

​Lin Tian memejamkan matanya rapat-rapat saat informasi dalam jumlah masif mengalir ke dalam otaknya.

​[Sayap Pengoyak Ruang]

Teknik Gerak Rahasia Tingkat Langit (Tidak Lengkap).

​Napas Lin Tian tertahan. Tingkat Langit?!

Di Benua Timur, teknik tingkat Bumi sudah menjadi harta karun pelindung sekte besar. Teknik tingkat Langit hanya ada di legenda, konon berasal dari Alam Atas! Bagaimana teknik ini bisa tergeletak di lantai Paviliun Sekte Awan Ungu?!

​Ia segera membaca deskripsinya yang terukir di dalam benaknya.

​Teknik ini diciptakan oleh seorang iblis kuno. Tidak menggunakan Qi untuk berlari di atas tanah, melainkan memadatkan energi ruang dan waktu di punggung untuk membentuk sepasang Sayap Kehampaan. Satu kepakan sayap dapat merobek dinding ruang, memindahkan pengguna sejauh ribuan mil dalam sekejap mata.

Peringatan: Pemadatan energi ruang akan membebani tubuh fisik secara ekstrem. Jika tubuh pengguna tidak sekeras baja suci, Sayap Ruang akan merobek tubuh pengguna menjadi ribuan keping dari dalam. Hanya kultivator tahap Jiwa Nascent yang diizinkan mempelajarinya!

​Lin Tian membuka matanya. Keringat dingin menetes di pelipisnya.

​"Pantas saja benda ini dibuang di sudut lantai lima. Ini adalah teknik bunuh diri!" gumam Lin Tian. "Jika kultivator tahap Inti Emas atau Pondasi Bumi mencoba mempraktikkannya, tubuh fisik mereka akan hancur lebur oleh gesekan energi ruang."

​Namun, di dalam Dantiannya, sisa kesadaran kuno Mutiara Kehampaan justru tertawa meremehkan.

​"Teknik rendahan yang bahkan tidak lengkap ini ditakuti oleh semut-semut fana? Lin Tian, bagi kultivator biasa, energi ruang adalah hal yang mematikan. Tapi bagimu... pewaris Mutiara Kehampaan... ruang kosong adalah rumahmu."

​Lin Tian tersenyum lebar. Matanya memancarkan tekad yang membara.

​"Kau benar, Senior. Tubuh Penelan Kehampaan-ku sudah menyerap esensi Kobra Api dan mencapai fisik Pondasi Bumi Puncak. Aku akan menggunakan energi dari Mutiara Kehampaan untuk menstabilkan formasi sayap ini!"

​Tanpa membuang waktu satu detik pun dari sisa tiga harinya, Lin Tian duduk bersila tepat di depan lempengan besi itu. Ia mengaktifkan Mutiara Kehampaan. Seketika, rune-rune rumit dari Sayap Pengoyak Ruang yang tadinya terlihat seperti benang kusut di benaknya, kini terurai menjadi jalur-jalur energi yang jelas dan mudah dipahami.

​Ia mulai mengarahkan cairan Qi hitam keunguan dari lautan Dantiannya, memaksanya mengalir berlawanan arah menuju ke dua titik meridian mati di tulang belikatnya.

​Rasa sakit yang luar biasa seketika meledak. Punggungnya serasa ditusuk oleh jutaan jarum baja panas. Namun, Lin Tian hanya mengertakkan giginya. Jika ia tidak bisa menahan rasa sakit ini, bagaimana ia bisa membalas dendam pada dunia yang pernah membuangnya?

​Hari berganti hari. Di dalam kegelapan lantai lima, hanya terdengar suara retakan tulang yang hancur dan pulih berulang kali, ditemani oleh pancaran cahaya abu-abu keperakan yang semakin lama semakin terang.

​Tiga hari kemudian.

​Di luar Paviliun Kitab Suci, suasana Puncak Ketiga sedang ramai oleh para murid dalam yang mengantre.

