NovelToon NovelToon
Di Buang Keluarga,Di Pungut Tuan Mafia

Di Buang Keluarga,Di Pungut Tuan Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / CEO
Popularitas:8.3k
Nilai: 5
Nama Author: Elwa Zetri

Suara tangisan bayi di ruang bersalin malam itu tidak membawa kebahagiaan bagi Husein. Bagi pria itu, jeritan napas pertama putri kecilnya adalah detik terakhir dari hembusan napas wanita yang paling dicintainya. Istrinya mengembuskan napas terakhir tepat setelah merenggang nyawa demi melahirkan sang buah hati.

​"Namanya... Kirana Husein..." bisik Husein dengan suara bergetar, memeluk tubuh istrinya yang telah mendingin tanpa sedikit pun menatap bayi di dalam boks bayi.

​Sejak hari itu, Kirana tumbuh bukan sebagai lambang cinta, melainkan sebagai bayangan duka yang teramat dalam bagi Husein. Setiap kali melihat wajah polos Kirana, yang terbayang di benak Husein hanyalah penderitaan dan kepergian istrinya. Rasa benci yang tidak adil mulai mengakar di dada Husein. Bagi Husein, kehadiran Kirana adalah alasan utama mengapa belahan jiwanya telah tiada.

​Demi menjauhkan Kirana dari pandangannya, Husein mengirim putri tunggalnya itu ke sekolah asrama di tempat yang sangat jauh sejak usia K

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elwa Zetri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pengertian Sang Suami

​Setelah perbincangan hangat di ruang tamu, Kirana memutuskan untuk membersihkan diri. Guyuran air hangat di kamar mandi mewah itu berhasil meluruhkan seluruh rasa lelah yang menumpuk sepanjang hari pertamanya bekerja.

​Selesai mandi, Kirana mengenakan gaun tidur bahan sutra berwarna lembut yang jatuh dengan anggun di tubuhnya. Ia mengeringkan rambutnya yang basah, lalu melangkah keluar menuju area kamar tidur utama.

​Begitu pintu kamar mandi terbuka, pandangan Kirana langsung tertuju pada tempat tidur berukuran king size di tengah ruangan.

​Di atas ranjang megah itu, Devan sedang bersandar santai pada headboard tempat tidur. Pria itu telah bertelanjang dada, memamerkan bentuk tubuhnya yang begitu proporsional—otot perut berbentuk six-pack yang tegas bagai roti sobek, serta sepasang lengan kekar yang memancarkan aura maskulin yang sangat kuat. Siluet suaminya di bawah temaram lampu kamar membuat jantung Kirana mendadak berdegup jauh lebih cepat dari biasanya.

​Devan memegang sebuah buku di tangannya, namun perhatiannya langsung teralih sepenuhnya begitu Kirana melangkah keluar. Matanya yang tajam menatap sang istri dengan binar kehangatan dan ketertarikan yang tak disembunyikan.

​"Sudah selesai mandinya?" tanya Devan dengan suara berat nan serak yang terdengar begitu seksi di sunyinya malam.

​"S-sudah, Devan..." jawab Kirana agak gugup. Pipinya merona merah secara alami.

​Kirana berjalan menuju meja rias untuk mengoleskan sedikit pelembab wajah dan menyisir rambutnya. Momen berdandan itu ia gunakan juga untuk menenangkan degup jantungnya yang tak beraturan.

​Meskipun Devan adalah suami sahnya yang sangat perhatian, lembut, dan selalu melindunginya, di dalam hati kecil Kirana masih ada keraguan dan rasa canggung. Ia belum sepenuhnya siap untuk melangkah lebih jauh dan menyerahkan hal paling berharga dan suci miliknya malam ini. Pengalaman pahit di masa lalu bersama keluarga kandungnya membuat Kirana masih membutuhkan waktu untuk benar-benar membuka seluruh hatinya secara utuh.

​Melalui pantulan cermin meja rias, Kirana melihat Devan masih setia menunggunya dengan sabar. Tidak ada desakan atau paksaan dari raut wajah pria itu.

​Kirana meremas jemarinya pelan di atas meja rias, mencoba mengumpulkan keberanian untuk menyampaikan perasaannya kepada sang suami.

​Kirana memutar tubuhnya perlahan dari meja rias. Dengan langkah pelan, ia berjalan mendekati sisi tempat tidur. Matanya menatap jujur ke arah Devan, menyembunyikan rasa gugup yang masih tersisa di dadanya.

​Devan meletakkan bukunya di meja samping tempat tidur, lalu menatap istrinya dengan lembut. Ia bisa melihat raut ragu dan kecanggungan di wajah Kirana.

​"Devan..." panggil Kirana halus, suaranya terdengar begitu lembut di heningnya malam. "Ada sesuatu yang ingin kukatakan padamu."

​"Bicara saja, Kirana. Aku mendengarkan," jawab Devan seraya mengulurkan tangannya, mengisyaratkan Kirana untuk duduk di tepi ranjang.

