Pernikahan adalah salah satu untuk menyempurnakan agama. Tetapi bagaimana jika pernikahan dilandasi karena keterpaksaan dan kebohongan?.
Disha Haura, gadis cantik yang duduk di bangku semester akhir terjebak dalam pernikahan dengan adik tingkatnya. Keduanya di jebak dan di fitnah sehingga membuat keduanya harus menikah.
Di samping itu seseorang yang selalu menyebut nama Disha dalam sepertiga malam harus menelan ludah melihat pujaan hatinya menikah dengan adiknya sendiri.
Bagaimana kisah selanjutnya? Silahkan baca sehingga kalian menemukan jawabannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri-can, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertemuan yang tidak Sengaja
Disha membuka matanya saat dirinya baru sampai di di bandar udara Abdul Rachman yang berada di kota Malang. Disha datang kemari untuk ikut lomba acara memasak atau lebih tepatnya lomba membuat kue terenak, dan kebetulan Disha mendapatkan juara ke dua dari 100 peserta yang hadir yang mengharuskan Disha harus datang ke kota Malang untuk menerima penghargaan.
Taxi yang di sewa Disha sampai disebuah hotel berbintang 5, kebetulan hotel itu dekat dengan acara lomba. Sebenarnya sudah disediakan tempat penginapan untuk Disha dan pemenang lainnya, hanya saja Disha terlambat datang dan memilih menginap di hotel tersebut.
Setelah melakukan check-in kamar dan Disha mendapatkan kamar 1702 yang berada dilantai 17. Disha yang merasa sudah kelelahan segera beristirahat dengan membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur.
Beberapa jam kemudian Disha sudah rapi dengan gamis polos berwarna hitam dipadukan jilbab berwarna coklat. Setelah tidur 2 jam membuatnya ada sedikit tenaga. Sekarang Disha memilih untuk keluar sekedar jalan-jalan sambil mencari makan.
Disha sudah masuk ke dalam lift dan menekan tombol 1, saat pintu akan tertutup tiba-tiba terdengar suara teriakan dari luar lift.
'TUNGGU!"
Disha pun kembali membukanya, terlihat seorang anak laki-laki dan seorang pria dewasa yang Disha yakini adalah ayah dari anak itu. Disha tidak melihat wajahnya karena dia memilih tidak perduli hingga.
'Tante" panggil seseorang membuat Disha menoleh pada anak laki-laki yang tingginya hampir mencapai bahu Disha
'H...habib" ucap Disha terkejut
Keduanya terdiam cukup lama apalagi sosok pria dewasa yang tidak lain adalah Arcel menatap Disha dengan tatapan sendu dan penuh kerinduan?.
'Tanteee" Habib pun memeluk erat Disha sambil menangis
'Habib pikir Habib tidak akan bertemu dengan tante lagi" isak Habib sambil menatap Disha
Disha hanya diam dan tidak lama kemudian mereka telah sampai di lantai bawah.
'Tante mau kemana?" tanya Habib antusias sedangkan Disha melirik mantan kakak iparnya yang hanya fokus pada ponselnya
'Tante umm.... Tante mau makan sayang" balas Disha sambil mengelus rambut Habib
'Benarkah? Wahhh kebetulan Habib sama Daddy juga mau makan. Kita makan bareng ya tante" ucap Habib senang
'Umm... Itu....
Disha tidak membalas dan hanya melirik Arcel yang mengabaikannya, Disha berpikir jika Arcel pasti marah akan keputusannya yang memilih untuk bercerai dengan Husein.
'Ikutlah" ucap Arcel dingin membuat Disha sedikit terkejut
'Ayo tante" ajak Habib sambil menarik tangan Disha
Mereka berjalan menuju lorong dan tembus pada restoran hotel yang terlihat cukup ramai karena ini besok adalah akhir pekan.
'Mau makan apa boy?" tanya Arcel lembut pada Habib
Disha pun melirik Arcel, begitu berbeda perlakuan Arcel pada Habib dan dirinya. Apa dia telah melakukan kesalahan yang besar? Wajar saja sih Arcel bersikap dingin padanya karena mereka sekarang tidak ada ikatan apapun, kalau dulu dirinya masih menjadi adik iparnya tetapi sekarang sudah tidak.
'Habib mau makan steak dad" ujar Habib bersemangat
'Baiklah boy, apapun untukmu" Arcel mengacak-acak rambut Habib yang kini tersenyum lebar
'Tante mau makan apa?" tanya Habib polos
'Tante pesan salad buah saja hehe" Disha menjawabnya sambil cengengesan
Arcel hanya diam saja sedangkan Habib sibuk dengan steak nya. Disha merasa canggung sekarang. Apa sebaiknya dia pergi saja? Sepertinya itu adalah pilihan yang terbaik.
