Aditya , seorang remaja miskin , karena dosa yang tidak sengaja dia buat , terpaksa di kejar kejar dua kelompok gangster .
lalu ada lagi para pembunuh bayaran yang mengincar nyawa nya , atas suruhan seseorang .
Ada pula sekelompok preman , yang mencari nya , juga atas suruhan seseorang .
Dapatkah Aditya mengatasi masalah nya .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alvinoor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ngambek Lagi .
Pukul lima sore hari nya , saat seluruh keluarga sudah berkumpul di rumah mungil itu setelah aktifitas masing masing , nampak sebuah mobil BMW hitam memasuki pekarangan rumah .
Dari dalam mobil , keluar dua orang wanita jelita dan seorang anak muda bertubuh agak kecil .
Di teras rumah terlihat bu Rahmah dan Hasan berdiri berdampingan menyambut kedatangan mereka sambil tersenyum senyum .
Sementara itu , wajah bu Rahmah terlihat jelas raut kebahagiaan di sana .
Aurelia , Aditya , dan Siska berhenti sejenak , menatap kearah bu Rahmah dan Hasan .
Aurelia dan Siska menoleh kearah Aditya , namun Aditya mengangkat bahu nya tidak tau .
Bu Rahmah melambaikan tangan nya kearah ketiga orang itu , "sini ayo sini !" ...
Meskipun Aditya merasa sangat gembira melihat raut kebahagiaan di wajah sang ibu yang tidak pernah dia lihat dari dahulu itu , namun dia pura pura cemberut , "I ibu kawin lagi kah ?" ...
"Hus !" ...bu Rahmah meletakan jari telunjuk nya di bibir Aditya , "dengar lah dulu nak !, dengar penjelasan ibu , jangan keburu mengambil kesimpulan sendiri , ayo kita masuk dulu !" bujuk bu Rahmah .
Mereka segera masuk kedalam rumah , duduk lesehan tanpa kursi apa lagi sofa .
"Dit !, ibu minta maaf sudah berbohong pada Didit , ayah Didit masih hidup , dan belum meninggal , ini ayah kandung Didit !, semua ini terpaksa ibu lakukan , karena banyak yang memburu kita , dan ingin menghabisi kita nak , semua tidak boleh ada yang tahu bahwa ayah mu masih hidup , ini semua demi Didit , ibu , Kai dan Nini Dit !" kata Rahmah menjelaskan kepada Aditya .
"Maafkan ayah my son !, ayah terpaksa jauh dari kalian , agar kalian terbebas dari incaran orang yang tidak senang dengan ayah !" kata Hasan menjelaskan .
"Sudahlah ibu !, Didit tak mengapa , asal ibu bahagia , Didit sudah senang !, Didit sayang ibu !" kata Aditya tanpa ekspresi apa apa .
"My son !, ayah bermaksud membawa ibu mu , kakek dan nenek mu ke tempat ayah , ayah punya sedikit sawah dan kebun di Dukuh Wiring , ayah ingin mengisi masa tua ayah bersama ibu disana my son !, ayah lama sekali berkeliling mencari kalian !" kata Hasan pada Aditya .
Aditya menatap kearah ibu nya beberapa saat lama nya , "bagai mana dengan ibu sendiri bu ?, apakah ibu bersedia mengikuti ayah ketempat itu bu ?" tanya nya .
"Dit !, ibu sudah tua nak !, tidak ada lain yang ibu harapkan , selain melihat kau tumbuh jadi orang yang berguna , serta hidup mengisi hari tua ibu bersama ayah mu , hingga ajal menjemput kami kelak nak , ibu akan mengikuti ayah mu kemana pun juga nak !, tugas ibu menjaga dan merawat Didit sudah beralih pada kedua istri mu Aurelia dan Siska nak , ibu tinggal menunggu saat kedatangan dua orang cucu cucu ibu sambil merawat ayah mu !" kata Rahmah .
"Tapi bu !, ayah terlihat sehat saja , apa nya yang harus di rawat ?" tanya Aditya menggoda ibu nya .
Kakek Mahmud menyentil kuping Aditya , "dasar Didit oon , ya main rawat rawatan , main suntik suntikan kaya Didit , kan gara gara Didit main suntik suntikan , tuh dua wanita cantik melendung !" ....
"Ih dasar Kai juga ah , sudah tua , masih saja ngomong seperti itu , bikin malu Didit aja !" kata Aditya malu .
Aurelia dan Siska cuma tersenyum malu malu mendengar gurauan kakek Mahmud tadi .
"Kapan ayah membawa ibu pindah yah ?" tanya Aditya .
"Hm my son !, rencana ayah Sabtu depan , kalau kalian mau ikut sekalian liburan , boleh deh !" kata Hasan pada putra nya .
Aditya menatap kearah Aurelia dan Siska , minta pendapat nya .
"Kurasa tidak ada salah nya Sis !, kita kan belum pernah liburan , anggap saja liburan bulan madu !" kata Aurelia .
"Bulan madu apaan Rel ?, madu basi iya !, sudah hampir brojol , kok bulan madu !" sanggah Siska .
