NovelToon NovelToon
Istriku Canduku(Pengantin Pengganti

Istriku Canduku(Pengantin Pengganti

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / CEO / Dijodohkan Orang Tua / Pengantin Pengganti / Cintapertama / Tamat
Popularitas:621.3k
Nilai: 5
Nama Author: QueenShafa

"Seharusnya dia adalah adik iparku! tapi kini malah menjadi istriku!" ABIAN NUGRAHA.


"Pria itu seharusnya menjadi kakak Iparku, tapi sekarang dia adalah suamiku!" MAHARAYA FADILLA.

bagaimana jadinya dua orang yang sebelumnya tidak saling mengenal namun tiba-tiba dinikahkan. semua itu bermula karena Andira Fadillah atau yang akrab di sapa Dira selaku kakak Maharaya atau Raya, kabur tepat di hari pernikahannya dengan seorang pria yang telah di jodohkan oleh orangtuanya bernama Abian Nugraha. Dira yang tiba-tiba saja menghilang saat akad akan di mulai membuat Ayah Faizal panik. karena insiden itu Ayah Faizal meminta Raya putri bungsunya yang masih duduk di bangku SMA kelas 12 itu untuk menjadi pengantin pengganti Kakaknya. Demi menjaga nama baik keluarga.


Bagaimana kah kelanjutan kisah keduanya. apakah mereka bisa saling menerima satu sama lain? dengan rentang usia yang lumayan jauh.
Yuk! ikuti kisah mereka!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon QueenShafa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11

Tepat jam setengah 4. Isak tangis tengah mewarnai sore hari di kediaman Bapak Faizal Fadillah. Saat Raya dan Abian suaminya berpamitan pada kedua orang tuanya. Raya lah yang menangis sedih saat berpamitan pada kedua orang tuanya terutama Ayahnya. Ayah yang begitu ia sayangi.

Faizal pun tak kalah sedih melepaskan putri bungsunya itu. Faizal juga merasa sedikit bersalah pada Raya karena telah memaksanya menjadi pengganti kakaknya yang kabur dari pernikahan yang sudah di tentukan. Seandainya Dira menolak sebelum hari H. Mungkin Faizal masih bisa membatalkan pernikahan itu.

"Maafkan Ayah nak, secara tidak langsung Ayah mungkin telah menzolimi kamu. Dan terima kasih telah menjadi penolong keluarga kita. Berbaktilah pada suamimu. Jadilah seorang istri dan Menantu yang baik untuk suami dan Ibu mertuamu. Sekali lagi, maafkan Ayah yang tidak berguna ini." Ucap Faizal sembari memeluk dan mengcup kening putrinya. Penuh haru, pria paru baya itu tak kuasa menahan air matanya yang jatuh membasahi wajah tuanya yang telah berhiaskan beberapa garis keriput faktor usia.

"Ayah jangan berkata seperti itu. Tidak ada orang tua yang tidak berguna. Raya sayang Ayah, bagi Raya Ayah adalah yang terbaik yang Raya miliki. Ayah Raya yang hebat!" Ucap Raya sembari mengusap air mata yang jatuh dari pelupuk mata sang Ayah. Ayah adalah cinta pertama bagi anak perempuan.

Setelah selesai dengan sang Ayah, Raya pun beralih pada sang Ibu Mirna. Berbeda dengan Ayahnya. Mirna nampak biasa saja tidak menunjukan kesedihan sama sekali. Tidak seperti pada Ibu kebanyakan yang akan sedih bahkan lebih sedih dari siapapun ketika melepaskan anak perempuannya untuk di bawa oleh suaminya.

"Ibu, mohon doa restunya, doakan Raya agar bisa menjadi istri yang berbakti. Maafkan jika selama ini telah banyak menyusahkan Ibu." Ucap Raya yang sungkem pada sang Ibu.

"Iya Raya, semoga rumah tangga kalian menjadi rumah tangga yang sakinah mawadah warohmah. Maafkan Ibu juga tidak bisa berbuat apa-apa padamu. Mungkin ini sudah takdir dari yang kuasa untukmu." Balas Mirna.

"Nak Bian, titip Raya ya, dia putri kesayangan Ayah! Jika ada sikap dan perilakunya yang masih kekanakan. Mohon di maklumi. Dia masih kecil, nasehatilah dia dengan lembut. Dia anak yang penurut, tidak suka membangkang perkataan orang tua. Jika suatu saat nanti kamu tidak bisa mencintainya tolong jangan sakiti dia, kembalikan dia padaku. Ayah akan menerimanya dalam kondisi apapun. Dan juga tolong maafkan Ayah jika semua ini tidak sesuai dengan yang kamu harapkan." Ayah Faizal menangkupkan kedua tangannya di hadapan Abian.

