NovelToon NovelToon
Di Bawah Kuasa Mantan Suami

Di Bawah Kuasa Mantan Suami

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / CEO / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:816.2k
Nilai: 5
Nama Author: lala_syalala

Follow IG @Lala_Syalala13
Subscribe YT @NovelLalaaa

Tiga tahun lalu, Safira Angela memilih berpisah dari Gavin Alvaro Abraham dengan alasan palsu yaitu dia mengaku telah berselingkuh. Padahal, itu hanyalah kebohongan yang terpaksa dibuatnya agar Gavin dan keluarga besar Abraham tidak terseret dalam masalah pelik yang sedang menimpa keluarganya.

Setelah resmi bercerai, Safira pun memilih menghilang demi melindungi pria yang sangat-sangat dia cintai.

Namun, takdir berkata lain. Tiga tahun kemudian, perusahaan tempat Safira bekerja diakuisisi oleh Abraham Group.

Mengetahui keberadaan sang mantan istri, Gavin langsung memerintahkan agar Safira dimutasi ke kantor pusat.

Di sana, Safira terpaksa bekerja di bawah pengawasan langsung mantan suaminya yang kini telah berubah menjadi CEO dingin, penuh kebencian, dan menyimpan dendam mendalam akibat masa lalu.

BAGAIMANA KELANJUTAN CERITANYA????
JANGAN LUPA DI BACA YAAAAAA

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lala_syalala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Siksaan Psikologis

Tidak ada pilihan lain. Tidak ada ruang untuk menolak atau meminta waktu demi meminum obat terlebih dahulu. Di dalam dunia baru yang dikendalikan oleh Gavin, penundaan sekecil apa pun berarti petaka bagi orang-orang di sekitarnya.

Safira melangkah dengan sangat lambat di belakang Dimas. Setiap langkah kaki yang terbalut sepatu pantofelnya terasa begitu berat, seolah-olah ada beban timah tak kasat mata yang mengikat kedua pergelangan kakinya.

Lorong lantai dua puluh sembilan yang mulai sepi dari karyawan terasa begitu panjang dan menyiksa. Di dalam hatinya, Safira terus merapalkan doa, memohon agar sisa-sisa kesadarannya tidak menguap habis sebelum tugas sore ini selesai dia tunaikan.

Mereka tiba di depan lift khusus eksekutif. Dimas menempelkan kartu aksesnya, dan beberapa detik kemudian pintu lift berdinding cermin mengkilap itu terbuka.

"Silakan naik ke lantai tiga puluh, Nona Safira. Sekretaris di meja depan lantai atas sudah diberitahu mengenai kedatangan Anda. Saya harus menyelesaikan dokumen lain di lantai ini terlebih dahulu," ucap Dimas dengan sikap sopan yang kaku.

"Baik. Terima kasih banyak, Bapak Dimas." jawab Safira lirih dengan nada sopan.

Safira melangkah masuk ke dalam kabin lift yang sunyi seorang diri. Begitu pintu lift tertutup rapat dan bergerak naik secara konstan, Safira terpaksa menyandarkan punggungnya yang lemas pada dinding cermin lift.

Dia memejamkan matanya, merasakan sensasi pusing yang semakin hebat akibat pergerakan lift yang vertikal. Rasa perih di lambungnya kini menjalar menjadi kram perut yang hebat, membuatnya terpaksa mendekap perut kirinya dengan siku tangan yang bebas.

Ting.

Suara bel lift berdenting lembut, menandakan kabin telah tiba di lantai tiga puluh. Pintu terbuka, menyajikan pemandangan lobi lantai eksekutif yang sunyi, mewah, dan berbau harum aroma cedarwood yang sangat pekat.

Suasana di lantai ini begitu sepi karena para staf sekretariat luar tampaknya sudah pulang, hanya menyisakan lampu-lampu temaram yang menyoroti koridor menuju ruangan utama CEO.

Safira menegakkan kembali punggungnya, menarik napas dalam-dalam untuk mengumpulkan sisa-sisa harga diri dan energinya yang tersisa di dasar tubuhnya. Dia berjalan menyusuri karpet beludru abu-abu yang tebal, meredam setiap suara langkah kakinya.