"Berarti Kai berhenti jualan cilok dong yah ?" tanya Aditya lagi .
"Ya son !, kakek mu tidak usah jualan lagi , di dukuh sana ada banyak ayam , kambing dan beberapa ekor sapi milik ayah yang ayah beli sedikit demi sedikit , juga ada beberapa ratus ekor bebek , kakek tugas nya cuma panen telor bebek aja !" jawab Hasan .
"Berapa jauh dari dini yah ?" tanya Aditya .
"kurang lebih tiga puluh lima kilometer son !" jawab Hasan lagi .
"Bagai mana kak ?, apa boleh Didit ikut ayah ke dukuh itu ?" tanya Aditya .
"Kalau sendirian , tidak boleh !" jawan Siska lantang .
"Engga sendirian kak , sama ayah , ibu , Kai dan Nini juga !" jawab Aditya polos .
"Lalu kami di kemanakah ?, mau ditinggal ?, begitu ?, Dit !, kamu itu bukan nya bujangan lagi , sekarang sudah punya istri , bahkan dua lagi , kemana mana ya harus bawa istri , kecuali kalau Didit mau nyari yang baru lagi !" kata Siska lagi .
"Huh , kalau sampai berani nyari yang baru lagi !, tuh perkutut nya kakak potong , biar jadi perkutut bakar sambal kecap !" ucap Aurelia sambil mata nya melotot kearah Aditya .
Mendengar itu , Aditya buru buru menutupi perkutut nya dengan kedua tangan nya, "ih , kakak sadis amat , main potong aja , emang nya ini perkutut pedaging ya ?" ....
Melihat kelakuan anak dan kedua menantu Meraka itu , Hasan dan Rahmah tertawa geli .
Setelah shalat isya , Aditya dan kedua orang istri nya pulang ke Mansion .
"Ternyata ayah masih hidup dan masih sepantaran dengan ibu juga !" gumam Aditya di dalam mobil .
"Iya Dit !, masih gagah dan tampan lagi !" gurau Siska .
"Iya Sis !, tampan ayah nya dari pada anak nya , hm jenggotnya itu lho Sis !" goda Aurelia .
Mendengar itu , Aditya langsung terdiam , membuang pandangan nya keluar jendela mobil yang sedang melaju .
Ketika sudah tiba di mansion pun , Aditya masih saja diam , berjalan mendahului Aurelia dan Siska keatas .
Setelah sampai di kamar tidur , Aditya langsung merebahkan tubuh nya di atas tempat tidur , lalu membungkus tubuh nya dengan selimut .
Setelah selesai mengganti pakaian nya dengan pakaian tidur , Aurelia menghampiri Aditya yang pura pura tidur .
Aurelia membaringkan tubuh nya di sisi kanan Aditya , sementara Siska masih memperbaiki bedak nya .
Aditya menutupi wajah nya dengan ujung selimut , sambil pura pura tidur .
"Dit !, enggak main main dulu baru tidur ?" tanya Aurelia .
"Enggak !, Didit cape kak !, pengen tidur " kata Aditya .
Aurelia memeluk tubuh Aditya yang di balut dengan selimut itu .
"Biasa nya kan tangan nya suka patroli kemana mana sebelum tidur , kok sekarang diam aja , ngambek ya ?" tanya Aurelia sambil berusaha membuka selimut yang menutupi wajah Aditya .
Siska merebah kan tubuh nya di sisi kiri Aditya , menatap kearah Aditya yang kemulan dengan selimut , meskipun suhu tidak lah dingin itu .
"Dia kenapa Rel ?" tanya Siska heran .
"Enggak tahu Sis , sedari kita di mobil tadi , dia seperti ini , kaya nya ngambek nih anak Sis !" kata Aurelia sambil berusaha membuka selimut Aditya .
"Dit !, menyirami kebon yuk Dit !, lihat kakak Sis sudah dandan cantik untuk Didit !" bujuk Siska .
"Didit cape kak !, pengen tidur aja !" kata Aditya agak ketus .
"Didit tega sama kakak , kakak susah susah dandan habis habisan untuk Didit , eh Didit nya ngacuhin kakak , Didit jahat ah !" Siska pura pura merajuk .
Aurelia bangkit berjalan ke meja rias nya , untuk berdandan , dia tahu jika dia dan Siska berdandan , anak muda itu bakalan klepek klepek takluk pada mereka berdua .
Setelah selesai berdandan , dan mengenakan lingerie seksi, Aurelia merebahkan tubuh nya di sisi kanan Aditya .
Harum aroma tubuh kedua wanita jelita itu , menggoda hidung Aditya .
Tetapi Aditya tetap saja diam tak bergeming .
Kali ini dia tidak tergoda dengan dandanan kedua wanita cantik itu .
"Didit jahat !, istri nya cape cape dandan , eh hasil nya cuma di diemin doang , ayo dong Dit , nyiramin kebon yuk Dit !" goda Aurelia .
Tetapi Aditya tetap diam , tidak tergoda sedikitpun , malahan perkutut yang biasa nya langsung manggung itu , kini asik tidur meringkuk .
...****************...