Marsya, seorang istri yang selalu di hina oleh suami dan keluarga nya hanya karena dia dianggap karyawan di salah satu toko kue.
Tapi tanpa sepengetahuan keluarga suami nya, bahwa toko kue itu adalah milik nya dan dia adalah seorang sarjana.
Dia sengaja menyembunyikan identitas nya atas permintaan sang ibu, kini Marsya tahu sendiri seperti apa suami nya dan juga keluarga nya.
Selain di berikan nafkah yang jauh dari kata cukup, Marsya juga di duakan oleh suami nyam dengan seorang wanita yang merupakan rekan kerja suami nya di kantor.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
23
Malam ini setelah pulang dari pertunangan nya Arum, Mela merengek pada Dani agar segera menikahi nya. Mela tidak ingin Dani berubah fikiran setelah melihat perubahan di dalam diri Marsya.
"Mas, aku tidak mau tahu pokok nya kamu harus segera nikahi aku!" Mela memaksa Dani untuk segera menikahi nya.
"Kenapa jadi mendadak begini sih Mel?" Dani sendiri kesal dengan permintaan Mela.
"Aku tidak mau tahu, pokok nya mas Dani harus segera nikahi aku!" Tekan Mela lagi.
"Mel, sekarang aku sudah ketahuan bahwa aku memiliki istri. Kamu tahu sendiri kan seperti apa peraturan perusahaan, bisa - bisa kita berdua di keluar kan dari kantor!" Dani sekarang pusing memikirkan karier nya yang terancam karena ketahuan berbohong.
"Lagian kan, ngapain juga istri mu berada di sana di acara pertunangan nya bu Arum. Bukan kah kami sendiri yang bilang, bahwa dia orang miskin!" Ujar Mela lagi.
"Kamu denger sendiri kan apa yang di katakan oleh bu Arum tadi, bahwa Marsya adalah orang penting bagi nya. Jadi jika menyakiti Marsya, maka kita akan berhadapan langsung dengan bu Arum dan pak Galih!" Dani mengingat kan Mela.
"Terus maksud nya apa gitu? Kamu mau membatalkan pernikahan kita maksud nya?" Tanya Mela dengan sewot.
"Mel, bukan begitu maksud nya. Sekarang ini kita harus bisa membujuk Marsya agar dia mau menandatangani surat izin dari nya untuk aku menikah lagi. Jika kita dapat kan surat itu, maka bu Arum tidak bisa memecat kita karena semua nya terjadi atas izin dari Marsya!" Dani menjelaskan rencana nya pada Mela.
"Kalau begitu mas harus paksa si Marsya agar dia mau memberikan izin pada kita untuk menikah!" Mela berkata pada Dani.
"Itu dia masalahnya, kita harus bisa membuat seolah - olah Marsya yang bersalah dan memberikan izin pada kita untuk menikah lagi. Maka bu Arum tidak bisa memecat kita berdua!" Dani berkata sambil mengusap wajah nya dengan kasar.
"Aku tidak mau tahu mas, pokok nya aku mau kita segera menikah. Dan itu urusan mu bagai mana cara nya agar kita bisa mendapat kan tanda tangan nya Marsya!" Mela sudah tidak mau pusing lagi, yang lebih penting bagi nya adalah diri nya bisa menjadi istri Dani secepat nya.
Malam ini setelah acara pertunangan Arum dan Galih selesai, Marsya sengaja tidak pulang ke rumah mertua nya. Dia pulang bersama kedua orang tua nya ke kediaman mereka, Marsya sudah tidak perduli lagi dengan suami dan juga keluarga nya.
Dreettt, dreettt, dreeet.
Ponsel Marsya yang dia letak kan di atas nakas bergetar dan ada panggilan yang masuk. Marsya melihat nya lalu dia pun mematikan nya, karena yang menelepon nya adalah Dani.
"Aku sudah tahu tujuan mas Dani menelepon ku, dia pasti ingin meminta ku membujuk mbak Arum agar tidak memecat nya karena sudah ketahuan selingkuh dengan Mela. Maaf mas, aku tidak mau!" Guman Marsya sambil merebah kan tubuh nya di atas tempat tidur nya yang empuk.
Malam ini Marsya ingin beristirahat yang tenang tanpa ada nya gangguan dari suami nya, itu lah sebab nya dia lalu mematikan ponsel nya.