Tentu saja hal itu langsung di cegah oleh Abian. "Tidak Ayah, semua ini sudah takdir yang Kuasa. Kita hanya bisa berencana. Namun ketentuan tetaplah dari Allah Ta'ala. Bian menerima semua ini dengan ikhlas tidak terpaksa sedikitpun." Ucap Abian sembari menggenggam kedua tangan Ayah mertuanya itu. Yang langsung di peluk oleh Ayah Faizal.

"Bagaimana aku bisa menolak kejutan yang tidak pernah di sangka-sangka ini. Bahkan aku sangat bersyukur bisa beristrikan dirinya" Batin Abian yang sesungguhnya merasa sangat surprise dengan takdir Allah untuknya.

Faizal masih berdiri sembari melambaikan tangannya mengiringi mobil yang kian menjauh dari pandangan nya, membawa putri bungsunya. Putri bungsunya yang kini telah menjadi seorang istri.

Tidak berucap, namun tatapan mata yang berkaca-kaca itu sudah membuktikan betapa sedihnya seorang Ayah ketika anak perempuannya telah di bawa oleh suaminya. Yang menggantikan dirinya dalam hal tanggung jawab dunia dan akhirat.

Begitupun dengan Raya yang masih memandangi siluet sang Ayah dari kaca spion yang kian menjauh. Seiring laju mobil yang di Kemudikan oleh pria yang telah menjadi suaminya itu. Meninggalkan rumahnya, rumah tempatnya tumbuh dan besar dengan limpahan kasih sayang kedua orang tuanya. Terutama kasih sayang Ayahnya yang begitu besar untuk nya.

"Jangan sedih, kita akan sering-sering kesini mengunjungi kedua orang tua kita!" Ucap Abian secara refleks tangan kirinya mengusap rambut hitam Raya yang tergerai indah.

"Maaf ya kak, kalau aku terlalu cengeng!" Balas Raya, sembari menyusut ingus nya dengan tissue. Sejujurnya dirinya merasa terkejut dengan perlakuan Abian yang tiba-tiba saja mengusap rambutnya seperti yang sering di lakukan Ayahnya. Ketika menenangkannya.

"Wajar kok, itu manusiawi. Aku nggak keberatan dengan hal itu. Aku paham bagaimana perasaan mu." Balas Abian lagi sedikit mengukir senyum di bibirnya. Walaupun Abian belum bisa mengambil kesimpulan bagaimana Raya menyikapi pernikahan dadakan ini. Yang jelas pasti semua ini tidak mudah bagi gadis itu. Menikah secara mendadak demi menyelamatkan nama baik keluarga.

Gadis seumuran Raya masih masa-masa senang-senangnya bermain dengan teman-teman sebayanya. Tetapi Raya harus memutus semua itu karena harus menggantikan kakaknya yang kabur di hari pernikahannya.

Dirinya tidak akan menuntut terlalu banyak. Sebab Raya masih berstatus pelajar.

Walaupun ia sendiri ragu, apakah akan bisa menahan diri atau tidak. "Semoga si imin kuat hehehe!" Batinnya yang merasa geli sendiri dengan dirinya. Yang otaknya sudah traveling kemana-mana.

"Terima kasih kak, sudah mengerti kondisi aku."

Suara lembut Raya membayarkan kehaluan yang lagi-lagi sudah membayangkan terlalu jauh tentang gadis yang duduk di sampingnya itu.

"It's oke!"

Setelah berkendara 30 menit lamanya Abian membelokkan mobilnya memasuki komplek perumahan. Yang gerbangnya di jaga oleh dua orang security.

Raya menengok tulisan besar di atas gapura perumahan itu. "Perumahan Tulip Indah!" Gumamnya kecil, namun masih di dengar jelas oleh Abian.

"Iya, ini komplek perumahan yang sederhana. Sangat jauh berbeda dengan komplek perumahan yang kamu tinggali. Komplek Batavia Land itu penghuninya orang-orang berduit semua." Tukas Abian dengan mengemudikan mobilnya memasuki blok-blok perumahan itu.

"Maaf ya Raya, jika aku membawamu ke tempat tinggalku yang tidak semewah rumahmu." Ucap Abian lagi. Merasa minder sebenarnya.

