Desi adalah seorang guru di sebuah sekolah negeri, saat ini ia memiliki 3 orang anak. Si sulung bernama Bagas, adiknya Rafi dan si bungsu bernama Aqilla. Jarak umur mereka rata-rata 2 tahun. Kehidupan rumah tangga Desi awalnya baik-baik saja. Namun, kebutuhan ekonomi yang kian mendesak membuat suami Desi mencoba mencari pekerjaan di luar kota. Suami Desi bekerja di luar kota demi untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Namun, siapa sangka ternyata Ridwan menikah lagi diam-diam tanpa sepengetahuan Desi. Akibatnya, Ridwan menjadi abai dengan nafkah untuk anak-anaknya. Bahkan seringkali tidak memberi nafkah sama sekali, sehingga Desi harus berjuang seorang diri untuk memenuhi kebutuhan anak-anaknya. Ya, anak-anaknya memiliki ayah tapi nasib mereka tak jauh berbeda dari anak yatim yang tidak memiliki ayah. Bahkan terkadang untuk makan pun Desi harus berhutang. Sungguh menyedihkan kehidupannya. Pernikahannya bagai tergantung.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yayuk riyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32. Ukin ( Uji Kinerja )
Alhamdulillah, saat ini Desi sudah selesai tahap PPL. Tinggal 2 tahap lagi, yaitu Ukin (Uji Kinerja) dan UP (Uji Pengetahuan). Semua tahapan yang ada di PPG sudah hampir Desi lalui, saat ini Desi sudah sampai pada tahap Ukin atau Uji Kinerja. Dalam tahap ini, Desi harus praktek mengajar bukan dinilai oleh guru pamongnya. Guru pamong hanya mengarahkan dan mengoreksi perangkat pembelajaran yang Desi buat. Nanti ada tim penilai khusus dari universitas. Ada 2 orang tim penilai nya. Dan saat Desi mengajar bukan direkam oleh temannya seperti saat PPL kemarin. Tetapi, langsung berhubungan dengan tim penilai (2 orang). Jadi, saat Ukin secara online dan langsung dilihat oleh tim penilai dan harus ada hp yang diletakkan di depan kelas supaya terlihat oleh tim penilainya.
Desi deg-deg an sebenarnya menghadapi uji kinerja ini. Bagaimana tidak, saat kita mengajar langsung dilihat oleh 2 orang dari tim penguji juga oleh guru pamong kita. Dan semua itu disaksikan secara langsung, tidak bisa diedit. Semoga saja semuanya berjalan lancar.
'Ya Allah, mudahkan dan lancarkan segala sesuatunya Ya Allah. Aamiin aamiin ya rabbal alamiin....' , do'a Desi di dalam hati.
Besok adalah jadwal ukin Desi. Hari ini, Desi masih latihan untuk ujian ukin besok. Desi dibantu oleh Mila sahabatnya untuk mempersiapkan ujian ukin besok.
"Mil, besok pagi minta tolong ya bantuin persiapan nya." , pinta Desi.
"Siap tuan putri. Pasti dong dibantuin." , jawab Mila.
"Bisa aja kamu Mil. Tapi, makasih banyak ya Mil. Kalau nggak ada kamu, entah gimana jadinya aku." , ucap Desi.
"Di tengah badai rumah tanggaku, kamu selalu hadir membantuku. Thank you so much my friend." , ucap Desi dengan tulus.
"Sama-sama Des. Aku nggak bisa bahasa inggris, gimana dong." , jawab Mila.
"Ya sudah bahasa indonesia aja." , jawab Desi lagi.
"Hahaha....ya udah deh....nggak papa." , jawab Mila lagi.
Keesokkan harinya, pagi-pagi sekali Desi sudah sampai di sekolah. Dia langsung mempersiapkan segala sesuatunya. Mulai dari infokus, laptop, hp, meja dan kursi murid. Untung kemarin dia sudah menyapu dan mengepel di kelas nya. Selesai persiapan nya, Desi segera membariskan murid-muridnya....Mila ikut pula membantu persiapan nya.
Setelah berbaris, anak-anak masuk ke dalam kelas dengan tertib. Setelah itu, ketua kelas memimpin do'a. Selesai berdo'a, Desi langsung memulai pelajaran. Sebelumnya, pembiasaan dulu membaca surat-surat pendek selama kurang lebih 10 menit. Sehabis membaca surat-surat pendek, Desi langsung menyalakan laptopnya dan mulai menyalakan infokus. Kemudian, Desi langsung memulai pembelajaran sesuai dengan urutan yang ada di modul ajar. Setelah selesai tahapan yang ada di dalam modul ajar, Desi mengakhirii pembelajaran.
Begitu selesai, Desi baru bisa bernapas dengan lega. Dia merasa plong.
"Alhamdulillah ya Allah." , ucap Desi.
"Mil, makasih banyak ya atas bantuannya. Aku janji, kalau kamu PPG nanti, aku pasti akan membantumu." , ucap Desi.
"Iya sama-sama Des." , jawab Ma.
Desi merasa lega, tahapan PPG nya tnggal 1 langkah lagi yaitu UP (Uji Pengetahuan). Saat ini, Desi hanya bisa belajar untuk bisa mengikuti nya. UP berisi soal'-soal. Desi latihan begitupun merasa ragu-ragu.
Untuk soal-soal UP yang keluar nanti adalah soal-soal seperti pembelajaran. Tentang bagaimana cara mengajar, tentang perkembangan peserta didik, dan lain-lain.
