Setelah sang ayah—ketua mafia legendaris—tewas misterius, Livana ikut terlempar ke dunia novel dan menjadi Bellamy, si antagonis manja yang ditakdirkan mati tragis.
Kejutan besar menantinya! Jiwa sang Papa ternyata ikut bertransmigrasi menjadi ayah Bellamy. Namun, sang Papa terikat Sistem Novel yang akan mengurangi umurnya jika ia berani mengubah alur cerita.
Untungnya, jiwa barbar Livana adalah sebuah glitch yang kebal dari hukuman Sistem!
Menggunakan celah ini, duet maut ayah-anak mafia ini kompak bekerja sama mengacak-acak plot, menendang parasit manipulatif, dan memikat Dallas—si penguasa bayangan yang dingin.
Dua jiwa mafia vs satu Sistem Novel. Siapa yang akan menang?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 14: Tebusan Sang Mafia dan Memori yang Hilang
Pagi itu, suasana di kantor catatan sipil pinggiran kota terasa sunyi dan dingin. Tanpa pesta mewah, tanpa gaun desainer, dan tanpa senyuman bahagia, Odelia resmi menandatangani akta pernikahannya dengan Pak Dodi. Air matanya terus mengalir, bukan karena terharu, melainkan karena hancurnya seluruh martabat dan rencana besarnya untuk menguasai aset Guinevere. Ancaman dingin dari James kemarin benar-benar mengunci ruang geraknya.
Sementara itu, di pusat perbelanjaan paling mewah di ibu kota, suasana berbalik seratus delapan puluh derajat.
"James, ini terlalu berlebihan... Kau sudah membelikanku tiga kalung berlian dan lima gaun malam dalam waktu satu jam," bisik Diane, tangannya yang menggandeng lengan James bergetar kecil karena cemas melihat tumpukan kantong belanjaan di belakang mereka yang dibawa oleh tiga pelayan toko.
James—atau sang bos mafia Sylvester—hanya terkekeh rendah, menepuk punggung tangan istrinya dengan lembut. "Berlebihan? Bagiku, ini bahkan belum cukup untuk menebus waktu bertahun-tahun di mana kau merasa diabaikan di rumah itu, Diane."
"Tapi, James—"
"Tidak ada tapi-tapi, Sayang," potong James, suaranya berat namun sarat akan kasih sayang yang memanjakan. Ia menunjuk sebuah toko perhiasan tinggi di depan mereka. "Ayo masuk ke sana. Aku ingin melihat sepasang anting safir yang cocok dengan warna matamu. Setelah itu, kita akan makan malam romantis di restoran Prancis privat."
Bagi Sylvester, memanjakan wanita adalah sebuah kewajiban mutlak. Di kehidupan masa lalunya sebagai penguasa dunia bawah, ia selalu menghujani putri kesayangannya, Livana, dengan kemewahan tanpa batas. Baginya, wanita adalah makhluk yang diciptakan untuk bahagia di dunia ini, bukan untuk menanggung beban penderitaan.
Sambil melangkah mendampingi Diane yang perlahan mulai tersenyum lepas, James melirik ke sudut matanya. Layar hologram biru milik Sistem Novel tampak diam, berkedip hijau tenang tanpa ada satu pun peringatan merah yang mengganggu saraf kepalanya.
[ Status Alur Hubungan Suami-Istri: Stabil dan Meningkat. Otoritas penalti dinonaktifkan oleh pengaruh interaksi Anomali. ]
James mendengus geli dalam hati. Ia merasa sangat puas dan bahagia bisa memerani karakter James Guinevere saat ini. Sistem sialan yang awalnya mengancam akan memotong sisa umurnya lewat hukum sehelai rambut putih, kini berhasil ia jinakkan sepenuhnya berkat bantuan Livana yang bertindak sebagai cheat code hidup di dalam tubuh Bellamy. Sisa umurnya di dunia ini tidak lagi dipatok atau dipotong paksa.
Namun, tepat ketika ia melihat Diane sedang asik memilih anting bersama pelayan toko, sebuah awan hitam mendadak menutupi pikiran Sylvester. Ia melangkah agak menjauh, bersandar pada pilar marmer toko sambil menyilangkan kedua tangannya.
"Mengapa aku bisa masuk ke sini...?" gumam James, suaranya nyaris tak terdengar.