Setiap langkah mendekati pintu ganda kayu mahoni raksasa di ujung koridor terasa bagai langkah menuju altar penghakiman. Ketakutan akan intimidasi Gavin, luka masa lalu yang akan kembali diungkit, dan kondisi fisiknya yang sedang sekarat berbaur menjadi satu emosi yang mencekam di dalam dadanya.

Safira tiba di depan pintu besar itu. Dia menatap gagang pintu kuningan yang berkilau di bawah sorotan lampu dinding. Tangannya yang memegang map hitam bergetar begitu hebat, dan keringat dingin kini sudah membasahi seluruh punggung kemeja biru langitnya.

'Kamu pasti bisa, Safira. Serahkan laporan ini, dengarkan makiannya sejenak, lalu pergi dari sini. ' semangati jiwanya yang rapuh.

Dengan sisa tenaga terakhir yang dia miliki, Safira mengangkat tangan kirinya yang gemetar, lalu mengetuk permukaan pintu mahoni tebal itu sebanyak tiga kali dengan ketukan yang teratur dan sopan.

Tok, tok, tok.

"Masuk," sebuah suara bariton yang berat, dingin, dan sarat akan kekuasaan mutlak bergema dari dalam ruangan, menembus pintu dan langsung mencengkeram seluruh kesadaran Safira yang kian menipis di ujung senja itu.

Dengan perasaan gugup dan juga berusaha untuk kuat tanpa terlihat lemah didepan bosnya itu, Safira memutar gagang pintu perlahan, bersiap menghadapi sang penguasa tunggal Abraham Group.

Pintu mahoni ganda itu terbuka dengan gerakan yang sangat perlahan, menimbulkan desau halus saat bergesekan dengan karpet beludru tebal.

Safira Angela melangkah masuk ke dalam Ruang Kerja Utama CEO. Udara dingin dari pendingin ruangan yang disetel pada suhu rendah langsung menerpa kulit wajahnya yang pucat, membawa serta aroma cedarwood maskulin yang teramat pekat yaitu sebuah aroma yang seketika mengirimkan sinyal bahaya ke seluruh saraf di tubuh Safira.

Di ujung ruangan, di balik meja kerja raksasa yang tampak angkuh, Gavin Alvaro Abraham duduk dengan posisi tegak. Kemeja hitam eksekutifnya masih terkancing rapi hingga ke kerah, tanpa dasi, menampilkan kesan penguasa yang santai namun mematikan.

Begitu figur Safira tertangkap oleh indra penglihatannya, Gavin meletakkan pena emasnya. Sepasang mata elangnya menyipit tajam, mengunci sosok wanita itu dengan intensitas intimidasi yang mutlak.

Safira memaksakan kedua kakinya untuk melangkah maju meniti jarak di atas karpet kelabu. Setiap langkah yang ia ambil terasa begitu berat, seolah-olah dia sedang berjalan di dalam air yang pekat. Tubuhnya yang lemas luar biasa, lambungnya yang mengencang akibat kram mag kronis, serta pening yang terus berdenyut di belakang kepalanya dicoba untuk diredam dalam satu fokus yang ekstrem.

Dia berhenti tepat dua meter di depan meja kerja Gavin. Dengan gerakan yang diusahakan tetap anggun dan penuh tata krama, Safira membungkukkan badannya sedikit sebagai bentuk penghormatan profesional staf kepada pucuk pimpinan.

"Selamat sore, Tuan Gavin." ucap Safira. Suaranya terdengar sangat tipis, jernih, namun ada getaran parau yang tidak bisa sepenuhnya dia sembunyikan. Dia mengangkat kedua tangannya yang sedingin es, menyodorkan map plastik hitam tebal ke arah meja.

"Saya datang untuk menyerahkan laporan progres harian sesuai dengan instruksi dari kantor asisten utama." ucap Safira dengan lirih.

Gavin tidak langsung mengambil map tersebut. Dia justru menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi kulit, melipat kedua tangan di depan dada, lalu menatap Safira dari ujung kepala hingga ujung kaki.

Mata elangnya meneliti kemeja biru langit Safira yang tampak sedikit kusut di bagian pinggang, jepitan rambut hitamnya yang sederhana, hingga rona pucat pasi di wajah lembut sang mantan istri.

