Kegelapan dan Cinta sangat cocok untuk menggambarkan cerita ini. Karakter utamanya adalah seorang pemuda bernama Hayakawa Yugioh.
Ia bertemu dengan tiga gadis cantik di tempat yang berbeda-beda. Kuroyuki Yukino (Stasiun Kereta), Minazuki Reina (Klub Voli), dan Hanamori Airi (Hujan Badai).
Yugioh membantu semuanya untuk menyelesaikan masalah hidup masing-masing. Seiring berjalannya waktu, ketiganya mulai jatuh cinta padanya.
Dimulai dengan mengancamnya menggunakan benda tajam, menguntitnya ke manapun ia pergi, dan paling parah mengajaknya mati bersama.
Diakhir... Mereka mengajukan pertanyaan yang intinya: 'Siapa yang akan ia pilih untuk menjadi istrinya?.'
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon A Giraldin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 2.1: Judi
Di dunia ini ada namanya Judi. Sebuah permainan yang memungkinkan kamu dapat banyak keuntungan di awal dan kesialan di akhir.
Pada hari ini, tanggal 3 April 2026 atau dua hari sebelum Yugioh dan Yukino kembali ke asrama SMA Nishitani, seorang pria tampan terlihat sedang bersantai di klub malam.
Klub malam yang ada di pikiran kita biasanya berhubungan dengan hal-hal berbau lacur, dsb. Tapi tidak untuk di sini.
‘Cry Club’ adalah tempat pria dan wanita saling menyiksa diri masing-masing dalam posisi berpakaian.
Bukan dalam konteks dewasa, melainkan bunuh-membunuh. Itulah siksaan yang selalu dilaksanakan di tempat ini.
Apakah takkan ketahuan oleh polisi? Jawabannya... tidak mungkin, karena pemilik atau sosok paling tinggi ‘Cry Club’ adalah Kobayashi Sato.
“A-apa anda sedang tidak enak badan, Sato-san?” tanya wanita berpakaian rapi.
“Tidak kok. Aku sedang dalam kondisi damai.”
Hal tersebut dibuktikan oleh dirinya yang sedang bersantai di atas sofa empuk. Berbaring sambil melirik menengadahkan kepala ke bawah serta melihat ke depan sana.
“Hahaha! Pertunjukan yang sangat menarik.”
Ia terlihat gembira sekali saat melihat seorang wanita dan pria sedang saling menusuk satu sama lain.
“I-istriku ma-maafkan aku! B-Bos menyuruhku melakukan ini.”
“Ma-maafkan aku juga! Di-dia menyuruhku melakukan ini juga, suamiku.”
Derai tangisan gemetar terdengar. Pisau demi pisau terus berjalan sampai menusuk ke bagian tangan, paha, dan paling fatal kepala.
“Suamiku tenang saja! A-aku akan segera menyusulmu kok!”
“Hehehe, ku tung__gu.”
Karena serangan pisau dari sang istri mengenai tepat ke dalam kepalanya terutama di bagian otak, jadinya suaminya jatuh perlahan hingga deras darah mengalir cepat membasahi keseluruhan tubuhnya.
Ia mati dengan tersenyum dan disusul dengan istrinya yang langsung memenggal lehernya secepat kilat.
Saking cepatnya, kepala tersebut jatuh tepat di atas mangkuk kaca besar sesuai prediksi dari Bos.
Bos semakin terlihat senang dan meletakkan tangan kanannya di pipi dengan tetap berbaring. “Fufufu! Menyenangkan sekali melihat pasangan kasmaran saling menyiksa diri.”
“Kau merasakan hal yang sama juga kan, Beniko-chan!”
“Maaf, tapi saya tidak terlalu suka melihat kekejaman ini sebagai sekretarismu, Sato-san.”
“Hahaha. Beniko memang tak bisa diajak bicara. Dan itu adalah yang ku suka darimu.”
Ia menghela napas kesal. “Sadarlah akan posisi anda, Sato-san! Kalau terus seperti ini, aku bisa masuk ke dalam penjara lho!”
“Tenang saja Beniko-chan! Kau dan aku akan baik-baik saja. Terutama... hari ini suasana hatiku benar-benar lagi baik.”
“Berarti anda mau langsung judi kah! Tapi dengan siapa?”
“Ya langsung saja. Untuk lawannya, menurutmu Tenka sedang senggang atau tidak?”
“Harusnya dia sedang sendirian saat ini. Ada banyak sekali mainan yang mendatanginya, jadinya dia cukup sibuk. Namun... mungkin sekarang adalah waktu yang tepat untuk memanggilnya.”
Beniko berjalan ke arah lorong di sebelah kanan belakang sofa tempat Bos berbaring. “Bagus. Aku minta tolong lagi padamu seperti biasa ya, Beniko-chan!”