"Kak Bian jangan berkata seperti itu. Di sana itu memang mewah. Tapi itu bukan rumahku, melainkan rumah kedua orang tuaku. Jadi apa yang mau ku sombongkan. Bagiku semua itu tidak terlalu penting. Kita harus bersyukur karena tidak kepanasan dan tidak kehujanan seperti orang-orang yang kurang beruntung di luar sana!" Balas Raya sembari mengedarkan pandangannya memperhatikan lingkungan yang di lewatinya.

Abian terpukau dengan kalimat yang di ucapkan oleh istrinya itu. Tidak menyangka anak seorang Pengusaha terpandang bisa berpikir se sederhana ini.

"Jauh sekali dengan Kakaknya!"

"Selamat datang di rumah Mama sayang, sekarang ini juga telah menjadi rumahmu." Sambut Mama Hesti memeluk menantunya itu penuh sayang

"Ayo masuk!" Mama Hesti mengandeng tangan Raya dan membawanya masuk.

Raya sedikit terkejut ternyata orang yang menyambut kedatangannya lumayan ramai.

"Terimakasih Tan...Mama!" Ucap Raya meringis tidak enak Sebab memanggil Hesti dengan sebutan Mama masih kaku.

"Tidak apa-apa sayang, nanti juga terbiasa manggil Mama kok." Timpal Hesti sembari mengulas senyum manis. Hesti bahkan meninggalkan Abian di belakangnya. Fokusnya kini hanya tertuju pada Raya sang menantu.

Mama Hesti kemudian memperkenalkan keluarganya satu persatu. Kebetulan semuanya tengah berkumpul.

"Ini adik Mama, namanya Om Ridho. Dan yang ini, kakak tertua Mama, Om Marwan. Dan ini sepupu-sepupu Ian, Laras, Aldo Riska dan Beni." Mama Hesti terlihat sangat bahagia sekali. Menyambut menantunya itu. Raya pun bersalaman dengan semuanya tak lupa menyebutkan namanya dengan tak kalah ramah dari keluarga suaminya.

🫒🫒🫒🫒

1
𝓐𝔂⃝❥𝐀⃝🥀ɴᴏνιєѕ⍣⃝✰࿐
Jahatnya gautama, dia egois sekali, hanya mementingkan bisnis dan reputasinya saja. sampai2 mengorbankan perasaan putri dan memisahkan cucunya dengan ibunya.
𝓐𝔂⃝❥𝐀⃝🥀ɴᴏνιєѕ⍣⃝✰࿐
Awal mula hadirnya Raya ini keknya 😂🤭
𝓐𝔂⃝❥𝐀⃝🥀ɴᴏνιєѕ⍣⃝✰࿐
Itu nggak pake tes DNA ya biar bisa buktikan anak siapa
𝓐𝔂⃝❥𝐀⃝🥀ɴᴏνιєѕ⍣⃝✰࿐
Lanjut lagi bancanya pelan2 karena sekarang ternyata banyak iklan 😂
sweetpurple
Sudah kuduga kalau kakaknya Raya anak orang lain...
Diny Julianti (Dy)
valdo tanggungjawab juga
Diny Julianti (Dy)
syukurin, hrsny mirna masuk penjara
Diny Julianti (Dy)
dsini yg sangat jahat mirna, bener2 gila
Diny Julianti (Dy)
jahat sama kek anakny
Diny Julianti (Dy)
mirna emang rada2 ternyata
Juna Dong
luar biasa
febby fadila
ya kok tamat si blom juga raya hamil dan abian yg ngidam 😂😂😂 pasti seru, tapi terima ini cerita bagus bAnget
febby fadila
mirna kamu itu apa nggak punya malu, upik abu mimpi mau jadi nyonya 😂😂😂
febby fadila
iyalah karena anakmu itu ngikuti jejak kamu yg murah itu mirna 🤣🤣🤣
febby fadila
iya benar salahkan ibumu yg egois dan manupulatif itu manghalalkan segala cara untuk dirinya dan kamu tp buat orang lain tersiksa
febby fadila
tinggal tunggu kasusnya dira sama valdo lagi ini mah
febby fadila
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 enak nggak mirna mau tidur di kolom jembatan ow enak dong ya, makanya sesuatu klw sdah dari awal sdah slah maka nggak bakaln kekal
febby fadila
hayo mirna mana sikap arogan mu dulu, moga aja ayah faizal langsung menceraikan kamu biar tau rasa kau
febby fadila
satu persatu mulai terbongkar,, semoga aja ini jln buat bongkar semuanya klw dira bukan anaknya faizal
febby fadila
thor knp pula kau gantung penjelasannya thor, astaga
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!