NovelToon NovelToon
Savior Under The Rain

Savior Under The Rain

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Kutukan / Manusia Serigala / Elf / Mengubah Takdir / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Romansa Fantasi
Popularitas:83.4k
Nilai: 5
Nama Author: alfajry

Raina menelan ludah. Dia ingin kabur, tapi melihat luka lebar di perut manusia itu membuatnya mengurungkan langkah.

"Pergi, atau kau ku bunuh!" Manusia setengah hewan mengerang berat, namun Raina tahu dia menahan sakitnya.

"K-kau.. terluka. Biarkan aku menyembuhkanmu." Lanjut Raina. Walau takut, dia tetap ingin melakukan itu.

"Aku bilang, pergi, manusia sialan!" Pekiknya berang, membuat Raina lagi-lagi menelan ludah.

"Aku.. aku akan menyembuhkan lukamu... Elian."

Manusia setengah hewan itu berhenti mengerang saat namanya disebut.

"Aku punya kekuatan. Aku bisa menyembuhkan lukamu." Tangan Raina terulur. Perlahan ia mencoba menyentuh luka yang menganga di perut Elian. Namun Elian menepisnya sampai tangan Raina terluka.

Mata Elian seketika terbelalak saat luka yang ia baru goreskan di tangan Rayna langsung mengecil hingga nyaris menghilang seluruhnya.
Gadis itu memiliki kekuatan yang belum pernah ia lihat sebelumnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon alfajry, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Malam Gerhana Bulan Total

Malam gerhana bulan total. Malam dimana para serigala mulai menunjukkan diri dan menuju ke tempat yang disinari rembulan, demi mendapatkan cahaya gerhana bulan total yang merah, dan juga mengharapkan cinta.

Jauh di atas puncak bukit Sierra, seekor serigala berukuran besar berbulu coklat menatap bulan dengan mata tak berkedip, seolah menantang. Seharusnya malam gerhana bulan total yang memerah, menjadi hal yang paling ditunggu oleh sepasang suami istri. Karena saat itulah, cinta mereka akan semakin kuat bila sama-sama mendapatkan cahaya merahnya.

Sudah cukup lama, namun belum ada satu pun serigala yang bersuara. Semua menunggu pemimpin mereka terlebih dahulu melolong, dan Elian, masih diam padahal sudah waktunya malam itu dimulai.

Sudah lebih dari setengah jam yang lalu, Elian berdiri di atas bukit, menunggu Marella disana. Dia tahu, wanita itu sudah keluar dari persembunyiannya, menatap Elian dari bawah sana. Namun wanita itu sengaja mengulur waktu, agar saat dekat dengan waktunya gerhana bulan muncul, disaat itulah Marella menampakkan dirinya.

Lolongan Elian di atas bukit membuat Marella tersenyum. Dilihat dari sudut manapun, Elian sangat gagah di matanya yang berbinar. Dan yang membuat Marella bahagia adalah, beberapa menit lagi, Elian akan mencintainya.

Sebenarnya wanita itu sedikit curiga, lantaran Elian mau saja diajak bertemu saat malam gerhana. Apa dia punya rencana lain?

Tidak, Marella sudah menyelidikinya. Elian sendirian, dan tidak ada yang mencurigakan darinya.

Beberapa menit sebelum gerhana, Marella berlari naik ke atas bukit. Dia nekat, jika pun Elian menyerangnya, maka itu tidak berarti apa-apa karena detik itu, gerhana bulan akan datang dan perasaan Elian akan timbul untuknya.

Setelah itu... ah, Marella tidak bisa mengkhayalkan banyak hal saat ini. Yang dia inginkan hanyalah Elian. Dia akan menjadi ratu, dan mengusir Raina yang entah bagaimana kabarnya saat ini. Marella mendengar, bahwa Elian putus asa lantaran Raina belum juga sadarkan diri. Dan tubuhnya masih membeku.