“Ya, ya, terserahmu saja, Sato-san.”
Beniko meninggalkannya dan hanya menyisakan dirinya seorang. Kepala wanita yang berada di atas mangkuk mulai mengeluarkan darah sampai tergenang lumayan deras.
“...”
Ada alasan dibalik aku melakukan ini semua. Karena menurut Beniko-chan, membunuh itu menyenangkan.
Saat aku diberi pemikiran tersebut, ternyata memang benar. Lalu... kenapa dia seperti tidak demikian?
Alasannya aku sendiri tidak tahu dan kalau ku tanya yang ada urusannya bakalan cukup panjang.
Entah apa yang membuatnya harus menyuruhku melakukan ini, tapi karena menarik jadinya terus ku coba saja.
Polisi? Mana mungkin ada yang begituan. Kobayashi Sato tidaklah sejahat itu. lalu.. mari beralih ke hal-hal bernama pelacur.
Aku nggak ngerti maksudnya apa, tapi setiap melihat tubuh dari istri Hayakawa Kenta yang mengkhianatiku, membuat hati ini lumayan berdegup kencang.
Perlakuannya baik, tapi begitu aku mengetahui bahwa suaminya jahat, itu sudah tak menarik lagi.
Keduanya ternyata sama saja dan hutang tidak masalah kan! Dan juga Beniko-chan menyuruhku harus melakukannya juga.
Dia bisa marah kalau aku tidak melakukan apapun yang disuruhnya. Saat dia marah, tampak begitu menakutkan.
Hal yang sangat ingin ku hindari adalah itu. Normal atau tidak? Entahlah. Tapi, karena sudah terbiasa aku membuat hal tersebut menjadi normal.
Beniko-chan yang nggak sadar itu semua menurutku menarik. Hehehe, diriku keren kan! Y-ya... entahlah.
Oh benar, berbicara tentang istri dari Hayakawa Kenta, Hayakawa Honoka. Aku selalu melakukan hal-hal aneh kayak menyentuhnya dalam kondisi berbau dewasa.
Dia mempersilakannya dan aku selalu melakukannya ketika Beniko-chan lengah. Jika ketahuan, hal yang menurutku menyenangkan jadi tak bisa dilakukan lagi.
Dan juga... kenapa dua pasangan ini tak mengenaliku ya? Aku benar-benar tidak mengerti hal itu.
Tapi, aku sudah tahu jawabannya sekarang. alasannya adalah karena mereka bodoh. Mereka yang tak mengenaliku adalah sekumpulan orang-orang bodoh.
Orang-orang seperti mereka dan tak menghomatiku sampai mengkhianatiku harus dihukum seadil-adilnya.
Kematian paling berat, ringan mungkin cukup memberikan hutang. Karena Hayakawa Kenta tak terlalu menarik, jadinya dikasih ringan saja.
Pilihanku benar atau tidak? Hahaha, aku nggak tahu. Yahh... intinya, apapun yang ku lakukan di Jepang disebabkan karena suka atau tidaknya.
Lalu... hal yang paling ku suka di dunia ini adalah judi. Tak ada yang lebih menyenangkan dari sesuatu bernama ‘Judi’.
Bertaruh itu menyenangkan. Seluruh harta atau sebagian, sangat ku suka. Apalagi... melakukannya dengan sosok pria yang sudah ku anggap kakak kandungku, lebih menyenangkan lagi.
Ya, dia adalah Tenka. Kazehara Tenka, 64 tahun, sedangkan aku 32 tahun.
Hahaha, diriku masih sangat muda ya! Benar sekali. Apakah bermain dengan sesuatu bernama ‘Pelacur’ menyenangkan?
Ya, tapi tidak semenyenangkan judi. Membunuh tanpa menyentuh pun sama saja. Hasratku hanya berlaku pada judi.
Aku itu tak pernah kalah dalam berjudi dan kalau semisalnya iya, diriku memutuskan bakal memberikan segalanya pada seseorang itu.
Tapi yaa... menurutku tak mungkin ada yang bisa mengalahkanku. Tenka saja tidak bisa, apalagi lainnya.
Tenka itu dulunya dikenal sebagai ‘Raja Judi’. Oh benar! Sedikit informasi: Kobayashi Sato sangatlah pintar.
Saking pintarnya, dia mampu menjadi apa saja sesuai keinginannya. Berada di puncak ketika usianya baru menginjak 15 tahun.
Membeli Jepang usia 17 tahun dan dunia 25 tahun. Aku sangat keren bukan! Hehehe, sudah tentu.
Apalagi, kalau kita berbicara tentang Beniko-chan. Dia yang paling mendukungku dalam segala hal yang menurutku menyenangkan.
Dia juga mengajariku agar melakukan ini-itu dan hasilnya menyenangkan semua. Hehehe, begitulah dirinya.