ini adalah karya ke dua ku , aku harap akan ada pembaca yang menyukainya. aku bukan penulis hanya saja aku suka membaca.
jika ada kesalahan dalam cara menulis ku, dengan senang hati aku menerima kritikan dan saran dari para pembaca, dan aku ucapkan terima kasih buat uang berminta membaca karya ku ini,
kehidupan rumah tangga Naya dan Josep sangat lah harmonis, hingga suatu kejadian membuat mereka harus terpisah ,walau saat itu Naya tengah mengandung buah cinta mereka yang pertama .
Josep yang teramat mencintai Naya selaku berusaha untuk kembali rujuk dengan Naya , tapi Naya kokoh tak ingin kembali pada Josep
hingga suatu hari Josep mendengar Naya tengah dekat dengan mantan kekasihnya yang bernama Aldo , Josep tidak terima dan meminta bantuan orang tuanya untuk membujuk Naya
lalu apa kah Naya akan kembali pada Josep , atau melanjutkan kisahnya dengan Aldo, ...?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon alfirzik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dua puluh sembilan
Aldo merasa hari harinya begitu sunyi tanpa kabar dari Naya dan Fahri. Entah kenapa bocah itu selalu terbayang di matanya, bocah lucu dan menggemaskan yang sangat menyukai sate Padang buatan Aldo.
"Hampir dua minggu nay,tapi tak pernah kau memberikan kabar sekali pun padaku. Bahkan chat ku pun tak pernah kau buka. " Keluh Ado melihat chat yang belum di baca Naya.
"Apa benar kau sudah melupakan ku nay.?" bisik hati Aldo.
"Atau... hanya aku yang terlalu berharap." Aldo memasukkan hp ke kantong jaketnya dan melanjutkan perjalanannya di jembatan GENTALA ARASI. Entah apa yang di carinya di sepanjang jalan itu. sesekali Aldo berhenti dan menatap hamparan luas sungai Batang hari.
Aldo hendak menuruni anak tangga menuju pasar Angso Duo . pasar yang sangat terkenal di kota Jambi . ia ingin membeli bahan bahan untuk pembuatan sate . Namun Aldo tanpa sengaja menyenggol seseorang dan menjatuhkan barang yang di bawa orang tersebut.
"Maaf kan saya mbak, saya tidak sengaja." Aldo membantu orang itu untuk mengemasi kantong belanjaannya.
"Loh... bang Aldo." Sapa perempuan itu saat melihat pria yang menabraknya secara tidak sengaja.
"Nina....? , ngapain di sini malam malam." tanya Aldo heran.
"Hehehe biasa bang lagi ngorder ikan buat pagi." Jawab Nina santai.
" Loh..., buat di restoran.?" Tanya Aldo makin bingung.
" Enggak bang, biasa kalau pagi aku nganter ikan segar buat beberapa langganan aku di rumah makan sederhana." Jawab Nina menjelaskan.
"Wah... hebat kamu Nin." Puji Aldo.
"Oh ya, tu.ben Abang gak pernah lagi ke restoran." Tanya Nina kemudian.
"Hummm, ngapain aku kesana nin, bisa bisa aku ganggu kalian kerja, biasanya aku kesana ingin bertemu Fahri, tapi Fahri kan lagi di rumah neneknya." Nina mengerutkan keningnya , ia merasa heran kenapa Aldo tidak mengetahui kalau Naya dan Fahri sudah di kota ini.
"Kau kenapa nin.?" Aldo sedikit heran dengan tanggapan Nina.
"Abang beneran tidak tau, kalau mbak Naya dan Fahri sudah kembali dari Kupang.?" Tanya Nina heran.
"Benarkah... ? sejak kapan mereka kembali.?" Tanya Aldo penasaran , tampak guratan kekecewaan di wajah Aldo.
"Udah lebih dari seminggu bang, malah mbak Naya udah mulai masuk kerja dan kemaren baru saja menyelesaikan katering di acara wedding anak walikota." Jawab Nina.
"oooo, " Aldo hanya ber o saja.
"Bang aku duluan yah., " Nina berlalu tanpa menunggu jawaban dari Aldo.
Aldo terdiam ia duduk di salah satu bangku yang biasa di pakai untuk para pedangan kaki lima mangkal. Ia menundukkan kepalanya lemas.
"Apa aku memang sudah tak ada artinya lagi di hidup mu Nay." Batin Aldo.
PAGI HARI DI RESTORAN
"Assalamualaikum, mbak aku boleh masuk." tanya Nina di depan pintu ruangan Naya.
"Masuk nin ada apa.?"
"Mbak ini ada kiriman kripik talas dari ibu buat Fahri." Nina menyerahkan toples berisi keripik ke pada Naya.
"Ya Allah nin, kenapa repot repot sih. Bilangin sama ibuk makasih ya nin, maaf mbak belum sempat main ke rumah ibuk." Nina tersenyum pada Naya.
"Mmmm, mbak...?" Nina tampak ragu ragu.
