NovelToon NovelToon
Cermin Hati Yang Terbelah .

Cermin Hati Yang Terbelah .

Status: tamat
Genre:Berondong / Tamat
Popularitas:59.2k
Nilai: 5
Nama Author: Alvinoor

Aditya , seorang remaja miskin , karena dosa yang tidak sengaja dia buat , terpaksa di kejar kejar dua kelompok gangster .

lalu ada lagi para pembunuh bayaran yang mengincar nyawa nya , atas suruhan seseorang .

Ada pula sekelompok preman , yang mencari nya , juga atas suruhan seseorang .

Dapatkah Aditya mengatasi masalah nya .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alvinoor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ngambek Lagi .

Pukul lima sore hari nya , saat seluruh keluarga sudah berkumpul di rumah mungil itu setelah aktifitas masing masing , nampak sebuah mobil BMW hitam memasuki pekarangan rumah .

Dari dalam mobil , keluar dua orang wanita jelita dan seorang anak muda bertubuh agak kecil .

Di teras rumah terlihat bu Rahmah dan Hasan berdiri berdampingan menyambut kedatangan mereka sambil tersenyum senyum .

Sementara itu , wajah bu Rahmah terlihat jelas raut kebahagiaan di sana .

Aurelia , Aditya , dan Siska berhenti sejenak , menatap kearah bu Rahmah dan Hasan .

Aurelia dan Siska menoleh kearah Aditya , namun Aditya mengangkat bahu nya tidak tau .

Bu Rahmah melambaikan tangan nya kearah ketiga orang itu , "sini ayo sini !" ...

Meskipun Aditya merasa sangat gembira melihat raut kebahagiaan di wajah sang ibu yang tidak pernah dia lihat dari dahulu itu , namun dia pura pura cemberut , "I ibu kawin lagi kah ?" ...

"Hus !" ...bu Rahmah meletakan jari telunjuk nya di bibir Aditya , "dengar lah dulu nak !, dengar penjelasan ibu , jangan keburu mengambil kesimpulan sendiri , ayo kita masuk dulu !" bujuk bu Rahmah .

Mereka segera masuk kedalam rumah , duduk lesehan tanpa kursi apa lagi sofa .

"Dit !, ibu minta maaf sudah berbohong pada Didit , ayah Didit masih hidup , dan belum meninggal , ini ayah kandung Didit !, semua ini terpaksa ibu lakukan , karena banyak yang memburu kita , dan ingin menghabisi kita nak , semua tidak boleh ada yang tahu bahwa ayah mu masih hidup , ini semua demi Didit , ibu , Kai dan Nini Dit !" kata Rahmah menjelaskan kepada Aditya .

"Maafkan ayah my son !, ayah terpaksa jauh dari kalian , agar kalian terbebas dari incaran orang yang tidak senang dengan ayah !" kata Hasan menjelaskan .

"Sudahlah ibu !, Didit tak mengapa , asal ibu bahagia , Didit sudah senang !, Didit sayang ibu !" kata Aditya tanpa ekspresi apa apa .

"My son !, ayah bermaksud membawa ibu mu , kakek dan nenek mu ke tempat ayah , ayah punya sedikit sawah dan kebun di Dukuh Wiring , ayah ingin mengisi masa tua ayah bersama ibu disana my son !, ayah lama sekali berkeliling mencari kalian !" kata Hasan pada Aditya .

Aditya menatap kearah ibu nya beberapa saat lama nya , "bagai mana dengan ibu sendiri bu ?, apakah ibu bersedia mengikuti ayah ketempat itu bu ?" tanya nya .

"Dit !, ibu sudah tua nak !, tidak ada lain yang ibu harapkan , selain melihat kau tumbuh jadi orang yang berguna , serta hidup mengisi hari tua ibu bersama ayah mu , hingga ajal menjemput kami kelak nak , ibu akan mengikuti ayah mu kemana pun juga nak !, tugas ibu menjaga dan merawat Didit sudah beralih pada kedua istri mu Aurelia dan Siska nak , ibu tinggal menunggu saat kedatangan dua orang cucu cucu ibu sambil merawat ayah mu !" kata Rahmah .