'Ummm... Tante duluan ya Habib" pamit Disha
'Yahhh... Padahal Habib baru bertemu tante, tante jahat" ucap Habib merajuk
'Tante masih ada urusan soalnya, kapan-kapan kita ketemu lagi okay" Disha sudah tidak tahan dengan tatapan tajam Arcel yang di tujukan padanya
'Tapi Habib masih kangen sama tante, Habib mohon jangan pergi lagi" mohon Habib sambil terisak
'Sudahlah Habib, biarkan dia pergi" ucap Arcel dingin
'Tapi Daddy Ha....
'HABIB!" sentak Arcel membuat Habib terkejut bahkan badannya gemetar begitu juga dengan Disha yang kaget
'Pergi!" ujar Arcel
'B...baik Disha pamit kak" pamit Disha dan tidak lupa meletakkan uang untuk membayar makanannya
Setelah kepergian Disha Habib dan Arcel pun pergi menuju kamar mereka. Habib yang terus menangis diam sedangkan Arcel yang bersikap dingin.
'Jangan menangis lagi boy, daddy minta maaf" Arcel pun memeluk erat tubuh putranya yang kini bergetar
'Habib kangen tante, daddy hiks..." isak Habib
'Dulu tante pergi meninggalkan Habib hiks... Dan sekarang pun pergi lagi hiks..." Habib kini sesenggukan dengan wajah memerah
'Sudah boy, jangan menangis. Memangnya kamu tidak malu menangis, kamu kan sudah besar" gurau Arcel dan benar saja kini Habib terdiam
'Tapi Daddy...." Habib tidak melanjutkan kata-katanya dan memilih membaringkan tubuhnya
Bocah yang akan menginjak 8 tahun itu terlihat sangat sedih, Arcel pun sepertinya tidak ada niatan mau mengganggu putranya itu. Hatinya masih bergetar hebat saat melihat Disha, seharusnya perasaannya sudah mati sejak Disha pergi atau lebih tepatnya sejak Disha menikah dengan Husein.
'Ya Allah.... Hamba tidak tau mau berbuat apa, hamba serahkan kepadamu" ucapnya sambil menepuk dadanya yang terasa sesak
'Maafkan daddy boy, daddy berjanji kedepannya akan lebih menyenangkan kamu" Arcel segera menuju kamar mandi dan mulai membersihkan tubuhnya
Beberapa menit kemudian Arcel keluar hanya mengenakan handuk yang melilit di pinggang sambil melirik Habib yang masih nyenyak dengan tidurnya.
'Apa selama ini Disha tinggal di malang? Tetapi kenapa aku tidak pernah bersua dengannya selama 2 tahun lebih ini?"guman nya
Arcel masih fokus dengan pikirannya hingga tersadar dengan igauan putranya, Arcel segera berjalan menuju Habib.
'Bangun boy" Arcel menepuk-nepuk
'Tante hiks... Tante..... Tante..."
Arcel memijat keningnya yang sedikit pusing, 3 tahun terakhir ini Habib selalu mengigaukan nama Disha. Entah sihir apa yang Disha berikan padanya dan putranya itu sehingga membuat mereka selalu memikirkan Disha.
Arcel pun tak ada cara lagi selain menghubungi resepsionis hotel dengan menanyakan nomor kamar Disha. Arcel tidak tidak menyangka jika kamar Disha berada di lantai yang sama dengannya dan lebih hebatnya kamar mereka depan-depan an.
Sudah cukup 3 tahun ini Disha menyiksa dirinya dan putranya, kali ini dia tidak akan melepaskan Disha.
Arcel masih menatap putranya yang masih mengigau, dengan cepat Arcel keluar dari kamar dan menatap pintu kamar Disha.
Tok
Tok
Tok
Arcel setia menunggu hingga tidak lama kemudian terlihat Disha yang sepertinya baru bangun tidur, Arcel tidak perduli meskipun Disha terganggu. Putranya tengah membutuhkan Disha.
'K..ka Arcel" ucap Disha pelan
'Ikut dengan ku" Arcel menarik tangan Disha yang masih dilapisi lengan panjang baju tidurnya
'Kak lepaskan!" Disha mencoba menghempaskan tangan Arcel tetapi tidak bisa membuat nafasnya memburu antara kesal dan marah
🐚🐚🐚
Ribet ya guys soal masalah hati, serba salah juga di posisi mereka.
riri-can