Jauh di dalam lubuk hatinya, teka-teki tentang transmigrasi ini masih menjadi misteri yang sangat mengusik insting mafianya. Ia mencoba memeras otaknya, memaksa memorinya untuk mengingat kembali malam sebelum ia terbangun di tubuh James Guinevere.
"Buku bersampul emas berinisial 'D' itu..." James memijat pelipisnya yang mendadak terasa berdenyut nyeri. "Siapa... siapa bajingan yang meletakkannya di atas meja kerjaku malam itu?"
Aneh. Setiap kali Sylvester mencoba mengingat wajah atau sosok orang yang memberikan atau mengirimkan novel sialan itu ke markas Minerva, ingatannya mendadak menjadi buram dan kosong, seolah-olah ada sebuah dinding tak kasat mata yang sengaja menghapus memori spesifik tersebut dari kepalanya.
Namun, memori tentang isi cerita dari novel itu sendiri masih terekam dengan sangat jelas di otaknya. Sylvester ingat betul, malam itu ia tidak bisa tidur karena merasa sangat kesal setelah membaca bab-bab akhir dari novel roman picisan tersebut.
Di dalam plot asli novel, James Guinevere adalah pria paling bodoh sedunia. James asli tertipu oleh pelet dan manipulasi Odelia setelah malam terkutuk itu, yang menyebabkan hubungan dengan istrinya hancur total hingga Diane mengalami depresi berat dan memilih mengakhiri hidupnya dengan tragis. Tidak berhenti di sana, putri kesayangan mereka, Bellamy, juga mati merana setelah terus-menerus ditindas dan dijebak oleh Lucianna hingga jasadnya hanya ditangisi oleh Dallas di akhir cerita.
Setelah kematian anak dan istrinya, James asli jatuh bangkrut, seluruh aset Guinevere dirampas habis oleh duet ular Odelia dan Lucianna. Di bab terakhir, James digambarkan hidup menggelandangan di jalanan dingin sebelum akhirnya tewas mengenaskan karena sengaja ditabrak oleh mobil yang dikendarai oleh suruhan Lucianna demi melenyapkan saksi kunci terakhir.
"Penyesalan yang bodoh..." James mengepalkan tinjunya hingga buku-buku jarinya memutih, kemarahan mafianya bergejolak hebat di dalam dada. "Aku mengingat rasa muak itu sebelum aku memejamkan mata di kamarku. Tapi... bagaimana bisa aku dan Livana terlempar masuk ke dalam takdir menjijikkan ini?"
"James? Kau melamun?" suara lembut Diane mendadak membuyarkan kilas balik ingatan kelam itu.
James tersentak kecil, lalu dengan cepat merubah ekspresi wajahnya menjadi hangat kembali. Ia menoleh dan melihat Diane sudah mengenakan sepasang anting safir yang berkilau indah di telinganya.
"Bagaimana? Apakah ini terlihat bagus di wajahku yang sudah mulai menua ini?" tanya Diane dengan senyuman sedikit ragu.
James melangkah mendekat, menangkup kedua pipi Diane dengan lembut, lalu mengecup kening istrinya dengan penuh perasaan. "Kau tidak pernah menua di mataku, Diane. Anting ini terlihat sangat sempurna karena dipakai oleh wanita tercantik di dunia ini."
Diane tersenyum sangat lebar, matanya berkaca-kaca karena bahagia menerima perlakuan yang begitu mendalam dari suaminya.
Sambil merangkul pinggang Diane untuk berjalan menuju restoran malam mereka, mata James berkilat penuh tekad dingin. 'Siapa pun kau, pemilik inisial D yang sudah melempar kami ke dalam dunia ini... kau sudah salah memilih lawan. Aku dan Livana tidak akan membiarkan akhir tragis itu terjadi. Kami yang akan meratakan dunia novel ini hingga tak tersisa,' batin sang bos mafia bersumpah.
keren nih othor...
jadi alasan Sylvester masuk ke dunia novel untuk menyelamatkan ponakannya kali yaa... tapi belum tentu pasti plot twist lagi ah nanti... 🤣
ah di othor nih... bikin penasaran aja.. dibuat nama-namanya huruf depannya D semua lagi🤣
lagi tegang gini malah ngelawak Bellamy sama Dallas mah..🤣🤣