Untuk UP sebenarnya bukan hanya soal-soalnya yang ditakuti oleh mahasiswa. Namun, juga karena UP ini sebagai penentuan dari lulus atau tidaknya kegiatan PPG ini. Mereka merasa sis-sia jika gagal dalam mengerjakan soal-soal UP nanti.
Namun, Desi harus tetap menanamkan rasa percaya diri. Dia tidak boleh cepat putus asa. Dia harus yakin dia bisa lulus UP ini. Desi lalu mencari contoh-contoh soal UP di internet-internet. Dia sungguh-sungguh dalam belajar dan tidak mudah menyerah. Dia yakin kalau semua itu akan bisa dia lewati. Dia harus yakin itu.
Untuk waktu pelaksanaan UP sekitar 1 minggu lagi. Desi harus bisa memanfaatkan waktu yang ada untuk belajar semaksimal mungkin. Untuk jumlah soal nanti diperkirakan sekitar 300 soal dalam waktu 3 jam. Jadi untuk menyelesaikan 1 soal minimal 1 menit tidak sampai 2 menit. Belum jika soalnya panjang dan memerlukan pemahaman yang tinggi. Benar-benar menakutkan memang sosok UP ini. Bahkan katanya ada yang berkali-kali ikut UP tetap gagal. Untuk mengikuti UP dibatasi sampai maksimal 6x mengikuti UP. Jika sampai 6x ikut UP tapi masih gagal juga, maka yang bersangkutan harus mengikuti kegiatan PPG dari awal lagi. Sebenarnya, itu yang paling ditakuti oleh mahasiswa PPG.
Seolah-olah percuma pelaksanaan PPG dari awal selama kurang lebih 6 bulan ini, jika akhirnya hanya ditentukan oleh UP yang hanya 3 jam ini. Namun, mau bagaimana lagi, ini sudah merupakan kebijakan yang harus dipatuhi oleh semua mahasiswa PPG.
Desi tidak bosan-bosannya belajar berbagai bentuk soal-soal UP. Dia mencari literasi soal-soal UP di berbagai aspek. Terutama di internet-internet. Dia memanfaatkan berbagai macam kecanggihan teknologi yang ada untuk mencari contoh-contoh soal UP mulai dari sabang sampai merauke. Seperti lagu aja ya, dari sabang sampai merauke, berjajar pulau-pulau, sambung menyambung menjadi 1 itulah Indonesia, lho kok malah nyanyi sih. Hehehe...sudah stress nie Desi.
Desi memanfaatkan waktu yang ada dengan sebaik mungkin. Dia tidak ingin gagal dalam ujian UP ini. Dia yakin dia bisa langsung lulus dalam sekali ujian. Aamiin ya Allah. Desi benar-benar semangat. Di sekolah dia memanfaatkan wifi yang ada untuk mencari literasi soal-soal UP kemudian dia print. Di rumah, dia tinggal membaca-baca yang sudah dia print di sekolah, jadi dia tidak perlu membeli buku yang tebalnya tidak terkira itu.
Desi semangat sekali dalam menghadapi ujian UP ini. Setiap hari dia membaca berbagai jenis soal agar nantinya tidak kaget ketika mengerjakan soal-soal UP ini. Dia yakin dia bisa lulus. Dia tidak pernah merasa putus asa. Dia selalu semangat dalam menghitung hari yang semakin dekat dengan ujian UP ini.
Desi belajar dan belajar setiap harinya tanpa kenal lelah disamping mengurus ketiga anaknya yang sudah disia-siakan oleh ayahnya. Oleh karenanya, Desi pantang menyerah menghadapi ujian UP ini. Dia selalu mengingat ketiga anaknya. Karena itu, dia selalu semangat.
"Des, kapan ujian UP nya?" , tanya Mila.
"3 hari lagi Mil. Do'ain ya Mil biar sekali ikut UP langsung lulus." , jawab Desi.
"Aamiin aamiin ya rabbal alamiin." , do'a Mila.
"Makasih banyak ya Mil. Kamu memang sahabat sejatiku." , ucap Desi.
"Iya sama-sama Des. Tetap semangat ya, jangan putus asa. Ingat anak-anakmu masih butuh ibunya." , jawab Mila.
"Iya Mil. Makasih banyak." , jawab Desi.
wanita bucin laki pulang cm nyelup gk ngasih uang masih di terima ya mungkin terong nya mantab mkne desi masih mau laki bekasan gundik. 🤣🤣🤣
kl istri ke 2 rizwan pasti lbih cetar, Dan Pinter. gk mau cari duit hidup bagai princes uang Dr rizwan. 🤣. sdng desi wanita bodoh gk di kasih duit saja diam 🤣.
laki nikah lagi gk nuntut cerai alasan laki marah. mbelgedes gk percaya. yg Ada desi bucin ma rizwan. jd walau burung rizwan dah di bagi ma gundik masih mau dia. 😄🤣
cm alasan takut ma suami walau gk di nafkahi. yg aslinya Desi bucin ma rizwan. walau gk di kasih duit Dan hrs Banting tulang masih Cinta asal rizwan pulang Dan kelon ma dia 🤣.
jd biar saja smpe tua Banting tulang sendiri.
kl wanita berkelas mah ogah mnding janda toh sama sama nyari duit sendiri urus anak sendiri.
tp kl wanita kampung gk berkelas ya kayak desi jd babu, keset, ngurus anak masih nyari duit pun mau 🤣🔥 mang gk berharga juga.
kl wanita cerdas berkelas pasti dah cerai tu sm laki model bgitu.
tp desi kn wanita kampung, bucin ma ridwan. mau ridwan gk ngasih duit pun masih mau 😄.