​Tiba-tiba, suara derap langkah kaki berat terdengar menaiki tangga batu. Sekelompok murid inti yang mengenakan jubah putih bersulam perak berjalan mendekat. Murid-murid lain segera menyingkir dan menunduk hormat, tak berani menatap langsung ke arah kelompok tersebut.

​Pemimpin kelompok itu adalah seorang pemuda tampan dengan ekspresi sangat arogan. Di punggungnya tersandang dua bilah pedang panjang. Ia adalah Lu Changkong, peringkat pertama Murid Inti!

​"Kakak Senior Lu, Anda akhirnya keluar dari pengasingan!" seorang murid penjaga paviliun buru-buru menyapa dengan senyum menjilat. "Selamat! Aura Anda... apakah Anda sudah menembus tahap Inti Emas awal?!"

​Lu Changkong tersenyum dingin. "Hanya selangkah lagi. Aku butuh satu teknik pamungkas dari lantai lima untuk menyempurnakan pedangku sebelum Ujian Alam Rahasia minggu depan."

​Di belakang Lu Changkong, berdiri Lu Ming—sepupunya yang tempo hari ditampar hingga giginya rontok oleh Lin Tian. Wajah Lu Ming kini sudah sembuh berkat pil tingkat tinggi, namun matanya masih memancarkan kebencian setiap kali ia mengingat kejadian itu.

​"Kakak Sepupu, setelah kau mengambil teknikmu, kita harus segera mencari sampah bernama Lin Tian itu," bisik Lu Ming dengan nada kejam. "Dia telah mempermalukan keluarga Lu kita di depan umum. Aku ingin kedua tangan dan kakinya dipotong."

​"Tenanglah, Ming-er," jawab Lu Changkong datar, seolah membahas masalah membunuh lalat. "Setelah aku keluar dari paviliun ini, aku sendiri yang akan mencabut meridiannya dan melemparkannya ke Puncak Hukuman. Siapa yang peduli jika dia anak emas Utusan Zhao? Di sekte ini, kekuatan adalah—"

​BOOOOOM!

​Perkataan Lu Changkong terpotong oleh sebuah ledakan energi yang sangat dahsyat dari puncak pagoda Paviliun Kitab Suci.

​Seluruh bangunan kuno itu bergetar hebat. Genteng-genteng berjatuhan. Dari arah jendela lantai lima, seberkas cahaya abu-abu keperakan melesat membelah udara seperti kilat, menghancurkan kaca jendela berkeping-keping.

​Bayangan itu melayang tinggi di udara, menutupi sinar matahari siang.

​Lu Changkong, Lu Ming, dan ratusan murid lainnya mendongak dengan wajah terbelalak.

​Di atas langit, melayang sesosok pemuda berpakaian seragam putih yang berkibar tertiup angin kencang. Di punggung pemuda itu, terbentang sepasang sayap raksasa selebar empat meter! Sayap itu tidak terbuat dari bulu atau api, melainkan terbuat dari energi spasial berwarna keperakan yang terlihat seperti retakan kaca di udara. Setiap kali sayap itu mengepak ringan, ruang di sekitarnya tampak terdistorsi.

​Pemuda itu memandang rendah ke arah kerumunan di bawah dengan sepasang mata sedingin jurang kegelapan.

​"Itu... Lin Tian?!" pekik Lu Ming histeris, kakinya tanpa sadar mundur selangkah.

​Lin Tian melipat sayap keperakannya, dan dalam kedipan mata, tubuhnya menghilang dari udara, meninggalkan suara letupan kecil di ruang hampa. Ia tidak melesat pergi, ia berteleportasi.

​Lu Changkong mengepalkan tangannya kuat-kuat, matanya menyipit penuh kewaspadaan bercampur niat membunuh yang pekat. "Sayap energi Qi? Itu adalah kemampuan tahap Inti Emas! Tidak... dia belum mencapai Inti Emas, itu adalah Teknik Gerak Tingkat Tinggi!"

1
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Clink🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Jlebz 🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Makjlebz
hadad fernandez khan
lanjut tor👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!