"Kenapa nin.?" Tanya Naya penasaran.
"Ummmm, mbak udah hubungi bang Aldo belum sejak mbak sampai.?" Lanjut Nina masih dengan ragi ragu.
"Astagfirullah,... Nina.... , Untung kau ingatkan mbak, mbak benar benar nggak kepikiran." Naya langsung mencari cari hp nya , dan saat ia membuka pesan wa ternyata begitu banyak pesan dari Aldo. Mulai dari saat Naya berangkat ke Kupang hingga kemaren malam. Tak satu pun chat nya yang di buka oleh Naya.
"Astagfirullah, kenapa aku bisa lupa padanya, ia pasti sangat kecewa." Bisik hati Naya. ia berniat membalas chat Aldo namun kemudian ia berfikir.
"Aku tak usah membalas pesan bang Aldo, aku takut ia akan kembali berharap padaku, sedangkan aku sudah memutuskan untuk rujuk dengan bang Josep." Bisik hati Naya.
"Maafin Naya bang Aldo, ini mungkin sedikit kejam , tapi Naya tak ingin Abang terlalu berharap pada hubungan kita, akan sangat menyakitkan untuk bang Aldo nantinya " Naya kembali meletakkan hp nya di meja.
Namun baru saja Naya hendak kembali pada pekerjaannya. Nina kembali masuk ke ruangan Naya.
"Ada apa nin.?" tanya Naya heran melihat wajah Nina yang terlihat sedikit cemas.
"Di luar ada bang Aldo mbak, kelihatanya dia sangat kusut dan ....?"
"Dan apa...?" Tanya Naya penasaran.
"Dan.. kelihatannya bang Aldo mabok mbak. Dan bang Aldo memaksa masuk."
"Hah......"Naya melihat jam tangannya yang baru menunjukkan jam 10 pagi.
"Apa yang dipikirkannya , minum minuman keras di pagi hari. kebiasaannya tak pernah berubah " Gumam Naya.
"Ya sudah nin, biarkan dia masuk. Untung Fahri tinggal di rumah bersama Sandra." Naya memijat kepalanya yang terasa mulai pusing.
"Nay.....?" Aldo menatap wajah yang sangat di rindukannya itu , kedua bola matanya berbinar saat melihat Naya yang tampil cantik dengan dress pendek tanpa lengan berwarna Navi.
"Ya Allah , bang... pagi pagi sudah teler begini....?" Naya mengeleng gelengkan kepalanya. Membantu Aldo masuk dan membaringkannya di ranjang tempat biasa Naya beristirahat di bantu oleh satpam yang membawa Aldo masuk .
"Naya... aku sangat merindukanmu nay." Aldo masih menyebut nama Naya sebelum ia terlelap.
"Ya sudah kalian boleh keluar biarkan dia tidur di situ." pinta Naya pada satpam dan Nina.
"Baik buk, kalau ada apa apa saya di parkiran samping buk." Satpam itu pun berlalu dari ruangan Naya.
"Hah... ada apa dengannya masih pagi sudah tak waras." kesel Naya.
Naya melanjutkan pekerjaannya sambil sesekali melihat ke arah Aldo yang tertidur pulas di ranjang.
Jam 4 sore akhirnya Aldo terbangun ia melihat sekeliling sambil memegang kepalanya yang terasa sedikit pusing.
"Kenapa....? pusing...?" Tanya Naya dengan nada menyindir.
"Na.. Naya..." Aldo kaget dan berusaha untuk mengingat ngingat kejadian sebelum ia sampai di tempat ini.
" Tuh.. minum.?" Titah Naya pada Aldo , sambil menunjuk air perasan jeruk lemon hangat yang sudah di sediakan Naya.
"Tapi.. nay...?" Aldo tampak ragu ragu..
"Kenapa...? gak suka...? kalau gak suka ngapain nyari penyakit. Habisin." Perintah Naya. Aldo pun menurut saja seperti anak kecil yang di paksa minum susu.
"Udah..., sana mandi ." Naya melemparkan handuk yang masih baru pada Aldo.
"Tapi nay....?"
"Gak usah ngebantah, aku gak suka bauk minuman yang nempel di badan kamu. Itu baju udah di siapin. kamu mandi nanti kita bicara." Aldo pun menurut tak mampu membantah titah sang ratu pujaan hati.
"huf.. kenapa aku nurut aja, bukanya niat nya aku mau marah karena dia gak ngabarin aku selama dua Minggu ini. " Aldo hanya mampu bicara dengan hatinya sendiri.
***SALAM SANTUN UNTUK READERS
TERIMAKASIH BUAT YANG UDAH BACA
TERIMA KASIH BUAT YANG UDAH BANTU DUKUNG DENGAN LIKE KOMENTAR DAN KRITIKANNYA.
AKU TUNGGU SELALU DUKUNGAN DARI SAHABAT KU SEMUA...
SELAMAT MALAM DAN SELAMAT BERISTIRAHAT***..