"Tapi bu !, ayah terlihat sehat saja , apa nya yang harus di rawat ?" tanya Aditya menggoda ibu nya .

Kakek Mahmud menyentil kuping Aditya , "dasar Didit oon , ya main rawat rawatan , main suntik suntikan kaya Didit , kan gara gara Didit main suntik suntikan , tuh dua wanita cantik melendung !" ....

"Ih dasar Kai juga ah , sudah tua , masih saja ngomong seperti itu , bikin malu Didit aja !" kata Aditya malu .

Aurelia dan Siska cuma tersenyum malu malu mendengar gurauan kakek Mahmud tadi .

"Kapan ayah membawa ibu pindah yah ?" tanya Aditya .

"Hm my son !, rencana ayah Sabtu depan , kalau kalian mau ikut sekalian liburan , boleh deh !" kata Hasan pada putra nya .

Aditya menatap kearah Aurelia dan Siska , minta pendapat nya .

"Kurasa tidak ada salah nya Sis !, kita kan belum pernah liburan , anggap saja liburan bulan madu !" kata Aurelia .

"Bulan madu apaan Rel ?, madu basi iya !, sudah hampir brojol , kok bulan madu !" sanggah Siska .

"Berarti Kai berhenti jualan cilok dong yah ?" tanya Aditya lagi .

"Ya son !, kakek mu tidak usah jualan lagi , di dukuh sana ada banyak ayam , kambing dan beberapa ekor sapi milik ayah yang ayah beli sedikit demi sedikit , juga ada beberapa ratus ekor bebek , kakek tugas nya cuma panen telor bebek aja !" jawab Hasan .

"Berapa jauh dari dini yah ?" tanya Aditya .

"kurang lebih tiga puluh lima kilometer son !" jawab Hasan lagi .

"Bagai mana kak ?, apa boleh Didit ikut ayah ke dukuh itu ?" tanya Aditya .

"Kalau sendirian , tidak boleh !" jawan Siska lantang .

"Engga sendirian kak , sama ayah , ibu , Kai dan Nini juga !" jawab Aditya polos .

"Lalu kami di kemanakah ?, mau ditinggal ?, begitu ?, Dit !, kamu itu bukan nya bujangan lagi , sekarang sudah punya istri , bahkan dua lagi , kemana mana ya harus bawa istri , kecuali kalau Didit mau nyari yang baru lagi !" kata Siska lagi .

"Huh , kalau sampai berani nyari yang baru lagi !, tuh perkutut nya kakak potong , biar jadi perkutut bakar sambal kecap !" ucap Aurelia sambil mata nya melotot kearah Aditya .

Mendengar itu , Aditya buru buru menutupi perkutut nya dengan kedua tangan nya, "ih , kakak sadis amat , main potong aja , emang nya ini perkutut pedaging ya ?" ....

Melihat kelakuan anak dan kedua menantu Meraka itu , Hasan dan Rahmah tertawa geli .

Setelah shalat isya , Aditya dan kedua orang istri nya pulang ke Mansion .

"Ternyata ayah masih hidup dan masih sepantaran dengan ibu juga !" gumam Aditya di dalam mobil .

"Iya Dit !, masih gagah dan tampan lagi !" gurau Siska .

"Iya Sis !, tampan ayah nya dari pada anak nya , hm jenggotnya itu lho Sis !" goda Aurelia .

Mendengar itu , Aditya langsung terdiam , membuang pandangan nya keluar jendela mobil yang sedang melaju .

Ketika sudah tiba di mansion pun , Aditya masih saja diam , berjalan mendahului Aurelia dan Siska keatas .

Setelah sampai di kamar tidur , Aditya langsung merebahkan tubuh nya di atas tempat tidur , lalu membungkus tubuh nya dengan selimut .