​Kirana menyambut uluran tangan itu, merasakan kehangatan jemari Devan yang menggenggamnya erat. Ia menarik napas dalam-dalam sebelum melanjutkan kalimatnya.

​"Aku... aku sangat bersyukur dan bahagia menjadi istrimu. Kau begitu baik dan selalu melindungiku," tutur Kirana jujur, menatap langsung ke dalam manik mata Devan. "Tapi... bolehkah aku minta sedikit waktu? Jujur, aku belum sepenuhnya siap untuk... melangkah lebih jauh malam ini. Aku masih butuh waktu untuk menata hatiku."

​Ruangan itu hening sejenak. Kirana menahan napasnya, khawatir keputusannya akan membuat Devan kecewa atau marah.

​Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Sorot mata Devan memancarkan rasa pengertian yang begitu dalam. Senyum tulus terukir di bibirnya. Tanpa sedikit pun nada keberatan, Devan menarik tubuh Kirana lembut ke dalam pelukannya, merengkuh wanita itu dengan penuh rasa hormat.

​"Kirana, dengarkan aku," bisik Devan lekat-lekat di samping telinga Kirana. "Aku menikahimu bukan hanya untuk raga atau nafsu semata. Aku menginginkan hatimu secara utuh. Jika kau butuh waktu, aku akan menunggunya sampai kau benar-benar siap dan nyaman."

​Mendengar jawaban itu, pertahanan Kirana runtuh. Rasa haru dan lega membuncah di dadanya. Ia membalas pelukan Devan rapat-rapat, menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya yang hangat.

​"Terima kasih, Devan... terima kasih banyak," gumam Kirana tulus.

​Devan mengusap lembut punggung Kirana, lalu merebahkan tubuh mereka perlahan di atas kasur king size tersebut. Ia menarik selimut tebal untuk menutupi tubuh mereka, membiarkan Kirana tertidur dalam dekapan hangat dan amannya—tanpa paksaan, hanya ada rasa saling menghargai dan cinta yang kian bertumbuh.

1
Ariany Sudjana
puji Tuhan, hubungan Kirana dan Husein sudah membaik
Ariany Sudjana
hahaha Nara mana mau hidup susah? pasti ga beda sama murni, jadi pelacur murahan buat laki-laki kaya raya 🤣🤣😂😂
Waaaaaa_
😍😍😍😍
Ariany Sudjana
puji Tuhan, hubungan Kirana dan Husein juga dipulihkan
Ariany Sudjana
bagus Kirana, jangan ragu dan takut, Devan mendukung semua keputusan kamu, sekarang tinggal tunggu apakah Husein berkomitmen untuk memenuhi syarat itu
Ariany Sudjana
hahahaha mampus kamu murni, karena kesombongan kamu, perusahaan suami kamu bangkrut dan kalian siap-siap jadi gembel 😂😂🤣🤣
Ariany Sudjana
puji Tuhan, congrats yah Devan and Kirana 😄🙏
Waaaaaa_: Makasih kak suport nya dari awal😍
total 1 replies
Ariany Sudjana
puji Tuhan, congrats yah Kirana dan Devan
Ariany Sudjana
puji Tuhan, congrats yah Kirana 😄🙏
Ariany Sudjana
ah ga seru, kirain si pelacur murahan dan preman itu akan diselesaikan dengan cara dunia bawah, malah dikasih ke aparat hukum
Ariany Sudjana
ga seru ini, kok Kirana dengan bodohnya langsung minum begitu saja, tanpa curiga sedikitpun. tadinya sih berharap Kirana membongkar kejahatan Siska di depan dewan direksi, tapi malah Siska yang menjebak Kirana, dan bodohnya Kirana masuk dalam jebakan itu. katanya Devan mengawasi, tapi masak Siska bisa menjalankan rencana tersebut, tanpa hambatan?
Ariany Sudjana
hah? Kirana kok langsung minum begitu saja? tanpa curiga sama sekali? bodoh sekali ya
Ariany Sudjana
semangat yah Kirana, dengan dukungan suami kamu, tunjukkan kamu itu perempuan baik-baik, cerdas dan mandiri, dan kamu tunjukkan kamu jauh lebih berkelas daripada si pelacur murahan Siska itu
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
tunjukkan pd keluarga mu klo kamu bisa berdiri di atas kakimu sendiri...semangat kirana
Ariany Sudjana
semangat yah Kirana untuk memulai hari baru, bekerja di Devan corp. tunjukkan kamu perempuan baik-baik, cerdas dan mandiri
Ariany Sudjana
bagus Devan, kamu tidak salah memilih istri, Kirana itu perempuan tangguh dan mandiri, dan tugas kamu melindungi Kirana dan menghancurkan keluarganya yang ga tahu diri itu
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
kamu gk boleh lemah di depan mereka, kamu harus jd wanita tangguh dan balas perbuatan mereka
Ariany Sudjana
jangan takut Kirana, kamu harus bangkit dan kalahkan orang-orang yang ga tahu diri itu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!