Terus terang, Marella sedikit terusik soal itu. Bagaimana mungkin tubuh Raina bisa membeku berhari-hari lamanya? Kekuatannya tak setinggi itu sampai membuat Raina menjadi es begitu lama. Tapi bagus juga, sebab Marella kini bisa menaklukkan Elian yang tengah diambang kegalauan.

Marella berdiri di atas bukit, membelakangi Elian. Tepat saat itu, lolongan tidak ada hentinya, tanda gerhana akan muncul sebentar lagi.

"Elian.."

Sosok serigala yang dipanggil, belum juga menoleh. Serigala itu masih menantang cahaya rembulan yang terlihat begitu dekat, seperti berada tepat di atas kepalanya.

"Elian..."

Serigala itu memutar tubuhnya. Bola mata merah yang perlahan berubah menjadi biru kini mendapat perhatian Marella. Cantik, Marella belum pernah melihat bola mata Elian jika di malam gerhana bulan seperti ini. Mata kilau nan indah itu sesaat membuat Marella takjub. Biasanya, bola mata biru ditandai dengan perasaan yang baru merekah, atau semakin meningkatnya rasa cinta dalam hati si serigala yang matanya mendadak biru.

"E-lian..." Kali ini, Marella tidak bisa berkata-kata. Elian memang punya pesona tersendiri untuknya. Bukan hanya bola mata Elian yang membiru, Marella juga demikian. Perasaannya meningkat pada pria itu.

"Apa kabar, Marella.." Serigala itu melangkah mendekat. Lalu tubuhnya berubah menjadi setengah manusia, yang kini sudah berhasil berdiri tepat di depan Marella, dengan jarak yang menipis.

Cahaya rembulan perlahan menyingkir, digantikan dengan gelap saat bulan itu tertutup sempurna, dan beberapa detik terjadi gerhana, membuat hati Marella berdebar. Elian tidak menyerangnya, bahkan berdiri sedekat ini, menatap kedua matanya dengan penuh cinta. Bagaimana Marella tidak bahagia? Tangannya merentang membentang, menyambut pelukan yang akan dihantarkan oleh rasa cinta yang telah muncul di hati Elian untuknya.

Cahaya rembulan kembali muncul, dengan suasana yang baru karena banyak yang telah mendapatkan cinta mereka. Dan Marella, pelukannya tidak diterima. Bukan balasan cinta yang ia terima, sebab kini dia melihat bola mata Elian berubah menjadi merah.

Tangan kanan Elian naik, bukan untuk memeluknya. Namun untuk mencekik lehernya. Kuat sekali, sampai tubuh Marella terbawa Elian yang menekan Marella dan menghentakkan tubuh wanita itu di salah satu batang pohon besar.

"E-elian..."

Marella tidak bisa bernapas. Cekikan itu sangat kuat di lehernya.

"El-.."

Tidak kuat, Marella mengeluarkan esnya dan menggenggam tangan Elian supaya cekikan itu terlepas. Namun sampai beku pun, Elian tidak melepaskannya. Malah, tubuh Marella semakin terhimpit. Dengan kekuatan pikirannya, Elian berhasil mengikat Marella dengan julur tanaman yang merambat ke tubuhnya.

"Elian... kau... ingin.. mem..bunuhku.."

"Aku pikir memang ini yang kau inginkan." Elian sampai mengeluarkan kuku panjangnya dan menancapkannya di leher Marella.

"Ti-tidak..."

Ah, Marella sempat dibuat bingung. Lantaran Elian yang sempat terhubung kontak mata dengannya, malah menjadi seperti ini. Kenapa? Apa yang terjadi?

"Karena gerhana bulan yang lalu.." Ucap Elian, menjawab pertanyaan Marella yang bisa didengar Elian. "Gerhana bulan yang telah lewat, sudah memberikan aku perasaan cinta." Kata Elian dengan suara yang ia tekan, dan semakin menekan leher Marella.