"Letakkan di atas meja," perintah Gavin dingin, suaranya berat dan bergema di dalam ruangan yang sunyi.

Safira melangkah satu langkah maju, meletakkan map hitam itu di atas permukaan meja mahoni yang mengkilap, lalu kembali mundur ke posisi semula.

Dia menautkan kedua tangannya di depan perut, berdiri dengan punggung yang tegak lurus yaitu sebuah postur formal yang sengaja dia pasang sebagai benteng pertahanan terakhir agar tubuhnya tidak ambruk di tempat.

Gavin mengulurkan tangannya, membuka kancing map plastik hitam tersebut dengan gerakan yang sengaja diperlambat, seolah-olah ingin memperpanjang siksaan psikologis bagi wanita di hadapannya.

Dia menarik berkas pertama dimana itu adalah audit integrasi dan pembersihan data parsial atas seluruh mutasi barang retail dari lima gudang cabang lama PT Sinar Abadi Mandiri.

"Jelaskan ringkasannya," ketus Gavin tanpa memandang Safira, jemarinya mulai membalik halaman pertama laporan.

Menyiksa psikologi Safira mungkin sekarang akan membuat Gavin senang tetapi entah bagaimana nanti apakah dia akan menyesal?

.

.

Cerita Belum Selesai.....

1
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
kalo mau bercanda jangan nyirem kopi mbak, daftar suca atau suci trus stand up sana 😏
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
kok bisa se PD ini ngelakuin bully di kantor terang2an di muka umum, maksud gua kalo pun emang ada kasus yg sekre nya jd simpenan bos nya ya itu tetep ga dibenarkan lu ngelabrak nya di jam kerja + di kantor lagi, lu pikir etika lu lebih baik? ya enggak sama aja dong jubaedah
Hasanah
masyaAllah cerita yg menarik
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
kenapa ga cari tau dr 3 taun lalu coba 🙂😮‍💨 orang normal nya kalo tiba2 di cerai psangan sampe di tinggal kabur dia cari tau apalagi kalo punya duit sm kekuasaan jd lebih gampang cari infonya, kok bisa sih ga kepikiran dr dulu 🙏🙂
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
justru aneh gasih wkwk kalo dia emang cuma ngincer harta ga akan cerai dong, yg ada nempel kayak parasit 🙏🙂
Lilis Sumiati
Akhirnya tamat juga,baca sampai diulang2 saking suka dan selalu nunggu notifikasi di layar hp kalau ada lanjutannya langsung baca,selamat ya thor😍
Lilis Sumiati: Oke aku tungguin ya cerita barunya,pasti langsung nanti ada notifikasi kalau ada cerita baru dari thor 😍
total 2 replies
hermi ismiyati
bagus
Fera Susanti
keren Gavin
Eliermswati
akhirnya bahagia semuanya q bc dr bab 1 smpe selesai, ksh nya hangus bngt, ad sedih, kecewa, dan pd akhirnya bahgia semuanya trma ksh thor dah bkn cerita sebagus cerita gavin dan Safira
Lala_Syalala: Terima kasih ya kak sudah menemani verita Gavin dan Safira dari awal hingga akhir, semoga selalu suka dan menantikan cerita2 author lainnya yaa🙏🙏😊😊🤗🤗😍😍😍
total 1 replies
Reni Setia
selamat ya thor udah tamat karyanya
Lala_Syalala: akhirnya tamat juga yaaaa, Terima kasih sudah mau baca dari awal hingga akhir dan sampai jumpa di cerita author lainnya🙏🙏😊😊🤗🤗😍😍😍😍
total 1 replies
Fera Susanti
aku baru gabung..sedih
Puspa Ayundari
😭kebayang rasanya jd safira.....sedihhh
Kezia ayumi
berat banget bawa2 meja mahoni terus 🤔🤔🤔
Kezia ayumi
dilingkari 🤔🤔🤔
Kezia ayumi
di lingkari
Kezia ayumi
sekarang" dilingkari "
Kezia ayumi
banyak typo bertebaran ya Thor
Kezia ayumi
di tiadakan
Kezia ayumi
"di tiadakan" maksudnya apa sih kok aku pusing 🤔🤔🤔
Umi Fitriani
mampir Thor semangat 🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!