NovelToon NovelToon
Akar Yang Menembus Langit

Akar Yang Menembus Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Fantasi / Action
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: cldazxx

Cerita ini bukan tentang siapa yang tercepat menjadi terkuat, melainkan tentang bagaimana seseorang yang dianggap paling lemah belajar memahami kekuatan yang sesungguhnya: kesabaran, ketahanan, kemampuan menahan badai tanpa tumbang, dan perlahan tumbuh melampaui batas yang dianggap mustahil oleh semua orang. Ia akan bertemu teman yang setia, menghadapi musuh yang meremehkannya, dan akhirnya mengungkap mengapa jalan kuno itu dihapus dari sejarah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cldazxx, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34: Jejak yang Tak Terhapus

Waktu berlalu membawa perubahan, namun jejak yang ditinggalkan tidak pernah pudar.

Berpuluh tahun telah berlalu sejak pertahanan di ujung dunia. Rambut Lin Mo kini memutih, kerutan mulai terlihat di sudut matanya, namun tatapannya tetap setenang permukaan danau dalam. Ia jarang tampil di depan umum, lebih suka berjalan perlahan menyusuri desa-desa, duduk di pinggir sawah, atau sekadar menyentuh batang pohon tua sambil berbagi cerita dengan anak-anak yang berani mendekat.

Suatu hari, seorang pemuda peneliti datang menemui Lin Mo di kediaman sederhananya di kaki Pohon Inti. Ia membawa gulungan peta kuno dan catatan yang sudah berdebu.

"Guru Lin," katanya dengan hormat. "Kami menemukan sesuatu yang aneh. Di setiap benua, di setiap pulau, bahkan di dasar samudra, terbentuk pola garis cahaya yang tersembunyi di dalam bebatuan. Garis-garis itu menyambung ke mana-mana, membentuk satu lukisan raksasa yang menutupi seluruh permukaan dunia. Apakah ini hasil pekerjaan Dewan Fondasi?"

Lin Mo tersenyum tipis dan menggeleng. "Bukan kami. Itulah jejak yang kau cari. Itu bukti bahwa dunia ini kini bernapas sebagai satu kesatuan."

Ia menceritakan hal yang tak banyak orang tahu: setiap kali mereka menyambung retakan, menyatukan hati, atau menumbuhkan harapan, dunia itu sendiri mencatatnya dengan caranya sendiri. Tidak di atas batu yang bisa dihancurkan, tidak di atas kertas yang bisa lapuk—melainkan di dalam fondasi paling dalam, di dalam akar kehidupan yang abadi.

Pemuda itu bertanya lagi: "Lalu apa yang akan terjadi jika nanti Kekosongan kembali? Apakah jejak ini akan melindungi kita?"

"Ia tidak melindungi dengan tembok besi," jawab Lin Mo pelan. "Ia melindungi dengan mengingatkan. Selama jejak ini ada, tidak ada tempat yang benar-benar terasing, tidak ada orang yang benar-benar sendirian. Dan itulah yang paling tidak disukai oleh Kekosongan."

Sore itu, Lin Mo mengajak pemuda itu naik ke puncak Pohon Inti. Dari sana terlihat jelas hamparan hijau yang tak berujung, sungai yang berkelok seperti pita perak, dan Jembatan Bumi yang melengkung indah di atas samudra.

"Lihatlah orang-orang di bawah sana," tunjuk Lin Mo. "Mereka tidak lagi berdebat siapa yang lebih tinggi atau lebih rendah. Petani tahu bahwa hasil kerjanya memberi makan pendaki gunung; pembuat kapal tahu bahwa perahunya menghubungkan desa terpencil dengan kota besar; anak-anak yang belajar sejarah tahu bahwa kesalahan masa lalu adalah pelindung masa depan. Jejak yang sesungguhnya bukanlah garis di tanah—tapi kebaikan yang diturunkan dari satu hati ke hati lain."

Malam harinya, saat pemuda itu pulang dengan hati penuh, Lin Mo duduk sendirian di akar Pohon Inti. Ia menutup mata, menyentuh fondasi dunia, dan merasakan ribuan suara yang menyapa: tawa anak di Tanah Terbelah, irama ombak di Jembatan Bumi, napas tenang di puncak utara, dan harapan di setiap sudut yang tak terlihat.

Ia teringat masa kecilnya di Desa Akar Kering, saat ia sering bertanya-tanya mengapa ia hidup, ke mana ia harus pergi, dan apakah ia berharga. Kini pertanyaan itu sudah terjawab sempurna.

Kau berharga karena kau berakar.

Kau kuat karena kau menyambung.

Kau abadi karena kau meninggalkan jejak yang tak terhapus oleh waktu maupun kegelapan.

Di kejauhan, bintang-bintang bersinar terang, seolah menyaksikan dunia yang kini tumbuh tegak—dengan kaki yang kokoh di bumi, dan wajah yang berani menatap langit setinggi apa pun.

 

1
Anime aikō-kā
Akar Yang Menembus Langit
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!