"A-ap..." Mata Marella mengeluarkan air. Bukan hanya karena cekikan Elian dan lilitan akar menjuntai itu yang semakin ketat, namun juga perasaannya yang hancur seketika. Elian telah jatuh cinta. Elian jatuh cinta kepada siapa? Apakah memang Raina yang Elian temui pada gerhana matahari yang lalu?

"Pada dia yang sekarang menjadi istriku."

Dan, semakin sakitlah hati Marella. Dia merasa dibohongi dan ditipu. Bukankah hari itu, saat mereka bertiga bertemu, Elian tidak menampik ketika Marella mengatakan bahwa cinta Elian masih belum terisi? Lelaki itu hanya diam, seolah membenarkan. Nyatanya, Elian sengaja memberikan harapan palsu agar istrinya tidak mendapatkan perlakuan buruk dari dirinya.

"Kau..."

Marella mengeluarkan semua kekuatan, memegang tangan Elian sampai membeku ke tulangnya, barulah pria itu melepaskannya.

Elian memang mundur, tetapi detik itu juga, ranting pohon mulai mengitari Marella dengan sangat cepat. Bahkan beberapa ujung ranting itu mengenai tubuh Marella hingga berujung luka.

"Eliaaan. Hentikan! Kumohon hentikaaan!!"

Pria yang namanya diteriaki sejak tadi, hanya bergeming menatap tanpa ekspresi. Marella telah melukai istrinya. Marella telah berani membuat Raina bahkan tidak sadarkan diri berhari-hari. Jeritan Marella, itu tidak sebanding dengan apa yang Raina rasakan sekarang. Istrinya, belum juga sadarkan diri...

"Elian, kumohon. Ampunilah aku. Aku berjanji akan meminta maaf pada istrimu.. aaahh!!" Satu goresan mengenai pipi Marella. Darahnya bahkan tidak terjatuh lurus karena angin kencang dan ranting-ranting terus mengitari Marella yang masih terikat.

"Elian, kumohon..."

Tidak ada penyesalan. Itulah yang Elian lihat di benak Marella. Dia mengira Elian bisa ditipu dengan mudah, padahal isi pikirannya pun Elian tahu dengan jelas.

"Elian, aku berjanji akan bersujud pada istrimu!"

'Elian...'

Seketika pria itu berdiri tegak, dan seketika pula angin dan ranting pohon terjatuh dari tempatnya. Marella mulai lega, entah kenapa dia mengucapkan itu. Bukan tanpa sebab sebenarnya. Karena dia sudah tidak kuat dengan siksaan Elian. Seluruh tubuhnya kini penuh luka dan terasa amat sangat perih.

"Elian.."

Elian termangu sesaat. Tadi ia mendengar suara Raina. Benarkah Raina sudah sadar?

"El-" belum sempat melanjutkan, Elian menghilang. Ingin rasanya memaki, namun rasa cintanya pada Elian membuat Marella semakin lemah. Lidahnya bahkan tidak bisa mengatakan hal buruk tentang pria itu. Pria yang amat sangat dicintainya itu.

~

"Yang Mulia, biar saya bantu."

"Tidak, Viga. Tidak perlu."

Seketika perasaan Raina membaik. Dadanya yang nyeri pun menghilang. Entah apa yang terjadi, tapi kini dia merasa tubuhnya sangat dingin dan menggigil.

"Yang Mulia, anda harus kembali ke kamar. Udara malam ini sangat- aaah!!" Viga berteriak terkejut, sebab tiba-tiba seekor serigala bertubuh besar melompat naik ke atas balkon, dan itulah Elian.

"Y-yang Mulia.." Viga mundur, sedang Raina yang terduduk itupun terpaku melihat bola mata Elian mendadak berubah biru.

"Kau... sudah sadar?"