Setelah selesai mengganti pakaian nya dengan pakaian tidur , Aurelia menghampiri Aditya yang pura pura tidur .

Aurelia membaringkan tubuh nya di sisi kanan Aditya , sementara Siska masih memperbaiki bedak nya .

Aditya menutupi wajah nya dengan ujung selimut , sambil pura pura tidur .

"Dit !, enggak main main dulu baru tidur ?" tanya Aurelia .

"Enggak !, Didit cape kak !, pengen tidur " kata Aditya .

Aurelia memeluk tubuh Aditya yang di balut dengan selimut itu .

"Biasa nya kan tangan nya suka patroli kemana mana sebelum tidur , kok sekarang diam aja , ngambek ya ?" tanya Aurelia sambil berusaha membuka selimut yang menutupi wajah Aditya .

Siska merebah kan tubuh nya di sisi kiri Aditya , menatap kearah Aditya yang kemulan dengan selimut , meskipun suhu tidak lah dingin itu .

"Dia kenapa Rel ?" tanya Siska heran .

"Enggak tahu Sis , sedari kita di mobil tadi , dia seperti ini , kaya nya ngambek nih anak Sis !" kata Aurelia sambil berusaha membuka selimut Aditya .

"Dit !, menyirami kebon yuk Dit !, lihat kakak Sis sudah dandan cantik untuk Didit !" bujuk Siska .

"Didit cape kak !, pengen tidur aja !" kata Aditya agak ketus .

"Didit tega sama kakak , kakak susah susah dandan habis habisan untuk Didit , eh Didit nya ngacuhin kakak , Didit jahat ah !" Siska pura pura merajuk .

Aurelia bangkit berjalan ke meja rias nya , untuk berdandan , dia tahu jika dia dan Siska berdandan , anak muda itu bakalan klepek klepek takluk pada mereka berdua .

Setelah selesai berdandan , dan mengenakan lingerie seksi, Aurelia merebahkan tubuh nya di sisi kanan Aditya .

Harum aroma tubuh kedua wanita jelita itu , menggoda hidung Aditya .

Tetapi Aditya tetap saja diam tak bergeming .

Kali ini dia tidak tergoda dengan dandanan kedua wanita cantik itu .

"Didit jahat !, istri nya cape cape dandan , eh hasil nya cuma di diemin doang , ayo dong Dit , nyiramin kebon yuk Dit !" goda Aurelia .

Tetapi Aditya tetap diam , tidak tergoda sedikitpun , malahan perkutut yang biasa nya langsung manggung itu , kini asik tidur meringkuk .

...****************...

1
Fikri Alam
kalau mancing untuk menyiksa memang TDK boleh,tp klau untuk makan TDK masalah...jd gimana klau seorang nelayan yg istrinya hamil...👍☺️
Herybae Hery
ajak siram2 an kebon biar gak sedih lg 😃😃
Herybae Hery
ayo dit siram kebon nya,😃😃😃
Herybae Hery
Luar biasa
Apis
lain dari yg lain nich novel 🤣🤣🤣
Dida Madu Pati
lha bukanya ada pengawal dan slalu diawasi daei jarak jauh
hairul amin
Luar biasa
Bagian Pendaftaran Cristal Biru Meuligo
Lumayan
Erni Ramadan
awal cerita yg bagus..
Arsenio Cadas Hady
keren.. sy suka karyamu
Rikarico
rese jg aditditditdit🤣
Rikarico
nah kan
Rikarico
di prank oleh aditditditditdit
Rikarico
matikan aja thor
Rikarico
good
Rikarico
jgnkan Aditya aku aja marah🤣
Rikarico
bego jg ya aurelia masa rmh segitu bagusga pnya cctv
Rikarico
BKN nya klo istri LG hamil si suami ga boleh mancing ya
Rikarico
semakin.menarik
Rikarico
owh trnyata Adit ank seorg prajurit kah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!