Pria yang selama ini mereka remehkan adalah Dewa Perang yang mampu menghancurkan kerajaan dalam semalam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12
"Kita ini pasangan suami istri baru yang sedang dimabuk asmara, masa kita jalan berjauhan seperti orang yang mau tawuran?" jawab Devan sambil tersenyum nakal.
Clarissa menggigit bibir bawahnya karena merasa kesal namun dia tahu ucapan pria ini sangat masuk akal.
Dengan sedikit ragu, Clarissa menyelipkan tangannya dan menggandeng lengan Devan dengan erat.
Detak jantung Clarissa tiba-tiba berpacu sangat cepat saat merasakan otot lengan Devan yang keras di balik jas mahalnya.
Mereka berdua berjalan melangkah masuk ke dalam aula perjamuan yang sudah dipenuhi oleh puluhan tamu penting dari berbagai kalangan elit bisnis.
Tap. Tap. Tap.
Langkah kaki mereka langsung menarik perhatian semua orang di ruangan besar dan mewah itu.
Suara alunan musik klasik yang sedari tadi mengiringi acara tiba-tiba terasa tertelan oleh keheningan para tamu.
Semua mata tertuju pada sosok Clarissa yang malam ini mengenakan gaun malam berwarna merah marun yang sangat elegan.
Namun tatapan mereka lebih banyak terkunci pada sosok pria asing berwajah tampan dan dingin yang sedang digandeng oleh sang CEO.
"Astaga, apakah rumor itu benar? Nona Clarissa benar-benar sudah menikah?" bisik seorang tamu wanita sambil menutupi mulutnya dengan kipas.
"Kudengar pria itu dulunya cuma seorang petugas kebersihan di perusahaannya, sungguh sangat tidak masuk akal," sahut tamu pria di sebelahnya dengan nada mengejek.
Devan mendengar semua bisikan tajam itu dengan sangat jelas karena indra pendengarannya sudah meningkat drastis.
Namun pria itu sama sekali tidak mempedulikannya dan terus berjalan dengan langkah yang sangat berwibawa layaknya seorang raja yang sedang meninjau wilayah kekuasaannya.
Ting.
Suara notifikasi sistem tiba-tiba berbunyi nyaring di dalam kepala Devan.
[Peringatan: Deteksi niat bermusuhan tingkat tinggi dari arah jam dua belas.]
[Misi Insidental Baru: Hancurkan dominasi mental pewaris Keluarga Sanjaya di depan umum.]
[Hadiah Penyelesaian: Peningkatan ketahanan fisik 10 persen dan pembukaan segel kekuatan tahap mencapai 25 persen.]
Devan menatap lurus ke depan, tepat di ujung karpet merah yang sedang mereka pijak saat ini.
Seorang pria muda dengan setelan jas putih mencolok sedang berjalan ke arah mereka dengan senyuman yang sangat angkuh.
Pria itu adalah Leo Sanjaya, putra mahkota dari kerajaan bisnis mafia terbesar di kota ini.
Di belakang Leo, ada dua orang pria tua yang memiliki aura sangat menekan dan berbahaya.
"Selamat malam, Clarissa sayang," sapa Leo dengan suara yang sengaja dikeraskan agar semua tamu mendengarnya.
"Aku benar-benar terkejut saat mendengar kabar burung kalau kamu memungut sampah dari pinggir jalan untuk dijadikan suamimu."
Leo berhenti tepat di depan Devan dan menatap pria itu dari ujung rambut hingga ujung kaki dengan tatapan sangat merendahkan.
Clarissa mempererat pegangannya pada lengan Devan, tubuhnya sedikit menegang mendengar hinaan terang-terangan itu.
"Jaga ucapanmu, Leo," desis Clarissa dengan mata yang memancarkan kilat kemarahan.
"Pria di sebelahku ini adalah suami sahku, namanya Devan."
Leo tertawa keras mendengar pembelaan Clarissa, tawa yang terdengar sangat dipaksakan dan penuh rasa iri.
Pria berjas putih itu kemudian mengulurkan tangan kanannya ke arah Devan dengan senyum penuh kelicikan.
"Salam kenal, Devan si petugas kebersihan," ucap Leo dengan nada mengejek.
"Perkenalkan, aku Leo Sanjaya, pria yang seharusnya menikahi wanita cantik di sebelahmu ini malam ini."
Devan menatap tangan yang terjulur itu dengan wajah yang sangat datar tanpa emosi sedikit pun.