Raina melihat serigala itu di depannya. Tatapan dan suara Elian begitu lembut di telinganya. Ingin rasanya memeluk Elian. Namun rasa ingin tahunya lebih tinggi dari itu semua. Bagaimana malam gerhana bulan saat ini? Apakah Elian telah mencintai seseorang?

Elian tersenyum walau tidak bisa dilihat oleh Raina dengan sosoknya yang sekarang masih menjadi serigala. Dia bahagia, karena akhirnya Raina tersadar juga.

Tapi senyum itu tidak bertahan lama, saat Elian melihat leher Raina yang polos. Padahal saat gadis itu tertidur, Elian yang memasangkan kalung itu. Tapi sekarang, Raina melepasnya. Kenapa?

Raina menghela napas. Lidahnya sudah berusaha menahan agar tidak bertanya. Tapi, tetap saja, dia tidak bisa menahannya lebih lama. Karena akhirnya, rasa ingin tahu Raina lebih besar dari rasa dingin yang menjalari tubuhnya.

"Elian."

"Ya?"

"Bagaimana malam gerhana bulanmu? Apa kau telah menemukan cintamu?"

To Be Continued....

1
Liska
bagus Dan menarik jg membuat penasaran akan akhir ceritanya.
Audra chafi
cerita nya bagus n menarik sayangny sampe 2026 blm kelar jg Krn gak up up....
ASHLAN DINENDRA
keren selalu ceritanya Suka
sayang aja gak dilanjutin semangat kakk
Syahdu: Terima kasih ka😍
total 1 replies
Lovely Shihab
up...up
kiminari mieka.diamond sky
bagus bangeeeet, cuman sayang updatenya lamaaaaa....
TiniE's AcHmaD💏
semoga ada cara tanpa mengorbankan salah satunya untuk ttp bisa bersama Raina & Elian
TiniE's AcHmaD💏
raina butuh waktu sendiri buat menenangkan hatinya mencerna kebenaran dr Elian
ayo erina km bisa melewati ini...dan terimalah elian serta bantu dia tuk melewati fase itu
Nona aan Chayank
Semoga Elian dn Raina tetap bersatu.. bgmn pun caranya 😭
Yoan
aku suka banget ceritanya💔🥲
Yoan
Sweet banget😁
TiniE's AcHmaD💏
😭sakit sih pasti rasanya......tp Elian juga gk sepenuhnya tau tentang itu semua Erina...cobalah km mengerti .. dia juga sangt tersiksa n terus mencari cr supaya bisa ttp bersamamu dlm wujud manusia
Erine Febrianti
❤️
Nona aan Chayank
Semoga Elian bisa mematahkan kutukan apapun yg tertulis terhadap dirinya.. kasihan Raina... kasian mereka klo dipisahkan...😥
Yoan
Ayahnya serigala
TiniE's AcHmaD💏
baiknya jujur aja Elian biar raina tau keaadaan yg sesungguhnya
ih makin demen deh klo mereka romantis n saling menyayangi bgtu😍😍😍
Syahdu: iyaaa nihhh
total 1 replies
ari sachio
semoga aj mereka punya ank secepaty sukur2 lbh dr satu manusia kek reina mukany mirip elian d satuy lg srigala yg bs berubh mukany mirip reina.trus elian mg aj g jd srigala seutuhy kr dah py ank
Yoan: sempat berpikir seperti ini juga. siapa tahu setelah punya anak gak jadi serigala lagi😆
total 1 replies
TiniE's AcHmaD💏
penasaran gimana akhirnya kisah manis mereka
apakah Elian menemukan cara tanpa mengorbankan Erina untuk tetap mendpatkan wujud manusianya
Yoan
Elian marah besar sama kakeknya.. masa mengorbankan Raina demi Elian bisa jadi manusia lagi-_-
Yoan
ga akan mau Elian buat Raina berkorban🥲🥲
TiniE's AcHmaD💏
tunggu jadi ini gimana mksdnya kakeknya mengiorbankan Erina
Mitri Zona: lanjut Thor seru,penasaran
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!