Sementara itu di rumah nya, Dani saat ini sedang uring - uringan. Dia menunggu Marsya pulang, tapi Marsya tidak kunjung pulang sehingga membuat Dani semakin kesal.
"Dani kamu harus bisa memaksa Marsya agar dia mau membujuk Arum untuk tidak memecat kalian!" Bu Ana tidak ingin anak nya kehilangan pekerjaan.
Apalagi saat ini Dani menjabat sebagai seorang manager, bu Ana akan sangat malu jika sampai putra nya di pecat gara - gara selingkuh.
"Iya bu, aku akan memaksa Marsya, tapi Marsya belum pulang juga. Ponsel nya juga tidak bisa di hubungi!" Berulang kali Dani menelepon Marsya tapi tetap tidak bisa terhubung.
"Kurang ajar, rupa nya dia sudah berani pada ku. Awas saja Marsya aku akan membuat mu menyesal nanti nya!" Dani mengepal kan tangan nya, sehingga buku - buku tangan nya memutih.
"Bagai mana seorang pelayan di toko kue seperti Marsya bisa mengenal seorang pemilik perusahan seperti Arum. Ini sangat tidak masuk akal!" Bu Ana masih tidak percaya dengan cerita Dani yang mengatakan bahwa Marsya hadir di acara itu dengan gaun yang sama dengan keluarga calon suami nya Arum.
"Aku juga tidak tahu bu, dan yang lebih mengejutkan lagi, bu Arum mengatakan bahwa Marsya adalah orang yang penting bagi nya. Jadi aku tidak mau jika sampai Marsya mengatakan yang tidak - tidak pada Arum!" Dani mengusap wajah nya dengan kasar.
"Kamu harus bisa menemui Marsya, besok pagi kamu datangi saja toko tempat dia bekerja. Ibu yakin Marsya pasti menginap di sana, karena dia tidak punya rumah dan tidak punya siapa - siapa di sini!" Bu Ana masih saja merendah kan Marsya.
"Ibu benar, besok pagi aku akan menemui Marsya di toko kue tempat dia bekerja!" Dani bertekad bahwa dia harus segera bertemu Marsya besok.
*****
Pagi - pagi sekali, Dani sudah meluncur ke toko kue milik Marsya. Toko itu bahkan belum buka, tapi Dani sudah tiba di sana. Dani menunggu hingga karyawan toko itu datang dan membuka nya.
"Cari apa mas?" Tanya seorang perempuan muda yang baru saja membuka toko itu.
"Marsya nya ada?" Tanya Dani pada perempuan itu.
"Maaf mas, bu Marsya nya belum datang. Ada perlu apa ya sama Bu Marsya?" Tanya pelayan itu pada Dani
"Oh tidak, ada hal penting yang mau saya bicarakan sama Marsya, jam berapa biasa nya Marsya datang?" Tanya Dani lagi.
"Tidak tentu mas, kadang dia datang nya agak siang!" Jawab pelayan toko itu.
"Agak siang? bisa - bisa nya toko ini menerima karyawan pemalas seperti Marsya!" Dani berkata sambil menggeleng kan kepala nya.
"Jika mas mau menunggu bu Marsya silahkan duduk, saya ada pekerjaan mas! Oh ya nama mas ini siapa ya? Biar nanti saya sampai kan pada bu Marsya bahwa ada yang menunggu di sini!" Perempuan itu menanyakan nama nya pada Dani.
"Katakan pada Marsya, di sini ada Dani yang menunggu nya!" Jawab Dani dengan ketus.
"Baik pak, saya permisi!" Pelayan itu masuk ke bagian belakang dan dia pun langsung menghubungi atasan nya.
"Hallo bu Marsya, di sini ada seorang laki - laki yang bernama pak Dani memaksa ingin bertemu dengan ibu!" Pelayan yang bernama Rini itu menelepon Marsya.
"Katakan pada nya bahwa saya tidak bekerja hari ini agar dia segera pergi!" Marsya sengaja berkata seperti itu agar Dani segera pergi dari sana.
Marsya tidak ingin bertemu dengan Dani, karena dia sudah tahu tujuan Dani menemui nya.
"Baik bu, akan saya sampai kan!" Rini lalu menutup sambungan telepon nya dengan Marsya.